Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Metode Multi Soil Layering (MSL) dalam Penurunan Total Koliform Limbah Cair Domestik Shakira, Aisha; Mullah, Ama; Hamdan, Abd Mujahid; Lubis, Syafrina Sari
Dampak Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.2.83-92.2023

Abstract

This research employs Multi Soil Layering (MSL), an environmentally friendly technology, to remove coliform bacteria contaminants from wastewater using a novel alternative medium. The purpose of this study is to evaluate the efficacy of the MSL method employing bio rings in reducing pollutant parameters in domestic wastewater, particularly total coliform. This study utilized Hydraulic Loading Rate (HLR) variations of 23.80 L/m2/hour, 7.14 L/m2/hour, and 3.40 L/m2/hour, as well as Hydraulic Retention Time (HRT) variations of 4, 6, 8, 10, and 12 hours. The results of domestic wastewater treatment using the MSL method using HLR variations on total coliform from 1.89  105 MPN/100mL to 6.0  102 MPN/100mL, the total colony parameter from 5.95  106 CFU/mL to 3.6  105 CFU/mL, the chemical oxygen demand parameter value of 53 mg/L with an effectiveness of 98.6%, the total suspended solid parameter is valued at 25 mg/L with reduction effectiveness of 98.6% and the pH value changes to 7.3 at the HLR variation of 3.40 L/m2/hour. As for using the HRT variation for 12 hours the total coliform from 1.16  104 MPN/100mL to 9  102 MPN/100mL, the total colony parameter from 4.91  106 CFU/mL to 3.0  105 CFU/mL, the chemical oxygen demand parameter was 92 mg/L with its effectiveness 99%, the total suspended solid parameter is 87 mg/L with reduction effectiveness of 67% and the potential of hydrogen value changes to 7.6. Therefore, the MSL method employing bio rings can be used as a new option for domestic effluent treatment. Keywords: domestic wastewater, coliform total, Multi Soil Layering (MSL)  ABSTRAK Penelitian ini menggunakan Multi Soil Layering (MSL), sebuah teknologi ramah lingkungan, untuk menghilangkan kontaminan bakteri coliform dari air limbah menggunakan media alternatif baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efikasi metode MSL dengan bioring dalam menurunkan parameter polutan dalam air limbah domestik, khususnya total coliform. Penelitian ini memanfaatkan variasi Hydraulic Loading Rate (HLR) 23,80 L/m2/jam, 7,14 L/m2/jam, dan 3,40 L/m2/jam, serta variasi Hydraulic Retention Time (HRT) 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil pengolahan air limbah domestik dengan metode MSL menggunakan variasi HLR pada total coliform dari 1,89 × 105 MPN/100mL menjadi 6,0 × 102 MPN/100 mL, parameter total koloni dari 5,95 × 106 CFU/mL menjadi 3,6 × 105 CFU/mL, nilai parameter kebutuhan oksigen kimia 53 mg/L dengan efektivitas 98,6%, parameter total padatan tersuspensi senilai 25 mg/L dengan efektivitas reduksi 98,6% dan nilai pH berubah menjadi 7,3 pada variasi HLR 3,40 L/m2/jam. Sedangkan untuk menggunakan variasi HRT selama 12 jam total coliform dari 1,16 × 104 MPN/100mL menjadi 9 × 102 MPN/100mL, parameter total koloni dari 4,91 × 106 CFU/mL menjadi 3,0 × 105 CFU/mL, kebutuhan oksigen kimia parameter 92 mg/L dengan efektivitas 99%, parameter total padatan tersuspensi 87 mg/L dengan efektivitas reduksi 67% dan nilai potensial hidrogen berubah menjadi 7,6. Oleh karena itu, metode MSL yang menggunakan bio ring dapat digunakan sebagai pilihan baru untuk pengolahan limbah rumah tangga. Kata kunci: air limbah domestik, total koliform, Multi Soil Layering (MSL)      
Harnessing hyperaccumulator (Brassica oleracea var. alboglabra) extract for green synthesis of nickel oxide nanoparticles: A prospective route for post-phytoremediation Hamdan, Abd Mujahid; Maulida, Zahratul; Lubis, Syafrina Sari; Sardi, Arif; Reksamunandar, Rhyan Prayuddy; Nisah, Khairun; Malik, Jamaludin
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 4 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.114.6427

Abstract

Even though phytoremediation is considered a green technology for remediating heavy metals, there are some problems with the application of this technology, particularly when it comes to managing the biomass that is used. So, processing biomass needs to be given a lot of attention. This study outlined the utilization of extracts obtained from the hyperaccumulator plant Brassica oleracea var. alboglabra to synthesize nickel oxide nanoparticles. Subsequently, the nanoparticle underwent testing to determine its suitability as an absorbent for heavy metals, specifically lead, as well as its efficacy as an antifungal agent against Fusarium sp. strain. The characterization of nickel oxide nanoparticles involved several measurements, such as scanning electron microscopy analysis, high- and low-resolution transmission electron microscopy, energy dispersive spectroscopy, X-ray diffraction, and hysteresis curve acquisition. The research findings indicate that the extract from hyperaccumulators can be utilized for the synthesis of NiO, which exhibits an absorption capacity exceeding 98% and serves as an efficient antifungal agent against Fusarium sp. pathogens. The approach utilized in this study not only prioritizes "green" and sustainability factors but also takes into account the economic aspects associated with the items being manufactured. The research has important implications in two areas. Firstly, it demonstrates the utilization of natural resources (B. oleracea var. alboglabra) in the production of nickel oxide, which serves as a safer and more eco-friendly substitute for dangerous chemicals. Furthermore, it aids in the advancement of novel techniques for effectively managing biomass hyperaccumulators.
ABILITY OF BACTERIA DEGRADING HYDROCARSBN COMPOUNDS IN WASTE OIL FROM WORKSHOP SOIL Syafrina sari lubis
Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol 2, No 2 (2022): November BIOSAINSDIK : Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/biosainsdik.v2i2.1464

Abstract

ABSTRAKAbstrak: Limbah oli mengandung logam berat (besi, timah, kadmium, mangan) yang bersifat non biodegradable dan senyawa yang bersifat toksik seperti: poly chlorinated biphenyls (PCBs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Hidrokarbon dari limbah oli dapat menyebabkan berbagai resiko penyakit, sehingga upaya untuk memulihan lingkungan dengan bioremediasi dengan menggunakan mikroorganisme. Degradasi hidrokaron dapat dilakukan dengan bantuan mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi bakteri dalam mendegradasi hidrokarbon. Sampel menggunakan tanah bengkel yang tercemar limbah oli bekas. Isolasi dilakukan dengan metode pour plate pada media NA (Nutrient Agar) dan diperoleh sebanyak 15 isolat bakteri, terdapat 3 isolat bakteri gram negatif dan 12 isolat bakteri gram positif, keseluruhan isolat bakteri berasal dari genus Pseudomonas dan genus Bacillus. Berdasarkan uji kemampuan degradasi oli kedua jenis isolat ini mampu tumbuh pada setiap konsentrasi oli 1%, 2% dan 3%, isolat dengan kode SB 13 (Pseudomonas) menunjukkan nilai absorbansi yang paling baik pada media NB (Nutrient Broth) dengan konsentrasi 1% sedangkan isolat SB14 (Bacillus) menunjukkan hasil absorbansi tertinggi pada konsentrasi 1%, nilai absorbansi tertinggi pada isolat SB 13 yaitu 1.650, nilai absorbansi tertinggi pada isolat SB 14 yaitu 1.357.Kata kunci : Degradasi hidrokarbon, limbah oli, bioremediasiABSTRACTAbstract: Waste oil contains heavy metals (iron, tin, cadmium, manganese) which are non-biodegradable and toxic compounds such as poly chlorinated biphenyls (PCBs) and polycyclic aromatic hydrocarSBns (PAHs). Hydrocarbons from waste oil can cause various disease risks, so efforts to restore the environment by bioremediation using microorganisms. Hydrocarbon degradation can be done with the help of microorganisms, one of which is bacteria. This study aims to determine the characteristics and potential of bacteria in degrading hydrocarbons. The sample used workshop soil contaminated with used oil waste. Isolation was carried out by pour plate method on NA (Nutrient Agar) media and obtained as many as 15 bacterial isolates, there were 3 isolates of gram negative bacteria and 12 isolates of gram positive bacteria, all of the bacterial isolates came from the genus Pseudomonas and genus Bacillus. Based on the oil degradation potential test, these two isolates were able to grow at each oil concentration of 1%, 2% and 3%. isolate SB 14 (Bacillus) showed the highest absorbance at a concentration of 1%, the highest absorbance value in isolate SB 13 was 1,650, the highest absorbance value was at isolate SB 14 was 1,357.Keywords : Hydrocarbon degradation, waste oil, bioremediation
ABILITY OF BACTERIA DEGRADING HYDROCARSBN COMPOUNDS IN WASTE OIL FROM WORKSHOP SOIL lubis, Syafrina sari
Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol 2, No 2 (2022): November BIOSAINSDIK : Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/biosainsdik.v2i2.1464

Abstract

ABSTRAKAbstrak: Limbah oli mengandung logam berat (besi, timah, kadmium, mangan) yang bersifat non biodegradable dan senyawa yang bersifat toksik seperti: poly chlorinated biphenyls (PCBs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Hidrokarbon dari limbah oli dapat menyebabkan berbagai resiko penyakit, sehingga upaya untuk memulihan lingkungan dengan bioremediasi dengan menggunakan mikroorganisme. Degradasi hidrokaron dapat dilakukan dengan bantuan mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi bakteri dalam mendegradasi hidrokarbon. Sampel menggunakan tanah bengkel yang tercemar limbah oli bekas. Isolasi dilakukan dengan metode pour plate pada media NA (Nutrient Agar) dan diperoleh sebanyak 15 isolat bakteri, terdapat 3 isolat bakteri gram negatif dan 12 isolat bakteri gram positif, keseluruhan isolat bakteri berasal dari genus Pseudomonas dan genus Bacillus. Berdasarkan uji kemampuan degradasi oli kedua jenis isolat ini mampu tumbuh pada setiap konsentrasi oli 1%, 2% dan 3%, isolat dengan kode SB 13 (Pseudomonas) menunjukkan nilai absorbansi yang paling baik pada media NB (Nutrient Broth) dengan konsentrasi 1% sedangkan isolat SB14 (Bacillus) menunjukkan hasil absorbansi tertinggi pada konsentrasi 1%, nilai absorbansi tertinggi pada isolat SB 13 yaitu 1.650, nilai absorbansi tertinggi pada isolat SB 14 yaitu 1.357.Kata kunci : Degradasi hidrokarbon, limbah oli, bioremediasiABSTRACTAbstract: Waste oil contains heavy metals (iron, tin, cadmium, manganese) which are non-biodegradable and toxic compounds such as poly chlorinated biphenyls (PCBs) and polycyclic aromatic hydrocarSBns (PAHs). Hydrocarbons from waste oil can cause various disease risks, so efforts to restore the environment by bioremediation using microorganisms. Hydrocarbon degradation can be done with the help of microorganisms, one of which is bacteria. This study aims to determine the characteristics and potential of bacteria in degrading hydrocarbons. The sample used workshop soil contaminated with used oil waste. Isolation was carried out by pour plate method on NA (Nutrient Agar) media and obtained as many as 15 bacterial isolates, there were 3 isolates of gram negative bacteria and 12 isolates of gram positive bacteria, all of the bacterial isolates came from the genus Pseudomonas and genus Bacillus. Based on the oil degradation potential test, these two isolates were able to grow at each oil concentration of 1%, 2% and 3%. isolate SB 14 (Bacillus) showed the highest absorbance at a concentration of 1%, the highest absorbance value in isolate SB 13 was 1,650, the highest absorbance value was at isolate SB 14 was 1,357.Keywords : Hydrocarbon degradation, waste oil, bioremediation
ANALISIS TOTAL KOLONI DAN UJI KADAR ALKOHOL PADA FERMENTASI AIR NIRA (Arenga pinnata) Sri Rizki; Syafrina Sari Lubis
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v1i2.1912

Abstract

Air nira aren mengandung glukosa, sukrosa, fuktosa, karbohidrat, dengan pH 6-7 dan berbau harum. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung total koloni dan kadar alkohol selama proses fermentasi air nira secara spontan dengan waktu 0-72 jam. Total koloni pada air nira aren (Arenga pinnata) pada 24 jam pada pengenceran 10-1 tidak dapat dihitung karena terlalu besar, 10-2 (2,06x102 cfu/ml), 10-3 (0,167x103 cfu/ml). Total koloni pada 48 jampada pengenceran 10-1 (11,4x101 cfu/ml), 10-2 (0,87x10-2 cfu/ml) dan 10-3 (0,069x103 cfu/ml) dan 72 jam pada pengenceran 10-1(10,3x101 cfu/ml), 10-2 (0,86x102 cfu/ml) dan 10-3 (0.036x103 cfu/ml). Pengukuran kadar alkohol pada air nira dari waktu (0-72 jam) mengalami peningkatan yaitu pada 0 jam belum terbentuk alkohol sedangkan pada 24 jam kadar alkohol yang didapat 0%, 48 jam kadar alkohol yang dihasilkan 0,1% dan pada 72 jam 0,2%.
POTENTIAL OF PHOSPHATE SOLUBILIZING BACTERIA FROM MANGROVE RHIZOSFER EFFECT PLANT GROWTH CORN (Zea mays) Nanda Anastia; Syafrina Sari Lubis
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i1.1919

Abstract

Mangroves are an ecosystem that is inhabited by various kinds of organisms and microorganisms, one of which is phosphate solubilizing bacteria that can be isolated from the mangrove rhizosphere. This study used a completely randomized design (CRD) aimed to obtain isolates of Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB) and test the potential for the growth of corn plants. There were 9 isolates of gram positive BPF and 1 gram negative BPF, all isolates were rod-shaped. The results of morphological and biochemical tests showed that 9 bacterial isolates are a group of the genus Bacillus with the code LSP 1, LSP 2, LSP 3, LSP 4, LSP 5, LSP 7, LSP 8, LSP 9, LSP 10 and the genus Pseudomonas with the code LSP 6 . Testing the value of the phosphate solubility index (IKF) found bacteria with the highest IKF values ​​of 33 mm and 23.25 with isolate codes LSP 1 and LSP 6. Medium IKF values ​​are 17.8 mm and 11.6 mm with isolate codes LSP 3 and LSP 5. The lowest IKF values ​​were 7.33 mm, 6.4 mm, 5 mm, 4.7 mm, 4.2 mm and 2.8 mm with isolate codes LSP 2, LSP 10, LSP 7, LSP 8, LSP 9, and LSP 4. Bacterial isolates with the highest IKF values ​​were inoculated on soil media for corn crop growth. LSP 1 bacteria was able to significantly affect the growth of corn plant height by 27.7 cm. Keywords: Phosphate Solubilizing Bacteria (BPF), Mangroves, Corn Plants
ENUMERATION AND PATHOGENICITY TEST OF Vibrio Sp ON Green Mussels (Perna viridis) FROM THE KRUENG CUT AREA OF ACEH BESAR Syafrina Sari Lubis; Arif Sardi; Nailul Muna
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i1.1920

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan jenis biota memiliki kandungan zat gizi yang baik untuk dikonsumsi dan nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Vibrio sp., melakukan enumerasi total koloni dengan metode Total Plate Count dan uji patogenitas Vibrio sp. dengan media Blood Agar plate (BAP). Isolasi dengan menggunakan media selektif Thiosulfate Citrate Bile Salts (TCBS) diperoleh 16 isolat. Hasil uji biokimia TSIA (Triple Sugar Iron Agar), uji MRVP (Methyl Red Voges- Proskauer), uji katalase, uji oksidasi, uji SIM (Sulfide Indole Motility) dan Uji Simmon Citrat, menunjukkan isolat Vibrio sp. memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghidrolisis media pengujian. Enumerasi total koloni VP10 dengan jumlah 4,63 x 102 Cfu/g sedangkan hasil terendah yaitu isolat VP14 yang diperoleh dengan TPC adalah 2,36 x 102 Cfu/g.. Hasil pengujian patogenitas 16 isolat bersifat patogen karena memiliki kemampuan melisiskan darah yang terdapat didalam media Blood Agar Plate dan bersifat beta hemolisis.
KARAKTERISASI MIKROFUNGI PATOGEN PADA BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) ASAL LAMNO DENGAN METODE BLOTTER TEST Syafrina Sari Lubis; M. Ikbal A
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i1.1931

Abstract

Mikrofungi patogen dapat menyerang biji kopi robusta (Coffea canephora) pada pohon dan gudang penyimpanan. Mikrofungi dapat merusak dan menurunkan kualitas biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrofungi patogen pada biji kopi robusta (Coffea canephora) yang berasal dari pohon dan gudang penyimpanan di Lamno dengan menggunakan metode Blotter test. Sampel biji kopi robusta (Coffea conephora) yang diambil pada pohon dan gudang penyimpanan. Biji kopi yang dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi kertas saring sebanyak 3 lembar dan telah dibasahi dengan aquadest steril. Cawan petri yang telah berisi biji kopi diinkubasi selama 7 hari dengan pengaturan 12 jam terang dan 12 jam gelap. Mikrofungi yang tumbuh kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan media PDA. Hasil karakterisasi diperoleh 15 isolat mikrofungi patogen pada sampel biji kopi yang berasal dari pohon terdiridari 2 genus yaitu Aspergillus sp. dan Cephalosporium sp. dan 1 spesies yaitu Aspergillus niger. Sedangkan pada sampel biji kopi yang berasal dari gudang terdapat 12 isolat mikrofungi patogen yang terdiri dari 2 genus yaitu Aspergillus sp. dan Cephalosporium sp. dan 2 spesies yaitu Aspergillus niger dan Aspergillus flavus.
KARAKTERISASI FUNGI SELULOTIK DARI SERASAH DAUN MANGROVE ASAL HUTAN MANGROVE LAMNGA KABUPATEN ACEH BESAR Syafrina Sari Lubis; Marzha Faradilla; Diannita Harahap
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2382

Abstract

Desa Lamnga Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir pantai dan merupakan kawasan hutan mangrove. Serasah daun mangrove merupakan penyumbang utama biomassa selulosa di lingkungan pesisir laut yang dibantu oleh mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik jamur selulolitik dari serasah daun mangrove dan mengetahui potensi enzim selulolitik yang dihasilkan oleh jamur selulolitik. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan titik pengambilan berdasarkan lokasi ditemukannya serasah daun mangrove. Sampel serasah daun dimasukkan ke dalam media CMC dan diinkubasi selama 7 hari pada suhu 25-300C. Didapatkan empat jenis jamur selulolitik yaitu genus Aspergillus sp, Aspergillus niger, Penicillium, dan Culvularia sp. Hasil uji kemampuan degradasi selulosa diperoleh nilai indeks ≥11 , kategori sedang dengan kode isolat FS3, FS8, FS9, dan nilai indeks ≤11 , kategori lemah dengan kode isolat FS1, FS2, FS4, FS5, FS6 , FS7 dan FS10.
PENYISIHAN KADAR AMONIA (NH3) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) SEDERHANA PADA LIMBAH INDUSTRI PUPUK UREA Juliansyah Harahap; Mutia Zuhra; Husnawati Yahya; Syafrina Sari Lubis
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2397

Abstract

Industri pupuk urea menghasilkan limbah yang mengandung amonia (NH3) yang bersifat racun sehingga jika dibuang langsung ke lingkungan dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan kadar amonia (NH3) adalah metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) yang merupakan metode pengolahan biologis yang menggunakan media Kaldness sebagai tempat pengembangbiakan mikroorganisme atau tempat pembentukan biofilm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dalam mendegradasi parameter Amonia (NH3), pH, TSS, dan COD pada limbah industri pupuk urea. Penelitian ini menggunakan variasi media dalam reaktor sebanyak 30% dan 50% dari volume limbah dengan variasi waktu kontak selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Penurunan kadar parameter pH tertinggi terjadi pada variasi waktu 24 jam dengan variasi media sebanyak 50% yaitu 8,5 dari konsentrasi awal 9,1. Kadar TSS semakin meninggi pada variasi waktu 72 jam dengan media sebanyak 50% yang dari kadar awalnya 16 mg/l menjadi 474 mg/L. Penurunan kadar COD tertinggi terjadi pada waktu 72 jam dengan variasi media 0% pada reaktor kontrol yaitu dari nilai awal 243 mg/L menjadi 5 mg/L. Sedangkan penurunan kadar polutan amonia (NH3) tertinggi terjadi pada variasi waktu 72 jam dengan variasi media sebanyak 50% dengan kadar awal 112,04 mg/L menjadi 86,53 mg/L. Maka metode MBBR efektif pada pengolahan parameter Amonia (NH3), pH, TSS, dan COD kecuali pada parameter TSS.