Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Aplikasi Katodik Proteksi Dengan Sistem Anoda Korban Untuk Mencegah Korosi Pada Pipa Logam Kuswara, Kuswara; Setiadji, Julius Sentosa
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 3 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.3.1.9-15

Abstract

Ketika sebuah logam atau paduan mengalami korosi, maka akan ada bagian yang berfungsi sebagai anoda di manakorosi berlangsung, serta ada yang berfungsi selaku katoda di mana tidak berlangsungnya korosi. Arus listrik yang menjauhilogam mengarah ke elektrolit menyebabkan korosi, sedangkan arus listrik yang masuk ke logam tidak menyebabkan korosi.Berdasarkan gejala tersebut maka diharapkan seluruh logam berperan sebagai katoda sehingga logam tersebut akan tahanterhadap korosi. Perlakuan ini mengharuskan dilakukan pemindahan atau pemisahan bagian yang berperan sebagai anoda ketempat lain dalam lingkungan elektrolitiknya yang sama dan menghubungkannya secara elektrikal dengan logam tersebut. Dalamkeadaan terproteksi katodik, jika menggunakan sistem arus paksa maka logam yang terproteksi dialiri arus listrik lewatlingkungan dan anodanya menuju logam, sedangkan jika menggunakan sistem anoda korban maka logam dibanjiri denganelektron. Dalam sistem anoda korban, logam yang lebih reaktif akan berfungsi sebagai anoda dan mengalami korosi, sementaraelektron yang tertinggal pada logam akan mengalir lewat konduktor ke logam yang dilindungi atau katoda. Besaran arus listrikyang dihasilkan oleh anoda menentukan tingkat proteksi. Semakin besar arus listrik yang diproduksi, semakin tinggi tingkatproteksi di dalamnya. Arus listrik akan bertambah besar apabila anoda lebih besar atau perbedaan potensial di antara logamyang diproteksi dan anoda lebih tinggi. Hasil penelitian untuk pipa yang berdekatan digunakan sistem anoda korban karena lebihefektif melindungi pipa dari karat dengan menggunakan magnesium sebagai anodanya sedangkan untuk pipa baru digunakansistem arus tanding sebesar 0,5 mA/m untuk melindungi pipa dari karat selama 20 tahun.
Pengembangan Bahan Ajar Buku Cerita Bergambar Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Ecoliteracy Siswa Sekolah Dasar Yusup, Hendrik Widya; Kuswara, Kuswara; Sukmana, Ece
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/130962-019883

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai dan makna budaya Pupuh Sunda sebagai landasan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Pupuh Sunda, bentuk puisi tradisional Sunda yang diatur oleh aturan-aturan struktural tertentu, kaya akan nilai-nilai budaya, moral, dan sosial. Namun, dengan munculnya modernisasi dan globalisasi, minat terhadap seni tradisional seperti Pupuh Sunda telah menurun di kalangan generasi muda. Penelitian ini menerapkan pendekatan semiotik, khususnya teori Roland Barthes, untuk menganalisis makna yang terkandung dalam Pupuh Sunda, dengan fokus pada karya-karya yang diterbitkan oleh Studio Karawitan STSI Bandung dan dikarang oleh  Godi Suwarna. Dengan menelaah tanda-tanda dan makna simbolik dalam pupuh, penelitian ini berupaya memahami relevansinya dalam membentuk karakter dan mempromosikan nilai-nilai lokal dalam masyarakat kontemporer. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan analisis struktural dan semiotik untuk mengungkap nilai-nilai yang disampaikan dalamKata Kunci: Bahan Ajar, Kearifan Lokal, Ekoliterasi
Evaluasi Program Pelatihan Guru Terhadap Peningkatan Keterampilan Mengajar Dan Prestasi Akademik Siswa Kuswara, Kuswara
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i8.2714

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor pendukung keberhasilan program pelatihan guru, termasuk dukungan administrasi sekolah, kolaborasi antar guru, dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan guru dalam meningkatkan keterampilan mengajar dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan para guru sebagai populasi penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru peserta pelatihan, observasi kelas, dan analisis nilai rapor serta ujian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan guru memberikan dampak positif yang signifikan pada keterampilan mengajar para guru. Guru yang mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang menarik, relevan, dan interaktif. Dampak positif tersebut juga berdampak langsung pada prestasi akademik siswa, yang cenderung mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian dan evaluasi akademik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa guru memiliki peran krusial dalam pengembangan sumber daya manusia melalui proses pembelajaran. Kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan keterampilan mengajar menjadi fokus utama dalam mencetak generasi yang cerdas dan dewasa di masa depan. Dengan demikian, investasi dalam pelatihan dan pengembangan profesional guru menjadi esensial untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik secara keseluruhan dalam sistem pendidikan.
THE INFLUENCE OF BRAND IMAGE AND PRICE PRODUCT OF WINGS PROTECTOR MEDICAL MASK TO PURCHASE DECISION DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN 2020-2021 Sumidartini, Ai Nety; Kuswara, Kuswara; Wardhana, Wredha Adhi Yudha
Jemasi: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol 20 No 1 (2024): JEMASI: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas IBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/jemasi.v20i1.749

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of brand image on purchasing decision (X1), the effect of product price on purchasing decision (X2), and the effect of brand image and product price on purchasing decision (Y). This study used a quantitative approach with the type of research in the form of a questionnaire. The sample of this study were consumers of Wings Protector medical masks in Cilincing, North Jakarta. The analysis of the data used SPSS 26 to test theory and variables with statistical data analysis. From the results of this study, it can be concluded that there was an effect from the brand image inherent in the community on purchasing decisions and affordable product price on purchasing decision. Both brand image variable and product price variable had a positive and significant effect on purchasing decision, this happened because there was an effect of brand image and product price on purchasing decision on consumers of Wings Protector medical masks in Cilincing, North Jakarta.
Transformasi Rumah Adat Balai Padang Sebagai Hunian Tradisional Suku Dayak Bukit Di Kalimantan Selatan Damayanti, Desak Putu; Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia; Kuswara, Kuswara
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.33-44

Abstract

Rumah adat Balai Padang merupakan hunian tradisional Suku  Dayak Bukit, yang masih dapat ditemui di Pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan. Namun kini, keberadaan rumah adat Balai makin sulit ditemui, karena masyarakat lebih memilih untuk membangun rumah kayu dibandingkan rumah adat Balai. Fungsi hunian komunal pada rumah adat Balai telah berubah menjadi fungsi hunian pribadi pada rumah kayu. Hal ini menjadi penyebab rumah kayu sering diasumsikan sebagai rumah tradisional suku Dayak Bukit. Fokus pada tulisan ini untuk menganalis proses dan penyebab terjadinya transformasi dari rumah adat Balai Padang yang merupakan fungsi hunian komunal menjadi rumah kayu yang merupakan fungsi hunian pribadi. Aspek yang dianalisis meliputi transformasi fisik yang terjadi dari rumah adat Balai Padang menjadi rumah kayu, dan faktor-faktor penyebabnya. Transformasi fisik yang terjadi diperoleh melalui metode observasi lapangan, sedangkan faktor-faktor penyebab transformasi diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Dari observasi lapangan ditemukan bahwa terdapat perubahan mendasar pada konsep ruang dan fungsi bangunan antara rumah Adat Balai Padang dengan rumah kayu. Faktor penyebab transformasi tersebut adalah keinginan penghuni sendiri. Keleluasaan gerak yang terbatas menjadi faktor dominan pemicu masyarakat memilih untuk membangun hunian pribadi, hal ini dapat dilihat dari sempitnya ruangan menjadi alasan terbesar yang dipilih responden untuk pindah ke rumah kayu. Pada proses membangun,  ditemukan bahwa 80% rumah kayu yang ada dibangun oleh tukang yang hanya menguasai metode membangun rumah konvensional, sehingga menghasilkan desain rumah kayu yang berbeda dengan rumah adat Balai Padang. 
Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Perumahan di Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa dan Pulau Tunda Kuswara, Kuswara
Jurnal Permukiman Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.24-29

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai analisis daya dukung lahan untuk mendukung pengembangan perumahan di pulau-pulau kecil dengan mengambil kasus Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Tunda. Tujuan pembahasan ini untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik daya dukung lahan di masing-masing pulau dalam kaitannya dengan pengembangan perumahan saat ini maupun masa yang akan datang. Dengan diketahuinya karakteristik daya dukung lahan maka dapat ditentukan arahan atau rekomendasi untuk pengembangan perumahan maupun upaya penataan yang diperlukan. Dalam analisis daya dukung ini, metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif terhadap daya tampung lahan sesuai dengan kriteria yang terdapat dalam SNI 1733 – 2004 dan Petunjuk Teknis Perencanaan Tata Ruang Pulau- pulau Kecil. Berdasarkan hasil analisis, untuk kondisi saat ini daya dukung lahan Pulau Tunda dan Pulau Pramuka masih dapat mendukung perumahan yang ada, sedangkan perumahan di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang sudah melebihi daya dukung lahan kedua pulau tersebut. Untuk perkiraan 10 tahun ke depan, dengan menggunakan proyeksi penduduk dan kebutuhan lahan untuk perumahan disimpulkan hanya Pulau Tunda yang masih mampu menampung pengembangan perumahan, sedang perkembangan perumahan di ketiga pulau lainnya sudah melampaui daya dukung yang ada. Kondisi ini juga menggambarkan bahwa perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang cepat apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan secara lebih cepat juga
Analisis Jalur Kritis Penerapan Teknologi Pada Konstruksi Atap Sirap Bambu Damayanti, Desak Putu; Agustiningtyas, Rudi Setiadji; Kuswara, Kuswara
Jurnal Permukiman Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.95-107

Abstract

Analisis pekerjaan konstruksi bangunan tradisional dalammenganalisis efektifitas pelaksanaannya masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan metode pelaksanaan konstruksi tradisional memiliki mekanisme pekerjaan yang spesifik. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalur kritis selama proses penerapan teknologi pada konstruksi atap berbahan sirap bambu di Desa Angseri – Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Objek penelitian adalah bangunan tradisional Bale Paruman Agung dan Bale Paselang. Penelitian ini bersifat eksploratif-evaluatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui ekplorasi lapangan selama 3 bulan. Data yang dikumpulkan terfokus pada tahapan pengerjaan, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan lama waktu pengerjaan. Menurut rencana, proses penerapan teknologi pada peremajaan konstruksi atap sirap bambu membutuhkan jumlah sirap sebanyak +30.000 bilah sirap selama 60 (enam puluh) hari kerja. Namun, pekerjaan membutuhkan tambahan waktu pengerjaan selama 30 (tiga puluh) hari. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan bahwa jalur kritis terdapat pada tahapan pembuatan bilah sirap dan pengawetan bambu dengan larutan Boron 5% (menggunakan metode Boucherie). Rendahnya tingkat penguasaan teknologi terkait pembuatan sirap dan proses pengawetan menyebabkan terdapat sebagian sirap yang dihasilkan tidak layak digunakan. Sehingga dibutuhkan tambahan waktu untuk membuat ulang sirap pengganti sebesar 10% dari jumlah yang dibutuhkan (+3.000).
Pengembangan Permukiman Di Kawasan Perbatasan sebagai Beranda Terdepan Nkri Studi Kasus: Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur Kuswara, Kuswara
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.253-262

Abstract

Fenomena perkembangan kawasan perbatasan dengan negara tetangga menunjukkan semakin strategisnya kawasan perbatasan disatu sisi sementara di sisi lain kawasan ini secara umum masih sangat terbelakang dibandingkan kawasan lain di Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya percepatan pengembangan kawasan perbatasan. Berkaitan dengan pengembangan kawasan perbatasan, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah keberadaan permukiman yang ada di kawasan ini. Upaya pengembangan permukiman ini dilakukan dalam rangka mengubah paradigma pembangunan di kawasan perbatasan dari paradigma ”halaman belakang” menjadi ”halaman depan” dan dilakukan dengan pendekatan yang seimbang dan terpadu antara pendekatan keamanan (security approach) dan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach). Dalam pengembangan paradigma pembangunan tersebut, peran permukiman memegang peranan yang sangat penting karena menjadi salah satu aktivitas terdepan yang ada di kawasan perbatasan. Untuk mendukung hal itu, maka diperlukan upaya untuk menemukenali tantangan pengembangan permukiman sebagai dasar untuk menentukan arah pengembangannya yang sesuai sehingga permukiman di kawasan perbatasan dapat menjadi beranda terdepan atau welcome window wilayah NKRI.
Nilai Karakter dalam Kakawihan Kaulinan Barudak sebagai Media Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Widaningsih, Eva; Sukmana, Ece; Kuswara, Kuswara
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v13i2.32-47

Abstract

Penelitian ini menyoroti penurunan pemahaman dan nilai karakter anak terhadap kakawihan kaulinan barudak di era globalisasi dan digital, ketika anak-anak lebih mengenal permainan modern dibandingkan permainan tradisional yang kaya makna. Fokus kajian mencakup oray-orayan, ayang-ayang gung, tokecang, paciwit-ciwit lutung, dan pérépét jengkol, dengan analisis makna lirik dan gerakan serta nilai karakter silih asih, silih asah, dan silih asuh melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan Charles Sanders Peirce. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik dari buku Peperenian Urang Sunda karya Rahmat Taufiq Hidayat dkk dan dokumentasi gerakan dari video YouTube. Analisis dilakukan melalui lapisan denotasi, konotasi, dan mitos serta model triadik Peirce (ikon, indeks, simbol) untuk mengungkap makna budaya dan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik dan gerakan kakawihan tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi juga sarat pesan moral yang mendukung pengembangan karakter. Nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh terejawantahkan melalui interaksi, kerja sama, serta tanggung jawab dalam permainan. Dengan demikian, kakawihan kaulinan barudak terbukti menjadi media pendidikan karakter yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila.