Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Kepercayaan Diri Anak dan Status Sosial Ekonomi terhadap Prestasi Akademik di TK Negeri Se Kecamatan Batumandi Kalimantan Selatan Mildasari Mildasari; Debie Susanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5647

Abstract

Kepercayaan diri dan status sosial ekonomi merupakan dua faktor utama yang dapat memengaruhi prestasi akademik anak usia dini. Kepercayaan diri anak berperan penting dalam membentuk kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan akademik, sedangkan status sosial ekonomi menentukan sejauh mana anak memiliki akses terhadap sumber daya pendidikan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri anak dan status sosial ekonomi terhadap prestasi akademik anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di TK Negeri se-Kecamatan Batumandi, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 120 orang tua anak usia 5-6 tahun di tiga TK Negeri di Kecamatan Batumandi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan berganda untuk menguji hubungan antara variabel kepercayaan diri anak (X1), status sosial ekonomi (X2), dan prestasi akademik (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri anak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,879 dan R² sebesar 65,8%. Status sosial ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi akademik dengan nilai koefisien regresi 0,599 dan R² sebesar 57,0%. Secara simultan, kedua variabel ini memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap prestasi akademik dengan nilai R² sebesar 79,6%, menunjukkan bahwa kombinasi antara kepercayaan diri dan status sosial ekonomi dapat menjelaskan hampir 80% variabilitas dalam prestasi akademik anak. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kepercayaan diri anak sejak dini serta meningkatkan dukungan terhadap anak-anak dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah untuk mengurangi kesenjangan akademik. Oleh karena itu, sekolah, guru, dan orang tua perlu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kepercayaan diri anak, serta memastikan akses yang setara terhadap fasilitas pendidikan yang berkualitas.
Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kemampuan Membaca Anak dengan Media Gambar Herlianti Anggraini; Debie Susanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5648

Abstract

Literasi visual merupakan salah satu keterampilan penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini. Kemampuan membaca gambar tidak hanya mendukung keterampilan berbahasa, tetapi juga membantu anak dalam memahami informasi secara lebih komprehensif. Namun, banyak anak di tingkat TK masih mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan gambar dan menghubungkannya dengan pengalaman mereka. Metode storytelling atau bercerita telah diidentifikasi sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan literasi visual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode storytelling dalam meningkatkan kemampuan membaca gambar anak usia dini, khususnya di TKIT Az Zahra Kabupaten Tabalong. Studi ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pre-test post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari 78 anak TK B yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (metode storytelling) dan kelompok kontrol (metode konvensional). Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner berbasis skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik t-test untuk mengukur perbedaan hasil pembelajaran sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode storytelling secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca gambar anak dibandingkan dengan metode konvensional (p < 0.05). Rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, anak-anak yang diajarkan dengan metode storytelling menunjukkan keterlibatan dan motivasi belajar yang lebih besar. Storytelling terbukti menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan literasi visual anak usia dini. Penerapan storytelling yang lebih terstruktur dalam kurikulum pendidikan anak usia dini dapat membantu mengembangkan keterampilan membaca gambar secara lebih optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis literasi visual.
Usulan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun Diana Indah Palupi; Diana Earlyana Lesmana; Dian Farista; Erlin Yusnita; Emma Rahmani; Hera Gustina; Hikmah Pertiwi; Debie Susanti
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.721 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.90

Abstract

This article discusses the process of growth and development of children aged 0-1 years which is continuous throughout the stages of life, but the speed of growth varies according to the stages of age. Growth is a change in the number, size, size of the body or limbs, which can be physically measured through weighing, measuring height, measuring head circumference, arm circumference and others. Development is the increase in abilities or skills in more complex body structures and functions in a regular and predictable pattern as a result of experience and the process of movement, intellectual, social and emotional maturation. Development is influenced by heredity, environment, culture and family values in each individual. The combination of these factors gives rise to the wide variety of variations that can be observed in children. Growth and development occur very rapidly, therefore stimulation of children at this age is very important because healthy and intelligent children will grow and develop optimally. The rate of growth and development of children aged 0-1 years which is described in various sources and guidelines in the national curriculum, there are proposed indicators of development in aspects of language development, namely the ability to express language and listen through non-verbal communication through children's reading books.
Usulan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) Pendidikan Anak Usia Dini Usia 2-3 Tahun Nor Annisa; Nanik Rahayu; Noor Padilah; Saniyya Putri Hendrayana; Reni Rulita; Debie Susanti
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.100

Abstract

This article discusses the process of growth and development of children aged 2-3 years which is continuous throughout the stages of life, but the speed of growth varies according to the stages of age. In the development of children aged 2-3 years. To achieve development, children need to achieve it in accordance with the standards of the child's level of achievement: religious-moral, physical-motoric, cognitive, linguistic, social-emotional, and artistic, language and art. This article aims to describe the development of abilities of children aged 2-3 years from various aspects of developmental achievement. Development is the increase in abilities or skills in more complex body structures and functions in a regular and predictable pattern as a result of experience and the process of movement, intellectual, social and emotional maturation. Development is influenced by heredity, environment, culture and family values in each individual. The combination of these factors gives rise to the wide variety of variations that can be observed in children. Growth and development occur very rapidly, therefore stimulation of children at this age is very important because healthy and intelligent children will grow and develop optimally. The rate of growth and development of children aged 2-3 years which is described in various sources and guidelines in the national curriculum, there are proposed indicators of development in aspects of religious-moral, physical-motoric, cognitive, linguistic, social-emotional, and artistic. The method used for data collection is in the form of library research, which is a method that can study various reference books and the results of previous similar studies.
Development of Number Board Media for Early Childhood Pre-Mathematics Introduction Ulva; Debie Susanti; Irma Yuliantina
JURNAL PENA PAUD Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpp.v6i2.44837

Abstract

Early numeracy skills are essential for supporting cognitive development in early childhood education. Observations at TK Yapis Ash Siddiq in Central Papua indicated that many children aged 5–6 years continued to have difficulty recognising and understanding numbers. Therefore, this study aimed to describe the conditions of numeracy learning among children at TK Yapis Ash Siddiq, develop a number board learning medium suited to early childhood characteristics, assess its feasibility, and test its effectiveness in improving numeracy skills. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation. A purposive sampling technique was used to select 12 children aged 5-6 years. A one-group pretest-posttest design was used to measure media effectiveness. Validation results from material and media experts yielded feasibility scores of 90% and 95%, categorised as highly feasible. The average numeracy score increased from 1.6 (on a 4-point scale) to 3.1 (on a 4-point scale), with an N-Gain of 0.64 (medium–high category). Observations also showed that children were highly enthusiastic and actively participated during learning. These results indicate that the number board is both feasible and effective as a learning tool for enhancing early numeracy skills in early childhood education.
Developing a Fun Cooking Guidebook to Build Reading and Writing Literacy in Children Aged 5–6 Years Daryani, Sri; Debie Susanti; Sri Watini
JURNAL PENA PAUD Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpp.v6i2.44866

Abstract

The absence of organized teaching aids for cooking activities prevents teachers from fully promoting comprehensive development in young children at the preschool level. Enriches children s mind, moral values, and cognitive growth, interest in learning, and social life. Attractive cookware playsets to inspire kids' imagination. The present study aims to design and evaluate the applicability of a fun cooking manual kit as an educational approach for a kindergarten course. The study employed a Research and Development (R&D) design using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage comprised a needs analysis of teachers and classroom activities. In contrast, the Design and Develop stages involved the design, development, and expert validation of the guidebook, with Disseminate comprising small implementation trials. Data were collected through questionnaires, expert validation sheets, and observation checklists used to assess teachers' personalities at the Child Asmaul Husna Kindergarten in Tangerang. The average feasibility score across four experts (nutrition, culinary arts, media, and early childhood education) was 3.6 (89.5%), indicating high feasibility and satisfaction with pedagogical, nutritional, and practical requirements. Trial results indicated that children became better critical thinkers, more creative, and more independent. In summary, the fun cooking guidebook, in accordance with the center method , is practicable and effective in cultivating infants' comprehensive capacity.
Developing an Integrative SMART Learning Model to Support Holistic Development in Early Childhood Education Nita Priyanti; Rita Mariyana; Rika Sadiyah; Debie Susanti; Restu Yuningsih
Ta'dib Vol 28 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v28i2.16163

Abstract

Learning practices in early childhood education have not yet optimally integrated science, mathematics, art, religious values, and technology into a unified instructional model. This study aims to develop and examine the effectiveness of the SMART learning model (Science, Math, Art, Religion, and Technology) in early childhood education. Using a research and development (R&D) approach, the study integrated quantitative and qualitative data and involved early childhood learners as research participants. The model was developed through the ADDIE framework and validated by early childhood education experts, classroom teachers, and religious education specialists. The findings indicate that the SMART learning model is more effective than conventional lecture-based learning in enhancing children’s competencies across science, mathematics, art, religion, and technology. Overall, the study demonstrates that the SMART learning model provides an integrative, child-centered approach that supports holistic learning outcomes and aligns with early childhood developmental characteristics.
Pengembangan Picture Storybook Tradisional Kota Serang “Jajanan Kite” dalam Meningkatkan Literasi Anak Usia Dini Ayu Yulia; Erna Budiarti; Debie Susanti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9242

Abstract

Penggunaan media pembelajaran berbasis buku yang mengintegrasikan kearifan lokal masih terbatas, sehingga belum mampu mendukung pengembangan literasi awal anak usia dini secara optimal. Buku cerita bergambar makanan tradisional Kota Serang dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi awal AUD sekaligus mengenalkan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan mengetahui efektivitas buku cerita bergambar makanan tradisional khas Kota Serang dalam meningkatkan literasi awal AUD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data adalah observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 5–6 tahun dan 3 orang guru. Hasil analisis kebutuhan pengembangan media buku cerita makanan tradisional Kota Serang diperoleh nilai rata-rata literasi awal AUD sebesar 49,86%, menunjukkan bahwa literasi awal AUD masih perlu ditingkatkan. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh kategori sangat layak dari ahli materi (90%) dan ahli media (84%), serta kategori layak dari ahli PAUD (78,18%). Hasil uji coba skala kecil dan skala besar memperoleh persentase masing-masing sebesar 85,50% dan 90,68% dengan kategori sangat baik. Efektivitas penggunaan media berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh p-value 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar makanan tradisional Kota Serang layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan literasi awal AUD.
PEMBERDAYAAN GURU PAUD MELALUI KEMITRAAN LITERASI DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING Kurnia Rahayu; Mega Endang Sari; Dian Nur Rachmawati; Indri Ristiani; Anisya Fitria Sari; Erna Budiarti; Debie Susanti
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.2556

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan literasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis deep learning. Program dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik pembuatan media pembelajaran berupa buku cerita anak yang kreatif dan edukatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran literasi serta minimnya kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan andragogi melalui model Project Based Learning (PBL) dan pendampingan intensif (coaching clinic). Tahapan kegiatan meliputi In-Service Training, On-the-Job Learning, implementasi pembelajaran di kelas, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 38 guru PAUD dengan 32 responden yang mengisi instrumen evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 10,3 meningkat menjadi 11,8 pada post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan produk media pembelajaran berupa buku cerita anak yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dan mengintegrasikan unsur kreativitas, kolaborasi, serta nilai edukatif dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan deep learning, pemanfaatan media pembelajaran inovatif, serta penggunaan teknologi dan AI secara bijak dalam pendidikan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengembangan literasi dan media pembelajaran berbasis deep learning. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi anak usia dini.