Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Studi Komparasi Penggunaan TiO2 Anatase dan P25 sebagai Anoda untuk Sel Surya Tersensitasi Bixin Septiani, Septiani; Naselia, Uray Amira; H. Silalahi, Imelda; Usman, Thamrin; Rahmalia, Winda
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.821

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kinerja sel surya yang menggunakan TiO2- anatase dan TiO2-P25 sebagai anoda. Bixin digunakan sebagai sensitizer. Bixin diekstraksi dan diisolasi dari biji kesumba. Bixin dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya 3 puncak karakteristik bixin pada 488, 459, 430 nm. Spektra FTIR bixin ditandai dengan adanya serapan pada bilangan gelombang 3183 cm-1 mengindikasikan vibrasi renggang -OH yang berasal dari gugus karboksilat; pada 2955, 2924, dan 2852 cm-1 vibrasi renggang H-C-H; pada 1716 cm-1 vibrasi renggang C=O; pada 1608 cm-1 vibrasi tekuk O-H; pada 1563 dan 1518 cm-1 vibrasi renggang C=C (alkena); pada 1379 cm-1 vibrasi tekuk C-H; pada 1255 cm-1 vibrasi renggang C-O; pada 1161 cm-1 vibrasi simetri dan asimetri C-O-C (kelompok ester); serta pada 1012 cm-1 vibrasi renggang C-H. Kinerja sel surya yang menggunakan TiO2-antase menunjukkan efisiensi konversi energi maksimum yang lebih tinggi (0,027%) jika dibandingkan dengan TiO2-P25 (0,006%) di bawah intensitas cahaya 100 W/m2.
Activity of Zn(II)-Curcumin Complex Compound as An Antibacterial Agent Against Staphylococcus Aureus and Escherichia Coli Silalahi, Imelda Hotmarisi; Sadenta, Deby Pascalia; Ardiningsih, Puji; Widiyantoro, Ari
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v12i1.39415

Abstract

Curcumin has very broad biological activities, but it has low stability. The stability of curcumin can be enhanced by forming complex compounds with metal ions, hoping to preserve its activity. This paper reports the antibacterial activity of zinc(II)-curcumin compared with curcumin alone. Zinc(II)-curcumin complexes have been prepared using ZnCl2 metal precursor in ethanol under reflux conditions with a curcumin:metal molar ratio of 2:1. The reaction, followed by thin-layer chromatography, showed that curcumin had reacted completely with zinc(II) metal ions after 4 hours reaction. The UV-vis spectra of the Zn(II)-Curcumin complex experienced a bathochromic peak shift of 5 nm. The FTIR spectra of the zinc(II)-curcumin complex indicated interactions between the ß-1,3 diketone groups of curcumin and Zn2+ metal ions, manifested by a decrease in absorption band intensity and shift in wave numbers of phenolic -OH and enolic C=O groups. Antibacterial activities of curcumin and zinc(II)-curcumin were evaluated using the disc diffusion method against E.coli and S.aureus bacteria. Curcumin and zinc(II)-curcumin exhibited a moderate antibacterial activity against the bacteria. Inhibition zone diameters against E.coli demonstrated by curcumin and zinc(II)-curcumin at a dose of 100 µg/disc are 6.05 mm  and 5.30 mm, respectively. Meanwhile, at the same dose, curcumin and zinc(II)-curcumin showed inhibition zone diameters against S. aureus in 5.39 mm and 6.09 mm, respectively. The observations demonstrate the preservation of curcumin antibacterial activities although it is introduced with zinc(II) ion.
Fotodegradasi Metilen Biru Menggunakan Campuran Pasir Puya/TiO2 Amanda, Ferdian Rizki; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Wahyuni, Nelly
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i2.81388

Abstract

Pasir puya merupakan istilah yang dikenal untuk pasir yang bersumber dari sisa pertambangan emas yang dilakukan khususnya oleh masyarakat lokal Kalimantan, telah diketahui memiliki kandungan mineral yang berharga seperti ZrSiO4, FeTiO3, dan TiO2 yang belum dimanfaatkan. Target penelitian ini adalah memanfaatkan pasir puya sebagai matriks fotokatalis TiO2 yang dapat  memperbaiki efisiensi katalitik TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta aktivitas campuran pasir puya/TiO2 terhadap degradasi metilen biru dalam larutan berair. Campuran pasir puya/TiO2 disintesis melalui metode sol-gel kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), analisis sorpsi gas (BET) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Konsentrasi metilen biru diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis XRD mengkonfirmasi bahwa fase kristal TiO2 dalam campuran pasir puya/TiO2 yang telah disintesis adalah fase anatase pada 2θ 25,32o, 37,78o, 48,04o, 54o, 55,09o, dan 62,78o bersama dengan kristal zirkonium silikat pada 2θ 26,97o, 52,19o, dan 55,57o yang berasal dari pasir puya. Hasil analisa EDX menunjukkan bahwa campuran pasir puya/TiO2 mengandung unsur dominan O, Ti, dan Zr. Analisis gas sorpsi BET menunjukkan peningkatan luas permukaan pada campuran pasir puya/TiO2 lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pasir puya. Kemampuan fotokatalitik optimum dalam mengurangi kadar metilen biru dalam larutan berair berdasarkan analisis statistik adalah campuran pasir puya/TiO2 5%, yang tidak berbeda signifikan dari campuran TiO2 dengan pasir puya 3% dan 1% namun berbeda dengan campuran dengan pasir puya 10%.
Kemampuan Material Pasir Puya Teraktivasi Sebagai Fotokatalis pada Pengurangan Metilen Biru dalam Larutan Berair Sari Damayanti; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Titin Anita; Ari Widiyantoro
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v14i1.88872

Abstract

Pasir puya adalah residu penambangan emas yang mengandung mineral berharga seperti zirkon, ilmenit dan besi oksida. Studi ini mengeksplorasi potensi pasir puya sebagai fotokatalis setelah melalui proses aktivasi melalui metode fusi alkali dan kalsinasi. Penelitian ini bersifat eksperimental  bertujuan untuk mengkarakterisasi pasir puya sebelum dan setelah aktivasi serta melihat performanya sebagai fotokatalis dalam mendegradasi metilen biru. Analisis X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), gas sorpsi dan Diffuse Reflectance-UV (DR-UV) digunakan untuk mengkarakterisasi material pasir. Uji kemampuan fotokatalitik pasir dilakukan dengan mengukur penurunan konsentrasi metilen biru dalam kondisi tanpa penyinaran dan disinari lampu halogen dan UV dengan keberadaan pasir. Analisis XRF menunjukkan bahwa pasir puya yang telah melalui reaksi fusi alkali mengandung Fe2O3, TiO2 dan ZrO2 sebagai komponen utamanya. Proses aktivasi pasir melalui kalsinasi meningkatkan luas permukaan spesifik dan membentuk fase anatase TiO2 disamping mineral oksida besi. Energi celah pita dari pasir puya tanpa kalsinasi dan pasir puya yang telah dikalsinasi (aktivasi) tidak jauh berbeda.  Pasir puya yang diaktivasi baik dalam keadaan gelap maupun terang menunjukkan kemampuan lebih baik daripada pasir puya yang tidak diaktivasi. Di bawah lampu UV, pasir yang diaktivasi menurunkan konsentrasi metilen biru hingga 72,7% dalam penyinaran selama 120 menit, sedangkan pasir yang tidak dikalsinasi mampu menurunkan 65,3% metilen biru dalam waktu yang sama. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pasir puya yang telah diaktivasi berpotensi menjadi fotokatalis yang efektif, membuka kemungkinan baru untuk pemanfaatan pasir puya, residu penambangan emas sebagai sumber material fotokatalis.
EXTRACTION OF TITANIUM COMPOUNDS FROM CHLORIDE ACID SOLUTION OF BAUXITE RESIDUE USING ACID-BASE PRECIPITATION METHOD Ernilia, Kristina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v7i1.66531

Abstract

The bauxite residue from the Bayer process can be categorized into red cake and iron sand. In this paper the iron sand has been characterized and used as a research object in order to obtain material with a higher concentration of the titanium element. Iron sand has a dominant chemical content of 60% iron and 10% titanium. Titanium can be extracted by several methods, one of which is the precipitation method. The precipitation process involves dissolving minerals in an acidic solution and extracting them with a base. The type of base and the pH are factors that affect the precipitation process. The aim of this study is to determine the effect of variations in pH and type of base on the extraction of TiO2 from a solution of iron sand in hydrochloric acid and to determine the elemental composition of the precipitation product. The first treatment of the iron sands was magnetic separation, which yielded 31.76% of relatively weakly magnetic sand. The magnetic sand was leached by using HCl (25%) to result in a solid with a percentage recovery of 40.8%, followed by an alkali fusion reaction with NaOH to give 56.85% of material. This material was then dissolved in the concentrated HCl and precipitated with NH4OH and NaOH at various pH values. The elemental analysis by using XRF of the precipitation products shows that the precipitation in NH4OH and pH 8 gives the material with the highest content of the element Ti, which is 49.5%, increases from only 10% in the iron sand. The selectivity of titanium for the iron element seems to be higher for the precipitation in NaOH, pH 8 than in NH4OH, pH 8, with Ti/Fe ratios of 1.50 and 1.44, respectively
Studi Pemanfaatan Abu Boiler Kelapa Sawit (Palm Oil Fuel Ash) dan Limbah Karbit Sebagai Campuran Beton Putri, Rinka Carolina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.88882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum beton dari campuran semen, palm oil fuel ash (POFA), dan limbah karbit berdasarkan nilai kuat tekan dan ketahanannya dalam media asam dan media garam. Metode penelitian meliputi preparasi beton dimana 30% semen diganti dengan campuran POFA dan limbah karbit. Komposisi campuran POFA dan limbah karbit divariasikan sesuai dengan persentase (%) POFA:limbah karbit 70:30; 60:40; 50:50 dan 40:60. Komposisi terbaik yang ditetapkan adalah beton dengan nilai kuat tekan tertinggi. Terhadap beton terbaik tersebut (disebut beton campuran) dianalisis komposisi unsur, diuji ketahanannya dalam media asam dan garam kemudian dibandingkan dengan beton tanpa campuran POFA dan limbah karbit. Metode untuk menguji ketahanan dalam media asam dan garam dilakukan dengan cara perendaman beton dalam media selama 28 hari kemudian diuji kuat tekannya. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, diketahui bahwa komposisi terbaik pengganti 30% semen adalah campuran dari 60% POFA dan 40% limbah karbit, dengan nilai kuat tekan 40,49 MPa. Nilai ini memenuhi standar beton mutu normal (SNI 03-6468:2000, ACI 318) namun lebih rendah daripada beton tanpa penggantian semen (disebut beton kontrol). Hasil pengamatan terhadap ketahanan beton dalam media asam maupun garam menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton campuran relatif bertahan setelah mengalami perlakuan dalam kondisi asam maupun garam. Dibandingkan dengan beton kontrol, beton campuran lebih tahan dalam kondisi tersebut, mengimplikasikan potensi campuran POFA dan limbah karbit sebagai pengganti sebagian semen dalam beton.
Effect of Hydrochloric Acid Leaching on the Elemental Composition and Photocatalytic Properties of Puya Sand, Local Gold Mining Residues From Sintang, West Kalimantan Silalahi, Imelda Hotmarisi; Khairiyah, Uun Rabi'atul; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 16, No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i1.88656

Abstract

Pasir puya merupakan residu yang dihasilkan dari penambangan emas dengan metode pendulangan (panning) yang mengandung unsur-unsur seperti ZrO2, TiO2  dan Fe2O3, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai fotokatalis. Namun, kandungan Fe2O3yang masih cukup tinggi pada pasir puya dapat mengurangi aktivitas fotokatalitiknya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi HCl terbaik dalam pelindian untuk mengurangi kandungan Fe2O3  dan mengetahui aktivitas fotokatalitiknya dalam mengurangi konsentrasi metilen biru (MB) pada kondisi gelap, cahaya tampak dan sinar UV. Metode penelitian meliputi preparasi, reaksi fusi alkali, pelindian dan aktivasi. Selanjutnya, dikarakteriasi menggunakan  X-Ray Flurescence  (XRF) dan  Diffused Reflectance Spectroscopy  (DRS UV-Vis). Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak kemudian konsentrasi MB diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil XRF menunjukkan bahwa rasio Ti/Fe pada pelindian dengan HCl 3 M meningkat dari 0,62 menjadi 0,79. Berdasarkan analisis DRS UV-Vis material yang dihasilkan memiliki nilai celah-pita yang sesuai dengan komposit TiO2/Fe2O3  yaitu 2,62-2,88 eV. Selain itu, analisis XRD mengidentifikasi puncak difraksi muncul pada sudut 2θ yang menunjukkan keberadaan fase ZrO2  monoklinik, TiO2  anatase, hematit (α-Fe2O3) dan TiO2  rutil. Material yang telah mengalami proses fusi alkali, pelindian dan aktivasi memperlihatkan kemampuan mengurangi konsentrasi MB dalam keadaan gelap sedangkan kemampuan mengurangi konsentrasi MB dibawah iradiasi sinar tampak dan Uv tidak jauh berbeda dari keadaan gelap, hal ini menandakan bahwa material belum fotoaktif. Uji fotokatalitik menunjukkan bahwa pasir yang mengalami pelindain 3 M menunjukkan aktivitas fotokatalitik dalam mengurangi konsentrasi MB pada keadaan dibawah sinar tampak dann UV dibandingkan dengan HCl 4 dan 5 M.
Substitution Reaction of Hydroxy of Citronellol with Chloride Using A Mixture of Ammonium Chloride and Sulphuric Acid Sayekti, Endah; Silalahi, Imelda H; Zaharah, Titin Anita
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 11, No 2 (2015): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.11.2.720.135-146

Abstract

Substitution reaction of hydroxy of citronellol with chloride using a mixture of ammonium chloride (NH4Cl) and sulphuric acid (H2SO4) has been conducted. The citronellol was obtained from the reduction of citronellal using sodium borohydride (NaBH4) at room temperature for 30 minutes. Substitution of hydroxy of citronellol with chloride ion was carried out at 80 oC and molarity ratio of citronellol and NH4Cl 1:1, 1:2; 1:3; and 1:4 respectively. Identification of the product by gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) showed that the substitution reaction produced 2-isopropyl-5-methyl-1-chlorocyclohexane compound with rendemen 64,49 % in mol ratio of 1:4. The infra red (IR) analysis showed that there was a vibration at wave number 763 cm-1 which is a typical C-Cl vibrations.