Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Efek Antibakteri Chromodoris dianae terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Kipimbob, Eflentina; Bara, Robert; Wowor, Pemsi M.; Posangi, Jimmy
e-Biomedik Vol 7, No 1 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i1.23534

Abstract

Abstract: This study was aimed to evaluate the antibacterial effect of Chromodoris dianae on E.coli and S. aureus. This was an experimental study. Samples of Chromodoris dianae was taken from Bunaken waters by diving. Extract of Chromodoris dianae was obtained by using maceration technique with 96% etanol. Antibacterial activity of this extract was tested by using the Kirby-Bauer method. The results showed that the mean diameter of the inhibition zone of E. coli was 22.3±1.5 mm and of S. aureus was 23.0±1.0 mm; both were were less than of ciprofloxacin as the positive control repeated for three times. Conclusionn: Chromodoris dianae has antibacterial effects on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus.Keywords: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari Chromodoris dianae terhadap bakteri E.coli dan S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental. Sampel Chromodoris dianae diambil dari perairan Bunaken dengan cara menyelam. Ekstrak Chromodoris dianae dibuat dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat terhadap E. coli dan S. aureus dengan rerata diameter 22,3±1,5 mm dan 23,0±1,0 mm, yang lebih kecil daripada rerata diameter kontrol positif siprofloksasin pada tiga kali pengulangan. Simpulan: Chromodoris dianae memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Uji daya hambat ekstrak daun cengkih (Syzygium aromaticum (L.) ) terhadap bakteri Enterococcus faecalis Lambiju, Eskha M.; Wowor, Pemsi M.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15547

Abstract

Abstract: Cloves (Syzygium aromaticum L.) grow widely in Indonesia. This plant has many benefits from its stem, leaves, and flowers. Clove leaves has several antibacterial compounds such as flavonoids, tannins, and triterpenoids, as well as eugenol as the major component of essential oil. Enterococcus faecalis is a facultative anaerobic Gram positive bacteria and normal flora in the mouth. These bacteria are often identified as the cause of the failure of root canal treatment. This study was aimed to determine the effectiveness of clove in inhibiting the growth of bacteria Enterococcus faecalis. This was an experimental study with a modified method of Kirby-Bauer using pits. Samples of clove leaves were obtained from Treman, North Minahasa, and then were extracted by using maceration method with 96% ethanol. Metronidazole was used as positive control. Enterococcus faecalis bacteria were taken from the direct isolation of patients’ necrotic teeth. The results showed that the average inhibition zone of clove leaf extract against Enterococuss faecalis was 8.0 mm meanwhile of metronidazole was 10.0 mm. Conclusion: Clove leaf extract had moderate inhibitory effect against the growth of Enterococcus faecalis.Keywords: clove leaves, Enterococcus faecalis, inhibition. Abstrak: Tanaman cengkih (Syzygium Aromaticum L.) banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat mulai dari batang, daun, dan bunga. Daun cengkih mengandung berbagai senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, tannin, dan triterpenoid, serta senyawa eugenol yang merupakan komponen utama dalam minyak atrisi. Enterococcus faecalis ialah bakteri Gram positif fakultatif anaerob yang merupakan flora normal dalam mulut. Bakteri ini sering terisolasi sebagai penyebab kegagalan perawatan saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat daun cengkih (Syzygium Aromaticum L.) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel daun cengkeh diperoleh dari daerah Treman Kabupaten Minahasa Utara yang kemudian diekstrasi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Sebagai kontrol positif diginakan metronidazole. Bakteri Enterococcus faecalis diambil dari isolasi langsung pada pasien dengan gigi nekrosis. Hasil penelitian ini mendapatkan rerata zona inhibisi ekstrak daun cengkih terhadap bakteri Enterococuss faecalis sebesar 8,0 mm sedangkan zona inhibisi metronidazole 13,0 mm. Simpulan: Ekstrak daun cengkih memiliki daya hambat yang tergolong sedang terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Kata kunci: daun cengkih, Enterococcus faecalis, daya hambat
UJI EFEK ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT AKAR TUMBUHAN BAKAU (SONNERATIA ALBA) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIAE COLI Faraknimella, Titi L.; Bara, Robert; Wowor, Pemsi M.; Posangi, Jimmy
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10144

Abstract

Abstract: Mangrove has been known long to have many benefits. One of the mangrove species that believed to have antimicrobial effects is Sonneratia alba. The objective of the study was to evaluate any antibacterial effect of the endophytic fungi isolated from the roots of Sonneratia alba toward the growth of Staphylococcus aureus and Eschericiae coli, using the combination method of PDA (Potato Dextrose Agar) and NA (Nutrient Agar). From the result we found two types of endophytes. Black and white colored fungus obtained from Sonneratia alba roots. Both fungi have the effect to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Eschericiae coli bacterial tested.Keywords: endophyte, Sonneratia alba, antibacterial, staphylococcus aureus, escherichiae coli.Abstrak: Tumbuhan bakau sejak lama telah diketahui memiliki banyak khasiat. Salah satu jenis tumbuhan bakau yang diyakini memiliki efek antimikroba adalah Sonneratia alba. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari jamur endofit yang diambil dari akar tumbuhan bakau Sonneratia alba terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericiae coli. Metode penilitian yang digunakan dengan cara kombinasi PDA (Potato Dextrose Agar) dan NA (Nutrient Agar). Hasil penelitian di dapatkan dua jenis miselia jamur endofit. Jamur endofit berwarna hitam dan berwarna putih diperoleh dari akar tumbuhan bakau Sonneratia alba. Kedua jenis jamur ini memiliki efek daya hambat pada bakteri yang diujikan yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichiae Coli.Kata kunci: jamur endofit, Sonneratia alba, antibakteri, staphylococcus aureus, escherichiae coli.
GAMBARAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA ANGKATAN 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Putra, Adriansyah L.; Wowor, Pemsi M.; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10153

Abstract

Abstract: Blood sugar or blood glucose is a universal fuel for human cells and functioning as the source of carbon for the synthesis of many other compounds. As the globalization causes changes of lifestyle that tend be unhealthy lifestyle, there is a need for early detection of blood sugar level since adolescence. This was a descriptive study with a cross sectional design. This study aimed to obtain the random blood sugar levels among college students at Medical Faculty of Sam Ratulangi University Manado. The result showed that of 51 subjects, at age 17, 5 (9.8%) had low blood sugar level and 5 (9,8%) had normal blood sugar level. At age 18, 2 students (3.9%) had low blood sugar level and 24 (47.1%) had normal blood sugar level. At age of 19, 2 students (9,8%) had low blood sugar level and 13 (25.5%) had normal blood sugar level. Of 24 male students, 19 (37.3%) had normal blood sugar level and 5 (9.8%) had low blood sugar level. Of 27 female students, 23 (45.1%) had normal blood sugar level meanwhile 4 (7.8%) had low blood sugar level.Keywords: blood sugar, studentsAbstrak: Gula darah atau glukosa darah merupakan bahan bakar universal bagi sel-sel tubuh manusia dan berfungsi sebagai sumber karbon untuk sintesis sebagian besar senyawa lainnya. Seiring arus globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan pola hidup yang cenderung mengacu pada gaya hidup tidak sehat maka diperlukan deteksi dini gula darah sejak remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 subyek penelitian, pada usia 17 tahun 5 orang (9,8%) dengan kadar gula rendah dan 5 orang (9,8%) dengan kadar gula darah normal. Pada usia 18 tahun diperoleh 2 orang (3,9%) dengan kadar gula rendah dan 24 orang (47,1%) dengan kadar gula darah normal. Pada usia 19 tahun diperoleh 2 orang dengan kadar gula rendah (9,8%) dan 13 orang dengan gula darah normal (25,5%). Dari 24 subyek laki-laki, 19 (37,3%) memiliki kadar gula normal dan 5 (9,8%) memiliki kadar gula darah rendah. Dari 27 subyek perempuan, 23 (45,1%) memiliki kadar gula normal dan 4 (7,8%) memiliki kadar gula darah rendah.Kata kunci: gula darah, mahasiswa
Uji beberapa dosis ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia l.) terhadap kadar glukosa darah pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan Zega, Victorson L.; Wowor, Pemsi M.; Mambo, Christi
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14646

Abstract

Abstract: Herbal and natural products of folk medicine have been used for centuries in every culture throughout the world. One of folks medicine that has been used in Indonesia is the noni fruit. According to research conducted by I Ketut Adnyana, et al, there is a decrease in blood glucose levels from noni fruit extract with a dose of 500 mg/kg BW and 1000 mg/kg BW. This research aims to know the minimal dose of noni fruit (Morinda citrifolia L.) extract against a decrease in blood glucose levels in Wistar rats (Rattus norvegicus) induced alloxan. This study used 15 Wistar rats with diabetic induced by 130 mg/kg BW alloxan intraperitoneal. The rats were randomly divided into 5 groups; each group were given Aquades, Insulin Novomix 0,4 IU/100 gr BW, Noni fruit extract 125 mg/kg BW, 250 mg/kg BW, and 500 mg/kg BW. The result data obtained by the results of blood glucose levels evaluation on each rats on the first, second, and second day before the treatment after 6 hours, 12 hours, 18 hours, and 24 hours. Data from the measurement showed that noni fruit extracts with a dose of 125 mg/kg BW has the effect to lower blood glucose levels in Wistar rats induced alloxanKeywords: morinda citrifolia L., noni fruit, blood glucose levels, alloxan Abstrak: Produk herbal dan alami dari obat tradisional telah digunakan selama berabad-abad di setiap kebudayaan di seluruh dunia. Salah satu obat tradisional yang sudah dimanfaatkan di Indonesia ialah buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). Menurut penelitian yang dilakukan oleh I Ketut Adnyana, dkk terdapat penurunan kadar glukosa darah dari ekstrak buah mengkudu dengan dosis 500 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis minimal dari ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Tikus Wistar sejumlah 15 ekor diinduksi dengan aloksan intraperitoneal 130 mg/kg BB dan dibagi secara acak dalam 5 kelompok penelitian yaitu kelompok perlakuan dengan Aquades, Insulin Novomix 0,4 IU/100 gr BB, ekstrak buah mengkudu 125 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB. Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada semua kelompok tikus Wistar pada hari pertama, hari kedua, dan hari kedua jam ke-0, 6, 12,18 dan 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mengkudu dengan dosis 125 mg/kg BB sudah memiliki efek untuk menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Wistar yang diinduksi aloksan. Kata kunci: morinda citrifolia L., buah mengkudu, kadar glukosa darah, aloksan.
Gambaran status karies dan status gizi pada murid TK Kartika XX-16 Manado Rengkuan, Raissa Y.E.; Wowor, Pemsi M.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17369

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental hard tissue disease with multifactorial causes. Consumption of food and beverages improperly and less of dental treatment affect dental caries status and nutritional status. This study was aimed to obtain the profile of dental caries status and nutritional status of kindergarten students of Kartika XX-16 Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Subjects were selected using nonprobability sampling method with consecutive sampling technique. There were 71 students as the total population; 48 students were selected as subjects. Deciduous dental examination was performed to assess the dental caries status using the dmf-t index. Body weight, height, and age were noted to assess the nutritional status using antrophometric indices based on z score to obtain the body mass index for age (BMI for age). The results showed that the dental caries status of the subjects was at high category (dmf-t index of 4.92). There were 37 subjects (77.1%) who had caries experience in primary teeth and 11 subjects (22.9%) with caries-free primary teeth. Of all subjects, 93.75% had normal nutrition status and 6.3% had nutritional problems. Conclusion: In general, the kindergarten students of Kartika XX–16 Manado had dental caries status of high category, however, their nutritional status was quite good.Keywords: dental caries status, nutritional status Abstrak: Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi dengan penyebab multifaktorial. Konsumsi makanan dan minuman dengan pola yang tidak tepat, serta kurangnya pemeliharaan kesehatan gigi berdampak pada status gizi dan status karies gigi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies gigi dan status gizi pada murid TK Kartika XX-16 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Jumlah populasi 70 orang murid dengan subyek 48 anak diperoleh menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik consecutive sampling. Pemeriksaan gigi-geligi sulung untuk menilai status karies gigi. Penilaian status karies gigi menggunakan indeks dmft. Pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan usia untuk menilai status gizi. Penilaian status gizi menggunakan indeks antropometri berdasarkan z-skor terhadap indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Status karies gigi murid TK Kartika XX–16 Manado berada pada kategori tinggi dengan indeks dmf-t 4,92. Jumlah subyek dengan riwayat karies gigi sulung sebanyak 37 anak (77,1%) sedangkan yang bebas karies gigi sulung sebanyak 11 anak (22,9%). Status gizi murid TK Kartika XX–16 Manado terdiri dari 93,75% status gizi normal dan 6,3% bermasalah gizi. Simpulan: Murid TK Kartika XX–16 Manado umumnya mempunyai status karies gigi pada kategori tinggi sedangkan status gizi cukup baik.Kata kunci: status karies gigi, status gizi
Uji air perasan jeruk kesturi (Citrus microcarpa Bunge.) terhadap perubahan warna resin komposit yang direndam dalam larutan kopi Sibilang, Annabelle A. G. C.; Wowor, Pemsi M.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14737

Abstract

Abstract: Color change or discoloration of the tooth surface is an aesthetic problem that is often complained because it reduces one’s confidence in terms of appearance. This problem can also occur on the surface of restorative materials inter alia composite resin. Composite resin is a tooth-colored restorative material that most people favor due to its aesthetic value. This discoloration can occur due to excessive intake of colored beverages like coffee. The treatment used for discoloration is bleaching, but these treatments have side effects. Calamondin (Citrus microcarpa Bunge.) can be an alternative bleaching agent because it contatins citric acid. This study was aimed to determine whether calamondin juice could affect the color change of composite resin soaked in coffee solution. This was a pre-experimental study with a one shot case study design. Samples were 10 composite resins with a diameter of 5 mm and 2 mm thick soaked in coffee solution for 7 days to obtain discoloration and then samples were soaked in calamondin juice for 5 days to whiten the samples. The discoloration was measured by using the CIEL*a*b* method at 60 minutes and 5 days after soaking in calamondin juice. The Friedman test showed significant changes (p<0.05). Conclusion: Calamondin juice affected the color change of composite resin that had been soaked in coffee solution.Keywords: composite resin, calamondin juice, color change Abstrak: Perubahan warna atau diskolorisasi pada permukaan gigi merupakan salah satu masalah estetika yang sering dikeluhkan karena mengurangi kepercayaan diri seseorang. Masalah ini juga dapat terjadi pada permukaan bahan tumpatan gigi, salah satunya adalah resin komposit. Resin komposit merupakan bahan tumpatan yang sewarna dengan gigi yang banyak digemari orang karena nilai estetiknya. Salah satu penyebab perubahan warna yaitu mengonsumsi minuman berwarna secara berlebih seperti kopi. Perawatan yang digunakan untuk masalah diskolorisasi ialah bleaching, namun perawatan ini memiliki efek samping. Jeruk kesturi (Citrus microcarpa Bunge.) dapat menjadi bahan alternatif bleaching karena karena mengandung asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air perasan jeruk kesturi berpengaruh terhadap perubahan warna resin komposit yang telah direndam dalam larutan kopi. Jenis penelitian ialah pre-eksperimental dengan one shot case study design. Penelitian ini menggunakan 10 sampel resin komposit dengan ukuran diameter 5 mm dan tebal 2 mm. Sampel direndam dalam larutan kopi selama 7 hari agar terjadi diskolorisasi kemudian direndam dalam air perasan jeruk kesturi selama 5 hari dengan tujuan untuk memutihkan kembali sampel. Pengukuran perubahan warna menggunakan metode CIEL*a*b dilakukan setelah perendaman 60 menit dan 5 hari. Uji Friedman menunjukkan terdapat perubahan bermakna (p<0,05). Simpulan: Air perasan jeruk kesturi berpengaruh terhadap perubahan warna resin komposit yang direndam dalam larutan kopi.Kata kunci: resin komposit, air perasan jeruk kesturi, perubahan warna
UJI DAYA HAMBAT MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS Tumbel, Lisa K.; Wowor, Pemsi M.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15535

Abstract

Abstract: Generally, failures in root canal treatment are caused by the bacterium Enterococcus faecalis. Several studies using different types of herbs showed their inhibition effect on the growth of bacteria in the oral cavity. Coconut oil can be processed into pure coconut oil (virgin coconut oil, VCO) that contains lauric acid with its antibacterial effect. This study was aimed to determine the inhibitory effect of coconut oil on the growth of the bacteria Enterococcus faecalis. This was an experimental laboratory study with the post-test only control group design. We used a modified method of the Kirby-Bauer disk paper. Sample of VCO was made by using heating process. Enterococcus faecalis bacteria obtained directly from the patients? necrotic pulps were identified at the Pharmaceutical Microbiology Laboratory, University of Sam Ratulangi Manado. The results showed that Enterococcus faecalis bacteria were identified in the samples. The inhibition zone of VCO to Enterococcus faecalis was 10 mm. Conclusion: Virgin coconut oil could inhibit the growth of Enterococcus faecalis.Keywords: virgin coconut oil (Virgin coconut oil), Enterococcus faecalis, inhibition zoneAbstrak: Pada perawatan saluran akar dapat ditemukan kegagalan perawatan yang disebabkan oleh bakteri Enterococcus faecalis. Terdapat beberapa penelitian mengenai berbagai jenis tumbuhan herbal yang telah dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, salah satunya yaitu tanaman kelapa yang dapat diolah menjadi minyak kelapa murni (virgin coconut oil, VCO) yang mengandung senyawa aktif asam laurat dengan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat VCO terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan post-test only control group design. Metode pengujian menggunakan metode modifikasi Kirby-Bauer dengan paper disk. Sampel minyak kelapa murni dibuat sendiri dengan proses pemanasan. Bakteri Enterococcus faecalis diambil langsung dari pasien nekrosis pulpa lalu diidentifikasi di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan adanya bakteri Enterococcus faecalis pada sampel hasil identifikasi. Dari hasil uji daya hambat didapatkan minyak kelapa murni (Virgin coconut oil) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan zona hambat sebesar 10 mm. Simpulan: Virgin coconut oil dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Kata kunci: VCO, Enterococcus faecalis, zona hambat
Perbedaan Laju Aliran Saliva pada Pengguna Obat Antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril di Kelurahan Tumobui Kota Kotamobagu Wotulo, Febrina G.; Wowor, Pemsi M.; Supit, Aurelia S.R.
e-GiGi Vol 6, No 1 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.1.2018.19728

Abstract

Abstract: Hypertension is still a major factor of global deaths. There are many anti-hypertensive drugs inter alia diuretics, beta blockers, angiotensin converting enzyme inhibitors (such as captopril), and calcium antagonists (such as amlodipine). The side effects of the antihypertensive agents amlodipine and captopril in the oral cavity are due to their effects on salivary flow rate which further cause xerostomia. This study was aimed to determine the difference in salivary flow rate between amlodipine consumers and captopril consumers in Tumobui Village Kotamobagu City. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Subjects were amlodipine consumers and captopril consumers, each of 30 people aged 18-55 years obtained by using purposive sampling technique. Statistical analysis by using the Mann-Whitney U test showed a P value of 0.932 (>0.05). Conclusion: There was no significant difference in salivary flow rate between amlodipine consumers and captopril consumers in Tumobui Village Kotamobagu City.Keywords: antihypertensive, amlodipine, captopril, salivary flow rate Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu faktor utama kematian global. Penggunaan obat antihipertensi sangat beragam bagi penyandang hipertensi mulai dari diuretik, penyekat resep-tor beta adrenergik, penghambat reseptor angiotensin, penghambat angiotensin converting enzyme (sebagai contoh kaptopril), dan antagonis kalsium (sebagai contoh amlodipin). Amlodipin dan kaptopril menimbulkan efek samping dalam rongga mulut, salah satunya ialah memengaruhi laju aliran saliva yang berlanjut sebagai xerostomia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju aliran saliva pada pengguna obat antihipertensi amlodipin dan kaptopril di Kelurahan Tumobui Kota Kotamobagu. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Subyek penelitian terdiri dari pengguna obat antihipertensi amlodipin dan pengguna kaptopril masing-masing 30 orang berusia 20-55 tahun, yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan kuesioner penelitian dan pengukuran laju aliran saliva dengan unstimulated salivary flow rate (USFR). Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney mendapatkan nilai P = 0,932 (>0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna antara laju aliran saliva pada pengguna obat antihipertensi amlodipin dan kaptopril di Kelurahan Tumobui Kota Kotamobagu.Kata kunci: antihipertensi, amlodipin, kaptopril, laju aliran saliva
UJI EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR SEBAGAI BAHAN MEDIKAMEN SALURAN AKAR TERHADAP BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS Howarto, Mario S.; Wowor, Pemsi M.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9835

Abstract

Abstract: Endodontics is the a type of treatment that aims to keep the teeth in function. Disinfection of the root canal is very important in endodontic treatment. Root canal disinfection can be done by giving the material a root canal medication. One of the bacteria that causes the failure of root canal treatment is the bacterium Enterococcus faecalis. The lemongrass essential oil contains geranial, neral, and mirsen which have antimicrobial activity against Gram-positive and Gram-negative. This study aimed to determine whether the lemongrass essential oil was effective against bacteria Enterococcus faecalis. This was an experimental study using post test only control group design with agar plate diffusion method. Samples consisted of a group of lemongrass essential oil with several concentrations: 25%, 50%, 75%, 100%, each consisted of 4 samples. The 16 control groups consisted of positive and negative groups. Diameter of inhibition was determined by the ability to inhibit Enterococcus faecalis cultured on MHA agar. The results showed that the average inhibitory diameter of 25% lemongrass essential oil was 2.60 mm; of 50% was 4.73 mm; of 75% was 4.50 mm; and of 100% was 5.34 mm. Conclusion: Lemongrass essential oil showed an antibacterial effect to inhibit the growth of bacteria Enterococcus faecalis.Keywords: enterococcus faecalis, lemongrass oil, antibacerialAbstrak: Endodontik merupakan salah satu jenis perawatan yang bertujuan mempertahankan gigi agar tetap dapat berfungsi. Disinfeksi saluran akar sangat penting dalam perawatan endodontik. Disinfeksi saluran akar dapat dilakukan dengan memberi bahan medikamen saluran akar. Salah satu bakteri yang menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar ialah bakteri Enterococcus faecalis. Minyak atsiri sereh dapur mengandung geranial, neral dan mirsen yang memiliki aktifitas antimikrobapada gram positif dan gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri sereh dapur memiliki efek terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain post test only control group design dan metode difusi lempeng agar. Sampel penelitian terdiri dari kelompok minyak atsiri sereh dapur dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% yang masing-masing terdiri dari 4 sampel; 16 kelompok kontrol terdiri atas kelompok positif dan negatif. Diameter hambat ditentukan berdasarkan kemampuan menghambat Enterococcus faecalis yang dibiakkan pada media agar MHA. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata diameter hambat minyak atsiri sereh dapur dengan konsentrasi 25% sebesar 2,60 mm, 50% sebesar 4,73 mm, 75% sebesar 4,50 mm, dan 100% sebesar 5,34 mm. Simpulan: Minyak atsiri sereh dapur memiliki efek antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Kata kunci: enterococcus faecalis, sereh dapur, antibakteri