Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengetahuan dan Perilaku Mahasiswa Kedokteran di Sebuah Universitas di Jakarta tentang Penggunaan dan Perawatan Lensa Kontak Sri Wahdini; Anita D. Shanti; Hans M. Sinaga
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.4 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v13i1.2019.67-72

Abstract

Knowledge and behaviour about properly handle and maintain contact lens is essential to prevent infection. The purpose of this study was to determine the knowledge and behaviour of medical students in one of university in Jakarta about the use and care of contact lens in contact lenses users. This study uses cross-sectional design. Data was collected in January-June 2015 in one of university in Jakarta using specific questionnaire containing 10 questions. Respondents were the students in the first, second, and third years who use the contact lens. There were 97 respondents and the percentage of respondent with good, fair, and poor knowledge level about the use and care of contact lens were 40 (41.2%), 29 (29.9%), and 28 (28.9%). The number of respondents with good, fair, and poor behavior level about the care of contact lens were 63 (64.9%), 31 (32.0%), and 3 (3.1%). The knowledge and behaviour among medical students wearing contact lenses about the use and care of contact lens were in good level.
Akupunktur sebagai Terapi De Quervain’s Tenosynovitis Sri Wahdini; Christina Simadibrata
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26891/JIK.v13i2.2019.70-75

Abstract

De Quervain’s tenosynovitis is a disease with pain and edema in the styloid process due to thickening of the sheaths that encase the tendons of abductor pollicis longus (APL) and extensor pollicis brevis (EPB). Management of De Quervain’s tenosynovitis include pharmacotherapy combined with conservative therapy and if it fails then surgical intervention is required. In case of De Quervain’s tenosynovitis, acupuncture for relieving pain and stiffness. Reported the case of a woman aged 52 year, complaints of pain and stiffness in the left thumb since two months before went to the Poliklinik Akupunktur dr. Cipto Mangunkusumo Nasional Hospital. On physical examination the left wrist area found tenderness and spasm in the area of APL and EPB, VAS 4, there was limitation in the first carpometacarpal joint functional and Finkelstein’s test was positive. Acupuncture therapy done at the point LI5, LU7, LU9 and Ashi. There was pain reduction and functional improvement of the carpometacarpal joints. Acupuncture gives good results for pain and stiffness in patients with de Quervain’s.
Respons Imun pada Infeksi Cryptosporidium Sri Wahdini; Agnes Kurniawan
Majalah Kedokteran UKI Vol. 27 No. 3 (2010): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

Abstrak Cryptosporidium sp. adalah parasit Coccidia yang menginfeksi sel-sel epitel usus vertebrata dan merupakan agen penyebab kriptosporidiosis. Individu imonokompeten dapat mengontrol dan mengeliminasi infeksi sehingga diare yang ditimbulkan dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara itu, individu yang memiliki defek imunitas selular, sering mengalami diare kronis atau peresisten.dan kemungkinan ekstraintestinal seperti saluran empedu. Infeksi oleh parasit ini di kontrol oleh sistem imun alami dan didapat terutama imunitas yang diperantarai oleh sel. Kata kunci : Cryptosporidium sp, sistem imun alamiah, sistem imun didapat Abstract The Cryptosporidium sp. is Coccidia parasite which infects a variety of vertebrate hosts’ intestinal epithelial cells. It is the causative agent of cryptosporidiosis. The immunocompetent individual could control and eliminate the infection. Therefore the diarrhea could be cured itself. On the other hand, patients with the cellular immunity defect frequently suffer from persistent or chronic diarrhea. Furthermore, infection with Cryptosporidium sp. may also attack the biliary tract. The coccidia parasite infection be controlled by the innate and aquired immunity. Finally, the cell mediated immunity may play an important role in the control of this infection. Key words: Cryptosporidium sp. innate immune system, acquired immune system.
Pelatihan Akupresur Mandiri untuk Mengatasi Nyeri Kepala kepada Santri Rumah Quran Sri Wahdini; Darwin Harpin
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v3i2.590

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan santri mengenai nyeri kepala dan pemanfaatan akupresur mandiri sebagai pilihan untuk mengurangi keluhan nyeri kepala.. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah edukasi dalam bentuk kuliah interaktif dan praktek akupresur mandiri. Edukasi meliputi definisi dan pencegahan nyeri kepala, definisi akupresur, manfaat, dan cara melakukannya..Santri juga mendapatkan praktek cara penentuan titik akupunktur dan melakukan akupresur mandiri dengan bimbingan tutor. Hasil pengabdian ini adalah para santri mendapatkan materi nyeri kepala, akupresur, dan keterampilan melakukan akupresur mandiri terhadap dirinya dan orang lain. Pengabdi juga melakukan pemantauan hasil pelatihan melalui kuesioner setelah tiga bulan kegiatan. Santri dapat mengenali dan mencegah timbulnya nyeri kepala serta melakukan akupresur mandiri untuk mengurangi gejala tersebut.
Prevalensi Infeksi Cacing Usus di Kawasan Pedesaan dan Perkotaan: Studi Berbasis Sekolah Sri Wahdini; Diadikma Bellarosa; Saleha Sungkar
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 9, No. 3 - Desember 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.079 KB) | DOI: 10.23886/ejki.9.59.187-91

Abstract

Di Indonesia infeksi cacing usus masih menjadi masalah kesehatan yang penting. Hal ini dikaitkan dengan higienitas dan sanitasi yang buruk, kekurangan air bersih, kekurangan nutrisi, serta kontak dengan tanah yang berisi telur cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prevalensi infeksi cacing dan dihubungkan dengan kawasan pedesaan dan perkotaan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional berbasis sekolah yang dilakukan pada tahun 2018. Sebanyak minimal 7 siswa dipilih secara acak dari 30 sekolah setingkat taman kanak-kanak atau Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor (sebagai kawasan pedesaan) dan Kota Administrasi Jakarta Barat (sebagai kawasan perkotaan). Total sample feses yang terkumpul sebanyak 610 dan diperiksa di Laboratorium Parasitologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sampel feses dibuat sediaan dan diwarnai dengan lugol kemudian diperiksa secara langsung dengan mikroskop. Data diolah dengan SPSS versi 20.00 Prevalensi infeksi cacing usus di kawasan rural 3,2% sedangkan di kawasan urban 1% (chi square, p = 0,09; OR = 4,33; IK 95% = 0,93 – 11,99). Infeksi cacing usus didominasi spesies Ascaris lumbricoides.  Infeksi cacing memiliki prevalensi relatif rendah. Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan prevalensi infeksi cacing usus pada anak di kawasan pedesaan dan perkotaan.
KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS PADA PASIEN SLE Risya mawahdah; Pangisti Dwi Ananingsih; Sri Wahdini; Robiatul Adawiyah; Alfa Putri Meutia
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v6i2.4934

Abstract

Pendahuluan: Kandidiasis vulvovaginalis merupakan peradangan di daerah vagina dan melibatkan vulva yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Sekitar 75% wanita, setidaknya memiliki satu episode kandidiasis vulvovaginalis ketika usia reproduktif dan setengahnya memiliki dua atau lebih episode. Faktor risiko terjadinya kandidiasis vulvovaginalis, yaitu kehamilan, penggunaan kontrasepsi, terapi estrogen, diabetes mellitus, penggunaan imunosupresi, dan antibiotik sistemik.  Laporan Kasus: Dilaporkan kasus seorang perempuan, usia 33 tahun dengan keluhan keputihan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien dilakukan swab vagina dan dilakukan pemeriksaan laboratorium cairan swab vagina secara lengkap untuk mencari penyebab keputihan. Pasien merupakan penderita Sistemik Lupus Eritomatosus (SLE) sejak 4 tahun yang lalu dan mengkonsumsi obat Hydroxychloroquine 400 mg/ hari selama 1 tahun, Methylprednisolone 4 mg/hari dan antihistamin untuk atasi keluhan gatal dimukosa badan pasien. Pasien pernah mengalami keputihan tiga tahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan langsung swab vagina didapatkan sel ragi dan pseudohifa, dilanjutkan dengan kultur yang memberikan  hasil pertumbuhan koloni ragi. Dari hasil uji resitensi terhadap obat jamur didapatkan hasil sensitif terhadap antifungal Itrakonazol, Ketokonazol, Flukonazol, dan Nystatin.
Effectivity of Acupuncture Therapy in Reduction of Pain Intensity in Cancer Pain Affadhia, Hanna Lianti; Cahyanur, Rahmat; Wahdini, Sri; Rachman, Andhika
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain is one of the most common complaints and interferes with the quality of life of cancer patients. Several studies recommend multimodal interventions that combine pharmacological and non-pharmacological therapies. Acupuncture therapy is one of the non-pharmacological treatment options that could be considered. This evidence-based case report aimed to examine the effectiveness of acupuncture therapy in reducing pain intensity in patients with cancer pain. Literature searching was performed on three databases (PubMed, Scopus, and Embase). The keywords used are cancer pain, malignant pain, acupuncture, acupuncture therapy, pain intensity, pain assessment, pain scale. The critical review was carried out using guidelines from the University of Oxford Center for Evidence-based Medicine. Four articles relevant to the clinical question were included in the study. Acupuncture therapy has been consistently shown to reduce pain intensity, shorter pain onset time, reduced dose and number of analgesics used, and better quality of life with minimal side effects, compared to drug therapy alone. Acupuncture therapy should be considered as a complementary therapy in the management of cancer pain, but not to replace standard regiment of pain protocols. Clinical decisions in applying acupuncture therapy need to assess patient preferences, accessibility, and cost-effectiveness.
Efek Akupunktur Telinga dengan Press Needle terhadap Kecemasan Pasien yang Menjalani Prosedur Esofagogastroduodenoskopi Sri Wahdini; Adiningsih Srilestari; Hasan Mihardja; Murdani Abdullah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68503

Abstract

Latar Belakang: Prosedur invasif seperti esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan pada pasien. Diperlukan intervensi tambahan seperti pemberian obat sedasi, intervensi perilaku atau akupunktur untuk membuat pasien tenang dan rileks.Tujuan: Mengetahui efektivitas tindakan  press needle di titik akupunktur telinga terhadap kecemasan pasien yang menjalani prosedur EGDMetode: Penelitian randomized controlled trial ini melibatkan 40 pasien yang menjalani EGD tanpa sedasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan perangsangan menggunakan press needle di titik  akupunktur telinga dan kelompok kontrol yang diberikan jarum placebo.  Titik telinga yang dipilih adalah shenmen, relaksasi, dan zero point. Penelitian dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna, RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pasien mengisi kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai melalui wawancara langsung. Perbedaan skor SAI sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji paired t-test atau mann whitney.Hasil: Skor SAI kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah EGD terdapat penurunan yang bermakna (man whitney p=0,003). Rerata selisih skor SAI  kelompok perlakuan lebih besar bermakna dibandingkan  kelompok kontrol (man whitney p<0,001)Kesimpulan: Aplikasi press needle di titik akupunktur telinga shenmen, relaksasi, dan zero point membantu  menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD yang diukur mengunakan kuesioner SAI
The role of thread embedding acupuncture in the management of nasolabial fold: A Case Report Yolanda Teja; Sri Wahdini; Ahmad Aulia Jusuf
Journal of Agromedicine and Medical Sciences Vol 9 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ams.v9i3.30187

Abstract

Background: Aging occurs in all organs, including the skin. As the largest organ of the body, wrinkles on the skin show signs of aging that are visible and affect appearance. Thread embedding acupuncture (akupunktur tanam benang/ATB) is one of acupuncture methods used in various cases, including aesthetics. This case report describes the role of ATB in the management of nasolabial folds (NLF). Case Illustration: A 45-year-old woman came complaints of deep and long smile lines. On physical examination, the NLF length (measured with digital vernier caliper) right/left: 34.15/30.3 mm; Wrinkle severity rating scale (WSRS) right/left: 3/3. ATB was given once and the results were observed until week 12. The best results were obtained at week 12 of follow-up (NLF: 22.00/21.46 mm; WSRS: 2/2) Conclusion: NLF improvement in ATB is getting better over time. Further clinical trials are needed to determine the effectiveness of ATB in improving NLF. Keywords: Thread embedding acupuncture; Wrinkle; Aesthetic acupuncture
Upaya Pencegahan Penyakit Parasit di Sekolah Asrama Melalui Edukasi Secara Virtual Sri Wahdini; Ika Puspa Sari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9744

Abstract

Rendahnya pengetahuan mengenai cara penularan dan gejala penyakit yang disebabkan oleh serangga seperti kutu kepala dan skabies menyebabkan penyakit ini masih sering ditemui di asrama atau pesantren. Demikian juga pengetahuan mengenai cara pencegahan dari gigitan serangga yang masih rendah menyebabkan penggunaan antiserangga secara berlebihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada santri Rumah Quran X mengenai penyakit kutu kepala dan skabies serta berbagai cara pencegahan dari gigitan nyamuk untuk menghindari penggunaan antiserangga yang berlebihan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui seminar interaktif secara virtual yang diikuti pengisian kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Edukasi diberikan kepada 117 peserta yang terdiri atas santri dan pengurus Yayasan Rumah Quran X di Bekasi. Materi edukasi yang diberikan yaitu etiologi, gejala klinis, pengobatan, cara penularan, pencegahan kutu kepala dan skabies serta cara pencegahan dari gigitan nyamuk. Diharapkan dengan kegiatan ini santri memiliki pengetahuan hidup bersih sehat dalam rangka pencegahan dari penyebaran penyakit kutu rambut dan skabies di Rumah Quran X.