Yammar
Department Of Nursing, Faculty Of Health Sciences, Universitas Puangrimaggalatung

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT KECEMASAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID 19 TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KELURAHAN ATAKKAE KECAMATAN TEMPE KABUPATEN WAJO Dahniar; Fatmawati; Yammar
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.218 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i1.176

Abstract

Abstract Covid-19 pandemic now days have been raised impact for all of society. The increasing number of people exposed and confirmed to Covid 19 makes everyone feel anxious, afraid, worried and stressed. This condition can reduce physical, psychosocial and mental health. Various efforts have been made to maintain and prevent health in the community. The anxiety that is felt will be overcome if there are simple but effective efforts, such as complying with clean and healthy living behavior and of course complying with the 3M health protocol.The purpose of this study is for determining the effect of the public anxiety level during the Covid 19 pandemic on compliance with the implementation of clean and healthy living in Atakkae Village, Tempe District, Wajo Regency. The type of research is quantitative research using cross sectional study because the research is conducted simultaneously at one time without any follow-up. Data are collected through a questionnaire. The sample in this study are residents of Atakkae Village as many as 60 respondents who are included in the criteria. The dependent variable in this study is the level of anxiety, while the independent variable is the behavior of a clean and healthy life using the Chi square test on the SPSS 22 computer program.The results of the study indicate that there is an influence of anxiety levels on clean and healthy living behavior (p = 0.045 means <0.05) Based on this analysis, it can be concluded that there is an influence of anxiety levels on clean and healthy living behavior. The research suggestion is that it is hoped that the community will apply clean and healthy living behaviors and comply with health protocols in daily life in order to break the chain of transmission of Covid 19. Therefore, keep taking care of yourself, your family and the people around us. Abstrak Pandemi Covid-19 saat ini telah menimbulkan dampak bagi seluruh masyarakat. Bertambahnya angka kejadian masyarakat yang terpapar dan terkonfirmasi Covid 19 membuat semua orang merasakan cemas, takut, khawatir dan stress. Kondisi ini dapat menurunkan kesehatan secara fisik, psikososial dan mental. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga serta mencegah kesehatan di kalangan masyarakat. Kecemasan yang dirasakan akan dapat teratasi bila ada upaya yang dilakukan secara sederhana namun efektif seperti halnya patuh terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, dan pastinya mematuhi protokol kesehatan yakni 3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasan masyarakat di masa pandemi Covid 19 terhadap kepatuhan pelaksanaan hidup bersih dan sehat di Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study karena penelitian dilakukan serentak satu waktu tanpa adanya follow up. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu warga Kelurahan Atakkae sebanyak 60 Responden yang termasuk dalam kriteria . Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Tingkat Kecemasan, sedangkan variabel independen yaitu Perilaku hidup bersih dan sehat dengan menggunakan uji Chi square test pada program komputer SPSS 22. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat kecemasan terhadap perilku hidup bersih dan sehat (p = 0,045 berarti α < 0,05) Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tingkat kecemasan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Saran penelitian yaitu diharapkan kepada masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari demi memutuskan mata rantai penularan Covid 19 maka dari itu tetaplah menjaga diri sendiri,keluarga dan orang sekitar kita.
PENGARUH POLA PEMBERIAN ANTIBIOTIK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PERAWATAN POLI PUSKESMAS SABBANGPARU Sholehan; Fatmawati; Yammar
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.679 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.205

Abstract

Abstract Diabetes mellitus is a dangerous degenerative disease because this disease can affect all organs of the body and cause several kinds of complaints. Sabbangparu District, Wajo Regency in 2020-2021 cases of diabetes mellitus became the highest disease case. The purpose of this study was to determine the effect of the pattern of giving antibiotics on blood glucose levels of patients with diabetes mellitus in the outpatient clinic at the UPTD Puskesmas Sabbangparu, Wajo Regency. The type of research is quantitative research using quasi-experimental research because the research is carried out simultaneously at one time without any follow-up. Data were collected through a questionnaire. The sample in this study were patients with diabetes mellitus as many as 10 samples. The sampling technique of this research is accidental sampling. The dependent variable in this study is blood glucose levels, while the independent variable is the pattern of giving antibiotics using the T-Test formula test, namely One Sample T-Test. The results of the One Sample T-Test test obtained a value (p = 0.000 means <0.05). Based on this analysis, it can be concluded that there is an effect of the pattern of giving antibiotics on blood glucose levels in DM patients after being given antibiotics. Suggestions for research are that it is hoped that people with diabetes mellitus will regularly carry out examinations so that blood sugar levels can be controlled and increase public knowledge about diabetes mellitus. Abstrak Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit denegeratif yang berbahaya karena penyakit ini bisa mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan beberapa macam keluhan. Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo pada tahun 2020-2021 kasus diabetes melitus menjadi kasus penyakit tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola pemberian antibiotik terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus di perawatan poli di UPTD Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi experiment karena penelitian dilakukan serentak satu waktu tanpa adanya follow up. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus sebanyak 10 sampel. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kadar glukosa darah, sedangkan variabel independen yaitu pola pemberian antibiotik dengan menggunakan uji formula T-Test yaitu One Sampel T-Test. Hasil uji One Sampel T-Test diperoleh nilai (p = 0,000 berarti α < 0,05). Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pola Pemberian Antibiotik Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Dm sesudah diberi antibiotik. Saran penelitian yaitu Diharapkan kepada penderita diabetes melitus supaya teratur dalam melakukan pemeriksaan sehingga kadar gula darah dapat terkontrol dan menambah pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes melitus
Pengaruh Metode Pelaksanaan MPKP terhadap Kinerja Perawat di RSUD Lamadukelleng Sengkang Kabupaten Wajo Nurfaidah; Ery Wardanengsih; Fatmawati; Ikdafila; Yammar
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.393 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.325

Abstract

Nurse performance is an action taken by a nurse in an organization in accordance with their respective authority and responsibilities, where good performance can provide satisfaction to service users and also improve the cover of nursing services, to realize the quality of nursing services, hospitals must implement the process of nursing care systems in the ward using MPKP. In MPKP there are several assignment methods that can be used in a ward. One of them is the MPKP team. The purpose of this study was to determine the MPKP that was applied in RSUD Lamadukelleng Sengkang, and to find out the performance of nurses in RSUD Lamadukelleng Sengkang, and to determine the effect of the MPKP method on the performance of nurses in RSUD Lamadukelleng Sengkang. The type and method of research used in this study is cross sectional study, this approach is done where the independent variables and the dependent variables are observed at the same time. This research also uses analytic observational method. The sample in this study were 21 nurses who were obtained through a total sampling method. The instrument of data collection in the form of a questionnaire regarding the MPKP Method and the Performance of nurses using the T.Test sample pair. The results showed that there was an influence between the MPKP method on nurse performance by 2 respondents (9.5%), rarely done by as many as 8 respondents (38.1%), often as many as 11 respondents (52.4%). Which is marked by the value of ρ = 0.01 <α = 0.05. AbstrakKinerja perawat merupakan tindakan yang dilakukan seorang perawat dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing, dimana kinerja yang baik dapat memberikan kepuasan pada pengguna jasa dan juga meningkatkan mutupelayanan keperawatan, untuk mewujudkan mutu pelayanan keperawatan, rumah sakit harus menerapkan proses sistem asuhan keperawatan pada ruang rawat dengan menggunakan MPKP. Dalam MPKP ada beberapa metode penugasan yang dapat digunakan di ruang rawat salah satunya adalah MPKP tim. Diketahuinya MPKP yang diterapkan di RSUD Lamadukelleng sengkang, dan diketahuinya kinerja perawat RSUD Lamadukelleng sengkang, dan diketahuinya pengaruh metode MPKP terhadap kinerja perawat di RSUD Lamadukelleng sengkang. Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study, Pendekatan ini di lakukan dimana variabel bebas dan variabel terikat diamati pada waktu yang bersamaan. Penelitian ini juga menggunakan metode observasional analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah Perawat yang berjumlah 21 perawat yang diperoleh melalui metode total sampling. Insrumen pengumpulan data berupa kuesioner mengenai Metode MPKP dan Kinerja perawat menggunakan pairad sampel T.Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara metode MPKP terhadap kinerja perawat sebanyak 2 responden (9,5%) kategori buruk, dan dan metode pelaksanaan MPKP sering dilakukkan pada kinerja perawat terdapat 8 responden (38,1%) dikatakan cukup, dan metode pelaksanaan MPKP didapatkan sering dilakukan terdapat 11 responden (52,4 %) dikatakan baik. Yang ditandai dengan nilai ρ = 0.01 < α =0,05.
Hubungan Perkembangan Kepribadian Perawat dengan Peningkatan Kualitas Asuhan Keperawatan di Sayra RSUD Lamaddukelleng Sengkang Kabupaten Wajo Tahun 2020 Ery Wardanengsih; Khaeriah B; Nirmawati Darwis; Yammar Yammar; Fitriani Fitriani; Sari Putri Nurinayah Ruslang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1922

Abstract

Kepribadian perawat merupakan tingkah laku manusia yang berkembang melalui perkembangan diri yang telah berlangsung seumur hidup dan akan berkembang secara bertahap melalui interaksi terhadap lingkungan disekitarnya. Tipe kepribadian perawat terdiri introvert dan ekstrovert.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perkembangan kepribadian perawat dengan peningkatan kualitas asuhan keperawatan di RSUD Lamaddukkelleng. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang Kab. Wajo. Metode yang digunakan analysis corelation. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dari semua perawat yang bekerja di ruangan rawat inap SAYRA.. Hasil uji statistik Chi-Square, didapatkan hasil 0 cell (0.0%) sehingga menggunakan alternative Fisher's Exact Test didapatkan nilai p = 0.000 dimana p < α (0.05). Dapat disimpulkan bahwa jika nilai p-value lebih kecil dari dari 0.05 (0.000<0.05) maka terdapat hubungan antara tipe kepribadian perawat dengan peningkatan kualitas Asuhan Keperawatan di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang Kab. WajoKepribadian perawat merupakan tingkah laku manusia yang berkembang melalui perkembangan diri yang telah berlangsung seumur hidup dan akan berkembang secara bertahap melalui interaksi terhadap lingkungan disekitarnya. Tipe kepribadian perawat terdiri introvert dan ekstrovert.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perkembangan kepribadian perawat dengan peningkatan kualitas asuhan keperawatan di RSUD Lamaddukkelleng. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang Kab. Wajo. Metode yang digunakan analysis corelation. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dari semua perawat yang bekerja di ruangan rawat inap SAYRA.. Hasil uji statistik Chi-Square, didapatkan hasil 0 cell (0.0%) sehingga menggunakan alternative Fisher's Exact Test didapatkan nilai p = 0.000 dimana p < α (0.05). Dapat disimpulkan bahwa jika nilai p-value lebih kecil dari dari 0.05 (0.000<0.05) maka terdapat hubungan antara tipe kepribadian perawat dengan peningkatan kualitas Asuhan Keperawatan di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang Kab. Wajo
Kombinasi Terapi Ozon Dan Nutrisi Sebagai Alternatif Pengobatan Ulkus Kaki Diabetik Yammar Yammar; Masrah Hasan; Fatmawati Fatmawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i5.5873

Abstract

Diabetes mellitus (DM)  menjadi masalah kesehatan secara global. Salah satu komplikasi DM adalah terjadinya ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik terjadi karena infeksi luka yang tidak terkontrol sehingga memerlukan manajemen perawatan khusus yaitu perawatan luka modern dan terapi seperti ozon dan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui efektivitas waktu proses penyembuhan luka pada penderita ulkus kaki diabetik dengan menerapkan  kombinasi terapi ozon dan nutrisi. Tipe penelitian ini adalah quasi ekperimental design. Jumlah sampel 10 pasien DM yang mengalami ulkus kaki diabetik yang menjalani perawatan luka modern dipraktik Masagena Health Care dan dibagi dua kelompok. 5 pasien mendapatkan  kombinasi terapi ozon  dan nutrisi (Kasus) dan 5 pasien tanpa kombinasi terapi ozon dan nutrisi (Kontrol). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdepat perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus  dengan kelompok kontrol (p<0,05). Pada kelompok kasus lebih cepat waktu penyembuhan lukanya  yaitu 8 pekan dibandingkan dengan  kelompok kontrol  yaitu 12 pekan. Jadi, pada kelompok kasus  menjadi alternatif pengobatan ulkus kaki diabtik.
Terapi Buerger Allen Exercise untuk Perbaikan Sirkulasi Darah Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yammar, Yammar; Wardanengsih, Ery; Utami, Dian Fahmi; Barangkau, Barangkau; Darwis, Nirmawati; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15103

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a disorder of the body's metabolism which is characterized by increased blood glucose levels for a long time, resulting in neuropathy and vascular complications. Type 2 diabetes mellitus with peripheral circulation disorders has become a global health problem with the incidence rate continuing to increase every year. Because non-pharmacological treatment is needed, one of which is the provision of Buerger Allen exercise therapy. The aim of this study was to determine the effect of Buerger Allen exercise therapy on improving peripheral blood circulation in patients with type 2 diabetes mellitus. This study was a literature review. Information was obtained from two databases, namely Google Scholar and PubMed with publications in national and international journals from 2019 to 2023. Articles were selected based on abstract and full text so that six articles were obtained with details of two articles from PubMed and four articles from Google Scholar. Of the six articles, all articles showed a p value of less than 0.05 for the analysis of the effect of Buerger Allen exercises therapy with a p value <0.05. It can be concluded that Buerger Allen exercise therapy has been proven to improve peripheral circulation in patients with type 2 diabetes mellitus.Keywords: diabetes mellitus; burger allen exercise; peripheral circulation ABSTRAK Diabetes mellitus tipe 2 merupakan gangguan pada metabolisme tubuh yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah dalam waktu yang lama, sehingga muncul komplikasi neuropati dan komplikasi vaskuler. Diabetes mellitus tipe 2 dengan gangguan sirkulasi perifer telah menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian terus meningkat setiap tahun. Oleh karena perlu penanganan non farmakologis, salah satunnya adalah pemberian terapi buerger allen exercise. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengatahui pengaruh terapi buerger allen exercise terhadap perbaikan sirkulasi darah perifer pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Studi ini merupakan literature review. Informasi diperoleh dari dua database yaitu Google Scholar dan PubMed dengan publikasi jurnal-jurnal nasional dan internasional dari tahun 2019 hingga 2023. Artikel dipilih berdasarkan abstrak dan fulltext sehingga diperoleh enam artikel dengan rincian dua artikel dari PubMed dan empat artikel dari Google Scholar. Dari keenam artikel tersebut, semua artikel menunjukkan nilai p kurang dari 0,05 untuk analisis pengaruh terapi buerger allen exercises terhadap dengan nilai p <0,05. Dapat disimpulkan bahwa terapi buerger allen exercise terbukti dapat memperbaiki sirkulasi perifer pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Kata kunci: diabetes mellitus; buerger allen exercise; sirkulasi perifer
Penerapan Skrining Kaki Diabetes Sebagai Upaya Untuk Mencegah Risiko Luka Kaki Dibetik Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Barangkau Barangkau; Eka Hardianti Arafah; Yammar Yammar; Asnuddin Asnuddin; Ruslang Ruslang; Nirmawati Darwis; Ikdafila Ikdafila; Arni AR; Ery Wardanengsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52346

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2(DMT2) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering dijumpai. Angka kejadianya mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, tidak sedikit dari mereka mengalami gangguan sirkulasi darah perifer dan gangguan sensitivitas kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruhnya penerapan skrining kaki diabetes sebagi upa untuk mencegah Risiko Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain true eksperimental design. Kemudian rancangan penelitian menggunakan pretest and posttes control group design. Penelitian ini terdiri dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok kasus (penerapan skrining kaki secara rutin satu kali seminggu selama dua bulan) sedangkan kelompok kontrol (skrining kaki tidak dilakukan secara rutin). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terdata di Puskesmas Tempe Kabupaten Wajo yang berjumlah 34 pasien. Tehnik pengambilan sampel dengan simple random samplig. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai ABI yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sirkulasi darah perifer nya jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Kemudian terdapat juga perbedaan rata-rata nilai sensitivitas kaki yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sensitivitas kaki jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Secara keseluruhan, penerapan skrining kaki diabetes terbukti sebagai langkah efektif dan sederhana dalam mencegah luka kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Implementasi rutin skrining di layanan kesehatan dapat menurunkan beban komplikasi kaki diabetik, mengurangi risiko amputasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
The effect of home visits and video-based health counseling on mothers' roles in managing stunting among toddlers Ery Wardanengsih; Byba Melda; Agustin Agustin; Yammar Yammar; Nirmawati Darwis; Susmiati Susmiati; Nurasiah Nurasiah
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9 Number 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i3.3045

Abstract

Background: One of the families at risk experiencing stunting, namely Mother which has child age toddler or those who are breastfeeding. Age toddler as stages development enough children​ prone to to various attack diseases, including diseases caused by deficiencies​ or excess intake nutrition. Purpose: To analyze the effect of home visits and video-based health counseling on mothers' roles in managing stunting among toddlers. Method: Quasi-experimental design with pre-test and post-test approach. Population study is mother who has toddlers in the Wajo Regency. Samples selected use purposive sampling technique. Data collected use questionnaire structured to measure knowledge, attitudes, and practices mother, and sheet observation to monitor growth children. The interventions provided in the form of visit home and education health video- based. Data analysis was performed using statistical tests in pairs to see difference before and after intervention. Results: Showed a significant improvement in mothers’ knowledge, attitudes, and practices following the intervention. Average scores showed an increase between the pre-test and post-test. Statistical test results showed a p-value < 0.05 for all variables, indicating that the intervention had a significant effect. In addition, there were indicators of improved child growth, such as weight and height. Conclusion: Visit home and education health proven video based effective in increase role mother in stunting management. Intervention This can recommended as a strategy in a child-based stunting prevention program public.
Etnomedisin Tanaman Antihipertensi Suku Bugis Wajo: An Exploratory Study Of Cultural Practices Tetti Surianti; Eka Wulansari; Nurhikmah Wijaya; Ruslang; Anugerah Yanuar Azis; Yammar; Nirmawati Darwis
Jurnal Sains & Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Politeknik Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57151/jsika.v4i2.1071

Abstract

This study aims to explore the use of antihypertensive plants in the ethnomedicine practices of the Bugis Wajo community in Wajo Regency, South Sulawesi. Hypertension is a growing global health problem that requires comprehensive management approaches,including the use of traditional medicinal plants that have long been embedded in local culture. This research employed a qualitativeapproach with an exploratory design to gain an in-depth understanding of locally rooted health practices. Sixteen female informants with hypertension were selected through purposive sampling because they were considered to have direct experience in using medicinal plants. In-depth interviews were conducted to explore their perceptions, knowledge, and experiences regarding the use of plants as an alternative therapy. Data were analyzed using the Relative Frequency of Citation (RFC) method to measure how frequently each plant was mentioned and its level of popularity. The findings revealed that the Bugis Wajo community commonly uses 10 types of plants as antihypertensive remedies, with the five most frequently used being cucumber, bay leaves, celery, garlic, and bilimbi. These plants are typically prepared by boiling and consuming the decoction regularly according to individual needs. The results highlight that ethnomedicine remains an important option in managing hypertension within the community. Therefore, revitalizing local wisdom and integrating traditional medicinal plants into the development of complementary therapies should be strengthened to support more holistic and sustainable hypertension control efforts.
The effect of carbon dioxide water immersing on inflammation biomarker in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis Yammar Yammar; Annisa Suwahru; Andi Rizky Arbaim Hasyar; Irfan Idris; Irawan Yusuf; Haerani Rasyid; Barangkau Barangkau
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 4 (2026): Volume 9 Number 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i4.3474

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis (HD) often exhibit elevated levels of ICAM-1 and VCAM-1, key biomarkers of inflammation, and are prone to microcirculatory dysfunction. Recent evidence suggests that carbon dioxide (CO₂)-rich water immersion may enhance microcirculation, yet its impact on inflammatory biomarkers in CKD patients on HD remains unclear. Purpose: To evaluate the effect of CO₂-rich water immersion on ICAM-1 and VCAM-1 levels in CKD patients receiving HD. Method: This experimental study involved 22 CKD patients randomized into two groups: 14 received CO2-rich water immersion and 8 received freshwater immersion. CO2-rich water was generated using JESC CREABC-2000, with both immersions maintained at 37–38°C. Patients immersed both legs for 10 minutes, 2–3 times weekly for one month, prior to HD sessions. Blood samples were collected on day 1 and day 28. Data were analyzed using the Wilcoxon test, with statistical significance set at P < 0.05. Results: After one month, ICAM-1 and VCAM-1 levels decreased in the CO2-rich water group (42.895±58.833 to 39.690±41.911 ng/mL, P=0.650; 140.520±177.43 to 96.170±30.17 ng/mL, P=0.917). Conversely, levels increased in the freshwater group (ICAM-1: 38.642±40.975 to 63.978±80.659 ng/mL, P=1.000; VCAM-1: 100.430±34.89 to 131.920±59.80 ng/mL, P=0.461). Conclusion: CO2-rich water immersion tended to reduce ICAM-1 and VCAM-1 levels in CKD patients undergoing HD, although the changes were not statistically significant. These findings suggest potential anti-inflammatory effects warranting further investigation with larger cohorts.