Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Digital Pedagogy in Early Childhood Education: Exploring Teacher and Parent Knowledge, Expectations, and Problems Jumiatmoko, Jumiatmoko; Rasmani, Upik Elok Endang; Winarji, Bambang; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar; Nurjanah, Novita Eka
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i2.pp1391-1414

Abstract

Digital Pedagogy in Early Childhood Education: Exploring Teacher and Parent knowledge, expectations, and problems. Objectives: This study identifies teachers’ and parents’ knowledge, expectations, and problems related to the implementation of digital pedagogy in ECE. Methods: A mixed-methods approach was used to present quantitative and qualitative data in an explanatory design. The main respondents in this study were teachers. Data related to parents were obtained from teachers’ answers, which were also filled in the questionnaire. There were 196 respondents of ECE teachers from 5 provinces in Indonesia. Quantitative data analysis with SPSS version 25 software was used to examine perceptions, abilities, and correlations between both. Qualitative data using thematic analysis to identify expectations and problems related to digital pedagogy implementation. Findings: Teachers have positive perceptions but low digital pedagogy implementation capabilities. The quantitative data findings regarding low teacher capabilities (average score <3.0) are confirmed by the qualitative data findings regarding challenges to the implementation of digital pedagogy in the teacher training needs and infrastructure limitations as the most significant potential factors. Several expectations were found related to improving teacher competency and technical understanding of the use of digital devices. Other challenges to implementing digital pedagogy include a lack of parental support and several issues related to children’s physical, social, and psychological health. Conclusion: Teachers’ knowledge of digital pedagogy confirms paradoxical interactions. Positive perceptions are not yet in line with teachers’ abilities in implementing digital pedagogy. Play-based Digital Pedagogy (PBDP) and Domestication theory have excellent potential to be considered in this context. This theory is able to provide clear guidelines to improve teachers’ abilities in implementing digital pedagogy ideally. Furthermore, the phases recommended by domestication theory are expected to be able to meet expectations and resolve obstacles to the implementation of digital pedagogy. Keywords: pedagogy, digital, early childhood, teacher competency, domestication theory.
PELATIHAN MEDIA DIGITAL WHITEBOARD ANIMATION PADA GURU PAUD DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Nurjanah, Novita Eka; Rasmani, Upik Elok Endang; Syamsuddin, Muhammad Munif; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14014

Abstract

Abstrak  Pendidikan saat ini berada di era revolusi industri 4.0. Maka dari itu, pendidikan dituntut untuk selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi pendidikan harus bersiap dan berinovasi untuk menghadapi perkembangan zaman. Salah satu media pembelajaran digital yang efektif diterapkan di PAUD adalah whiteboard animation. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada anak usia dini secara jelas sesuai dengan tema dan materi yang sedang berjalan melalui whiteboard animation. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan ketrampilan guru PAUD dalam pembuatan media pembelajaran digital untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Pengabdian ini dilaksanakan di TK LKMD Marsudisiwi dan TK Siwi Peni, Gugus 2 Bougenville, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Materi yang disampaikan dalam pengabdian ini, terdiri dari: 1) pemberian materi media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 2) workshop media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 3) simulasi kelompok kecil pendampingan pembuatan media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 4) implementasi whiteboard animation dalam pembelajaran daring sesuai tema berjalan, dan 5) evaluasi dan rencana tindak lanjut. Kegiatan ini berlangsung dengan memadukan berbagai metode, yaitu metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam jaringan (daring)/ online melalui zoom meeting dan whatsapp group. Hasil kegiatan ini, semua peserta dapat membuat media pembelajaran digital whiteboard animation sesuai dengan tema dan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kata kunci: media pembelajaran digital; whiteboard animation; guru PAUD
DAMPAK METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA DINI Nurjanah, Novita Eka; Cahyani, Agnes Dhear Nur
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 8 No 2 (2024): Januari: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v6i1.5824

Abstract

Problems often arise regarding the not-yet optimal creativity of early childhood due to the lack of freedom in playing, the many prohibitions, and learning activities that are less fun for children. These problems can be overcome by applying the role-playing method. This scientific article aims to recognize and determine the impact of the role-playing method on early childhood creativity. The method used in this article is a literature study with data analysis using narrative synthesis. Data and information collection is carried out by collecting, reading, understanding, criticizing, and reviewing 33 reputable and relevant reading sources in the 2015-2021 publication range. This scientific article succeeded in finding the positive and negative impacts of the application of the role-playing method on early childhood creativity. The positive impacts that arise include (a) Children feel happy so they can produce something out of the box; (b) The nature of the imagination is stimulated; (c) Children like challenges; (d) Curiosity is stimulated; (e) The child's speaking ability and self-confidence develop; (f) More proficient in problem-solving; and (g) Able to make decisions and willing to accept consequences. Meanwhile, the negative impact is that it takes a long time, educators are less creative, and children become passive. The recommendation given is that other researchers are advised to study more deeply in the impact of role-playing on creativity in early childhood.AbstrakSering munculnya problematika mengenai belum optimalnya kreativitas anak usia dini akibat kurangnya kebebasan dalam bermain, banyaknya larangan, dan kegiatan pembelajaran yang kurang menyenangkan bagi anak. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan metode bermain peran. Tujuan artikel ilmiah ini yaitu untuk mengenal dan mengetahui dampak metode bermain peran terhadap kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review dengan analisis data menggunakan narrative synthesis. Pengumpulan data dan informasi dilaksanakan dengan mengumpulkan, membaca, memahami, mengkritik, dan me-review 33 sumber bacaan yang reputasi dan relevan dengan rentang publikasi tahun 2015-2021. Artikel ilmiah ini berhasil menemukan dampak positif dan dampak negatif dari penerapan metode bermain peran terhadap kreativitas anak usia dini. Dampak positif yang muncul meliputi (a) Anak merasa senang sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang out of the box; (b) Sifat imajinasi terstimulasi; (c) Anak menyukai tantangan; (d) Rasa ingin tahu terstimulasi; (e) Kemampuan berbicara dan kepercayaan diri anak berkembang; (f) Semakin mahir dalam hal pemecahan masalah; serta (g) Mampu mengambil keputusan dan mau menerima konsekuensi. Sedangkan, untuk dampak negatifnya adalah membutuhkan waktu yang lama, pendidik yang kurang kreatif, dan anak menjadi pasif. Rekomendasi yang diberikan yaitu peneliti lain disarankan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai dampak bermain peran terhadap kreativitas pada anak usia dini.
Pembelajaran STEM berbasis Loose Parts untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Nurjanah, Novita Eka
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v5i1.3672

Abstract

The purpose of this study is to describe the process and learning outcomes through STEM based on loose parts that can improve the creativity of children in group B Kindergarten Aisyiyah Sumber III Surakarta in 2019. The subjects of this study were 20 children. The research method used in this study is Classroom Action Research by Kemmis and Mc. Taggart which includes four stages, namely planning, action, observation, and reflection. This study consisted of 2 cycles, each cycle consisting of 4 meetings. The data analysis technique used in this study is qualitative and quantitative data analysis. Qualitative data analysis by analyzing data from observations, documentations, and interviews during the study with the steps of data reduction, data display and data verification. Quantitative data analysis uses descriptive statistical analysis that compares results obtained from pre-intervention, first cycle and second cycle. The results of this study indicate an increase in early childhood creativity through STEM learning based on loose parts, it can be proved  completeness of pre-intervention creativity by 20%. Then it increased in the first cycle by 55% and the second cycle by 90%. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran melalui STEM berbasis loose parts yang dapat meningkatkan kreativitas anak kelompok B TK Aisyiyah Sumber III Surakarta Tahun 2019. Subjek penelitian ini berjumlah 20 anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan cara menganalisis data dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara selama penelitian dengan langkah-langkah reduksi data, display data dan verifikasi data. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari pra-intervensi, siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak usia dini melalui pembelajaran STEM berbasis loose parts, dapat dibuktikan ketuntasan kreativitas pra-intervensi sebesar 20%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 55% dan siklus II sebesar 90%.
FENOMENA GASLIGHTING SEBAGAI BENTUK PENINDASAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK Fitrianingtyas, Anjar; Pradista, Alvindio Yoga; Nurjanah, Novita Eka
Jurnal PG-PAUD Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaslighting is a behavior that aims to manipulate, initimidate the victim, laugh at and belittle the victim's feelings, and say that everything that happens victim's fault in order to disrupting his sanity and belief in themself. The purpose of this study was to determine the phenomenon of gaslighting as a perform of suppression of children's self-confidence through the experience of the research subject. This research design uses a qualitative phenomenological approach developed by Van Kaam. The research subjects was taken using purposive sampling technique, there were 5 parents who have 5 years old children and 1 expert. The research data were obtained through interviews, field observation, and documentation. The results showed that parents unconsciously gaslighted their children in their daily activities which made children often feel unsure of their abilities and feel guilty for something they did not do. This suggest that education about gaslighting still needs to be disseminated.
Technology and Communication: An Analysis of Digital Communication Skills of Teachers and Parents Nurjanah, Novita Eka; Rasmani, Upik Elok Endang; Jumiatmoko, Jumiatmoko; Fitrianingtyas, Anjar; Zuhro, Nurul Shofiatin
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 20 Number 1 April 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v20i1.60136

Abstract

The convenience of use and rapid advancement of digital technology across various sectors have created an environment where communication between teachers and parents takes place through digital applications. Although digital technology opens up new opportunities for improving the effectiveness of communication, studies that specifically explore the use of digital technology in the context of early childhood education in Indonesia remain limited. The purpose of this study was to obtain data on early childhood teachers' views on digital technology used in communicating with parents and the extent to which digital technology can facilitate meaningful communication between teachers and parents. This study applied a quantitative approach with a cross-sectional survey design through the distribution of online questionnaires using Google Forms, which were then analyzed using descriptive statistical techniques and the System Usability Scale (SUS) instrument. The respondents in the study were 120 early childhood education teachers. The results show that early childhood teachers in Indonesia generally have adequate academic qualifications and professional certifications and actively utilize digital technology, particularly WhatsApp and Google Meet, to strengthen interactive communication with parents, which has proven to be effective, easy to use, and contributes significantly to enhancing collaboration in supporting early childhood development. Recommendations for further studies are expected to analyze the long-term impact of digital technology utilization on the quality of teacher-parent relationships, parent involvement, and child development outcomes, not only in terms of communication.
PROFIL PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK USIA 5-6 TAHUN Ihsani, Indarini; Hafidah, Ruli; Nurjanah, Novita Eka
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.63828

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan serangkaian sikap dari hasil belajar yang menjadi kecakapan hidup di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun pada masa pandemi Covid-19 di PAUD Kelurahan Cangkol dengan menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Data dari 58 anak dari TK Desa Cangkol, BA Aisyiyah Kepoh, dan RA Al Hidayah dikumpulkan menggunakan angket berskala nominal dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase, sedangkan hasil wawancara digunakan untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan profil perilaku hidup bersih dan sehat anak berada pada kategori sangat baik meliputi kebersihan diri sebesar 93,9%, makan dan minum sebesar 90,8%, tindakan terhadap sakit penyakit sebesar 86,6%, dan kebersihan lingkungan sebesar 83,6%, sedangkan keseimbangan (kebutuhan tidur dan aktivitas) sebesar 61,2% berada pada kategori baik. Simpulan pada penelitian ini bahwa perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun pada masa pandemi Covid-19 di PAUD Kelurahan Cangkol dilaksanakan dengan sangat baik.
CASE STUDY OF FATHERLESS: THE ROLE OF FATHERS IN EARLY CHILDHOOD CARE Nurjanah, Novita Eka; Jalal, Fasli; Supena, Asep
Kumara Cendekia Vol 11, No 3 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i3.77789

Abstract

Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak bukanlah topik yang baru dalan penelitian di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kondisi yang ada di Indonesia, peran ayah dalam pengasuhan belum optimal hal ini dikarenakan masih adanya budaya patriarki bahwa peran pengasuhan menjadi tanggung jawab ibu; adanya pernikahan dini; dan adanya anak yang tidak tinggal bersama orang tua.  Hasil observasi awal ditemukan bahwa salah satu kecamatan di Boyolali menunjukkan bahwa tidak adanya kehadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak berdampak pada perkembangan anak usia dini. Di daerah ini masih menganut budaya patriarki yang kuat yaitu pengasuhan sepenuhnya merupakan peran ibu dan ayah berperan untuk mencari nafkah. Berdasarkan fenomena tersebut, penting dilakukan penelitian untuk mengkaji ketidakhadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak usia dini. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu anak dari orang tua yang menikah dini di salah satu kecamatan Kota Boyolali. Anak ini berada dalam pengasuhan yang masih menganut budaya patriarki dan orang tua belum matang dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Pendekatan strategi studi kasus tunggal digunakan untuk mendeskripsikan secara mendalam fatherless yang ada. Analisis tematik dari hasil wawancara mendalam terhadap orang tua digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah tidak memiliki peran dalam mengasuh anak, waktu bersama anak sangat minim, dan adanya paham budaya patriarki bahwa pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh ibu. Hal ini berdampak pada tidak adanya kelekatan antara anak dengan ayah, tidak optimalnya kemandirian anak, dan adanya gangguan kontrol perilaku anak.
PENGARUH METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Mukarromah, Tsali Tsatul; Hafidah, Ruli; Nurjanah, Novita Eka
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.64646

Abstract

Menulis merupakan kemampuan dasar yang perlu dikembangkan sejak dini dan dibutuhkan ketika memasuki jenjang sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari metode multisensori terhadap kemampuan menulis permulaan anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent control group. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli di RA Nawa Kartika II Tempursari. Subjek dalam penelitian ini adalah 38 anak usia 5-6 tahun kelompok B yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity) dan Uji daya beda item menggunakan pearson correlation coefficient berbantu SPSS 24 for windows. Analisis data dalam penelitian ini mencakup uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test menunjukan nilai pascates antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki nilai signifikansi pascates 0,048 ≤ 0,05 yang artinya terdapat pengaruh metode multisensori terhadap kemampuan menulis permulaan subjek di RA Nawa Kartika II Tempursari. Beberapa pengaruh tersebut di antaranya anak mau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, berkembangnya kemampuan menulis dengan mengingat bentuk dan merangkai kata dan kalimat.
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PERSPEKTIF MUNIF CHATIB Fathia, Firza; Nurjanah, Novita Eka; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.67035

Abstract

Teori multiple intelligences meyakini bahwa manusia memiliki satu dari beberapa kecerdasan majemuk. Kecerdasan pada diri manusia tidak hanya terdiri dari kemampuan IQ (intelligence quotient) dan logika (matematika) saja. Multiple intelligences menyatakan adanya sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Perbedaan kecerdasan antara yang satu dengan yang lainnya terletak pada komposisi atau dominasi dari kecerdasan tersebut. Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences digunakan sebagai strategi pembelajaran. Namun, dalam penerapannya di lapangan masih menuai banyak kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam perspektif salah satu tokoh pendidikan, Munif Chatib, di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi program dengan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak tidak dapat menemukan kecenderungan gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan majemuk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada perbedaan penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences menurut teori Munif Chatib dengan penerapan pembelajaran di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Adanya perbedaan tersebut dikarenakan sekolah menyesuaikan dengan prinsip, visi, misi, dan tujuan sekolah