Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Fama-French Three Factor Model Test on Excess Stock Return: Evidence From Hong Kong, Indonesia and Singapore Capital Market Silfia, Silfia; Husodo, Zaafri A
Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Vol. 14 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/wiga.v14i1.1103

Abstract

The presence of the capital market has a very important role in the world economy because the capital market carries out economic and financial functions. One of the instruments in the capital market is stock. In stock investment, investors expect a return with a size that is in accordance with the level of risk they can afford. This study wants to test whether the Fama-French Three Factor Model variables, namely market excess returns, book-to-market equity and firm size, can be used to explain excess returns on the stock markets of Hong Kong and Indonesia with the observation period of 2018–2022. Based on the test results multiple linear regression, Gibbons, Ross, and Shanken test (GRS test) and spanning test, this study found that the variables in the Fama-French Three Factor Model can simultaneously be used to explain the excess return on all stock portfolios on the stock market in Hong Kong and Indonesia, and can only be used to explain the excess return on Big and S-H portfolios in Singapore. Based on the results of the GRS-test, in the Hong Kong market the most efficient portfolio is S-M, in the Indonesian market the most efficient portfolio is the Big portfolio, while in the Singapore market all portfolios are efficient and based on the spanning test, in the Hong Kong market the potential redundant factor is SMB, in in the Indonesian market, the potential redundant factor is HML, while in the Singapore market, there is no redundant potential factor.
Analisis Karakteristik Stakeholder Terhadap Pengembangan Digitalisasi Komunitas Pertanian Terpadu Menggunakan Konsep SMART Goals Kumbara, Kumbara; Silfia, Silfia; Afrizal, Roni
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.817

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses pasar, rendahnya transparansi rantai pasok, serta minimnya adopsi teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi usaha tani. Digitalisasi komunitas pertanian terpadu menjadi solusi potensial untuk mengatasi tantangan ini melalui integrasi pasar, edukasi, dan kolaborasi antar-stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik stakeholder utama, yakni pelaku usaha tani, masyarakat konsumen, serta akademisi/praktisi pertanian, serta merancang konsep pengembangan komunitas digital yang sesuai dengan preferensi mereka menggunakan pendekatan SMART Goals. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui survei hybrid (online dan offline) kepada 60 responden di berbagai wilayah. Data dianalisis dengan reduksi (seleksi data relevan), visualisasi dengan mengelompokkan setiap komponen pertanyaan diinterpretasikan dalam bentuk persentase, penarikan kesimpulan menyatakan faktor yang dominan dan implikasi yang dapat diterapkan kedalam bentuk Konsep SMART Goals. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas stakeholder memiliki kesiapan tinggi dalam adopsi teknologi digital, dengan kebutuhan utama pada akses pasar (33,3%), peningkatan kapasitas petani (20%), dan keberlanjutan lingkungan (18,3%). Konsep SMART Goals yang dihasilkan memberikan strategi implikasi berbasis tujuan spesifik: komunitas digital ini harus berfokus pada peningkatan akses pasar, kapasitas petani, dan keberlanjutan lingkungan (18,3%), terukur: tingkat kepercayaan dan keterlibatan saat ini masih memerlukan peningkatan melalui edukasi dan sosialisasi dengan dukungan kolaborasi multi-pihak serta penguatan infrastruktur digital, relevan: regulasi dan dukungan pemerintah menjadi faktor utama dalam mendukung keberlanjutan dengan berbatas waktu yang tahapan pengembangan sebaiknya dilakukan dalam 6 bulan pertama untuk uji coba skala kecil, diikuti dengan implementasi penuh setelah lebih dari 6 bulan dengan evaluasi berkelanjutan.
Komparasi Pendapatan dan Keuntungan Antara Petani Gambir Menjual Betel Bite dan Daun Segar (Studi Kasus di Nagari Koto Bangun) Michi Iskandar Putri; Faisal Harahap, Heri; Silfia, Silfia
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 3 (2024): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i3.611

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Nagari Koto Bangun pada tahun 2024 untuk mengukur dan membandingkan pendapatan keuntungan petani gambir yang menjual produk olahan dan daun segar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan petani untuk menjual produk olahan atau daun segar. Sampel penelitian berjumlah 100 responden, dengan jumlah responden 50 orang petani yang menjual produk olahan dan 50 orang petani yang menjual daun segar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menjual produk olahan memiliki tingkat pendapatan dan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang menjual daun segar. Faktor-faktor seperti usia, pendidikan terakhir, luas lahan, dan pengalaman bertani ditemukan mempengaruhi pilihan petani terhadap metode penjualan. Usia dan pengalaman bertani merupakan salah satu faktor, sedangkan pendidikan terakhir dan luas lahan merupakan faktor lainnya.
Analisis Risiko Rantai Pasok Telur Ayam Ras Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di Parent Stock Aira & Syifa Ramadani, Laura; Alfikri, Alfikri; Silfia, Silfia
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 3 No. 3 (2025): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v3i3.794

Abstract

Parent Stoct Aira & Syifa merupakan salah satu pelaku usaha di Kabupaten Lima Puluh Kota yang berfokus pada pendistribusian telur ke beberapa daerah seperti Batam, Perawang, Riau, Dumai, Solok, Padang, Padang Panjang, dan Pasaman yang memiliki hubungan kerja sama dengan beberapa suplayer dan beberapa daerah yang memproduksi telur seperti Batubalang, Puwarjaya, Padang Rajo dan Limpasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaku rantai pasok telur ayam ras, menganalisis besarnya risiko yang terdapat di setiap rantai pasok serta menentukan risiko prioritas dan perbaikan pada rantai pasok telur ayam ras. Penelitian ini dilakukan pada periode Januari sampai Maret. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif serta Analisis Failure Mode and Analysis Effect (FMEA). Hasil dari pnelitian yaitu terdapat 24 jenis risiko yang yang ada pada rantai pasok, terdapat 4 jenis risiko dengan peringkat sangat rendah, 12 jenis risiko dengan peringkat rendah, 5 jenis risiko dengan peringkat sedang, 1 jenis risiko dengan peringkat tinggi, serta 2 jenis risiko dengan peringkat sangat tinggi. Analisis risiko yang sangat tinggi meliputi risiko pada keuangan yaitu keterlambatan pembayaran dari pelanggan, serta risiko pengangkutan yaitu telur rusak selama pengangkutan yang mengakibatkan kerugian. Penelitian ini berfokus pada pentingnya pemaham terkait dengan risiko yang terjadi sehingga bisa dilakukannya strategi mitigasi yang tepat serta berguna untuk menjamin kelancaran usaha.
KOPER-TANI (Komunitas Pertanian Terpadu Indonesia): Model Platform Digital Untuk Pembangunan Komunitas Pertanian Terpadu Kumbara, Kumbara; Silfia, Silfia; Afrizal, Roni; Putra, Vicka Pramudya; Yelfiarita, Yelfiarita
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limitations of integrated farming are difficult to overcome if relying solely on personal and conventional approaches. Therefore, a community-based approach with digital technology adoption is required. This study aims to analyze the initial model for developing an integrated farming community through a digital platform tailored to the characteristics and perceptions of key stakeholders. The research employs a descriptive qualitative method with data visualization techniques, using online and offline surveys involving 60 respondents—comprising farmers, consumers, and agricultural academics/practitioners—selected through quota sampling. Data analysis involved reduction, visualization of respondent characteristics in graphical form, and perception testing across respondent groups using chi-square analysis. The results were then mapped into a community program framework as the foundation for designing the initial platform model. The findings show that the Koper-Tani model aligns with user characteristics, especially regarding experience, age, and education level, which support adoption readiness. Perception tests showed no significant differences among respondent groups on the evaluated indicators. The proposed platform model consists of five subsystems: (1) needs identification and market access, (2) social media information, (3) farmer empowerment, (4) regulatory and collaboration strengthening, and (5) time-based monitoring and evaluation. Further research is needed by adding social interaction features and their impact on the sustainability of integrated agriculture.
Pengaruh Pemberdayaan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Padi di Nagari Selayo Kabupaten Solok: The Influence of Farmer Group Empowerment on Increasing Rice Production in Selayo Village, Solok Regency Humaira, Rhoudatul; Silfia, Silfia; Darnetti, Darnetti
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i2.636

Abstract

Kelompok tani berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas utama seperti padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dengan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan guna meningkatkan hasil produksi padi. Penelitian dilaksanakan di Nagari Selayo, Kabupaten Solok, dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan data primer dan sekunder. Sampel dipilih secara purposive sampling, yaitu 100 responden dari 925 anggota kelompok tani. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan F hitung > F tabel. Ketiga variabel juga berpengaruh positif secara parsial. Program pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara efektif dan efisien.
Boosting tenth graders' reading comprehension through the implementation of think pair share Silfia, Silfia; Thamrin, Nur Sehang; Munawwarah, Munawwarah; Darmawan, Darmawan; Wahyudin, Wahyudin
Measurement In Educational Research Vol. 5 No. 2 (2025): Article in Progress
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/meter.v5i2.363

Abstract

This research aims to improve the reading comprehension of tenth-grade students of SMA Negeri 1 Parigi Tengah through the Think Pair Share (TPS). A quasi-experimental research design was employed, involving 60 tenth-grade students divided into experimental and control groups. The researcher used purposive sampling to select the sample, ensuring the chosen classes met the criteria for this research.  The experimental group was taught using the TPS method, while the control group received traditional instruction. Data were collected through pre-tests and post-tests and analyzed using statistical methods. The results of the data analysis showed a significant improvement in the reading comprehension scores of the experimental group compared to the control group. This was demonstrated through hypothesis testing. Applying a 0.05 level of significance and a degree of freedom (df) is 58, showed that t-counted 4.62 is higher than the t-table value 2.00. In conclusion, the use of the Think Pair Share method is effective in improving the reading comprehension students.
Indonesia Putri, Winda Dahlia; Silfia, Silfia; Nefri, John
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v8i2.343

Abstract

Pengembangan gambir terkendala rendahnya produktivitas dan kualitas, minimnya dukungan teknologi dan pembentukan harga gambir yang ditentukan oleh eksportir dan importer. Pendirian pabrik pengolahan gambir menjadi harapan karena keberadaan industri di suatu daerah berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis dampak pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir, 2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang berperan terhadap petani gambir dengan adanya pabrik pengolahan gambir. Pemilihan lokasi secara purposive di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Metode analisis bersifat mix methods. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi pengaruh pabrik pengolahan gambir (X) terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir, dimana (Y) adalah 0,00 < 0,05 dan nilai thitung 5,468 > ttabel1,660 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir secara signifikan. Faktor yang berperan terhadap petani gambir akibat adanya pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru yaitu keuntungan relatif dari segi biaya, waktu dan jumlah tenaga kerja, kompatibilitas, kompleksitas dan triabilitas.
Analisis Potensi Usaha Maggot BSF di Provinsi Sumatera Barat Nurdi, Anggi Rahman; Silfia, Silfia; Alfikri, Alfikri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.28

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada distribusi bahan dan pakan ternak yang menyebabkan tingginya harga pakan dan pakan ternak di Sumatera Barat sehingga peternak beralih menggunakan maggot sebagai pakan alternatif. Usaha maggot memiliki potensi dan prospek yang menjanjikan sehingga penting untuk dikaji dalam berbagai aspek terutama tindakan keuangan dan pengembangan yang dapat dilakukan pada usaha maggot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek keuangan usaha maggot, menganalisis potensi usaha maggot, dan mengidentifikasi alternatif strategi yang perlu dikembangkan untuk usaha maggot di Sumatera Barat. Metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis kelayakan investasi, dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp1.660.906/bulan. Hasil perhitungan diperoleh NPV sebesar Rp.238.924.565, IRR 228% dan PP 0.62 sehingga usaha maggot layak untuk dijalankan. Potensi bisnis maggot di Sumbar diposisikan pada area strategi agresif (kuadran I). Strategi yang dapat diterapkan antara lain meningkatkan jumlah produksi untuk menjangkau pasar yang luas, menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sekitar, diversifikasi produk untuk mengurangi tingkat persaingan, membangun mitra usaha dengan usaha sejenis untuk pemasaran skala besar, memanfaatkan teknologi yang dapat mendukung sarana produksi dan sarana pemasaran, meningkatkan promosi produk untuk menjangkau konsumen dan memberdayakan masyarakat melalui pemberian edukasi tentang maggot BSF.
Analisis Pemasaran Pinang Iris Di Nagari Bukik Sikumpa Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Winarni, Intan Permata; Afrizal, Roni; Silfia, Silfia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.14

Abstract

 This pinang iris is a young betel nut that is easily peeled and sliced in the shape of a coin and dried, which is then marketed outside the province, namely to Papua, NTT, Kupang and other eastern parts of Indonesia. Good for the economic development of the community because of it’s sales. The price is higher than other processed betel nuts. This study aims to determine (1) identify marketing channels and the functions performed by pinang iris marketing institutions, (2) analyze the efficiency of pinang iris marketing using the marketing margin value and the share received by farmers (farmer's share) in the marketing of pinang iris. pinang iris people by using the purposive sampling method. Analysis of the data used is descriptive quantitative analysis. Based on the research that has been done, it can be concluded that: (1) the marketing channels of pinang iris in Nagari Bukik Sikumpa has 3 marketing channel patterns, namely, channel I of 62,50% which starts from Producers à collector traders à wholesalers in the province à Wholesalers outside the province, channel II is 21,88% starting from Producers à wholesalers within the province à wholesalers outside province, channel III amounted to 15,63% starting from Producers à wholesalers outside the province. (2) the functions performed by each marketing agency for pinang iris, both for channel I, II, and III are relatively even and precise. The costs incurred for each activity are still within reasonable limits. The three marketing channels of pinang iris, judging from the margins and farmer’s share, are relatively efficient. The most efficient marketing channel II margin value, with a value of Rp34.571,71 and from the farmer’s share the most efficient is in marketing channel III of 100%.