Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi dan Seleksi Keragaman Fenotipe Tanaman Garut (Maranta arundinacea L.) Hasil Radiasi Sinar Gamma Deswina, Puspita; Indrayani, Sri; Perdani, Ambar Yuswi; Mulyaningsih, Enung S
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v1i1.180

Abstract

Salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat alternatif potensial adalah tanaman Garut (Maranta arundinaceaL.) yang mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan. Makanan yang terbuat dari tepung garut memiliki keistimewaan, yaitu mudah dicernadan memiliki Indek Glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis umbi-umbian lainnya, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Tanaman ini umumnya diperbanyak secara vegetatif, sehingga memiliki keragaman genetik yang sempit. Untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman garut, telah dilakukan iradiasi sinar gamma di Pusat Radiasi dan Isotop, BATAN, dengan dosis 10 sampai dengan 140 Gy dengan interval 10. Analisis perubahan morfologis dan seleksi dilakukan dengan mengamati perubahan karakteristik sejak tanaman menghasilkan tunas sampai pertumbuhan tanaman maksimal atau tanaman menghasilkan bunga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dosis iradiasi dan dosis LD 50 yang optimal dalam memperluas keragaman genetik tanaman garut serta mengetahui perubahan karakter morfologi tanaman setelah diradiasi.Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan.Analisis data menggunakan MiniTab 16. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa iradiasi sinar gamma dapat mempengaruhi karakter morfologi terhadap daun, jumlah tunas, tinggi tanamandan produksi umbi.
Antioxidant enzyme activities in chili plants in response to the infection of Pepper yellow leaf curl Indonesia virus Paradisa, Yashanti Berlinda; Hidayat, Sri Hendrasturi; Mutaqin, Kikin Hamzah; Syukur , Muhamad; Wahyuni, Wahyuni; Indrayani, Sri; Sulistyowati, Yuli; Fidriyanto, Rusli
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 26 No. 1 (2026): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLANT PE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.12678-89

Abstract

Chili pepper is an important agricultural crop but is highly vulnerable to viral diseases, including Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV). This study investigated the biochemical response of chili plants to PepYLCIV infection by examining changes in antioxidant enzyme activities: peroxidase (POD), catalase (CAT), and ascorbate peroxidase (APX). The effects of sample handling methods on enzyme activity measurements were also evaluated. The experiment was conducted in a biosafety greenhouse using a factorial design with four replications. The treatments included two chili varieties (Bara and Bonita), plant condition (healthy and PepYLCIV-infected), sample types (fresh leaf tissue and frozen leaf tissue stored at −80 °C), and seven sampling times (1, 3, 5, 7, 14, 21, and 28 days post-inoculation). Result showed that POD activity was significantly higher in infected plants than in healthy plants, whereas CAT and APX activities showed no significant differences between plant health conditions. Fresh samples consistently exhibited higher enzyme activity than frozen samples. POD and CAT activities peaked at 28 days post-inoculation, while APX activity was the highest at 5 days post-inoculation and fluctuated over time. These findings highlight the importance of considering infection status, sampling time, and sample processing when evaluating antioxidant enzymes in plant–virus interaction studies.