Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Evaluation of Technical Shrinkage of Express Extension PL 03 and LW 09 at PLN Lhoksukon Using ETAP Software Raihan Putri; Dheo Pratama; Arnawan Hasibuan; Muchlis Abdul Muthalib; Nanda Sitti Nurfebruary
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v3i2.458

Abstract

The electricity distribution system generally starts from the generation, transmission, and distribution systems. In the distribution system, there are two channels, namely primary distribution with a voltage value of 20 kV and secondary distribution with a voltage of 220/380 V. Distributing electrical energy often experiences problems, one of which is the occurrence of energy losses during the distribution of electrical power to customers. Energy losses are energy losses due to technical and non-technical factors. This study evaluates energy losses due to technical factors in the express extension PL 03 and LW 09 PT PLN (Persero) ULP Lhoksukon. The method used to assess energy losses due to technThe calculation results show that theological factors with ETAP software simulations and more detailed technical shrinkage calculations, namely by calculating conductor and transformer shrinkage on the repeater. From the results of the ETAP simulation, it is obtained that the voltage losses of the PL 03 and LW 09 Lhoksukon ULPs still meet the standards according to SPLN 1: 1995 for a voltage of 20 kV where the limits set are +5% maximum and -10% minimum of the system voltage. The drop Voltage of PL 03 Extension is 7.6%, and LW 09 Extension is 8.25% of the nominal voltage of 20 kV. From the calculation results, of Drop Voltage of the PL 03 Repeater is 5.5%, and the LW 09 Repeater is 8.5% of the nominal voltage of 20 kV.
PENGIRAAN POSE MODEL MANUSIA PADA REPETISI KEBUGARAN AI PEMOGRAMAN PYTHON BERBASIS KOMPUTERISASI Muthalib, Muchlis Abdul; Irfan; Kartika; Meliala, Selamat
INFOTECH journal Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v9i1.4233

Abstract

Pandemic people don't have free access to Gym. The importance of keeping the body fit. This can be overcome with the Human Pose Estimation Computer Vision technique. Optimum and maximum distance testing data. Webcam detects movement and test data on AI Fitness Counter models. Human Pose Estimation detection data is taken when someone does fitness exercises such as pull ups, pushups, and lifting weights. Optimal webcam detects Human Pose Estimation model AI Fitness Counter is three meters. Every detail of the landmarks in the pose corresponds to the key points of each limb and the utility lines that connect form the skeleton of the body. The application of the number of detection repetitions takes advantage of the angle of the elbow when it is straight and when it is bent. The angle forms 300 then a stage up occurs and is counted as one repetition. Meanwhile, when the angle forms 1700, a stage down occurs, and one repetition is counted as well. The use of Media pipe for the detection results is accurate and effective. This detection was successful because all members of the body were detected.
ANALISIS PERENCANAAN SISTEM PENCAHAYAAN PADA GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH BERBASIS SOFTWARE DIALux Evo Ramadhani, Hardiyansyah; Asri, Asri; Salahuddin, Salahuddin; Muthalib, Muchlis Abdul; Badriana, Badriana
Jurnal Energi Elektrik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Energi Elektrik 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v13i1.16313

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruangan untuk menunjang kenyamanan pengguna. Sistem pencahayaan yang baik harus dapat memenuhi tiga kriteria utama, yaitu kualitas, kuantitas, dan aturan pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis mengenai sistem pencahayaan yang ada pada Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh dengan mengacu pada standar dasar petunjuk teknis SNI dalam bidang pencahayaan. Metodologi pada penelitian ini yaitu berupa survei lapangan dengan menggunakan bantuan software DIALux Evo sebagai proses simulasi. Hasil dari perencanaan sistem pencahayaan khususnya pada gedung A yang terdiri dari 2 lantai, pada setiap ruangnya saat ini belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia yang telah ditetapkan untuk tingkat pencahayaannya, yaitu pada lantai 1 yang memiliki 4 ruang berjumlah 800 lux dan pada lantai 2 yang memiliki 10 ruang berjumlah 2.450 lux. Untuk Standar Nasional Indonesia pada lantai 1 yang memiliki 4 ruang, total nilai lux yaitu berjumlah 800 lux. Sedangkan pada proses uji simulasi didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 649 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 151 lux (9,44%). Dan pada proses hasil perhitungan manual didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 605,94 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 194,06 lux (12,13%). Untuk Standar Nasional Indonesia pada lantai 2 yang memiliki 10 ruang, total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 2.450 lux. Sedangkan pada proses uji simulasi didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 2.024,8 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 425,2 lux (8,68%). Dan pada proses hasil perhitungan manual didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 2.063,36 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 386,64 lux (7,89%).
SISTEM PENGAMAN PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) BERBASIS ARDUINO UNO Fauza, Muchtar; Muthalib, Muchlis Abdul
Jurnal Energi Elektrik Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Energi Elektrik 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v11i1.8185

Abstract

Abstrak - Sistem keamanan yang dimiliki rumah khususnya masih banyak menggunakan penguncian manual yaitu menggunakan kunci biasa seperti kebanyakan orang, seiring dengan berkembangnya teknologi maka pengaplikasian mikrokontroler pada sistem keamananpun dapat diwujudkan dengan menggunakan perangkat elektronik sebagai alternatif pengganti sistem keamanan kunci konvensional. Perancangan sistem pengaman pintu otomatis ini dibuat karena kurang efisiennya pengaman pintu konfensional, masih menggunakan kunci fisik yang dimensinya masih tergolong besar dan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka pintu. Dengan adanya pengaman pintu otomatis ini kita dapat mempermudah membuka pintu hanya dengan menempelkan Id Card ke RFID reader. Alat pengaman pintu otomatis menggunakan Id Card sebagai tag dan RFRC522 sebagai reader dengan penerapan arduino uno sebagai kontrol pusat kendali rangkaian. Sensor RFID reader RFRC522 ini memiliki frekuensi 13.56Mhz. Keywords -- RFID reader, Liquid Crystal Display (LCD), Arduino UNO, Id Card, Solenoid
Analysis of the Application the Promethee Method in Determining Work Partners at the Central Statistics Agency of Central Aceh Regency Ayu Rosmala, Ayu Rosmala; Muchlis Abdul Muthalib, Muchlis Abdul Muthalib; Rizki Suwanda
Jurnal Inotera Vol. 9 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol9.Iss2.2024.ID369

Abstract

The selection of partners at the Central Statistics Agency of Central Aceh Regency faces challenges because manual selection methods are considered inefficient and inaccurate. Therefore, this study aims to improve the accuracy and efficiency of the selection process by applying the Promethee (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations) method. This method is used as a multi-criteria decision-making technique and is implemented using the Python programming language for automatic and real-time data processing. The data used comes from the 2024 partner recruitment process at the Central Statistics Agency of Central Aceh Regency, consisting of candidates who have met the administrative requirements. The validity of the promethee method is tested through the calculation of an error percentage that reaches 10%, demonstrating the method's ability to filter partners according to the established criteria. In conclusion, the application of the promethee method has been proven to improve the efficiency and accuracy of the partner selection process, where the Python-based system developed can reduce the time and effort required in decision-making while producing more valid and reliable partner recommendations.
Rancang Bangun Manipulator Lengan Robot 4 Derajat Kebebasan Untuk Mengangkat Telur Ayam Broiler Menggunakan Algoritma Levenberg-Marquardt Aman, Khairul; -, asran; Fariadi, Dedi; Muthalib, Muchlis abdul; yusdartono, Habib Muharry
Jurnal Energi Elektrik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Energi Elektrik 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v13i2.18409

Abstract

Lengan robot dapat membantu pengguna dalam mengambil objek dengan tingkat presisi yang tinggi, terutama dalam kondisi di mana kontak langsung dengan objek yang tidak diinginkan atau tidak memungkinkan. Pengguna dapat mengendalikan lengan robot ini secara nirkabel menggunakan Bluetooth (BT) dan perangkat Android, sehingga tidak perlu menyentuh objek secara langsung. Sebagai pengganti fungsi indera peraba manusia, digunakan sensor FSR (Force Sensitive Resistor) yang berfungsi untuk mengukur kekuatan genggaman gripper saat mengambil objek. Untuk mengontrol gerakan lengan robot dan memastikan operasi yang presisi dan halus, digunakan algoritma Levenberg-Marquardt. Algoritma ini memungkinkan penyesuaian yang lebih tepat pada parameter kontrol, meningkatkan kinerja dan stabilitas lengan robot saat menangani objek rapuh, seperti telur ayam broiler. Robot gripper dirancang untuk berhenti otomatis ketika mencapai nilai ambang batas tertentu guna mencegah kerusakan objek. Nilai ambang batas sebesar 552 ditetapkan berdasarkan rata-rata dari 11 kali pengambilan data sensor FSR melalui percobaan manual. Saat sensor mendeteksi nilai yang melebihi ambang batas tersebut, algoritma Levenberg-Marquardt akan menghentikan gripper secara otomatis, mencegah kerusakan pada telur ayam. Dari 10 kali pengujian, sistem menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, dengan gripper yang selalu berhenti tanpa merusak telur ayam. Hasil pengujian juga menunjukkan adanya variasi tekanan pada setiap objek, yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan pada lapisan cangkang telur ayam atau perubahan nilai sensor secara terus-menerus. 
PERBANDINGAN METODE SIMPLE ADDATIVE WEIGTHING (SAW) DENGAN METODE ANALIYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM MENGANALISA PENENTUAN PENERIMA BEASISWA KIP KULIAH DI UNIVERSITAS JABAL GHAFUR Sari, Cut Jora; Taufiq, Taufiq; Muthalib, Muchlis Abdul; Nurdin, Nurdin; Fikry, Muhammad
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v7i1.2442

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk perkembangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam menentukan penerima beasiswa KIP Kuliah di Universitas Jabal Ghafur (Unigha), dengan menggunakan metode SAW dan AHP. Efisiensi dan objektivitas dalam proses seleksi beasiswa sangat penting untuk memastikan bahwa beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang layak. Penelitian ini menggunakan berbagai metode, termasuk studi literatur, melakukan observasi dan wawancara, serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dan AHP sama-sama efektif dalam proses seleksi beasiswa, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri dalam aspek penilaian yang berbeda.
Alat Pengaturan Pencampuran Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things Zakia, Syarifah; Bintoro, Andik; Muthalib, Muchlis Abdul; Ikhwanus, Muhammad
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i1.19650

Abstract

Kualitas hasil akhir dari pertanian hidroponik sangat tergantung pada kualitas nutrisi yang diberikan kepada tanaman. Nutrisi ini berperan sebagai penyedia utama air dan mineral yang diperlukan. Dalam nutrisi hidroponik, terdapat dua komponen utama yang disebut pupuk A dan pupuk B atau bisa disebut dengan larutan AB mix. Pada penelitian ini dirancang alat pengaturan pencampuran nutrisi pada tanaman hidroponik. Alat ini memanfaatkan mikrokontroler Arduino Uno dan ESP32 untuk mengendalikan keseluruhan sistem. Untuk memberikan kemudahan bagi pengguna (user) dalam melakukan sistem kendali dan proses monitoring secara realtime alat ini dirancang berbasis IoT memanfaatkan aplikasi blynk. Selain itu alat ini dirancang dengan menggunakan sistem kendali on off. Berdasarkan pengujian, alat pengaturan pencampuran nutrisi pada tanaman hidroponik berbasis IoT (Internet of Things) dapat beroperasi dengan baik sesuai dengan pemprograman yang telah dirancang. Rata-rata presentase error sensor tds dan tds meter sebesar 0.15 %. Rata-rata error pengukuran pada flow sensor 1 (larutan a) sebesar 0.12 % sedangkan flow sensor 2 (larutan b) memiliki  rata-rata error pengukuran yang lebih kecil yaitu 0.05%. Nilai tds dan nilai ph yang terbaca pada sistem telah memenuhi kriteria penting pada sistem hidroponik. Pada tanaman bayam sendiri, kadar tds yang baik berkisar 1200-1600 ppm. Sedangkan pH yang direkomendasikan pada tanaman bayam berkisar antara 6.0 - 7.0.
OTOTYPE PENDETEKSI SERTAFILTERASAPROKOKMENGGUNAKANARANG TEMPURUNGKELAPAPADASMOKINGAREABERBASIS INTERNETOFTHINGS (IOT Aditiyo, Andre Yazid; Muthalib, Muchlis Abdul
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i1.20994

Abstract

Saat ini perokok aktif di indonesia semakin meningkat setiap hari nya, dan juga semakin pesatnya pertumbuhan penduduk serta berkembangnya pabrik- pabrik rokok baru maupun yang sudah berdiri sejak lama di berbagai daerah, memungkinkan perokok aktif juga semakin meningkat. Di berbagai tempatnatau fasilitas umum saja perokok aktif sangat banyak dijumpai bila dibandingkan dengan perokok pasif. Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi  kesehatan manusia karena rokok mengandung berbagai  macam zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan bagi perokok maupun orang yang dekat dengan si perokok aktif tersebut, Kebiasan merokok berhubungan dengan 25 jenis penyakit yang dapat menyerang manusia, seperti kanker paru, bronkitis kronik, emfisema dan berbagai penyakit paru lainnya. Asap rokok dalam ruangan juga dapat meningkatkan kadar karbon monoksida (CO) yang dapat mengakibatkan menurunnya fungsi paru-paru. Asap rokok ini dapat terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Hal ini dapat menyebabkan asap rokok terikat dengan hemoglobin darah yakni 200 - 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Beberapa upaya yang bertujuan  untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi kesehatan kondusif bagi masyarakat seperti kawasan bebas asap rokok nampaknya masih sulit terealisasikan. Jumlah perokok aktif juga semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik rokok, terutama di Indonesia, di mana perokok aktif menjadi mayoritas dibandingkan perokok pasif. Asap rokok ini dapat terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Hal ini dapat menyebabkan asap rokok terikat dengan hemoglobin darah yakni 200 - 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Beberapa upaya yang bertujuan  untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi kesehatan kondusif bagi masyarakat seperti kawasan bebas asap rokok nampaknya masih sulit terealisasikan. Jumlah perokok aktif juga semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik rokok, terutama di Indonesia, di mana perokok aktif menjadi mayoritas dibandingkan perokok pasif. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan akibat kandungan zat berbahaya dalam rokok. Untuk mengurangi dampak asap rokok di ruangan, dikembangkan alat berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan filter karbon aktif tempurung kelapa dan microcontroller NodeMCU ESP32. Sistem ini mendeteksi asap rokok dengan sensor MQ-2, yang memicu kipas otomatis untuk menyerap udara. Asap yang terhisap dinetralisir oleh filter karbon aktif, dan data prosesnya dikirim ke server Thingspeak untuk pemantauan real-time. Jika kadar asap melebihi 2 ppm, kipas menyala otomatis, dan kadar asap ditampilkan pada LCD serta Web Thingspeak. Alat ini efektif menurunkan kadar asap dari 22,53 ppm menjadi 1,33 ppm dalam 1 menit 40 detik.
Rancang Bangun Manipulator Lengan Robot 4 Derajat Kebebasan untuk Mengangkat Telur Ayam Broiler Menggunakan Algoritma Levenberg-Marquardt Aman, Khairul; Asran, Asran; Fariadi, Dedi; Muthalib, Muchlis Abdul; Yusdartono, Habib Muharry
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 8 No. 2 (2024): JAEE, December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v8i2.8738

Abstract

The robotic arm, wirelessly controlled via Bluetooth and an Android device, allows users to manipulate objects without direct contact. The Force Sensitive Resistor (FSR) sensor is employed to measure the gripping force of the gripper, while the Levenberg-Marquardt Algorithm ensures precise movement control. For delicate objects such as broiler chicken eggs, the gripper is designed to stop automatically upon reaching a threshold value of 552, which was obtained from an average of 11 manual data collections. When the FSR sensor detects a force exceeding this threshold, the algorithm halts the gripper to prevent damage to the object. From 10 experimental trials, the system demonstrated a 100% success rate, with the gripper stopping precisely without causing any damage to the eggs. The variation in pressure across different objects is believed to be due to differences in eggshell thickness or continuous sensor fluctuations during testing.