Claim Missing Document
Check
Articles

KLASIFIKASI PENGELOMPOKAN DALAM MELIHAT KESESUAIAN DAYA PELANGGAN KOTA LHOKSEUMAWE Bintoro, Andik; Safwandi, Safwandi
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 2, No 1 (2018): Peranan Teknologi dan Informasi Terhadap Peningkatan Sumber Daya Manusia di Era
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.348 KB) | DOI: 10.30865/komik.v2i1.944

Abstract

Classification of K Nearest Neighbors in this study to determine the grouping in seeing the suitability of the installed household electricity customers. Then the system built can see customers who want to know the amount of power given and want to add new. Conversely, if customers who want to reduce the power that has been given because it is too large with the condition of houses that are not large and not much use, can be seen in this system. The purpose of this study is to facilitate old customer customers in seeing the installed power with a variable amount of air conditioner (AC), number of refrigerators, number of washing machines and other electronic quantities based on the grouping of test data. first adjusted to the new test data. The process of the K-Nearest Neighbor method is to input the customers name with the value of the amount of air conditioner (AC) with a value of 2, the number of refrigerators with a value of 2, the number of washing machines with a value of 1 and the number of other electronics with a value of 7. Then the data is seen with distance closest is 1.73205 by being trained by seeing neighbors nearby in training training. Furthermore, training of the data was obtained by customers with ID P-05 found in class C2 classifications. The results of this system are in the form of customer grouping which is categorized into 4 ampere, 6 ampere or 12 ampere category classification types, each of which is seen from the amount of power installed. This research is expected to help PLN customers of the city of Lhokseumawe in knowing the old customers who are included in the type of grouping.Keywords: Classification, Electrical Power, K-Nearest Neighbors
USEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE (UDI) PADA RUANG BELAJAR SEKOLAH DASAR DI KAWASAN URBAN PADAT TROPIS (STUDI KASUS: SD NEGERI 2 DAN 6 BANDA SAKTI, LHOKSEUMAWE, ACEH, INDONESIA) Atthaillah, Atthaillah; Bintoro, Andik
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 6, No 2 (2019): December
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.986 KB) | DOI: 10.26418/lantang.v6i2.33940

Abstract

Studi ini melakukan evaluasi pencahayaan alami pada ruang belajar Sekolah Dasar Negeri 2 dan 6 Banda Sakti, Lhokseumawe.  Sekolah tersebut berada pada lokasi urban padat dan merupakan sekolah dengan bangunan terluas di kecamatan Banda Sakti.  Ada 36 (tiga puluh enam) ruang kelas yang dilakukan simulasi pencahayaan alami pada objek studi ini.  Simulasi pencahayaan alami dilakukan dengan metrik useful daylight illuminance (UDI).  Metrik ini menggunakan data cuaca lokasi objek penelitian dalam hal ini data cuaca Kota Lhokseumawe dalam format energyplus weather (EPW) file.  Pemodelan untuk simulasi dilakukan dengan piranti Rhinoceros, sementara algoritma simulasi dibuat menggunakan Grasshopper dengan tambahan plugin Ladybug Tools.  Ladybug Tools memberikan akses ke engine simulasi Daysim yang merupakan perangkat simulasi pencahayaan alami yang tervalidasi.  Pada penelitian ini ketegori UDI terpenuhi dialterasi sesuai dengan standar pencahayaan alami disarankan dalam SNI 03-6197 yaitu 250-750 Lux untuk ruangan yang digunakan pada bangunan pendidikan dalam hal ini sekolah dasar.  Hasil menunjukkan tidak ada ruang kelas yang dikategorikan baik pada SDN 2 dan 6 Banda Sakti.  Hanya terdapat 29 (dua puluh sembilan) kelas dengan kategori cukup dan 7 (tujuh) ruang dengan kategori kurangUSEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE (UDI) IN ELEMENTARY SCHOOL CLASSROOMS IN TROPICAL HIGH DENSITY URBAN AREA (CASE STUDY: SD NEGERI 2 AND 6 BANDA SAKTI, LHOKSEUMAWE, ACEH, INDONESIA) This study evaluated the daylight distribution within classrooms at Sekolah Dasar Negeri 2 and 6 Banda Sakti, Lhokseumawe.  The school is located in high-density urban area, and it was the largest state elementary school building in Banda Sakti.  36 (thirty-six) classrooms were simulated for its daylight performance.  The simulation utilized useful daylight illuminance (UDI) metric. The metric used the local weather file for Lhokseumawe in energyplus weather (EPW) format.  Modeling for simulation utilized Rhinoceros; further, the simulation algorithm was created using Grasshopper with the extension of Ladybug Tools.  Ladybug Tools opened access to a Daysim, a validated daylight simulation engine.  In this study, the useful daylight was referenced to SNI 03-6197, which was 250-750 Lux for educational spaces at this study classrooms for the elementary school.  The result showed there was none of the classroom fallen under a good category. 29 (twenty-nine) classrooms was under insufficient category and 7 (seven) classrooms under a bad category
Complimentary Split Ring Resonators Design On Patch Mikrostrip Antenna For Reducing Ads-B Antenna Dimension Habib Muharry Yusdartono; Andik Bintoro; Badriana Badriana; Ummu Handasah
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol 5, No 2 (2022): Issues January 2022
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v5i2.6141

Abstract

Microstrip Patch Antenna works for Automatic Dependent Surveillance – Broadcast (ADS-B) and antenna frequency resonances at 1.09 GHz. Microstrip Patch Antenna dimension has big shape for antenna micostrip resonancing frequency at 1.09 GHz. In order to Solve this problem, metamaterial is chosen and Complimentary Split Ring Resonators (CSRRs) is the one of metamaterial technique. Complimentary Split Ring Resonators CSRRs is derived from a Split Ring Resonator (SRR) compliment. Early dimension of Microstrip antenna substrate and patch are calculated by Equation that dimension of substrate is 137x130 mm and dimension of patch is 85x65. Dimension of SRR  that compliment  forms to CSRRs is 9x6 mm for SRR inner ring and 13x10 mm for outer ring. Microstrip antenna VSWR is 1.134 and  VSWR increases to 22,73 when CSRR is etched on antenna patch. In order to decrease antenna VSWR, optimation is applied by substrate and patch dimension iteration. Substrate and patch dimension Iteration is enlarge and reduce antenna  substrate and patch width and length.   Optimation result is VSWR that VSWR comes to 1,559 and substrate and patch dimension is reduced to 27,9% and 14,1%.
PEMODELAN SISTEM VARIASI PENGAMAN TEGANGAN JUMLAH PUTARAN KWH METER Andik Bintoro
Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Telkomunikasi
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kwh meter Pascabayar dan Prabayar adalah alat ukur pemakaian daya konsumen, ada pemikiran bahwa kwh meter Prabayar lebih mahal dibandingkan dengan kwh meter Pascabayar. Penelitian ini untuk membangdingkan antara kwh meter Pascabayar dan kwh meter Prabayar dengan cara penggunaan beban bervariasi dengan perlakuan penurunan tegangan dengan tegangan 230 volt, 220 volt, 198 volt dan 165 volt. Maka Pada beban motor induksi, LHE dan beban variasi LHE dan lampu Pijar dengan tegangan sumber 230 volt, 220 volt, 198 volt dan 165 volt maka dapat dikatakan bahwa KWH-meter Prabayar lebih baik putaran KWH nya daripada KWH-meter Pascabayar. Pada Pembebanan yang bervariasi pada pengujian putaran kwh meter, kecepatan putaran prabayar lebih lama dibandingkan dengan kecepatan putaran pascbayar dengan selisih putaran 0,53 jam atau 32 menit. Sedangkan pada beban lampu hemat Energi (LHE) penelitian terdapat perbedaan yang sangat signifikan dari putaran kwh meter dengan tegangan 198 Volt dan beban LHE selama 3.53 jam atau 212 menit antara prabayar dengan pasca bayar, sehingga prabayar lebih baik dari pascabayar.
ANALISA PENGARUH VARIASI TEGANGAN PADA KWH PASCABAYAR DAN PRABAYAR TERHADAP JUMLAH PUTARAN KWH METER Andik Bintoro
Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Telkomunikasi
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kwh meter Pascabayar dan Prabayar adalah alat ukur pemakaian daya konsumen, ada pemikiran bahwa kwh meter Prabayar lebih mahal dibandingkan dengan kwh meter Pascabayar. Penelitian ini untuk membangdingkan antara kwh meter Pascabayar dan kwh meter Prabayar dengan cara penggunaan beban bervariasi dengan perlakuan penurunan tegangan dengan tegangan 230 volt, 220 volt, 198 volt dan 165 volt. Maka Pada beban motor induksi, LHE dan beban variasi LHE dan lampu Pijar dengan tegangan sumber 230 volt, 220 volt, 198 volt dan 165 volt maka dapat dikatakan bahwa KWH-meter Prabayar lebih baik putaran KWH nya daripada KWH-meter Pascabayar. Pada Pembebanan yang bervariasi pada pengujian putaran kwh meter, kecepatan putaran prabayar lebih lama dibandingkan dengan kecepatan putaran pascbayar dengan selisih putaran 0,53 jam atau 32 menit. Sedangkan pada beban lampu hemat Energi (LHE) penelitian terdapat perbedaan yang sangat signifikan dari putaran kwh meter dengan tegangan 198 Volt dan beban LHE selama 3.53 jam atau 212 menit antara prabayar dengan pasca bayar, sehingga prabayar lebih baik dari pascabayar.
KLASIFIKASI PENGELOMPOKAN DALAM MELIHAT KESESUAIAN DAYA PELANGGAN KOTA LHOKSEUMAWE Andik Bintoro; Safwandi Safwandi
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 2, No 1 (2018): Peranan Teknologi dan Informasi Terhadap Peningkatan Sumber Daya Manusia di Era
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/komik.v2i1.944

Abstract

Classification of K Nearest Neighbors in this study to determine the grouping in seeing the suitability of the installed household electricity customers. Then the system built can see customers who want to know the amount of power given and want to add new. Conversely, if customers who want to reduce the power that has been given because it is too large with the condition of houses that are not large and not much use, can be seen in this system. The purpose of this study is to facilitate old customer customers in seeing the installed power with a variable amount of air conditioner (AC), number of refrigerators, number of washing machines and other electronic quantities based on the grouping of test data. first adjusted to the new test data. The process of the K-Nearest Neighbor method is to input the customer's name with the value of the amount of air conditioner (AC) with a value of 2, the number of refrigerators with a value of 2, the number of washing machines with a value of 1 and the number of other electronics with a value of 7. Then the data is seen with distance closest is 1.73205 by being trained by seeing neighbors nearby in training training. Furthermore, training of the data was obtained by customers with ID P-05 found in class C2 classifications. The results of this system are in the form of customer grouping which is categorized into 4 ampere, 6 ampere or 12 ampere category classification types, each of which is seen from the amount of power installed. This research is expected to help PLN customers of the city of Lhokseumawe in knowing the old customers who are included in the type of grouping.Keywords: Classification, Electrical Power, K-Nearest Neighbors
SIMULASI PERBAIKAN TEGANGAN DENGAN PEMASANGAN TURBIN ANGIN PADA SISTEM DISTRIBUSI RADIAL KOTA LHOKSEUMAWE MENGGUNAKAN ETAP Muhammad Syakirman; Andik Bintoro; Arnawan Hasibuan
Jurnal Energi Elektrik Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Energi Elektrik Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v7i2.1051

Abstract

Pengaruh dari pemasangan turbin angin terhadap perbaikan jatuh tegangan pada gardu hubung Hagu-06 Kota Lhokseumawe. Untuk penempatan turbin angin, ditempatkan pada bus yang terjadi jatuh tegangan paling banyak. Dari hasil yang telah diperoleh dengan pemasangan turbin angin dapat memperbaiki jatuh tegangan yang terjadi. Dimana saat kondisi malam saat terjadi jatuh tegangan, hasil tegangan yang diperoleh adalah sebesar 91,65% atau 366,6 Volt dari 400 Volt, untuk perbaikan tegangan setelah dihubungkan turbin angin sebesar 95,91% atau 383,64 Volt dari 400 Volt. Sedangkan turbin angin yang digunakan dalam simulasi berkapasitas daya sebesar 800 KW. Dengan pemasangan turbin angin dapat memperbaiki rugi daya aktif dan daya reaktif pada gardu hubung Hagu-06.
PENERAPAN CAHAYA BUATAN PADA RUANGAN KELAS MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Andik Bintoro; Badriana Badriana; Irvan Fathur Rahman; Adinda Sabrina Suli
Jurnal Energi Elektrik Vol 9, No 2 (2020): JEE Edisi Oktober 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v9i2.3276

Abstract

Penggunaan energi listrik perlu di sikapi dengan bijak, terutama untuk penerangan ruangan belajar karena intensitas yang memadai akan membuat penggunanya menjadi nyaman. Pengaturan intenitas ini dapat dilakukan secara otomatis menggunakan sensor dan menggunakan perangkat cerdas raspberry pi. Pengaturan yang digunakan enggunakan IoT untuk dapat dimonitor dari jauh tanpa berdekatan dengan alat pengukur. Dari hasil yang diperoleh pengukuran intensitas cahaya ruangan mampu di tambahkan dengan intensitas cahaya dari luar apa bila keadaan mendukung. Keadaan yang mendukung untuk pengurangan pemakaaian cahaya buatan terjadi pada pukul 12 sampai 13 wib karena posisi matahari berada pada puncak penyinaran, namum kendala bentuk geografis dari pembangunan gedung dan pemakaian enis kaca jendela mempengaruhi dari intensitas cahaya alami yang digunakan.
PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN ULANG PENERANGAN BUATAN PADA PUSTAKA GEDUNG A FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Adil Maulana Iksan; Andik Bintoro; Muhammad Sadli
Jurnal Energi Elektrik Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Energi Elektrik Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v7i2.1052

Abstract

Penerangan buatan merupakan salah satu komponen yang penting dalam perancangan suatu instalasi listrik suatu bangunan. Untuk melakukan aktifitas dalam suatu gedung  maka diperlukan pencahayaan buatan yang handal dalam melakukan kegiatan, khusus dalam pencahayaan maka diperlukan Tingkat pencahayaan minimum dan renderasi warna yang direkomendasikan pada tiap ruangan.berdasarkan hasil perancangan dan simulasi pencahayaan yang menggunankan aplikasi autocad ,dialux didapatkan simulasi perancangan ulang  instalasi pencahayaan dan daya yang aman,efisien dari instalasi listrik awal tersebut.  Dari daya awal kebutuhan listrik pada gedung A Fakultas Pertanian sebesar 28069 Watt setelah perancangan ulang instalasinya maka kebutuhan daya dibutuhkan sebesar 29129 Watt.hal disebabkan karena perubahan ruangan pada gedung yang menuntut terjadi perubahan instalasi listrik gedung tersebut. 
PENGGUNAAN MOTOR DC BRUSHLESS SUNNY SKY X2212-13 KV: 980 II PADA PERANCANGAN QUADCOPTER Qori Dermawan; Muhammad Sadli; Andik Bintoro
Jurnal Energi Elektrik Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Energi Elektrik Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v7i2.1060

Abstract

Perancangan quadcopter dibutuhkan motor dengan kecepatan yang tinggi serta kontruksi dalam skala kecil oleh sebab itu digunakan motor DC jenis brushless, motor brushless ini diatur menggunakan teknik PWM (Pulse Widht Modulation) untuk mendapatkan RPM yang tinggi secara konstan. Meotde yang digunakan dalam perancangan ini adalah trial and error yang berfungsi untuk mencari data akurat pada motor saat melakukan beberapa manuver seperti, Throrrle, Yaw, Pitch, dan Roll. Hasil data yang didapatkan berupa, bentuk gelombang, frekuensi, perioda dan tegangan pada masing-masing motor dengan menggunakan beberapa asumsi yang disesuiakan pada pedal gas remote control.
Co-Authors -, Badriana -, Bakhtiar Adil Maulana Iksan Adinda Sabrina Suli Afrah, Afrah Akbar, Abdul Hanif Akmal Sujudi Al-Ani, Waleed Khalid Ahmed Aldio Reza, Rahmanda Ananda, Rizky Andika Putra Angga Pratama Ari Nrartha Arnawan Hasibuan Ashari, M.Juliansyah Asran Asran Asran Asri Asri Asri asri Atthaillah, Atthaillah Badriana, Badriana Biswas Babu Pokhrel Burhanuddin Burhanuddin Cut Ita Erliana Dahlan Abdullah Dedi Fariadi Deuria Keumala Elfiana Ezwarsyah Ezwarsyah Ezwarsyah Fadliani Fahmi, Mulqi Mauli Fuadi, Wahyu Furqaranda, Rastra Habib Muharry Yusdartono Hafli, Mudi Handasah, Ummu Hari Pratama Barus Hartono Hartono Ilma, Miftahul Indra Syahputra, Wahyu Irvan Fathur Rahman Irwansyah, Defi Israq Israq Kraugusteeliana Kraugusteeliana Lubis, Fauzan Arbi M Mahlil Maidika, Beni Meutia, Rizka Dwi Misbahul Jannah Miswar, Edi Muchlis Abdul Muthalib Muhammad Daud Muhammad Ikhwani Muhammad Ikhwanus Muhammad Imran Muhammad Muhammad Muhammad Reza Muhammad Sadli, Muhammad Muhammad Syakirman Muhammad, Muhammad Muhibuddin Muhibuddin, Muhibuddin Mutammimul Ula Muthmainnah Muthmainnah N. Nazaruddin Nasution, Aminulsyah Nasution, Habibi Azka Pendriadi Pendriadi Qori Dermawan Raihan Putri Rizky Zuliyansyah Romi Agustian Rosdiana Rosdiana Rozzi Kesuma Dinata Ruslizar, Ruslizar Safwandi Safwandi Salahuddin Salahuddin Sartika Yanti Sayed Fachrurrazi Selamat Meliala Shrestha, Ashish Sitorus, Muhammad Hafiz syarifah asria nanda, syarifah asria Syhari, Alfi Syibral Malasyi, Syibral Tengku Farhan Fadillah Teuku Multazam Triwahyono, Bambang Ummi Kalsum Waleed Khalid Ahmed Al-Ani Yulisda, Desvina Yusra, Muhammad Zahratul Fitri, Zahratul Zainal Abidin Zakia, Syarifah Zalfie Ardian Zulfahmi Zulfahmi Zulyanti, Fetty