Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Performansi Network Function Virtualization Pada Containers Menggunakan Docker Manzila Izniardi Djomi; Rendy Munad; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan layanan internet harus didukung oleh infrasruktur jaringan yang memadai. Infrastruktur jaringan seperti router, secara tradisional menggunakan hardware yang bersifat proprietary. Teknologi virtualisasi pada fungsi jaringan atau NFV (Network Function Virtualization) membuat layanan ini dapat di implementasikan sebagai aplikasi perangkat lunak (software) yang dapat dijalankan di lingkungan virtual yang disebut sebagai Virtualized Network Functions (VNFs). Pada umumnya layanan ini mengunakan hypevisor (hardware-level virtualization) untuk membuat lingkungan virtualisasi, namun dewasa ini teknologi virtualisasi memiliki alternatif pengimplementasian dengan menggunakan teknologi containers (Operating system -level virtualization). Containers pada perkembangannya menjadi salah satu teknologi yang memiliki performansi yang baik dalam mengisolasi dan menjalankan aplikasi serta memiliki delay latancy yang rendah. Sehingga dapat mereduksi waktu pengimplementasian dan pengoperasian aplikasi. Containers juga dapat di implemetasikan pada NFV yang dapat membangun lingkungan virtual untuk menjalankan fungsi layanan networking. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pengujian yang menghasilkan analisis suatu containers dengan menggunakan platform Docker yang akan menjalankan VNF berupa virtual router. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi Docker ketika menjalankan virtual router yang dilewatkan oleh layanan FTP dan video streaming menggunakan parameter delay, packet loss, jitter, throughput. Dari hasil pengujian dan analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua layanan berjalan dengan baik pada jaringan NFV pada Docker Container. Berdasarkan pengujian pada kedua layanan, dapat dibuktikan bahwa jaringan yang dibangun memiliki performansi yang baik, hal ini dapat dibuktikan pada hasil pengukuran dimana pada pengujian menggunakan layanan video streaming dan FTP memenuhi kriteria standarisasi ITU-T G.1010. Kata Kunci : Containers, Docker, Network Function Virtualization, QoS Abstract The development of internet services is supported by adequate network infrastructure. Network infrastructure services such as routing, traditionally using proprietary hardware. Virtualization technology on network function or NFV (Network Function Virtualization) makes this service can be implemented as a software application that can run in virtual environment called Virtualized Network Functions (VNFs). In general, this service uses hypevisor (hardware-level virtualization) to create a virtualization environment, but now virtualization technology has an alternative implementation using the technology containers (Operating system-level virtualization). Containers in its development become one of the technologies that have a good performance in isolating and running applications and have a low latancy delay. So it can reduce the application and operation of the application. Containers can also be implemented on an NFV that can build virtual environments to perform networking service functions. In this final task will be tested that resulted analysis of a containers by using platform Docker that will run VNF in the form of virtual router. This study aims to determine the performance of Docker ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.2 Agustus 2018 | Page 1974 Universitas Telkom | 2 when running a virtual router that is passed by FTP service and streaming video using delay, packet loss, jitter, throughput parameters. From the results of testing and analysis, it can be concluded that both services run well on the NFV network on the Docker Container. Based on testing on both services, it can be proven that the built network has good performance, it can be proved in the measurement results where the test using video streaming service and FTP meet the criteria of ITU-T G.1010 standardization. Keywords : Containers, Docker, Network Function Virtualization, QoS
Simulasi Dan Analisis Performansi Protokol Routing Olsr Dan Aomdv Pada Jaringan Vehicular Ad-hoc Network (vanet) Rianda Anisia; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) merupakan pengembangan dari Mobile Ad-Hoc Network (MANET) yang menjadikan kendaraan sebagai node nya dimana terjadi Inter Vehicle Communication (IVC) dan  Vehicle to Infrastructure (V2I). Teknologi VANET diharapkan dapat meningkatkan keamanan pengemudi saat berkendara namun VANET memiliki karakteristik jaringan yang cepat berubah karena pergerakan node yang cepat. Oleh karena itu, perlu dipilih protokol routing yang dinilai cocok dan efisien sehingga pengiriman paket data dapat berlangsung secara maksimal. Pada tugas akhir ini disimulasikan serta dianalisis perbandingan kinerja Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) dan Ad Hoc On demand Multipath Distance Vector (AOMDV) menggunakan kondisi  perkotaan untuk Inter Vehicle Communication . Di lingkungan tersebut diuji skenario untuk perubahan kecepatan node dan jumlah node. Simulasi ini dilakukan dengan menggunakan NS-2.34 dilengkapi dengan SUMO 0.12.3 sebagai mobility generator dan MOVE sebagai script generator. Performansi diukur menggunakan parameter perbandingan berupa Average throughput, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, dan Routing Overhead. Dari hasil simulasi AOMDV memiliki nilai performansi yang lebih baik dengan nilai rata-rata  442.55 kbps, 88.96%, 1.659, 1.044 sedangkan pada OLSR memiliki nilai rata-rata 436.31 kbps, 85.73%, 2.075, 1.671. Hal tersebut menunjukkan bahwa protokol routing AOMDV yang bersifat reaktif lebih efisien digunakan pada kondisi jalan perkotaan yang terdapat lebih dari satu persimpangan dan adanya lampu lalu lintas dibandingkan dengan protokol routing OLSR yang bersifat proaktif. Kata kunci : VANET, OLSR, AOMDV, NS-2, SUMO, MOVE
Analisis Multipath Tcp Dengan Openflow Berbasis Software Defined Network (sdn) Veby Riza Fransiska; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Data center merupakan pusat lalu lintas data yang memiliki topologi jaringan berskala besar. Desain topologi jaringan data center harus memenuhi kriteria high bandwidth, low latency, communication balance. fat-tree adalah salah satu topologi yang sering digunakan pada data center. fat-tree diadopsi secara luas dalam membangun jaringan data center. fat-tree memiliki karakteristik full bisection bandwidth yang berperan penting untuk menghindari terjadinya congestion. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan penerapan konsep multipath TCP berbasis Software defined network dan menganalisa kinerja multipath TCP dalam mengatasi measalah pada jalur yang mengalami masalah. Dalam hal ini multipath TCP sangat dibutuhkan karena ketika initial handshake, pengirim dan penerima saling memberikan informasi tentang IP address. Kemudian MTCP akan membangun beberapa subflows dari sebagian atau seluruh IP pengirim ke sebagian atau ke seluruh IP penerima, sehingga dapat dapat mengatur berapa besar bandwidth yang akan dialirkan pada path tersebut. Hasil pengujian yang didapatkan adalah berupa parameter one-way delay yang telah memenuhi standar ITUT G.114 yaitu di bawah 400 milidetik atau 150 milidetik, retransmission dan RTT yang lebih baik dari single path , serta nilai throughput 50% lebih besar dari komunikasi single path dengan rata-rata bandwith 43.521 Mbit/s sementara single path mendapat nilai rata-rata 27.247 Mbit/s. Penelitian ini juga menguji parameter Quality of Service dengan menambahkan background traffic pada sekenario trafik 40%-60% dan 20%-80% dimana background traffic mempengaruhi bandwith link dengan memperbesar bandwith link 1 dan mengurangi bandwith link 2 karena multipath TCP telah mengatur trafik 40%-60% dan 20%-80% pada link. Kata Kunci : Software Defined Network, Multipath TCP, OpenFlow, Data center Abstract Data center is the center of data traffic that has a large-scale network topology. The design of the data center network topology must meet the criteria of high bandwidth, low latency, communication balance. fat-tree is one of the topology that is often used in data center. fat-tree is widely adopted in building data center networks. fat-tree has the characteristics of full bisection bandwidth that plays an important role to avoid congestion. In this final project will implement the concept of TCP-based multipath based Software defined network and analyze TCP multipath performance in overcoming the problem in the path of problem. In this case TCP multipath is needed because when the initial handshake, the sender and receiver give each other information about the IP address. Then MTCP will build some subflows from some or all sending IPs to some or all of the receiving IP, so it can be able to set how much bandwidth will be streamed on the path.. The test results obtained are a one-way delay parameter that meets ITU-T G.114 standard under 400 milliseconds or 150 milliseconds, retransmission and RTT better than single path, and throughput value 50% greater than single communication path with an average bandwidth of 43,521 Mbit / s while a single path gets an average of 27,247 Mbit / s. This study also tested the parameters of Quality of Service by adding background traffic on the traffic scenario of 40% -60% and 20% -80% where the background traffic affects bandwith links by increasing link bandwidth 1 and reducing bandwidth link 2 because multipath TCP has set 40% -60% and 20% -80% on links.. Keywords: Software Defined Network, Multipath TCP, OpenFlow, Data Center
Perancangan Dan Implementasi Metode Vpn Pppoe Pada Jaringan Backbone Wireless Mpls Rein Rachman Putra; Ridha Muldina Negara; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini banyak sekali industri ISP (Internet Service Provider) yang menggunakan teknologi wireless IEEE 802.11 b/g/n dengan frekuensi 5.8 Ghz atau 2,4 Ghz sebagai Backbone.Untuk melindungi data pelanggan yang melalui jaringan wireless mayoritas ISP menggunakan protokol PPPoE namun penambahan protokol ini pada jaringan, berpengaruh terhadap kualitas dari jaringan karena ada nya proses enkapsulasi yang terjadi, maka diperlukan ada nya pengukuran QoS pada jaringan untuk menenentukan dampak dari protokol ini pada jaringan. Pada penelitian ini penulis telah merancang dan melakukan pengukuran QoS pada jaringan backbone sebuah ISP yang menggunakan PPPoE serta penulis akan menggunakan metode MPLS (Multi Protocol Label Switching) pada jaringan agar meredam penurunan QoS yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat kenaikan nilai delay pada saat menggunakan protokol PPPoE menjadi sebesar 6ms tanpa menggunakan layanan dan 171,1ms untuk layanan video streaming. Kata kunci : PPPoE, QoS, MPLS,Wireless.
Simulasi Dan Analisis Sistem Gateway Terdistribusi Untuk First-hop Redundancy Dan Load Balancing Haidlir Achmad Naqvi; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Internet diharapakan untuk selalu tersedia sehingga layanan-layanan di atasnya dapat digunakan setiap saat. Untuk mendapatkan jaringan Internet yang memiliki availability yang tinggi, maka pada jaringan digunakan lebih dari satu gateway atau redundansi. Sehingga bila terjadi down pada salah satu gateway, gateway yang lain dapat mengambil tugas dari gateway yang down tersebut. Pada lapisan akses, penggunaan lebih dari satu gateway disebut first-hop redundancy (FHR). Dalam penelitian ini, Penulis mengusulkan sebuah rancangan FHR dan fungsi load balancing. First-hop redundancy dirancang menggunakan paradigma software defined networking. Dalam perancangan sistemnya, POX dipilih sebagai SDN controller serta Openflow sebagai protokol antar-muka antara switch dan controller. FHR yang dirancang disimulasikan di atas mininet. Melalui simulasi tersebut diuji kemampuan dari first-hop redundancy tersebut, antara lain delay fail-over, load distribution serta resource utilization dan overhead pada controller pada topologi bipartit. Dari hasil pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa sistem dapat menjalankan fungsi FHR dengan menghasilkan fail-over delay yang stabil di bawah 140 ms untuk aliran tunggal. Fungsi load balancing dapat berjalan dan menaikkan performa jaringan sejalan dengan pertambahan jumlah gateway yang digunakan, meskipun proporsi persebaran beban pada gateway masih belum rata. Selain itu, Skalabilitas sistem masih perlu ditingkatkan. Kata kunci : first-hop redundancy, software defined networking, openflow.
Analisis Performansi Protokol Routing Aodv Dan Fsr Pada Vanet (studi Kasus: Skenario Jalan Raya) Goklas Giovanni Sitompul; Ridha Muldina Negara; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VANET merupakan pengembangan dari jaringan MANET (Mobile Ad-hoc Network), namun dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Jaringan VANET memungkinkan kendaraan-kendaraan di jalan dapat berkomunikasi secara langsung dengan kendaraan lainnya dalam keadaan bergerak dan tanpa menggunakan infrastruktur yang tetap. Jaringan VANET diharapkan dapat meningkatkan tingkat keamanan berkendara dan mengurangi angka kecelakaan berkendara. Namun, VANET memiliki karakteristik jaringan dimana node-node jaringan tersebut bergerak dengan sangat cepat. Tugas Akhir ini bertujuan menganalisis performansi dua protokol berbasis topologi: Ad-hoc On-demand Distance Vector (AODV) dan Fisheye State Routing (FSR) pada VANET dengan studi kasus skenario jalan raya. Kedua protokol tersebut disimulasikan menggunakan Network Simulator 2 (NS-2) dengan skenario kecepatan dan kepadatan node. Kedua protokol tersebut dibandingkan dan ditinjau dari parameter packet delivery ratio, throughput, end-to-end delay, dan routing overhead. Dari tugas akhir ini diperoleh hasil bahwa kedua protokol memiliki keunggulan masing-masing. AODV unggul pada parameter packet delivery ratio dan throughput dengan rata-rata nilai 92.53% dan 7 kbps, sementara FSR 37.08% dan 2.99 kbps. Sementara FSR unggul pada parameter end-to-end delay dan routing overhead dengan nilai rata-rata 253.48 ms dan 33.89, sementara AODV 475.62 ms dan 91.15.
Implementasi Dan Analisis Performansi Mobicents Sebagai Server Aplikasi Untuk Layanan Click To Call Rizka Darmawan Dwi Putra; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam aspek kehidupan baik di bidang ilmu pengetahuan, bisnis, maupun ekonomi. Salah satu perkembangan teknologi saat ini adalah Voice over Internet Protocol (VoIP) dimana kita dapat berkomunikasi melalui media internet. Selain itu kita membutuhkan akses informasi yang cepat agar efisituen dari segi waktu. Di sisi lain, perkembangan ini menuntut kebutuhan infrastruktur jaringan yang sangat penting baik itu kebutuhan bandwidth untuk pengiriman suara maupun kehandalan sistem dalam melakukan pelayanannya. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, throughput, dan parameter lainnya. Disini akan diuji kelayakan dari layanan click to call yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Penelitian ini mengimplementasikan layanan click to call pada server aplikasi Mobicentsy yang berdiri sendiri . Dari implementasi ini selanjutnya dianalisis call pada server dari aspek quality of service-nya dengan parameter delay, jitter, packet loss dan throughput. Selain itu akan dianalisis dari parameter lainnya yaitu post dial delay, CPU usage dan Memory usage. Analisis dilakukan berdasarkan hasil uji coba proses pengiriman perintah pada sistem untuk selanjutnya melakukan pengiriman suara dari server menuju client dengan client lainnya dan background traffic. Pada penelitian ini juga diuji tentang performansi server dengan media wired dan wireless. Dari pengujian dan analisis diperoleh nilai one way delay sebesar 19.99319104 ms, jitter 0.307859479 ms, throughput 10732,4619 bytes/s dan total PDD 0.277226437 s. Kemudian untuk background traffic maksimal sebesar 80 Mbps nilai delay 19.9940779 ms, jitter 0.502872421 ms, throughput 10727.92687 bytes/s dan total PDD 0.309896433 s. Kemudian untuk nilai CPU usage dan Memory usage tertinggi berturut-turut yaitu 11.34 % dan 29.4 %. Hasil yang diperoleh masih dibawah batas maksimum yang distandarkan ITU -T, Cisco dan IETF, maka disimpulkan sistem ini dapat berfungsi dengan baik. Serta menggunakan media wired akan memberikan hasil performansi lebih baik daripada menggunakan media wireless. Kata Kunci: Click to call, SIP Servlets, Mobicents
Minimalisasi Pemilihan Rute Overlap Pada Equal Cost Multipath Routing (ecmp) Dengan Pendekatan Software Defined Networking Ramadhika Dewanto; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Equal Cost Multipath Routing (ECMP) adalah proses routing yang memanfaatkan seluruh pilihan jalur yang tersedia antara satu node dengan node lainnya dalam jaringan dengan memetakan setiap jalur dengan seluruh kemungkinan trafik (pasangan source-destination) secara statis. Konfigurasi tersebut memungkinkan adanya pengiriman dua atau lebih trafik melalui rute-rute dengan komponen link yang beririsan, meskipun ada rure alternatif yang sedang tidak digunakan. Software Defined networking (SDN) memiliki kemampuan untuk membuat ECMP lebih dinamis dengan cara mengukur bandwidth yang tersisa dari setiap link dalam jaringan secara real-time oleh controller. Hasil pengukuran bandwidth yang dilakukan kemudian dijadikan dasar oleh controller untuk melakukan penentuan jalur yang dilewati sebuah trafik. Dalam tugas akhir ini, penulis membangun sebuah sistem penerapan ECMP berbasis SDN yang dapat mencegah terjadinya kongesti dengan melakukan pengukuran bandwidth setiap pilihan rute sebelum pengiriman setiap trafik, sehingga trafik-trafik yang ada sebisa mungkin tidak dilewatkan melalui rute-rute dengan komponen link yang sama (overlap). Skema yang diajukan terbukti menghasilkan nilai throughput 14.21% lebih tinggi dan delay 99% lebih rendah dibanding ECMP standar ketika terjadi kongesti serta memiliki nilai standar deviasi load 75.2 % lebih rendah dibanding load balancer round robin. Kata kunci : ECMP, Overlapping, SDN, load balancing Abstract Equal Cost Multipath Routing (ECMP) is a routing application where all available paths between two nodes is utilized by statically mapping each path to possible traffics between source and destination hosts in a network. This configuration can lead to congestion if there are two or more traffics being transmitted into paths with overlapping links, despite the availability of less busy paths.Software Defined Networking (SDN) has the ability to increase the dynamicity of ECMP by allowing controller to monitor available bandwidths of all links in the network in real-time. The measured bandwidth is then implemented as the basis of the calculation to determine which path a traffic will take. In this final project, a SDN-based ECMP application that can prevent network congestion is made by measuring available bandwidth of each available paths beforehand, thus making different traffics transmitted on non-overlapped paths as much as possible. The proposed increased the throughput by 14.21% and decreased the delay by 99% in comparison to standard ECMP when congestion occured and has 75.2% lower load standard deviation in comparison to round robin load balancer. Keyword: ECMP, Overlapping, SDN, load balancing
Analisis Performasi Framework Codeigniter Dan Laravel Menggunakan Web Server Apache Ruli Erinton; Ridha Muldina Negara; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membangun sebuah website dibutuhkan sebuah framework, yang dapat membantu pembangunan dan pengembangan website itu sendiri sehingga developer tidak perlu membangun sebuah website dari awal lagi jika ingin memperbarui fitur-fitur pada website yang sudah ada sehingga sumberdaya yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Saat ini terdapat lebih dari satu jenis framework yang dapat digunakan sebagai tool untuk membuat website , Untuk itu dilakukan analisis performasi anatar dua framework, yang kemudian hasil analisis dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi developer untuk pemilihan framework dari sisi performasinya. Framework adalah sekumpulan fungsi, class, dan aturan-aturan. Berbeda dengan library yang sifatnya untuk tujuan tertentu saja, framework bersifat menyeluruh mengatur bagaimana kita membangun aplikasi. Framework memungkinkan kita membangun aplikasi dengan lebih cepat karena sebagai developer kita akan lebih memfokuskan pada pokok pemasalahan. aplikasi web yang menggunakan framework CodeIgniter lebih baik dari sisi perfomasinya dibandingkan dengan aplikasi web yang menggunakan framewrok Laravel. nilai time pada CodeIgniter 150,5 ms lebih rendah dibnadingkan nilai time pada Laravel 254,5 ms. Nilai error terting didapat pad Laravel 79,7. Pada parameter QoS nilai throughput tertinggi 6,227 Mbps, packet loss 0%, retransmission terendah 1, delay terendah 91,46 dengan klasifikasi sangat baik berdasarkan standar ITU-T.Kata kunci : Performasi, Analisis, Framework CodeIgniter, Framework Laravel, Web Server Apache.
Implementasi Sistem Load Balancing Menggunakan Metode Round Robin Dengan Controller Opendaylight Sebagai Komponen Utama Arsitektur Sdn Edgar Giovanni Ariestawan; Nachwan Mufti Adriansyah; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Software Defined Network (SDN) adalah suatu paradigma yang merubah cara merancang, mengatur, dan mengontrol jaringan. SDN membuat suatu jaringan dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan yang ada. Salah satu protokol yang mendukung SDN yaitu OpenFlow. Pada protokol OpenFlow, terdapat perangkat kontrol (control plane) dan perangkat penyalur paket data (data plane). Control Plane berfungsi sebagai pengontrol jaringan yang akan dilewatkan, Data Plane berfungsi untuk mengirimkan paket data ke tujuannya. Dalam tugas akhir ini, akan dirancang sebuah sistem yang memiliki fungsi load balancing dengan menggunakan metode Round Robin dan OPENDAYLIGHT sebagai SDN controller. Dalam pengimplementasiannya akan dilakukan pengujian pada sebuah jaringan komputer dengan jumlah server sebanyak 3 unit dan jumlah client sebanyak 16 unit. Masing-masing client melakukan koneksi secara acak dengan cara mengirimkan paket Internet Control Message Protocol (ICMP) terhadap alamat IP publik dan controller OPENDAYLIGHT melakukkan pemetaan client tersebut terhadap server berdasarkan metode round robin. Kemudian dilakukan uji coba dengan beberapa parameter seperti response time, network convergence, overhead, dan resource utilization yang digunakan dan melakukan perbandingan bagaimana perbedaan antara sebelum menggunakan load balancing dan sesudah menggunakan load balancing. Kata kunci: sofware defined network, openflow, Round Robin, OPENDAYLIGHT, load balancing. ABSTRACT Software Defined Network (SDN) is a paradigm that changes how to design, manage, and control the network. SDN makes a network can be programmed in accordance with existing needs. One of the protocols that supports SDN is OpenFlow. In the OpenFlow protocol, there is a control plane and a data plane. Control Plane serves as a network controller to be missed, Data Plane serves to send data packets to its destination. In this final project, we will design a system that has load balancing function using Round Robin and OPENDAYLIGHT method as SDN controller. In the implementation will be tested on a computer network with the number of servers as much as 3 units and the number of clients as many as 15 units. Each client makes a random connection by sending an Internet Control Message Protocol (ICMP) packet to the public IP address and the OPENDAYLIGHT controller to mapping the client against the server based on the round robin method. Then tested with some parameters such as response time, network convergence, overhead, and resource utilization, then we comparison how difference between before using load balancing and after using load balancing Keywords: software defined network, openflow, Round Robin, OPENDAYLIGHT, load balancing.
Co-Authors ., Ridwan Abu Riza Sudiyatmoko Abu Riza Sudiyatmoko, Abu Riza Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adinda Riztia Putri Ahdan, Syaiful Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Ana Oktaviana Ana Oktaviana Ana Oktaviana, Ana Andi Achmad Akbar Wisani Andre Rizki Dewo Nugraha Anisia, Rianda Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arif Nur Hidayat Arif Nur Hidayat, Arif Nur Arifiana Satya Nastiti Arifin, Hasan Nur Asep Mulyana Asep Mulyana Assyifavi, Shofia Audy Septarindra Baihaqi, Mohammad Rifki Budiana, Mochamad Soebagja Danastri Ratna Nursanti Dewi Danu Dwi Sanjoyo Dewanto, Ramadhika Dimitri Mahayana DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana DWI ANDI NURMANTRIS Edgar Giovanni Ariestawan Elfarizi, Sayid Huseini Elsa Mustikawati Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Favian Dewanta Febri Surya Hadi Goklas Giovanni Sitompul Haidlir Achmad Naqvi Halimah Tussyadiah Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hardika Kusuma Putri Hurianti Vidyaningtyas I Gede Agus Surya Negara I Putu Yasa I Putu Yasa Icha Nurlaela Khoerotunisa Indrarini Dyah Irawati Iqbal Firda Rusdiansyah Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Kusuma Putri, Hardika Larasati, Harashta Tatimma Leanna Vidya Yovita Lenna Vidya Yovita Manzila Izniardi Djomi Mirdan Syahid Mulya Sudrajat Muhammad Al Makky Muhammad Dimas Arfianto Muhammad Dimas Arfianto, Muhammad Dimas Muhammad Fihri Muhammad Irfan Denatama Muhammad Irfan Denatama, Muhammad Irfan Muhammad, Zaid Mustikawati, Elsa Nachwan Mufti Adriansyah Nana Rachmana Syambas Nastiti, Arifiana Satya Negara, I Gede Agus Surya Nugraha, Andre Rizki Dewo Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Oki Marzuqi Pande Putu Kika Adi Saputra Parman Sukarno PRASETIA, RENDI DIAN Puji Dwika Pradana Putra, Made Adi Paramartha Putri Monika Rahadiansyah, Muhammad Fadhil Rahmat Yasirandi Rahmatullah, Fakhri Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Rendy Munad Rendy Munadi Revan Faredha Aswariza Revan Faredha Aswariza, Revan Faredha Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Ridwan . Rifqi Fadillah Rahmadayansya Rio Guntur Utomo Rizka Darmawan Dwi Putra ROHMAT TULLOH Ruli Erinton Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sri Rezeki Sussi Tadila Fadil Toni Kusnandar Tri Reza Gading Tri Reza Gading Triani Wulandari Triani Wulandari Triartono, Zehan Uke Kurniawan Usman Veby Riza Fransiska Wasesa, Novan Purba Wildan Maulana Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia Yuanita Indah Putri Yudha Widiyanto YULI SUN HARIYANI Zehan Triartono Zufar Dhiyaulhaq