Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

PENGARUH ASAL ETNIS TERHADAP PRODUKTIVITAS JATI HUTAN RAKYAT DI TROPIKA BASAH Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6244.567 KB) | DOI: 10.20527/jht.v3i1.4161

Abstract

Tanaman jati daerah tropika basah di Kalimantan Selatan merupakan jenis introduksi yang didatangkan dari Jawa, dikembangkan dalam bentuk hutan rakyat. sebagai bentuk hutan rakyat Pengembangan tanaman jati tidak memiliki standar baku sehingga pengetahuan individu petani pengembang yang merefleksikan terhadap produktivitasnya.  Keberagaman asal suku petani pengembang diduga mempengaruhi Pengetahuan individu petani dalam mengembangkan hutan rakyat tanaman jati. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis hubungan antara asal etnis pengembang hutan rakyat tanaman jati terhadap produktivitas tanaman yang dihasilkan. Penelitian dilakukan pada hutan rakyat tanaman tanaman Jati (Tectona grandis Linn. F) pada umur 11 tahun (kelas umur II) di Kabupaten Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan rancangan acak lengkap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petani pengembang hutan rakyat di tropika basah meliputi asal suku Jawa, Madura dan Suku Banjar. Petani asal suku Jawa menghasilkan produktivitas kayu tertinggi baik pada ukuran tinggi diameter dan volume kayu jati pada hutan rakyat tanaman jati di tropika basah dibandingkan dengan petani asal suku banjar dan suku Madura. Petani asal suku Jawa lebih berpengalaman terhadap pengetahuan untuk pemeliharaan tanaman dan lebih intensif dibandingkan dengan sistem pengelolaan lahan oleh Suku Banjar maupun Suku Madura.Kata Kunci : Tanaman jati, Hutan Rakyat, Suku 
KARAKTERISTIK BRIKET ARANG TUMBUHAN BAWAH HUTAN RAWA GAMBUT Susilawati Susilawati; Arfa Agustina Rezekiah; Yusanto Nugroho; Trisnu Satriadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14122

Abstract

Minyak bumi adalah energi yang tidak dapat diperbaharui, tetapi dalam kehidupan sehari-hari bahan bakar minyak masih menjadi pilihan utama sehingga akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak bumi. Hal ini menyebabkan timbulnya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang, dengan demikian perlu diupayakan sumber energi alternaltif lain yang berasal dari bahan baku yang bersifat kontinyu dan dapat diperbaharui seperti energi biomassa yaitu biobriket.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biobriket yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan bawah lahan gambut di hutan lindung Liang Anggang. Parameter yang digunakan uji karakteristik briket arang tersebut meliputi kerapatan, nilai kalor, kadar abu, kadar air, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat. Analisis pengujian briket arang menggunakan metode box and whisker plot 3 x 5 (3 ulangan dan 10 perlakuan). Hasil kualitas briket arang pada pengujian kerapatandengan rata-rata berkisar pada nilai 0,4890 gr/cm3 - 0,6632 gr/cm3, semakin tinggi nilai kerapatan maka semakin baik pula, dikarenakan briket tidak cepat habis pada saat dibakar. Hasil pengujian nilai kalor berkisar pada 3718,80 kal/gr - 6388,53 kal/gr, pengujian kadar abu bernilai pada 5,6433% - 35,6733%, pengujian kadar air menghasilkan 4,2300% - 9,6600%, dan memiliki nilai zat terbang pada 36,6067% - 50,7800%, serta menghasilkan kadar karbon terikat pada nilai 21,1133% - 57,4800%. Hasil uji briket yang memenuhi SNI yaitu rata-rata pada nilai kerapatan, nilai kalor, dan kadar air, sedangkan untuk kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat tidak memenuhi SNI, hasil uji yang tidak memenuhi standar dapat disebabkan karena pada proses pengarangan bahan baku dan pembuatan/pencetakan briket kurang maksimal, atau bahkan dari bahan bakunya itu sendiri.
PENGARUH POSISI LERENG TERHADAP SIFAT FISIKA TANAH Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v4i3.3624

Abstract

The process of soil formation is one of them influenced by the slopes, the difference of the slopes is suspected to cause differences characteristic soil. The aims of this study to analyze the effect of slope position on soil physical properties in KHDTK Forest Unlam Mandiangin South Kalimantan. The research method is done by dividing the class of slope position into three classes, ie the upper slope position (> 60%), the middle (30-60%) and the lower slope (0- <30%), soil physics observation covers into solum, BD, PD, Porosity, effective root depth, percent rooting and rock percentage. The results showed that slope position had significant effect (P = 0.005) to depth of soil solum, depth of effective root, bulk density (BD), porosity of soil, percent of root and percent of rock in soil profile. The difference of slope position did not show significant difference (P = 0.005) to value of particle dencity (PD). Differences in slope positions cause changes in soil physical properties, increasing slope position will increase the percent of rocks in soil profile and soil bulk density. Increased slope position leads to decreased depth of soil solum, into effective roots, percent rooting in soil and soil pososity.Proses pembentukan tanah salah satunya dipengaruhi oleh kelerengan, perbedaan kelerengan diduga menyebabkan perbedaan karakteristics tanah. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh posisi lereng terhadap sifat fisika tanah di Hutan KHDTK Unlam Mandiangin Kalimantan Selatan. Metode penelitian dilakukan dengan membagi kelas posisi lereng menjadi tiga kelas yaitu posisi lereng atas (>60 %), tengah (30-60 %) dan bawah (0-<30%), pengamatan fisika tanah meliputi kedalam solum, BD, PD, porositas, kedalaman efektif akar, persen perakaran dan persen batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi lereng berpengaruh signifikan (P=0,005) terhadap kedalaman  solum tanah, kedalaman efektif akar, bulk density (BD), porositas tanah, persen perakaran dan persen batuan di dalam profil tanah. Perbedaan posisi lereng tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P=0,005) terhadap nilai particle dencity (PD). Perbedaan posisi lereng menyebabkan perubahan pada sifat fisika tanah, semakin meningkatnya posisi lereng akan meningkatkan persen batuan didalam profil tanah dan bulk density tanah. Meningkatnya posisi lereng menyebabkan menurunnya kedalaman solum tanah, kedalaman efektif akar, persen perakaran di dalam tanah dan posositas tanah.
HUBUNGAN SIFAT FISIK TANAH TERHADAP KERUSAKAN TANAMAN CEMPEDAK PADA LAHAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DESA TIWINGAN LAMA KABUPATEN BANJAR Susilawati Susilawati; Yusanto Nugroho; Normela Rahmawati; Gt. Seransyah Rudy
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.501 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13093

Abstract

Watershed rehabilitation lands are generally critical land. Planting is done there need to be evaluation of growth and health of plants. The purpose of this research is to analyze and evaluate the growth of tolerant crops that are Cempedak  (Artocarpus integer) and Durian (Durio Zibethinus) as well as analyzing the amount of health of plants and the percentage of tolerant crops in the rehabilitation Tiwingan Lama Banjar District. The research method is performed purposive random sampling with 9 plot samples of each type of plant. The plot of research used is a circular plot measuring 7.94 meters. The percentage of life of the plant is calculated from the number of plants that live at the time of research divided the total number of plants in the early planted. Collection of identification data of plant health status is done by FHM (Forest Health Monitoring) method. The percentage of life of the plant is tolerant of the Watershed rehabilitation land for the Cempedak of 68.17% and for the type of durian 62.62% which is entered into medium category. Growth of the best Cempedak plant at the age of ± 4 years  in the slope 26-45% have a volume increments of 0, 0116M3/year and the growth of the best durian plants in the slope of 16-25% with a volume increments 0.0587 m3/year. The health value of the tolerant plant to 3 (three) classes of slope indicating health with a healthy classification with mild damage.
APLIKASI SILVIKULTUR INTENSIF UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN PENGAYAAN PADA LAHAN REKLAMASI TAMBANG BATUBARA Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2275

Abstract

Introduksi jenis unggulan local untuk pengayaan tanaman di lahan reklamasi tambang batubara sebagai terobosan untuk meningkatkan keragaman tanaman dan nilai fungsi lahan reklamasi. silvikultur intensif digunakan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal untuk tanaman introduksi tumbuh secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan tanaman introduksi dengan aplikasi silvikultur intensif terhadap 6 jenis pohon unggulan local yang meliputi  durian, karet, sawo, mangga, petai dan cempedak pada lahan reklamasi dengan tanaman reklamasi jenis Acacia auriculiformis yang berumur 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode rancangan blok lengkap dengan 6 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi silvikultur intensif memberikan persen hidup tanaman introduksi mencapai 83,33 % pada umur 1,5 tahun di lapangan. Persen hidup tertinggi dicapai oleh jenis mangga, karet  dan petai  dengan persen hidup diatas  80% dan persen hidup dibawah 80 % ialah jenis durian dan cempedak. Jenis mangga dan karet menunjukkan pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Adaptasi dan daya tahan jenis mangga dan karet pada lahan pasca tambang lebih baik dibandingkan dengan keempat jenis unggulan lainnya.Local species superior trees introductions for enrichment plants at coal mine reclamation land as a breakthrough to increase diversity of crops and reclamation land function value. Intensive silviculture used to provide optimal growing space for plants that grow optimally introduction. This study aimed to analyze the growth of plants introduced by the application of intensive silviculture of 6 local species superior trees that durian, rubber, sapodilla, mango, petai/pete and cempedak on reclamation land by the reclamation plant species of Acacia auriculiformis the age of 1 year. The research method using a complete block design with 6 treatments and repetition as much as 3 replicates. The results showed that the application of intensive silviculture provide survival rates were introduced reached 83,33% at the age of 1,5 years in the field. The highest percent of plant life on the type of plant mango, rubber and petai above 80% and below 80% of plant species durian and cempedak. Type mango and rubber produce the best height and diameter growth compared with the kind of species. Adaptation and resistence mango and rubber plants on post-mining land better than the other fourth local species superior.
TINGKAT KEBERHASILAN REHABILITASI DI SUB-SUB DAS RIAM KANAN KABUPATEN BANJAR Roffi Meidisawarman; Yusanto Nugroho; Kissinger Kissinger
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15988

Abstract

Rehabilitasi DAS adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai.Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai oleh pemegang IPPKH, penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan yang merupakan salah satu kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Pemegang IPPKH yang telah melaksanakan penanaman merupakan salah satu syarat dalam perpanjangan dan pengembalian IPPKH. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat keberhasilan rehabilitasi di sub-sub DAS Riam Kanan. Dari hasil penilaian penanaman Hasil menunjukan bahwa penilaian keberhasilan rehabilitasi DAS cukup berhasil dengan rincian. Pada Vendor swakelola masyarakat hasil petak 2, 3 dan 4 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil di tanaman sedangkan petak 1 dan 5 tidak masuk dalam kriteria keberhasilan, Pada Vendor BUMN Blok III hasil petak 2 dan 3 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil penamanan sedangkan petak 1, 4 dan 5 tidak masuk dalam kreteria keberhasilan. Pada Vendor BUMN Blok IV hasil petak 1, 2, 3, 4 dan 5 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil penamanan. Pada Vendor Swasta hasil petak 1, 2, 3, 4 dan 5 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil penamanan.