Yohanis F. La Kahija
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA KEHILANGAN ANAK AKIBAT KANKER BAGI IBU: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Khairina Amalia; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.30417

Abstract

Kasus kematian anak karena kanker cukup banyak terjadi karena setiap tahun terdapat sekitar 90 ribu anak yang meninggal karena kanker. Efek dari penyakit kanker juga berpengaruh pada kondisi psikologis ibu sebagai caregiver karena ibu melalui kesulitan saat merawat anak yang mengidap kanker kemudian harus menghadapi kematian anak yang telah dirawatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengalaman seorang ibu menghadapi kematian anak yang telah dirawatnya akibat kanker serta bagaimana ibu memaknai kehilangan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur yang dilakukan kepada tiga orang partisipan dan dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis. Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk, yaitu yaitu (1) dinamika merawat anak yang terdiri dari anggapan negatif terhadap penyakit anak, pemahaman terhadap kondisi anak, keinginan merawat anak, dan kesulitan saat merawat, (2) relasi dengan orang terdekat yang terdiri dari perubahan kondisi keluarga akibat penyakit anak dan perasaan didukung oleh orang terdekat, (3) krisis merelakan kepergian anak yang terdiri dari kesulitan menerima kepergian anak dan upaya bangkit dari rasa kehilangan. Penelitian juga menunjukkan adanya tema khusus, yaitu kurangnya dukungan dari keluarga yang dialami oleh salah satu partisipan. Pada penelitian ini partisipan mengungkapkan pengalamannya saat menghadapi kepergian anak yang telah dirawatnya lalu kemudian menemukan makna dari kepergian anaknya saat melakukan upaya bangkit dari rasa kehilangan. 
AKU MAU MELAYANIMU SEJAK MASA REMAJAKU” STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF TENTANG PENGALAMAN REMAJA PENGURUS ORGANISASI REMAJA GEREJA DI GEREJA KRISTEN INDONESIA Julietta Engelbertha Wiraputri; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36738

Abstract

Remaja merupakan masa perubahan dari kanak-kanak menuju dewasa dan dipenuhi berbagai pergolakan, termasuk dalam beragama. Namun, terdapat remaja yang berafiliasi erat dengan komunitas beragama, bahkan bersedia melayani sebagai pengurus organisasi remaja gereja. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman remaja yang menjadi pengurus organisasi remaja gereja. Penelitian dilakukan dengan tiga orang partisipan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data diambil dengan metode wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Terdapat delapan sintesis tema yang ditemukan, yaitu: (1) Dorongan dan dukungan untuk aktif melayani di organisasi; (2) Perasaan cemas dan ragu ketika melayani; (3) Konflik dengan rekan organisasi; (4) Pelayanan terbaik sebagai wujud syukur; (5) Kesenangan dan kepuasan dalam melayani; (6) Kepedulian pada regenerasi dan kemajuan organisasi; (7) Dorongan memiliki kehidupan rohani yang lebih baik, dan (8) Dampak melayani bagi kehidupan personal. Esensi yang dapat diambil adalah adanya kohesivitas dalam organisasi tersebut, sehingga individu yang tadinya pasif memiliki keinginan untuk aktif di dalamnya. Selain itu, adanya pertumbuhan kerohanian dan personal yang dirasakan oleh individu yang terlibat dalam organisasi remaja gereja. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi masukan dalam psikologi agama, khususnya terkait agama dan remaja.
APA ARTINYA MENJADI YOUTUBER? ANALISIS FENOMENOLOGIS INTERPRETATIF TENTANG PENGALAMAN MENJADI YOUTUBER Herryan Rudi Pratama; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34465

Abstract

Penelitian mengenai YouTuber sebagai profesi baru di era kemajuan teknologi saat ini dari sudut pandang keilmuan psikologi masih jarang dilakukan. Padahal, dalam beberapa kasus terdapat pelaku profesi YouTuber yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental, seperti depresi akibat banyaknya tekanan, hujatan, dan beban kerja yang dijalani, terlepas dari banyaknya pandangan bahwa YouTuber merupakan pekerjaan fleksibel yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Maka dari itu, penelitian ini akan mengeksplorasi tentang bagaimana YouTuber menjalani pekerjaannya beserta segala dinamika yang menyertai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana partisipan memaknai pengalaman subjektifnya dalam menjalani pekerjaan sebagai YouTuber. Partisipan penelitian terdiri dari tiga orang YouTuber yang dipilih berdasarkan metode sampling purposif. Penggalian data dilakukan dengan melakukan wawancara secara semi terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis fenomenologis interpretatif. Pada penelitian ini terdapat delapan tema superordinat yang ditemukan : (1) totalitas dalam bekerja,  (2) optimisme dalam bekerja, (3) tantangan pekerjaan, (4) penghasilan sebagai orientasi pekerjaan, (5) pemahaman terhadap profesi YouTuber, (6) interaksi dengan penonton, (7) presentasi diri, (8) pengaruh dari perlakuan tidak menyenangkan dan satu tema khusus, yaitu dorongan berperilaku altruis.
PENGALAMAN MENJADI IBU DI ERA DIGITAL: INTERPRETATIVE PEHNOMENOLOGICAL ANALYSIS Rizky Rahmawati Khuzma; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.791 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20110

Abstract

The use of technology for children nowadays has been a common thing. Parents have facilitated their children who are still in the early age with personal gadget. The technology's use produces positive and negative impacts to the user. This research aims to identify the effect of the use of children technology to the mother. Meanwhile, the type of this research is qualitative with phenomenology study. The participants are mother with children who have known about gadget in the early age and have the personal gadget. For this study, the writer also used purposive sampling technique. The result shows that mother has introduced technology to the early age children. It is caused by the background of receiving gadget from the grandparents, job, and the trust in children. The use of gadget affects both negative and positive impact for mother and children. The positive impact for the children is helping them to study, to have entertaining media, and to settle down theirself whereas the negative is causing such an aggressive act, the decreasing of children's concentration and attention, and the difficulty of speaking. At the same time, the positive impact for the mother is helping them to take care of children,  to communicate easier with children, and to make children staying at home. The negative impact felt by mother is that children put theirself as an object of aggressive act,  the difficulty to gain children's attention,  and the worry of personal gadget used by children. 
PENGALAMAN BERIDEOLOGI AKTIVIS GERAKAN MASSA: STUDI KUALITATIF DENGAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Rini Nurafiah; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.281 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13668

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pengalaman aktivis gerakan massa dalammemilih ideologi, menginternalisasi nilai-nilai ideologis, serta memperjuangkan ideologi yang diyakininya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini dipilih dengan pertimbangan bahwa IPA merupakan metode sistematis yang berfokus pada pengalaman, peristiwa khusus, dan keadaan yang dialami subjek. Perjalanan berideologi merupakan serangkaian pengalaman yang terdiri dari berbagai fase sebagai berikut: (1) Memilih Ideologi; (2) Internalisasi nilai-nilai ideologis; (3) Komitmen menegakan ideologi. Penelitian ini menemukan bahwa akar perjalanan berideologi berawal dari pertanyaan mendasar mengenai kehidupan dan sistem sosial. Adanya kecocokan dengan konsep yang diusung oleh ideologi tertentu mendorong aktivis untuk mengikatkan diri pada ideologi tersebut. Adanya internalisasi nilai-nilai ideologis membuat subjek berkomitmen memperjuangkan dan mempertahankan ideologinya.
PENGALAMAN BERDUKA PASCA PERISTIWA BUNUH DIRI IBU Nabila Ratu; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.007 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20067

Abstract

In this modern era, suicide holds status as one of the biggest public health problems in the world. According to data compiled by the World Health Organization (WHO), in 2015 there were 788,000 deaths from suicide worldwide. A phrase "suicide survivor" is referred to a person who experiences grief over the death of a loved one by suicide. This study aims to understand the grief experience of a child after the loss of mother due to suicide. This study includes an intensive look at grief experience to understand how the grief experienced by children after the mother's loss due to suicide, how children gave meaning of the grief experience and what process that led to child’s recovery. This is a qualitative study processed by Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) technique. Data were obtained with semi-structured interview techniques. There are three main themes found: the relationships with mother, the dynamics of dealing with loss and the process towards recovery.  
PENGALAMAN MELAKUKAN LATIHAN ROHANI PADA IMAM KATOLIK: PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Lidya Ropelita Sitinjak; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.942 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15105

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana pengalaman subjek yang melakukan kontemplasi (latihan rohani) Katolik. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami dunia pengalaman partisipan dalam proses melakukan kontemplasi. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut berfokus pada pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian berjumlah tiga orang laki-laki (imam Katolik) yang bertempat tinggal di sebuah rumah retret Giri Sonta, Ungaran. Berdasarkan hasil riset, peneliti menemukan bahwa pengalaman yang dirasakan subjek untuk melakukan kontemplasi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu (1) hubungan dengan Tuhan; (2) perenungan; (3) pola hidup berkontemplasi. Manfaat dalam melakukan kontemplasi ini merupakan cara untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Dengan demikian, hubungan dengan Tuhan bermula dari proses komunikasi dengan Tuhan yang kemudian berpuncak pada pola hidup berkontemplasi. Selanjutnya, kajian mengenai tema ini tentu akan memberi sumbangan bagi kekayaan psikologi transpersonal.
PENGALAMAN MENGASUH ANAK PASANGAN TUNANETRA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Nisfa Fauzia Khairani; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28299

Abstract

Tunanetra adalah salah satu jenis disabilitas dengan angka yang cukup mendominasi di Indonesia menurut Susenas 2012, yakni sebesar 1.780.200 jiwa dari total 6.008.661 jiwa penyandang disabilitas. Pernikahan penyandang tunanetra belum banyak diteliti, termasuk individu tunanetra yang secara fisik membutuhkan kemampuan beradaptasi yang lebih besar dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam pengasuhan anak pada pasangan tunanetra. Pemilihan partisipan dilakukan dengan sampling purposif, adapun kriterianya yaitu pasangan tunanetra yang menikah dan memiliki anak kandung berusia minimal enam tahun yang diasuhnya sejak lahir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara semi-terstruktur dan metode analisis data yang dipilih adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Ditemukan delapan tema superordinat, yakni (1) Proses penantian anak, (2) Usaha perawatan anak, (3) Kebutuhan akan bantuan pengasuhan, (4) Pendampingan belajar, (5) Pengenalan lingkungan sekitar, (6) Pemeliharaan komunikasi keluarga, (7) Penegakan disiplin, dan (8) Penanaman nilai hidup. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memahami bahwa di samping keterbatasan yang dimiliki, individu tunanetra dapat menjalankan tugas dan peran pengasuhannya sebagai orangtua tanpa suatu hambatan berarti dengan menekankan kepada pembentukan karakter anak.
INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PADA PENGALAMAN BEKERJA SEBAGAI CAREGIVER ADIYUSWA DI PANTI WREDHA (X) Stella Giovanni Purba; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28301

Abstract

Caregiver adiyuswa  merupakan jenis caregiver yang masuk ke dalam kategori pekerja sosial. Pekerja sosial adalah seseorang yang dibayar dalam suatu kemampuan profesional untuk mengadakan tugas konseling maupun perencanaan perawatan dan perlindungan sosial. Dalam hal ini, caregiver adiyuswa bertugas untuk merawat dan melayani para adiyuswa yang tinggal di Panti Wredha. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis yang bertujuan untuk memahami pengalaman bekerja sebagai caregiver adiyuswa. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk memperoleh data dan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis untuk menganalisis data. Ditemukan delapan tema superordinat, yakni (1) Keputusan bekerja sebagai caregiver, (2) Usaha untuk bertahan dalam pekerjaan, (3) Penerimaan akan kondisi pekerjaan, (4) Responsivitas dalam mengasuh, (5) Skill pengasuhan yang berkembang, (6) Keberhasilan dalam pekerjaan sebagai caregiver, (7) Pekerjaan yang membebani, (8) Kesulitan awal bekerja. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memahami pengalaman sebagai caregiver adiyuswa dan memberi informasi penting tentang dinamika psikologis pada caregiver adiyuswa.
THE EXPERIENCE OF BEING A COSPLAYER: AN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS APPROACH Ulfa Miranti; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.943 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20152

Abstract

Cosplay is defined as the type of performing arts of an individual wearing a costume as a fictional character, usually from graphic novels, comics, anime media, cartoons, video games, or science fiction and fantasy. The method of data analysis that is used in this study is an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach. The procedure focuses on exploring the experiences, thoughts, and unique events the subject has through interviews. Subjects were selected based on following criteria: subject is a cosplayer that has been actively cosplaying for three years and has played more than five characters. The results of this study show three focus themes of character personification, self-transformation and impression for the sake of appreciation. Researchers found that whilst being a cosplayer, subjects are required to imitate the character not only in terms of visual representation but also the nature possessed by the character. Thus, this study is expected to be useful for a description of a participatory modern subculture, such as cosplay, and an understanding of people with an interest in fictional characters.