Fida Rahmantika Hadi, Fida Rahmantika
Prodi Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, FKIP – UNS

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASAR Hariyanti, Siti; Hadi, Fida Rahmantika; Kuswardiyanti, Heni
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.369

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran dimana bahasa Indonesia dilaksanakan secara konvensional yang lebih fokus pada guru dari pada peserta didik. Kurangnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan minimnya interaksi antara guru dan peserta didik juga dapat berdampak pada hasil belajar peserta didik yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan culturely responsive teaching (CRT) serta mengidentifikasi dampaknya terhadap hasil belajar. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas dilakukan dalam 2 siklus. Siklus 1 menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siklus 2 menggunakan model pembelajaran berbasis masalah yang digabungkan dengan CRT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah yang diintegrasikan dengan CRT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan membuat mereka lebih aktif dalam pembelajaran karena peserta didik diberi permasalahan kontekstual berupa warisan budaya lokal tempat tinggalnya. Proses pembelajaran berbasis masalah terkait dengan sosial budaya sangat menarik minat peserta didik dalam belajar dan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah yang terintegrasi dengan pengajaran responsif budaya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Prayogo, Juan Febri Adi; Hadi, Fida Rahmantika; Kuswardiyanti, Heni
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.372

Abstract

Numerasi berkaitan erat dengan matematika, karena mengintegrasikannya untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Numerasi adalah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik agar mampu memecahkan permasalahan yang melibatkan konsep matematis. Akan tetapi, berdasarkan hasil angket, ditemuan bahwa 65,3% dari 26 peserta didik kelas V, kurang menyukai matematika. Hal tersebut dapat mengahambat dalam meningkatkan kemampuan numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan Teaching at The Right Level (TaRL) dengan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan numerasi pada peserta didik kelas V SD Negeri Brumbun. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Brumbun dengan subjek peserta didik kelas V sebanyak 26 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi.  Data yang terkumpul, selanjutnya dianalisis secara deskriptif dangan menyajikannya ke dalam bentuk tabel, grafik, maupun deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan TaRL dengan model PBL dapat meningkatkan kemampuan numerasi pada peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dari peningkatan kemampuan numerasi dari tahap pra siklus yang diperoleh nilai rata-rata sebesar 41,5 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 19,2%. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 81,5 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 80,8%. Pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 88,07 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,3%. Berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan yakni 85% peserta didik tuntas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan TaRL dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan numerasi pada peserta didik.
IMPLEMENTASI WEBSITE WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS III SEKOLAH DASAR Azadia, Faikhotus Zaza; Hadi, Fida Rahmantika; Kuswardiyanti, Heni
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.371

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS. Hal ini disebabkan karena guru masih menggunakan pembelajaran konvensional hanya menggunakan ceramah dan pengugasan, Dengan menggunakan pembelajaran konvensional,peserta didik menjadi kurang antusias dan membutuhkan waktu yang lama dalam mengerjakan soal. Mereka mengulur waktu ketika proses mengerjakan soal tersebut dan tidak terlalu fokus, yang ahirnya hasil belajar yang mereka dapatkan jauh dibawah KKM dengan nilai minimal 75. Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui web Wordwall dengan model whell berputar dan dibatasi oleh waktu. Penelitian ini terbagi dalam dua siklus, dimana pada saat melaksakan pembelajaran IPAS di kelas III, peneliti mengimplementasikan Wordwall pada saat melakukan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa web Wordwall dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada setiap siklusnya. Pada tahap pra siklus tanpa menggunakan web Wordwall ketercapaian pemebaljaran hanya sebesar 30 %. Kemudian pada siklus 1 setelah penetrasi web Wordwall terjadi peningkatan yang cukup tinggi yaitu 61% hingga siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 86%. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan web Wordwall terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS dan membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.
Development of Colour Jump Ball Learning Media to Introduce Colour and Geometric Shapes in Early Childhood Maharani, Swasti; Hadi, Fida Rahmantika; Afifah, Sofia Nur; Septyawan, Addy; Adamura, Fatriya; Astuti, Indra Puji; Pebriana, Putri Hana
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i1.1404

Abstract

This research aims to develop and test the effectiveness of Color Jump Ball as a learning medium in introducing the concept of color and geometric shapes to early childhood. The method used is research and development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of the study were 15 children aged 3–4 years who attended TAUD Saqu Madiun. The object of the research is an innovative learning medium in the form of Color Jump Ball. Data was collected through questionnaires, interviews, and observations. The validation results showed that this media is very feasible to use, with a validity rate of 93% of the subject matter experts and the validity of the media experts of 94%. The practicality test showed a significant increase, from 70.20 in the initial field trial to 90.36 in the main field trial. The effectiveness test using the t-test yielded a calculated t-value of 8.516, far exceeding the t-table of 0.443, indicating that the use of Color Jump Ball is effective in improving color recognition and geometric shapes in early childhood. The main contribution of this research is the development of educational learning media that is innovative, interactive, and easy to apply in the context of early childhood education. Color Jump Ball has proven to be not only valid and practical, but also effective in supporting children's cognitive development in the basic aspects of color recognition and shapes.
Pre-Service Elementary Teachers’ Difficulties in Solving Mathematical Problems Containing Contradictory Information Hadi, Fida Rahmantika; Ardianzah, Ferri
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2025): September 2025 - February 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v10i2.5936

Abstract

This study investigates the difficulties experienced by pre-service elementary teachers in solving mathematical problems containing contradictory information. Such problems require reflective reasoning and verification beyond procedural fluency. Using a qualitative descriptive case study, 33 fifth-semester students from the Elementary Teacher Education program at Universitas PGRI Madiun participated. Data were collected through problem-solving tests, think-aloud protocols, and interviews, and analyzed through reduction, display, and conclusion drawing with triangulation. The findings revealed three interrelated types of difficulties: cognitive, metacognitive, and affective. Cognitive difficulties dominated as students relied on formulas without validating data accuracy; metacognitive difficulties appeared in poor regulation and limited strategy adjustment; while affective difficulties involved anxiety and low confidence. The study highlights that students’ challenges extend beyond conceptual understanding and suggests integrating contradictory-information tasks and metacognitive scaffolding to promote reflection and resilience in teacher education.
Analysis of Prospective Elementary School Teachers' Inquisitiveness in Solving Mathematics Problems Hadi, Fida Rahmantika; Maharani, Swasti
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3854

Abstract

Teachers must model critical thinking skills and dispositions in front of their students. This is useful for helping students develop their critical thinking skills. Inquisitiveness is one part of the critical thinking disposition that teachers need to have. However, there is still very little research investigating the readiness of prospective teachers in critical thinking dispositions, especially inquisitiveness. This research is intended to determine the level of curiosity of prospective elementary school teachers. This research uses a descriptive qualitative research method, case study type, data, and data sources obtained from 20 prospective elementary school teacher informants in Madiun. Four indicators of inquisitiveness were identified from this case study: Asking questions, seeking information, feeling interested, and final investigation/evaluation. The curiosity of most primary school teacher candidates has not met the four indicators. Few fulfill only one indicator, namely seeking information, and very rarely fulfill three indicators. It can be concluded that prospective elementary school teachers do not yet have the disposition to think critically, especially inquisitiveness. There is a need to improve teacher education learning to improve their students' critical thinking skills and dispositions.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA INQUISITIVENESS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS PGRI MADIUN Hadi, Fida Rahmantika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.32375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya rasa ingin tahu pada siswa PGSD dalam pembelajaran matematika. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan dominasi kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa dari Universitas PGRI Madiun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama penyebab rendahnya rasa ingin tahu dalam pembelajaran matematika, yaitu faktor internal (58%) dan faktor eksternal (42%). Temuan wawancara menegaskan bahwa rasa takut salah, kecemasan matematika, rendahnya kepercayaan diri dalam memecahkan soal, serta persepsi negatif terhadap matematika menjadi hambatan utama pengembangan rasa ingin tahu. Faktor eksternal meliputi metode pengajaran yang dominan prosedural, jarangnya penggunaan masalah kontekstual, dan minimnya media pembelajaran interaktif. Temuan ini menegaskan perlunya penerapan pembelajaran matematika berbasis inkuiri dan pemecahan masalah kontekstual untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.