Tuti Sukini, Tuti
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect Of Gelelor (Geblek Lele Kelor) On Hemoglobin Levels In Anemic Pregnant Women sukini, tuti; Husnah, Afifah; Rofi`ah, Siti
Midwifery and Nursing Research Vol. 7 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/manr.v7i1.11906

Abstract

Background: The incidence of pregnancy anemia in Indonesia shows quite high values, namely pregnant women aged 15-24 years 84.6%, aged 25-34 years 33.7%, aged 35-44 years 33.6% and aged 45-54 years 24 % (Riskesdas, 2018). The Purworejo District Health Service (DKK) noted that in 2020, anemia in pregnant women in Purworejo Regency increased by 23.16%, compared to previously only 17.37% in 2019. The incidence of anemia in pregnant women at the Winong Kemiri Community Health Center, Purworejo Regency is 55.2%. Management of anemia in pregnant women is carried out by the government by providing blood supplement tablets 60 mg/day. With the local wisdom of the Winong people who cultivate a lot of catfish and moringa leaves, the researchers provided fortified food in the form of gelelor.Methods: This research was conducted in Purworejo Regency. The type of research used quantitative with Quasy Experimental Design design using the Two Group Pretest-Postest Design approach. The sample of this study was 40 pregnant women with anemia at the Winong Health Center. The sampling technique used purposive sampling.Result : The results of the analysis using the Paired Sampet T-Test, the provision of catfish geblek and moringa leaves had an effect on hemoglobin levels in pregnant women with anemia at the Winong Kemiri Health Center, Purworejo with a sign value of 0.000 p value (0.05) based on the results of the posttest score increasing compared to the pretest scoreConclusion: It is hoped that the results of this research will enable health workers, especially midwives, to promote gelelor routinely as an accompaniment to blood supplement tablets for pregnant women with anemia to increase hemoglobin levels 
Moksal Learning Media (Monopoly of Sexual Violence) in Improving Adolescent Knowledge About Sexual Violence Prevention maharani, syafira; Nimawati, Nuril; Sukini, Tuti
Midwifery and Nursing Research Vol. 7 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Early adolescents are an age group that is vulnerable to sexual violence due to low knowledge of interpersonal boundaries. Data from the Magelang City Departement of Community Empowerment, Women, Child Protection, Population Control, and Family Planning 2024-2025 shows that there are 15 cases of sexual violence in adolescents aged 10-13 years who still have a low level of knowledge related to interpersonal boundaries. Efforts have been made by local agencies, including through outreach in schools and child protection campaigns. However, the weakness is that the programs provided are still general in nature and have not been integrated with interactive learning media.Methods: This study used a quantitative method with a pre-experimental design of the one group pretest-posttest type, as well as providing material related to understanding sexual violence prevention, program objectives, types of violence in the virtual and real worlds, and perpetrators of sexual violence.  The sample amounted to 55 students in grades V and VI at SDN 1 Tidar, Magelang City, who were selected through the total sampling technique. The research instrument was in the form of a knowledge questionnaire, and data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks test  with an alpha of 5% because the data is not normally distributed.Results: The results of the study showed a significant increase in knowledge after being given an intervention with Moksal media with a p-value = 0.000. A weakness of this study is the absence of a control group; however, the accuracy of this learning medium is guaranteed by providing material related to the prevention of sexual violence.Conclusion: Moksal learning media  is effective in increasing early adolescents' knowledge about sexual violence prevention 
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP REMAJA AWAL DENGAN MEDIA “BBB” (BELAJAR, BERMAIN, DAN BERNYANYI) Idhayanti, Ribkha Itha; Safitri, Eka Ani; Sukini, Tuti; Munayarokh, Munayarokh; Masini, Masiani
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i2.10917

Abstract

Masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa (remaja awal) mereka membutuhkan pendampingan. Di Indonesia jumlah kasus kriminal kesusilaan yang terdiri dari pemerkosaan dan pencabulan meningkat selama lima tahun terakhir. Pada 2016, jumlah kasus tersebut sebanyak 5.237, sementara pada 2020 menjadi 6.872 kasus. Menurut data dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Kebumen pada tahun 2021 masih terjadi 125 kasus. Untuk korbanya paling banyak adalah anak usia remaja awal dan berjenis kelamin perempuan. Salah satu upaya pemerintah untuk melindungi anak dari kekerasan seksual disebutkan dalam pasal 15 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kejahatan seksual. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak yaitu melalui pengajaran personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi pada anak. Pada penelitian ini keterampilan keselamatan pribadi pada anak dikenalkan menggunakan media “BBB” yang merupakan singkatan dari Belajar, Bermain dan Bernyanyi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media “BBB” (Belajar, Bermain dan Bernyanyi) sebagai pencegahan kekerasan seksual terhadap remaja awal. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen, metode yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment), dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Teknik pengambilan sampel total populasi sampling atau sampel jenuh, jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapat nilai p value = 0.000 yang artinya ada pengaruh signifikan pengetahuan remaja awal tentang pencegahan kekerasan seksual sebelum dan sesudah intervensi media “BBB”. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi media edukasi dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual pada remaja awal.
PENGARUH NUGGET KELLA (KELOR DAN NILA) TERHADAP BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BADUTA Idhayanti, Ribkha Itha; Puspitasari, Dini; Sukini, Tuti; Mundarti, Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11421

Abstract

Kondisi gizi yang bagus ialah salah satu aspek berarti buat menggapai tingkatan kesehatan yang maksimal. Baduta atau bayi usia 12-24 bulan berada pada periode emas dan periode kritis, karena mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Periode emas dapat dicapai secara optimal apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Salah satu upaya pencegahan permasalahan gizi dengan memberikan asupan protein dan karbohidrat dalam bentuk makanan tambahan berupa pemberian nugget kelor dan nila terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh nugget KELLA terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Jenis penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh baduta usia 12 – 24 bulan di Desa Kemiriombo wilayah kerja Puskesmas Gemawan. dan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 responden baduta. Hasil penelitian menggunakan uji T-Dependent ditemukan hasil p-value 0,000 pada berat badan (pvalue < 0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan berat badan baduta dan pada tinggi badan diperoleh p-value 0,000 (palue<0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan tinggi badan badutaHasil penelitian ini diharapkan sebagai pertimbangan dalam tindakan pencegahan masalah gizi pada balita dengan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan lokal seperti daun kelor dan ikan nila dan dapat menerapkan pemberian nugget KELLA sebagai alternatif makanan tambahan balita.