Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Phinisi Integration Review

PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER PADA PANEN PADI DI KELURAHAN CEMPANIGA KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS DALAM TINJAUAN SOSIAL EKONOMI Arif, Nur Aisyah; Rusdi, Rusdi; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menganalisis penerapan combine harvester dalam proses panen padi di Kelurahan Cempaniga Kecamatan Camba Kabupaten Maros. 2). Menganalisis dampak penggunaan combine harvester terhadap kondisi sosial ekonomi petani di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. 3). Mengidentifikasi dan menganalisis tantangan sosial ekonomi yang dihadapi oleh buruh panen padi sebagai dampak penerapan sistem panen dengan combine harvester di Kelurahan Cempaniga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara serta dokumentasi, Informan dalam penelitian ini terdiri dari petani dan buruh panen yang terdampak oleh penggunaan combine harvester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan combine harvester di Kelurahan Cempaniga meningkatkan efisiensi panen melalui proses yang lebih cepat, terstruktur, dan hemat biaya. Bagi petani, dampak ekonominya mencakup penurunan biaya operasional, percepatan rotasi tanam, dan peluang peningkatan pendapatan. Dari segi sosial, penggunaan mesin ini mengurangi interaksi dalam panen gotong royong dan menuntut adaptasi terhadap pola kerja baru. Sementara itu, bagi buruh panen, dari segi ekonomi, penggunaan alat ini menyebabkan penurunan kebutuhan tenaga kerja saat panen, sehingga kesempatan kerja menjadi terbatas dan pendapatan menurun. Dari segi sosial, kondisi ini berdampak pada kehidupan harian buruh panen, seperti terkikisnya praktik tradisional, perubahan budaya sehingga mengurangi interaksi sosial antara buru panen dengan petani dan meningkatkan angka kemiskinan.This study aims to: 1) Analyze the implementation of combine harvesters in the rice harvesting process in Cempaniga Urban Village, Camba Sub-district, Maros Regency; 2) Analyze the socio-economic impact of using combine harvesters on farmers in Cempaniga Urban Village, Camba Sub-district, Maros Regency; and 3) Identify and analyze the socio-economic challenges faced by rice harvest laborers as a result of the adoption of combine harvester-based harvesting systems in Cempaniga Urban Village. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include interviews and documentation. The informants in this study consist of farmers and harvest laborers affected by the use of combine harvesters. The results show that the implementation of combine harvesters in Cempaniga Urban Village has improved harvesting efficiency through a faster, more structured, and cost-effective process. For farmers, the economic impacts include reduced operational costs, faster planting rotation, and opportunities to increase income. Socially, the use of this machine reduces interaction in traditional communal harvesting and requires adaptation to new work patterns. Meanwhile, for harvest laborers, the economic impact includes a decline in labor demand during harvest time, resulting in limited job opportunities and decreased income. Socially, this condition affects their daily lives, including the erosion of traditional practices, cultural changes that reduce social interaction between laborers and farmers, and an increase in poverty levels.
STRATEGI PEMULIHAN PANTAI BAHARI UNTUK MENINGKATKAN SMART TOURISM BERBASIS SDGS 7 SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN DAYA TARIK PASCA BENCANA DI KABUPATEN PINRANG Khaeriah, Khaeriah; Hasni, Hasni; Rusdi, Rusdi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.76464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Pantai Bahari dapat dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis dan estetika Pantai Bahari di kabupaten Pinrang, Bagaimana peningkatan smart tourism berbasis SDGs 7 dapat diintegrasikan dalam proses pemulihan antai Bahari di Kabupaten Pinrang dan Bagaimana strategi pemulihan Pantai Bahari di Kabupaten Pinrang dapat berkontribusi pada peningkatan keamanan dan daya tarik kawasan pantai pasca bencana.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pantai Bahari dapat dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis dan estetika Pantai Bahari di Kabupaten Pinrang dapat dilihat dari 3 aspek yakni potensi alam, pengelolaan sampah pantai dan partisipasi masyarakat. Upaya peningkatan smart tourism berbasis SDGs 7 dapat diintegrasikan dalam proses pemulihan Pantai Bahari di Kabupaten Pinrang dengan tetap memastikan sistem pengairan, jaringan komunikasi, fasilitas kesehatan, sumber listrik dan energi, sistem pembuangan kotoran/air dan jalan raya, upaya ini bertujuan untuk membuat Pantai Bahari menjadi destinasi yang nyaman bagi pengunjung. Strategi pemulihan Pantai Bahari di Kabupaten Pinrang dapat berkontribusi pada peningkatan keamanan dan daya tarik kawasan pasca bencana pada aspek keamanan dapat dilakukan melalui penyediaan rambu-rambu, papan informasi yang jelas serta sosialisasi dan pelatihan tanggap darurat bagi masyarakat. Selain itu, pada aspek  daya tarik yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan yaitu something to see (ada yang dilihat), something to do (ada yang dikerjakan) dan something to buy (ada yang di beli). This study aims to find out How Pantai Bahari can be done to restore the ecological and aesthetic functions of Pantai Bahari in Pinrang Regency, How the improvement of smart tourism based on SDGs 7 can be integrated in the process of restoring Pantai Bahari in Pinrang Regency and How the strategy of restoring Pantai Bahari in Pinrang Regency can contribute to improving the security and attractiveness of coastal areas after a disaster. The method used in this study is a descriptive qualitative method, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that Pantai Bahari can be done to restore the ecological and aesthetic functions of Pantai Bahari in Pinrang Regency can be seen from 3 aspects namely natural potential, coastal waste management and community participation. Efforts to improve smart tourism based on SDGs 7 can be integrated in the process of restoring Pantai Bahari in Pinrang Regency while still ensuring irrigation systems, communication networks, health facilities, electricity and energy sources, sewage/water disposal systems and highways, these efforts aim to make Pantai Bahari a comfortable destination for visitors. The recovery strategy for the Bahari Coast in Pinrang Regency can contribute to improving the safety and attractiveness of the post-disaster area. Safety aspects can be achieved through the provision of signs, clear information boards, and emergency response outreach and training for the community. Furthermore, the attractiveness aspect that can attract tourists includes something to see, something to do, and something to buy.