Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Algoritma Routing Aodv Manet-dtn Untuk Komunikasi Bencana Danastri Ratna Nursanti Dewi; Lenna Vidya Yovita; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan Mobile Ad Hoc Network (MANET) dalam melakukan self-configure dan membentuk mobile mesh menggunakan jalur nirkabel dapat digunakan pada kondisi yang ekstrem, seperti kondisi pada daerah akibat bencana. Salah satu routing yang digunakan dalam MANET adalah routing AODV. Routing AODV adalah salah satu routing reaktif yang diperlukan ketika ada permintaan untuk mengirim data. Namun dalam implementasi pada kondisi bencana, routing AODV memiliki kelemahan yaitu rentan terhadap kondisi lingkungan yang sangat ekstrim. Maka dapat mengganggu proses kerja sistem jaringan dan menghambat waktu dalam pengiriman pesan. Dalam penelitian ini akan dirancang komunikasi yang toleransi terhadap gangguan akibat bencana yaitu MANET AODV-DTN. Dengan sistem ini nilai parameter Probability Delivery Ratio (PDR) dapat meningkat yang dibuktikan dengan pengujian modifikasi variable jumlah node menjadi sebesar 0.431 %, meningkatkan average delay sebesar 37.5 %, dan menjadikan konsumsi energi yang dihasilkan meningkat sebesar 0.170 %. Begitu juga dengan pengujian modifikasi variable kecepatan diperoleh PDR 0.482 %, meningkatkan average delay sebesar 70.54 % dan konsumsi energi meningkat 0.167 %. Modifikasi variable ukuran buffer diperoleh hasil PDR 0.729 %, meningkatkan average delay 39.39 % dan konsumsi energi meningkat 0.161 %. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa MANET routing AODV-DTN lebih baik dibandingkan dengan MANET routing AODV. Kata kunci: MANET, AODV, DTN, bundle, average delay Abstract Mobile Ad Hoc Network (MANET) has ability to self -configure and establish a mobile mesh using wireless lines that can be used in extreme conditions, such as conditions in areas affected by disasters. One of the routings in MANET is AODV routing. AODV is one of the reactive routing needed to send data. However, in the implementation of disaster conditions, AODV has weaknesses that are vulnerable to extreme environmental conditions. Then can occur in the process and changes in message delivery. In this study, communication will be designed that leads to disruption due to disaster, namely MANET AODV-DTN. With this system the Probability Delivery Ratio (PDR) parameter value can be increased as evidenced by the variable modification of the number of nodes to be 0.431%, reducing the average delay by 37.5%, and producing the energy consumption increased by 0.170%. Likewise with the variable modification of speed obtained by PDR 0.482%, reducing the average delay by 70.54% and energy consumption increased by 0.167%. Modification of buffer size variables obtained 0.729% PDR results, reducing the average delay of 39.39 % and energy consumption increased by 0.161%. From these data, MANET AODV-DTN is better than MANET AODV. Keywords: MANET, AODV, DTN, bundle, average delay
Analisis Performansi Gateway Balancing Pada Wireless Software Defined Network (wsdn) Febri Surya Hadi; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini sedang berkembang sebuah paradigma baru dalam jaringan komputer, yaitu Software Defined Networking (SDN). SDN adalah sebuah arsitektur jaringan yang dengan kondisi network control terpisah dari forwarding plane dan dapat diprogram secara langsung, sehingga mampu menyediakan jaringan yang fleksibel, programable, vendor-agnostic, cost efficient. Namun, SDN yang tersedia saat ini kebanyakan masih digunakan dalam jaringan kabel dan bukan nirkabel. Pada penelitian ini dilakukan simulasi yang mengintegrasikan SDN dengan wireless network. Pengintegrasian tersebut dilakukan dengan membuat suatu Wireless Mesh Router (WMR) yang di dalamnya terdapat OpenFlow switch untuk menghubungkan WMR dengan SDN controller. Pada wireless SDN, terdapat fungsi gateway balancing yang akan dieksekusi untuk menangani laju traffic sehingga akan didapatkan nilai bandwith yang lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan gateway balancing. Penelitian ini mengaplikasikan wireless SDN (WSDN) pada jaringan wireless sebagai routing engine untuk melakukan gateway balancing pada perutingan yang akan melalui gateway pada klien. Penelitian ini dilakukan dua skenario pengujian: i) controller gateway balancing dan ii) controller gateway fault handling. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini antar lain Openvswitch, POX controller, OLSR daemon, dan script Python dan Bash yang tersedia. Simulasi dibuat dengan menggunkan Linux container (LXC), CORE, dan NS-3. Kata kunci : SDN, WSDN, OpenFlow, Gateway balancing Abstract In this time, a new paradigm has been developed in computer networks, it is called Software Defined Networking (SDN). SDN is a network architecture which separates the network controller from the forwarding plane and can be programmed directly, so it provides flexible, programmable, vendor-agnostic, cost efficient networks. However, the SDN that is currently available at this time is mostly still used in wired networks and not wireless. In this project, I simulated the SDN that integrates within the wireless network. The integration is done by creating a Wireless Mesh Router (WMR) in which it is using the OpenFlow switch to connect the WMR with SDN controller. Gateway balancing function in SDN controller is excecuted for handling the traffic flows so we get better bandwidth values than without the gateway balancing activated. This project applicates the wireless SDN (WSDN) as routing engine that do the gateway balancing in the traffic that is going through gateways on clients. This project has tested three scenarios: i) controller gateway balancing and ii) controller gateway fault handling. The softwares are used in this simulation are Openvswitch, POX controller, OLSR daemon, and Python and Bash scripts provided. The tools are used for the simulation are Linux containers (LXC), CORE, and NS-3. Keywords: SDN, WSDN, OpenFlow, Gateway balancing
Pengujian Performansi Keamanan Wireless Lan Menggunakan Wireless Intrusion Detection System Iqbal Firda Rusdiansyah; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan jaringan internet yang semakin pesat dan besar mendorong peningkatan penggunaan jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) sebagai gateway bagi endpoint device untuk mengakses jaringan internet. WLAN memiliki kelebihan yakni memiliki kecepatan transfer data tinggi, praktis digunakan, dan fleksibel karena menggunakan media transmisi gelombang radio untuk terhubung dengan user. Namun karena transmisi paket dilakukan secara terbuka membuat jaringan WLAN lebih rentan terhadap pencurian data dan serangan cybers. Untuk mengamankan jaringan WLAN terdapat sistem keamanan yang sudah mumpuni yakni Wireless Intrusion detection system (WIDS). WIDS memiliki prinsip yang sama dengan IDS namun dikhususkan untuk melindungi jaringan WLAN dari serangan. Sehingga WIDS cocok dipasangkan pada jaringan WLAN karena dapat mendeteksi serangan di udara sehingga admin jaringan dapat melakukan tindakan sebelum serangan merusak komponen penting yakni server, access point, dan client. Dalam tugas akhir ini, sistem keamanan WIDS akan dipasangkan pada jaringan WLAN yang dijalankan menggunakan emulator Mininet-Wifi. Sistem yang telah dibuat diuji menggunakan serangan yang khusus ditujukan untuk jaringan WLAN (WEP, WPA, WPA2 Cracking; Denial of Service; dan Evil-Twin) dan diuji performansi QoS-nya saat sebelum dan setelah dipasang WIDS dan saat dijalankan dengan trafik video dan VoIP dengan bacgkround traffic 10 Mbps hingga 58 Mbps. Hasilnya sistem dapat mendeteksi serangan WEP, WPA, dan WPA2 Cracking; dan Denial of Service namun tidak dapat menentukan sumber serangan dengan tepat (false positive). Untuk serangan Evil-Twin dapat dideteksi dengan baik oleh sistem. Dari uji performansi, didapat hasil pemasangan WIDS hanya berpengaruh terhadap kenaikan delay rata-rata. Begitu juga dengan kondisi background traffic yang berbeda hanya terjadi peningkatan secara linear pada delay rata-rata. Untuk jitter throughput, dan packet loss cenderung stabil dari hasil dua uji performansi yang dilakukan. Kata Kunci : WLAN, WIDS, access point. Abstract The development of increasingly fast and large internet networks has encouraged an increase in the use of Wireless Local Area Network (WLAN) networks as a gateway for device endpoints to access internet networks. WLAN has the advantage of having high data transfer speeds, practical use, and flexibility because it uses radio wave transmission media to connect with users. However, because packet transmission is carried out openly, making WLAN networks more vulnerable to data theft and attack by cybers. To secure the WLAN network, there is a security system that is qualified, namely the Wireless Intrusion detection system (WIDS). WIDS has the same principles as IDS but is specifically intended to protect WLAN networks from attacks. So that WIDS is suitable to be installed on a WLAN network because it can detect attacks in the air so the network admin can take action before the attack damages important components, namely the server, access point, and client. In this final project, the WIDS security system will be installed on a WLAN network that is run using the Mininet-Wifi emulator. Systems that have been made are tested using attacks specifically intended for WLAN networks (WEP, WPA, WPA2 Cracking; Denial of Service; and Evil-Twin) and QoS performance is tested before and after WIDS is installed and when run with video and VoIP traffic with backround traffic of 10 Mbps to 58 Mbps. The result is that the system ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 4401 2 can detect WEP, WPA, and WPA2 Cracking attacks; and Denial of Service but cannot determine the source of the attack correctly (false positive). Evil-Twin attacks can be detected properly by the system. From the performance test, it was found that the WIDS installation results only affected the increase in average delay. Likewise, with different background traffic conditions there is only a linear increase in average delay. For jitter throughput, and packet loss tend to be stable from the results of two performance tests performed. Keywords : WLAN, WIDS, access point.
Implementasi & Analisis Performansi Layanan Web Pada Platform Berbasis Docker Muhammad Fihri; Ridha Muldina Negara; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Docker merupakan platform yang berfungsi untuk mengembangkan, mengirim, serta menjalankan beragam aplikasi dengan lebih cepat. Seiring dengan perkembangan layanan web, ukuran aplikasi web yang dibangun atas arsitektur monolitik akan semakin membesar dan menyulitkan pengembangan berkelanjutan karena aplikasi terdiri menjadi 1 kesatuan aplikasi, dan perubahan sekecil apapun pada lini kode akan memengaruhi keseluruhan aplikasi. Lalu berkembang arsitektur microservice yang memecah aplikasi jadi beberapa komponen kecil yang beroperasi terhadap layanan yang spesifik. Platform docker memudahkan untuk mengembangkan sistem microservice karena membutuhkan integrasi sistem yang terdiri dari beragam pecahan komponen sistem dan memungkinkan untuk pengembangan sistem secara berkelanjutan. Pada penelitian ini, akan dikembangkan layanan web E-Commerce pada platform berbasis docker, selanjutnya akan dilakukan simulasi untuk melihat gambaran performa sistem yang telah dikembangkan berdasarkan parameter throughput, response time, cpu utilization, dan memory utilization. Hasil simulasi menunjukkan sistem yang dibangun mampu memenuhi standar dengan performa baik ketika menerima sejumlah http load. Kata kunci : docker, load balancing, container, layanan web Abstract Docker is a platform to develop, send, and run various applications faster. Along with the development of web services, the size of web applications built on monolithic architecture will be increasingly large and make it difficult for continous delivery because the application form as a single unity, and the slightest change in the code line will affect the entire application. Then the microservice architecture was blossom and make it possible to split the application into several small components that operate on specific services. The docker platform makes it easy to develop a microservice system because it requires system integration consisting of a variety of fractional system components and allows for continuous system development. In this study, E-Commerce web services will be developed on a docker-based platform, then simulations will be conducted to see an overview of system performance that has been developed based on parameters throughput, response time, cpu utilization, and memory utilization. Simulation results show that the system built is able to meet the standard with good performance when receiving a number of http loads. Keywords: docker, load balancing, container, web services
Analisis Perbandingan Open Virtual Network Dengan Open Vswitch Pada Cloud Computing Berbasis Openstack Zufar Dhiyaulhaq; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak OpenStack merupakan platform open source cloud computing yang banyak digunakan di industri. Dimana OpenStack memungkinkan pengguna dapat mengelola sumber daya komputasinya secara mandiri. Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya demand pada cloud computing mendorong komunitas untuk mengembangkan dan memperbaharui OpenStack agar dapat terus melayani permintaan layanan tersebut. Open vSwitch dan Open Virtual Network adalah sebuah open source software switch yang menyediakan abstraksi jaringan dan dapat menghubungkan virtual machine pada komputer yang berbeda. Open vSwitch maupun Open Virtual Network dapat diimplementasikan pada cloud computing OpenStack. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan performansi trafik yang dapat dilewatkan oleh Open vSwitch dan Open Virtual Network pada cloud computing OpenStack. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Open Virtual Network memiliki performa yang lebih baik daripada Open vSwitch pada interkoneksi berbeda virtual network serta interkoneksi dengan sistem diluar OpenStack. Dapat disimpulkan bahwa Open Virtual Network dapat digunakan pada cloud computing OpenStack selain Open vSwitch karena memiliki rata-rata performansi yang lebih baik dari Open vSwitch. Kata Kunci: Open vSwitch, Open Virtual Network, OpenStack, Cloud Computing Abstract OpenStack is an open source cloud computing platform that is widely used in the industry. Where OpenStack allows users to manage their computing resources independently. With the rapid development of technology and the high demand for cloud computing, the community is pushing to develop and update OpenStack so that it can continue to serve these service requests. Open vSwitch and Open Virtual Network are open source software switches that provide network abstraction and can connect virtual machines to different computers. Open vSwitch or Open Virtual Network can be implemented in OpenStack cloud computing. This study was conducted to determine the extent of differences in traffic performance that can be passed by Open vSwitch and Open Virtual Network on OpenStack cloud computing. Based on the results, Open Virtual Network has better performance than Open vSwitch on different interconnections of virtual networks as well as interconnections with systems outside of OpenStack. Open Virtual Network can be used in cloud computing OpenStack other than Open vSwitch because it has an average performance that is better than Open vSwitch. Keywords: Open vSwitch, Open Virtual Network, OpenStack, Cloud Computing
Product Design of Portable Oscilloscope Using Arduino to Analyze Signal Wildan Maulana; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An electrical signal is an electrical voltage or current that carries information. The term electrical signal in a circuit can refer to voltage or current. Voltage or often people call with potential differences, is the energy carried out to move a single charge, while an electric current is a change in the speed of a charge with respect to time or charge that flows in units of time. In a research or scientific project, measurement tools are often needed that can project the form of electrical signals to be seen and studied. One measuring instrument commonly used is the oscilloscope (oscilloscope). Oscilloscopes are usually used to observe the exact wave shape of an electrical signal. This measuring instrument works based on data samples, the higher the data sample, the more accurate the electronic equipment. Oscilloscopes usually have very high data samples, so Oscilloscopes are very expensive electronic measuring devices. If an oscilloscope has a sample rate of 10 Ks / s (10 kilos of sample / second = 10,000 data per second), then this tool will read 10,000 times a second. However, not all scientific research or projects require a type of Oscilloscope that has such a high level of accuracy, there are some of them needed just to learn a basic introduction to electrical signals, there are several other cases needed to be practically portable, so it is easy to use at the time is required. But in the market today, Oscilloscope products are dominated by products of manufacturing manufacturers with large and heavy dimensions, of course with relatively very expensive costs and generally for the needs of laboratory procurement. Keywords: Oscilloscope, Electrical Signal, Portable, Electronic Measuring Instruments.
Analisis Optimasi Algoritma IP Hash pada P4 Menggunakan Algoritma Round Robin Baihaqi, Mohammad Rifki; Negara, Ridha Muldina; Tulloh, Rohmat
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Load balancing adalah mekanisme untuk membagi beban komputasi ke beberapa server. Load balancing ini bertujuan untuk mengoptimalkan resource dan meningkatkan throughput agar server tidak mengalami overload. Software Defined Network (SDN) adalah teknologi jaringan komputer yang memisahkan fungsi Data Plane dan control plane. Protokol OpenFlow digunakan untuk mengontrol/mengelola arus lalu lintas, tetapi OpenFlow ini telah ditentukan dan tidak dapat diubah atau dimodifikasi. Untuk mengatasi masalah di atas, Programming Protocolindependent Packet Processors (P4) adalah bahasa pemrograman untuk pemrograman top-down yang dapat menentukan bagaimana pipeline pada switch bekerja dan bagaimana paket-paket ini dapat diproses. P4 ini dapat mengatasi kelemahan OpenFlow yang kurang fleksibel dalam mengontrol/mengatur arus trafik dan memungkinkan berjalannya proses load-balancing. Pada Tugas Akhir ini telah dilakukan simulasi dan analisis load balancing pada infrastruktur jaringan yang dapat diprogram berbasis bahasa P4. Algoritma round-robin dengan P4 memiliki nilai throughput rata-rata 127,61 KB/s. Algoritma hash IP dengan P4 memiliki nilai throughput rata-rata 127,50 KB/s. Algoritma round robin memiliki nilai response time rata-rata 3,13 ms; pada algoritma hash IP, nilai rata-ratanya adalah 12,16 ms. Nilai response time sistem berbasis P4 dengan algoritma round robin lebih baik daripada algoritma hash IP, dan request loss kedua sistem dapat mendistribusikan request dengan baik sehingga request loss sebesar 0%.Kata Kunci—load balancing, data plane, P4, round robin, IP hash
Co-Authors ., Ridwan Abu Riza Sudiyatmoko Abu Riza Sudiyatmoko, Abu Riza Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adinda Riztia Putri Ahdan, Syaiful Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Ana Oktaviana Ana Oktaviana Ana Oktaviana, Ana Andi Achmad Akbar Wisani Andre Rizki Dewo Nugraha Anisia, Rianda Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arif Nur Hidayat Arif Nur Hidayat, Arif Nur Arifiana Satya Nastiti Arifin, Hasan Nur Asep Mulyana Asep Mulyana Assyifavi, Shofia Audy Septarindra Baihaqi, Mohammad Rifki Budiana, Mochamad Soebagja Danastri Ratna Nursanti Dewi Danu Dwi Sanjoyo Dewanto, Ramadhika Dimitri Mahayana DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana DWI ANDI NURMANTRIS Edgar Giovanni Ariestawan Elfarizi, Sayid Huseini Elsa Mustikawati Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Favian Dewanta Febri Surya Hadi Goklas Giovanni Sitompul Haidlir Achmad Naqvi Halimah Tussyadiah Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hardika Kusuma Putri Hurianti Vidyaningtyas I Gede Agus Surya Negara I Putu Yasa I Putu Yasa Icha Nurlaela Khoerotunisa Indrarini Dyah Irawati Iqbal Firda Rusdiansyah Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Kusuma Putri, Hardika Larasati, Harashta Tatimma Leanna Vidya Yovita Lenna Vidya Yovita Manzila Izniardi Djomi Mirdan Syahid Mulya Sudrajat Muhammad Al Makky Muhammad Dimas Arfianto Muhammad Dimas Arfianto, Muhammad Dimas Muhammad Fihri Muhammad Irfan Denatama Muhammad Irfan Denatama, Muhammad Irfan Muhammad, Zaid Mustikawati, Elsa Nachwan Mufti Adriansyah Nana Rachmana Syambas Nastiti, Arifiana Satya Negara, I Gede Agus Surya Nugraha, Andre Rizki Dewo Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Oki Marzuqi Pande Putu Kika Adi Saputra Parman Sukarno PRASETIA, RENDI DIAN Puji Dwika Pradana Putra, Made Adi Paramartha Putri Monika Rahadiansyah, Muhammad Fadhil Rahmat Yasirandi Rahmatullah, Fakhri Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Rendy Munad Rendy Munadi Revan Faredha Aswariza Revan Faredha Aswariza, Revan Faredha Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Ridwan . Rifqi Fadillah Rahmadayansya Rio Guntur Utomo Rizka Darmawan Dwi Putra ROHMAT TULLOH Ruli Erinton Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sri Rezeki Sussi Tadila Fadil Toni Kusnandar Tri Reza Gading Tri Reza Gading Triani Wulandari Triani Wulandari Triartono, Zehan Uke Kurniawan Usman Veby Riza Fransiska Wasesa, Novan Purba Wildan Maulana Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia Yuanita Indah Putri Yudha Widiyanto YULI SUN HARIYANI Zehan Triartono Zufar Dhiyaulhaq