Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : BIMASTER

BILANGAN DOMINASI EDGE-VERTEX DAN VERTEX-EDGE PADA GRAF LINTASAN, CYCLE, CENTIPEDE DAN MASING-MASING MIDDLE GRAPHNYA Evi Utami; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.414 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.34096

Abstract

Sebuah himpunan ,  adalah himpunan dominasi pada graf  jika semua simpul yang tidak berada pada himpunan  bertetangga sedikitnya dengan satu simpul dari  dan kardinalitas minimum dari  disebut bilangan dominasi . Ada banyak jenis bilangan dominasi yang telah dikembangkan diantaranya bilangan dominasi edge-vertex dan bilangan dominasi vertex-edge. Sebuah himpunan  adalah himpunan dominasi edge-vertex jika untuk semua simpul pada  ada sisi  sedemikian sehingga  mendominasi  dan kardinalitas minimum dari  disebut bilangan dominasi edge-vertex . Sebuah himpunan  adalah himpunan dominasi vertex-edge jika untuk semua sisi pada  ada simpul  sedemikian sehingga  mendominasi  dan kardinalitas minimum dari  disebut bilangan dominasi vertex-edge . Hasil dari penelitian diperoleh bilangan dominasi edge-vertex pada graf lintasan, cycle dan centipede serta pada middle graph dari graf tersebut yaitu , , , ,  dan . Bilangan dominasi vertex-edge pada graf lintasan, cycle dan centipede serta pada middle graph dari graf tersebut yaitu , , , ,  dan .  Kata Kunci: bilangan dominasi, edge-vertex, vertex-edge, graf lintasan, cycle, centipede
PEMODELAN MATEMATIS UNTUK PERSAMAAN BEDA POTENSIAL LISTRIK Resti Julia Susanti; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.934 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.35881

Abstract

Pada penelitian ini, permasalahan beda potensial listrik pada sebuah muatan listrik positif yang diukur pada sebarang titik  terhadap titik asalnya yakni titik (x0, y0) dimodelkan ke dalam persamaan diferensial. Model untuk persamaan beda potensial listrik diperoleh dengan menggunakan konsep-konsep yang mendasari elektrostatis yaitu persamaan medan listrik, fluks listrik, hukum Coulomb dan hukum Gauss. Dengan melambangkan potensial listrik sebagai V, rapat muatan sebagai σ, dan konstanta listrik sebagai ε0, beda potensial listrik dapat dituliskan ke dalam bentuk persamaan Poisson . Misalkan titik asal muatan listrik tersebut adalah titik , maka dengan menggunakan konsep fungsi delta, diperoleh persamaan diferensial untuk beda potesial listrik.Kata Kunci: persamaan beda potensial listrik, fungsi delta, listrik statis.
MINIMUM SPANNING TREE PADA JARINGAN FIBER OPTIC DI UNIVERSITAS TANJUNGPURA Neno Juli Triami; Yundari Yundari; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.585 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i1.38909

Abstract

Jaringan fiber optic merupakan suatu jaringan kabel yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi. Dibandingkan dengan kabel lainnya, kabel fiber optic ini cenderung lebih tahan lama, lebih cepat dalam mengirim sinyal cahaya. Namun demikian, harganya relatif lebih mahal dari kabel yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan cara untuk meminimalisir jaringan pada jaringan fiber optic, salah satu caranya dapat menggunakan minimum spanning tree. Pada saat ini, di Universitas Tanjungpura sudah menggunakan jaringan fiber optic untuk akses internet dari satu unit ke unit yang lainnya. Dalam penelitian ini dibahas mengenai penerapan beberapa algoritma sebagai alternatif untuk mendapatkan MST pada jaringan fiber optic di Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian menunjukkan jika menggunakan algoritma Kruskal, algoritma Prim, dan algoritma Sollin diperoleh  panjang jaringan kabel yaitu 4310 meter sedangkan sebelum menggunakan MST diperoleh panjang kabel sebesar 8765 meter. Selanjutnya, untuk jaringan fiber optic yang terbentuk dari algoritma Kruskal dan algoritma Prim menghasilkan jaringan yang sama, namun untuk algoritma Sollin berbeda. Perbedaannya terletak pada akses dari Fakultas Hukum ke Rumah Sakit Untan dan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke Fakultas Kedokteran. Kata Kunci : algoritma Kruskal, algoritma Prim, algoritma Sollin
DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS BLOK 2×2 Ilhamsyah Ilhamsyah; Helmi Helmi; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 03 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.265 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v6i03.21860

Abstract

Matriks blok merupakan matriks persegi yang diblok dengan memberi garis vertikal dan horizontal sehingga menjadi submatriks dengan ukuran yang lebih kecil. Matriks blok dapat diaplikasikan dalam mencari determinan dan invers dari suatu matriks persegi. Jika suatu matriks persegi  yang determinannya tidak sama dengan nol dan memenuhi , dengan merupakan matriks tak singular maka  merupakan invers dari Penelitian ini bertujuan untuk mencari determinan dan invers matriks persegi  dengan menggunakan matriks blok. Langkah pertama untuk mencari invers matriks persegi yaitu dengan memblok matriks tersebut menjadi matriks berukuran  dengan submatriks  dan . Dengan memisalkan submatriks  dan dari matiks  merupakan matriks persegi. Selanjutnya mencari determinan dari submatriks  dan  atau determinan dari submatriks  dan . Jika determinan dari matriks dan  sama dengan nol maka matriks  diblok ulang dengan submatriks  dan  merupakan matriks persegi. Kemudian dicari determinan dan invers dari submatriks  atau determinan dari submatriks  Setelah didapat invers dari matriks  atau dicari invers dari matriks  dengan menggunakan teorema Komplemen Schur sehingga didapat  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa matriks taksingular dapat dicari determinan dan inversnya dengan cara memblok matriks tersebut menjadi matriks yang lebih kecil dengan salah satu dari submatriks  memiliki determinan yang tidak sama dengan nol. Kata kunci: determinan matriks, invers matriks dan komplemen schur 
DIMENSI PARTISI PADA GRAF Annisatul Khairiah; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.822 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i1.38818

Abstract

Diberikan sebuah graf terhubung . Simpul  dikelompokkan ke dalam -partisi yaitu  dengan . Representasi dari  terhadap  yaitu    dengan  dan  merupakan simpul di . Jika representasi yang dihasilkan memiliki vektor koordinat yang berbeda, maka  merupakan partisi pembeda dari graf . Apabila  merupakan nilai minimum dari banyaknya partisi di , maka    merupakan dimensi partisi dari graf , dinotasikan dengan   . Pada penelitian ini dibahas cara menentukan formula dimensi partisi pada graf sisir, graf garis dan graf kuadrat dari graf sisir. Graf sisir adalah graf yang diperoleh dari hasil operasi korona antara graf lintasan  dengan graf lengkap . Graf sisir  memiliki  simpul dan  sisi. Graf garis dari graf sisir  adalah graf yang memiliki jumlah simpul sama dengan jumlah sisi dari graf . Simpul pada graf garis tersebut akan bertetangga jika dan hanya jika sisi-sisi yang bersesuaian saling terhubung pada graf . Graf kuadrat dari graf sisir  yaitu sebuah graf yang memiliki jumlah simpul yang sama dengan simpul pada graf , dengan menambahkan sisi pada dua simpul yang berjarak dua. Hasil dari penelitian ini diperoleh dimensi partisi dari graf sisir yaitu 2, untuk  dan , untuk . Dimensi partisi pada graf garis dari graf sisir yaitu , untuk  dan , untuk  serta dimensi partisi pada graf kuadrat dari graf sisir yaitu , untuk  dan , , untuk .  Kata Kunci: Partisi pembeda, graf sisir, graf garis, graf kuadrat.
BILANGAN KROMATIK BINTANG PADA GRAF YANG MEMUAT BINTANG DAN CYCLE Fransiska Evalia; Yundari Yundari; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 2 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.27 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i2.32462

Abstract

Pewarnaan bintang merupakan salah satu jenis pewarnaan simpul pada suatu graf dengan pemberian warna pada setiap lintasan empat simpul tidak menggunakan dua warna. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan bintang di graf  disebut dengan bilangan kromatik bintang yang dinotasikan dengan . Pada penelitian ini dibahas tentang bilangan kromatik bintang pada graf Lilly, graf buku, generalisasi graf pertemanan, dan bayangan graf cycle. Graf Lilly dan graf buku merupakan graf yang dibentuk dari gabungan graf bintang dan graf lintasan sedangkan generalisasi graf pertemanan dan bayangan graf cycle dibentuk dari salinan graf cycle. Berdasarkan penelitian diperoleh bilangan kromatik bintang pada graf Lilly yaitu  warna, bilangan kromatik bintang pada graf buku adalah . Bilangan kromatik bintang pada generalisasi graf pertemanan adalah 4 warna untuk  dan 3 warna untuk  lainnya, bilangan kromatik bintang pada bayangan graf cycle adalah 4 warna untuk  dengan  merupakan anggota himpunan bilangan asli, 6 warna untuk , dan 5 warna untuk  lainnya. Bilangan kromatik yang terkait dengan derajat maksimum suatu graf  yaitu   dengan  merupakan anggota himpunan bilangan asli dan . Kata Kunci : graf Lilly, graf buku, generalisai graf pertemanan, bayangan graf cycle.
BENTUK KANONIK JORDAN DALAM MENYELESAIKAN Umi Salmah; Mariatul Kiftiah; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 01 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.538 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v6i01.19252

Abstract

Bentukkanonik Jordan merupakan matriks Jordan yang similar dengan matriks asalnya.Bentuk kanonik Jordan dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan sistem persamaandiferensial linear. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan bentuk kanonik Jordan dari suatu matriks                          dan mengaplikasikan bentuk kanonikJordan dalam menyelesaikan sistem persamaan diferensial linear. Langkah pertamauntuk menentukan bentuk kanonik Jordan adalah menentukan persamaankarakteristik untuk mendapatkan nilai eigen dan vektor eigen. Selanjutnya, menentukanmultiplisitas aljabar dan multiplisitas geometri serta vektor eigentergeneralisasi. Kemudian, menentukan matriks tak singular S dan inversnyaserta bentuk kanonik Jordan  Setelahmendapatkan bentuk kanonik Jordan J, langkah untuk menyelesaikan sistempersamaan diferensial linear  adalahmenentukan solusi w dengan  dan merupakan blok Jordan dari J. Langkahselanjutnya, menentukan dan  sehingga mendapatkan solusi umum sistem persamaandiferensial linear . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vektor eigentergeneralisasi dapat digunakan untuk menentukan bentuk kanonik Jordan danbentuk kanonik Jordan dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaandiferensial linear. Kata Kunci: vektor eigentergeneralisasi, sistem persamaan diferensial
BILANGAN INDEPENDENT DOMINATION PADA BEBERAPA GRAF Lili Surai’ya; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.459 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.36582

Abstract

Suatu himpunan simpul dari graf  dikatakan himpunan domination jika semua simpul yang tidak berada di himpunan tersebut bertetangga dengan sedikitnya satu simpul di himpunan tersebut. Kardinalitas minimum dari himpunan domination disebut bilangan domination. Konsep himpunan domination terus berkembang salah satunya yaitu tentang himpunan independent domination. Simpul pada himpunan independent domination mendominasi simpul lain tetapi simpul pada himpunan tersebut tidak boleh saling bertetangga. Kardinalitas minimum dari himpunan independent domination yang dinotasikan dengan  disebut bilangan independent domination. Penelitian ini mengkaji tentang  pada beberapa graf yaitu graf cycle , graf roda  graf pizza  graf bunga matahari  graf antiprisma  dan graf prisma . Graf pizza dan graf bunga matahari dibangun dari graf roda, graf roda dibangun dari graf cycle. Graf antiprisma dan graf prisma dibangun dari graf cycle. Berdasarkan analisis pada penelitian ini diketahui bahwa , ,     ,   ,    ,  dan     untuk     yaitu    ,  untuk  yaitu , untuk  yaitu , dan untuk  yaitu   .Kata Kunci : graf cycle, graf roda, graf pizza, graf bunga matahari, graf antiprisma, graf prisma
STRUKTUR ALJABAR DALAM PEWARISAN GOLONGAN DARAH Andriko Andriko; Mariatul Kiftiah; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.784 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i1.38592

Abstract

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat (hereditas) secara ilmiah. Salah satu identitas genetik yang dapat diwariskan adalah golongan darah. Sistem golongan darah yang paling umum digunakan adalah sistem golongan darah ABO dan Rhesus. Pewarisan golongan darah ini dapat dianalisis dengan memanfaatkan masing-masing antigen pada sistem golongan darah, selanjutnya antigen tersebut digunakan sebagai basis bagi sebuah ruang vektor yang bekerja atas field . Didefinisikan sebuah operasi biner untuk masing-masing sistem golongan darah dan dianalisis menggunakan aljabar gamet dan aljabar zigot. Diperoleh persamaan-persamaan yang digunakan sebagai aksioma untuk membentuk struktur aljabar bagi masing-masing sistem golongan darah. Ketika telah diperoleh masing-masing aljabar untuk sistem golongan darah ABO dan Rhesus, maka didefinisikan sebuah operasi biner bagi sistem golongan darah ABO yang dilengkapi dengan sistem golongan darah Rhesus (ABO Rh). Operasi biner ini digunakan untuk mendapatkan persamaan-persamaan yang digunakan sebagai aksioma-aksioma untuk membentuk struktur aljabar dari sistem golongan darah ABO Rh.Kata Kunci: , operasi biner, aljabar gamet, aljabar zigot
PENERAPAN METODE ZERO SUFFIX DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRANSPORTASI FUZZY DAN LINIER Studi Kasus : Perum BULOG Divre Kalbar Pontianak Lidwina Evi Purwanti; Mariatul Kiftiah; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 2 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.448 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i2.31785

Abstract

Masalah transportasi merupakan bagian khusus dari program linier yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam meminimumkan biaya transportasi sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimum. Salah satu metode transportasi yang dapat digunakan adalah metode Zero Suffix dengan parameter yang digunakan yaitu biaya, persediaan dan permintaan dalam keadaan tertentu parameter tersebut tidak selalu dapat diketahui dengan pasti karena permasalahan dilapangan yang tidak bisa dihindari, maka solusi untuk ketidakpastian ini menggunakan pendekatan himpunan fuzzy. Pada masalah transportasi dicari pengalokasian yang tepat yang diterapkan pada Perum BULOG Divisi Regional Kalbar Pontianak untuk memperoleh biaya yang minimum. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, pengalokasian beras yang berada di Gudang Wajok Hulu didistribusikan ke Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak sedangkan pengalokasian beras yang berada di Gudang Sungai Raya Kubu Raya didistribusikan ke Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Metode transportasi yang diterapkan pada Perum BULOG dapat menghemat biaya sebesar Rp 36.851.355. Keadaan dimana jumlah persediaan dan permintaan beras tidak diketahui dengan pasti pada  transportasi fuzzy memperoleh biaya minimum sebesar Rp 252.530.278,6.Kata Kunci : Logika Fuzzy, Robust Rangking, Suffix Value.