Yohanis F. La Kahija
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Forgiveness Meditation Intervention in the Group of Emerging Adult Students Yohanis Franz La Kahija; Amalia Rahmandani; Salma Salma
Jurnal Psikologi Vol 21, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.21.1.72-88

Abstract

Evidence of the effectiveness of forgiveness meditation intervention among college students in ‘emergingadulthood’ is still limited. This study aims to examine the effect of forgiveness meditation intervention towardforgiveness, self-forgiveness, forgiveness of others, and forgiveness of situations among college students. Thisstudy used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design with measurements follow-up two weeks aftertreatment ended. The subjects were “emerging adulthood”, as many as 9 college students from DiponegoroUniversity, Indonesia (MAge = 20.67; SDAge = 0.5; Female = 77.8%). The results of quantitative analysis usingstatistical test of Wilcoxon Signed Rank Test between pretest and posttest showed a significant increase inforgiveness (z = -2.668, p < .01), self-forgiveness (z = -2.670, p < .01), and forgiveness of situations (z = -2.384,p < .05). Testing between posttest and follow-up were not significant (p > .05). However, the test results betweenpretest and follow-up on these three variables were still significant, z = -2.668, p <.01; z = -2.673, p < .01; and z= -2.388, p < .05, respectively. In contrast, no significant increase in the variable of forgiveness of others (p >.05). The qualitative analysis and further discussions are also presented.
PENGALAMAN PENGASUHAN SINGLE MOTHER YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Magdalena Margaretha; Yohanis F La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34434

Abstract

Ketidakhadiran suami membuat single mother berjuang sendiri untuk mengasuh anak. Kondisi tersebut semakin berat setelah anak didiagnosis mengidap penyakit kronis yaitu lupus. Penyakit lupus merupakan jenis penyakit autoimun kronis yang dapat memberikan dampak fisik maupun psikologis kepada pengidapnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mencari tahu mengenai proses pengasuhan pada single mother yang memiliki anak penyandang lupus eritematosus sistemik. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposif. Terdapat tiga partisipan yang diwawancarai dengan kriteria single mother yang memiliki anak penyandang lupus eritematosus sistemik usia dewasa awal, dan didiagnosis mengidap lupus eritematosus sistemik sejak usia remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan wawancara yang bersifat semi-terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkan dua tema induk yaitu, (1) keprihatinan terhadap anak dengan tema superordinat kepedulian dalam mengasuh, upaya memahami kondisi anak, upaya penyembuhan, upaya membangun optimisme, dan (2) dinamika dalam mengasuh dengan tema superordinat  keguncangan pascadiagnosis,  rintangan dalam pengasuhan, serta penguatan dalam pengasuhan. Terdapat satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan EY, yaitu pembatasan diri karena stigma. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai dinamika yang dialami oleh single mother dan upaya keras yang dilakukan untuk dapat bertahan selama mengasuh anak penyandang lupus eritematosus sistemik pada ketiga partisipan. Kekurangan dan  keterbatasan dari penelitian ini juga dibahas sebagai acuan untuk penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.   
Relaksasi dan Katarsis Singkat Daring bagi Peningkatan Kebersyukuran dan Penurunan Stres Pengasuhan Amalia Rahmandani; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal Psikologi Integratif Vol 10, No 1 (2022): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v10i1.2258

Abstract

Parenting stress risks causing traumatic events, even complex, in the child which further hinder their development. The psychological burdens that cause parenting stress can be released with gratitude and through relaxation and catharsis techniques. This study aims to examine the effect of online brief interventions of relaxation and catharsis on gratitude and parenting stress. The research was conducted with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design and instruments of the Gratitude (α=0,765; D= 0,455-0,620) and the Parenting Stress Scale (α=0,800; D= 0,283-0,693). Participants were 7 parents of elementary school students obtained by convenience sampling (MAge=41,14; SDAge= 4,95; Female=85,71%). The results of the Wilcoxon Signed Rank Test inferential statistical test showed no significant increase in gratitude as well as decrease in parenting stress. However, further data analysis found an outlier among participants. Reexamination by removing an outlier showed a significant effect of the intervention on reducing parenting stress.Abstrak. Stres pengasuhan berisiko mengakibatkan peristiwa traumatik, bahkan kompleks, pada anak yang selanjutnya menghambat tumbuh kembangnya. Beban psikologis penyebab stres pengasuhan dapat dilepaskan dengan kebersyukuran dan melalui teknik relaksasi dan katarsis. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intervensi relaksasi dan katarsis singkat daring terhadap kebersyukuran dan stres pengasuhan. Penelitian dilakukan dengan eksperimen kuasi one-group pretest-posttest design serta instrumen Skala Kebersyukuran (α=0,765; D= 0,455-0,620) dan Skala Stres Pengasuhan (α=0,800; D= 0,283-0,693). Partisipan adalah 7 orangtua dari siswa sekolah dasar yang diperoleh secara convenience sampling (MUsia=41,14; SDUsia= 4,95; Perempuan=85,71%). Hasil pengujian statistik inferensial Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak adanya peningkatan kebersyukuran dan penurunan stres pengasuhan secara signifikan. Meski demikian, analisis data lebih lanjut menemukan pencilan di antara partisipan. Pengujian ulang dengan menghilangkan data pencilan menunjukkan pengaruh signifikan intervensi terhadap penurunan stres pengasuhan.
MAKNA MENJADI PENARI JAWA: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Widha Ayu Anggarani; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.565 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15238

Abstract

 Menjalani kehidupan sebagai seorang pelaku kesenian tradisional di tengah-tengah selera masyarakat yang mayoritas mulai bergeser ke arah modern merupakan sebuah tantangan tersendiri. Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana penari Jawa memaknai perjalanan sebagai penari, serta sejauh apa tari tradisi Jawa mempengaruhi kehidupan penari. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis, yaitu IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci dan sesuai untuk menjawab pertanyaan peneliti. Prosedur tersebut bertitik fokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Proses pemerolehan subjek menggunakan teknik purposive. Subjek adalah empat orang penari tradisional Jawa yang melestarikan tari dengan masih berkegiatan menari ataupun menjadi guru tari dan berdomisili di Semarang, Solo, serta Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukan tiga tema utama, yaitu pilihan hidup sebagai penari, pencelupan diri pada tari, dan pengembangan diri yang positif. Penari bukan sekadar bidang atau pekerjaan bagi keempat subjek, menjalani kehidupan sebagai penari merupakan jalan hidup yang telah dipilih untuk mengantarkan keempat subjek menuju pengembangan diri yang positif, pribadi yang lebih tenang dan matang dalam menghadapi persoalan hidup. Berdasarkan hal tersebut, tari Jawa beserta nilai-nilai yang ada didalamnya memiliki pengaruh yang positif sehingga patut diperhitungkan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan psikologi khususnya psikologi kepribadian dan indigeneous psychology.
PENGALAMAN PENYESUAIAN SOSIAL MAHASISWA ETNIS PAPUA DI KOTA SEMARANG Stevan Krisyogi Barimbing; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.295 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14900

Abstract

Tujuan dari penelitian fenomenologis ini adalah memahami pengalaman penyesuaian sosial mahasiswa etnis Papuadi kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalampenelitian merupakan tiga mahasiswa etnis Papua. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dengankriteria-kriteria subjek yang telah ditetapkan oleh peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan InterpretativePhenomenological Analysis (IPA). Pendekatan analisis data IPA dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalammenganalisis data sehingga menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang dari pengalaman unikyang dimiliki oleh subjek melalui wawancara. Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur. Pelaksanaan penelitian memperhatikan kode etik psikologis untuk menjamin kerahasian data subjek.Peneliti menemukan tiga tema super-ordinat dalam penelitian, yaitu; kesulitan membina hubungan sosial, kebutuhanakan penerimaan sosial, dan upaya pembenahan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan pemaknaan kehidupan subjekmelalui pembenahan diri. Puncak dari pemaknaan tersebut adalah kepedulian sosial serta berbagi pengalamanpembenahan diri melalui kehidupan spiritual terhadap komunitas seetnis.
MAKNA SPIRITUALITAS TOKOH WAYANG SEMAR BAGI DALANG Hermawan Febriyanto; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.096 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7542

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menilik bagaimana pemahaman dan pengalaman subjek yang memiliki peran sebagai dalang dalam memaknai spiritualitas tokoh wayang Semar. Tujuan penelitian ini adalah memahami makna spiritualitas tokoh wayang Semar dari pengalaman dan pemahaman seorang dalang terhadap tokoh wayang Semar.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini dipilih dengan pertimbangan bahwa IPA merupakan metode sistematis yang berfokus pada makna yang diperoleh subjek terhadap pengalaman, peristiwa khusus, dan keadaan yang dialami subjek.Peneliti menemukan bahwa proses pemaknaan dalang terhadap spiritualitas tokoh wayang Semar terdiri dari: (1) Fondasi mendalang; (2) Penjiwaan ajaran Semar; (3) Aktualisasi Spiritualitas Semar.Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa pemaknaan dalang terhadap spiritualitas tokoh wayang Semar dipengaruhi adanya kesadaran subjek yang semakin mendalam telah diarahkan oleh mistik Jawa pada penghalusan dan pendalaman rasa secara terus-menerus. Rasa inilah yang berkembang dalam diri subjek yakni kebatinan, dan keberadaan tokoh Semar memiliki kesempurnaan etis dan hadir sebagai pelengkap sekaligus sosok inti kebatinan  subjek sebagai dalang, dengan demikian ditemukan bahwa makna spiritualitas tokoh wayang Semar bagi dalang adalah pemandu kehidupan.
PENGALAMAN IBU DENGAN ANAK ADHD Estrelita Gracia Siburian; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.15 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7572

Abstract

Salah satu kebahagiaan terbesar dari suatu keluarga adalah saat seorang istri dinyatakan mengandung. Sebagai orangtua, ibu memiliki simbiosis emosional dengan anak sehingga dapat mengalami tingkat stres yang lebih tinggi saat mengasuhnya. Parenting stress adalah suatu rangkaian proses yang mengarah pada permasalahan kondisi psikologis dan munculnya reaksi fisiologis dari usaha adaptasi terhadap tuntutan sebagai orangtua. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman ibu yang memiliki anak dengan diagnosis attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Penelitian ini berguna untuk menggambarkan proses penyesuaian respons sosial dari ibu yang mengasuh anak ADHD dengan fluktuasi emosional. Peneliti kualitatif ini menggunakan metode fenomenologis dengan pengkhususan pada Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena fokusnya pada proses interpretatif dalam memahami pengalaman subjek secara idiografis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga ibu yang memiliki anak dengan dugaan ADHD dan berdomisili di Solo. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan mengalami fluktuasi emosional yang disebabkan oleh parenting stress selama menyesuaikan diri terhadap respons sosial. Transkrip wawancara dianalisis untuk mendapatkan tema-tema yang terdiri dari 12 tema super-ordinat yang kemudian dikelompokkan dalam empat tema pokok, diantaranya (1) upaya penanganan profesional; (2) pemahaman karakteristik hiperaktif; (3) fluktuasi emosional; serta (4) penyesuaian terhadap respons sosial.
The Meaning of Child’s Mental Illness for Mother Dian Natalia; Yohanis F. La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.648 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7398

Abstract

The aim of this research was to understand and described what the meaning of child mental illness for mother. Method used in this research was qualitative research study with phenomenological approach. Subjects consisted of two mothers who had child experienced mental illness and still in a home medication. The result of this research showed that mother experience rejection in the beginning they know their children had mental illness. The rejection consist of anger, stress, tired off, and feel ashamed of child. Beside that, subject felt worried about child future. Both subject do adaptation to encounter these negative feeling. The adaptation developed by subjects was problem-solved coping, emotional coping, and positive perception.Another family member attitude, subject internal value, and how environment react affected how subject gave a meaning on child mental illness.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XII DI SMA NEGERI 1 SEMARANG Irene Kristi Saragih; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.514 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7484

Abstract

Banyaknya kendala dalam memenuhi tuntutan akademik pada siswa kelas XII perlu diatasi dengan strategi yang efektif yaitu dengan meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Efikasi diri akademik dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu keadaan emosi. Kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan tugas akademiknya dapat menyebabkan siswa tersebut cemas dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosional dengan efikasi diri akademik pada siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Semarang. Populasi pada penelitian ini berjumlah 365 siswa dan sampel pada penelitian ini 60 siswa. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari dua buah skala yaitu skala kecerdasan emosional yang terdiri dari 26 aitem (α =  0,914) dan skala efikasi diri akademik terdiri dari 35 aitem (α = 0,935). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,548 (rxy = 0,548) dengan signifikansi 0,000. Artinya, adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan efikasi diri akademik. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi juga efikasi diri akademiknya, dan sebaliknya. Hasil penelitian juga mendapatkan sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap efikasi diri akademik sebesar 30% yang diperoleh dari R square = 0,300.
EKSPLORASI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF TENTANG PENGALAMAN IBU YANG MELAHIRKAN DENGAN GENTLE BIRTH Nanda Erfani Saputri; Yohanis F. La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.927 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27694

Abstract

Gentle birth menawarkan metode persalinan yang nyaman, lembut, dan minim trauma. Dengan memanfaatan unsur alami tubuh, gentle birth berusaha membawa ibu untuk menyadari dan memaksimalkan potensi diri menghadapi persalinan sebab persalinan merupakan peristiwa alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam pengalaman persalinan ibu yang melahirkan dengan gentle birth. Peneliti melibatkan empat orang partisipan yang dipilih melalui teknik sampling purposif dengan kriteria: (1) Ibu yang melakukan persiapan persalinan melalui pencarian informasi melalui media cetak ataupun elektronik, mengikuti pre natal yoga, dan/atau pelatihan persiapan persalinan; (2) melahirkan alami secara per vaginam dan minim intervensi medis; (3) Ibu berada pada kategori usia kehamilan dengan risiko rendah; dan (4) Bersedia menjadi partisipan penelitian. Wawancara dijalankan secara semi terstruktur dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Ada lima konstituen yang ditemukan dalam pengalaman persalinan partisipan, yaitu: (1) Keputusan partisipan menjalani gentle birth didorongan oleh rasa khawatir menghadapi persalinan; (2) Partisipan memaksimalkan potensi diri menghadapi persalinan dengan melakukan persiapan persalinan; (3) Partisipan percaya pada kemampuan diri untuk menjalani gentle birth; (4) Manajemen tubuh dan pikiran dilakukan partisipan selama menghadapi persalinan; dan (5) Partisipan menerima dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi psikologi perkembangan dalam memahami kondisi psikologis ibu bersalin.