Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Inovasi Berkelanjutan: Memperkuat Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Wisata Hiu Paus yang Berkelanjutan di Desa Botubarani Sunarty Suly Eraku; Moch. Rio Pambudi; Wiwin Kobi
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 2, No 1 (2023): Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/geojpg.v2i1.20003

Abstract

Pariwisata berkelanjutan merupakan konsep pariwisata yang memberikan prioritas pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pariwisata berkelanjutan sangat penting untuk melindungi lingkungan sebagai aset yang berharga. Indikator pariwisata berkelanjutan diantaranya lingkungan, ekonomi, sosial budaya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami fenomena yang terjadi pada subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, minat, dan motivasi. Subyek penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan wisata meliputi perangkat desa, pelaku UMKM, wisatawan, dan masyarakat sekitar. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan beberapa langkah meliputi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemerintah desa mengembangkan program antara lain a) menjaga kebersihan kampung, b) sapta pesona, c) pembuatan cindramata, d) pengusaan bahasa Inggris, dan e) pengembangan homestay. Berbagai jenis UMKM dapat ditemukan di kawasan ini, seperti penyewaan perahu, penjual cindramata, dan penyewaan homestay. Perkembangan pariwisata hiu paus terjadi pergeseran profesi yang menarik di kalangan masyarakat. Banyak dari masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan kini beralih profesi menjadi pemandu wisata hiu paus. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa partisipasi seluruh elemen telah memenuhi indikator lingkungan, indikator ekonomi, dan indikator sosial budaya.
Upaya Mitigasi dan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Reboisasi di Desa Bilato Syahrizal Koem; Rakhmat Jaya Lahay; Moch Rio Pambudi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2023): September 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i5.479

Abstract

Permasalahan lingkungan yang penting untuk dibahas salah satunya kerusakan hutan. Kerusakan hutan akibat alih fungsi hutan sebagai perkebunan, pemukiman dan lain-lain. Sekitar 57% kerusakan hutan di Indonesia sebagian besar alih fungsi sebagai perkebunan kelapa sawit. Kondisi morfolgi desa Bilatalo sangat bervariasi mulai dataran tinggi sampai dataran rendah dan dilalui sungai Paguyaman. Desa Bilato berada dibagian hulu sungai Paguyaman yang sering dilanda banjir. Bantaran sungai Paguyaman minim dengan tutup vegetasi yang sangat rawan terjadi erosi yang mengakibatkan pendangkalan. Sungai paguyamanan berdampingan dengan lereng-lereng perbukitan. Untuk menangulangi bencana meteorologi di desa Bilato perlu diadakan reboisasi. Reboisasi dilakukan di bantaran sungai Paguyaman dan lereng-lereng perbukitan. Kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi 3 tiga tahapan, diantaranya survei lokasi, penanaman, monitoring. Kegiatan pengabdian masayarakat dilaksanakan dengan sesuai tahapan-tahapan kegiatan. Hasil dari pengabdian masyarakat upaya mitigasi dan kapasitas adaptasi perubahan iklim melaului reboisasi masyarakat lebih memahami pentingnya penanaman pohon sebagai upaya penagulangan bencana metorologi.
Sosialisasi Kerentanan Bencana dengan Literasi Spasial Siswa SMAN 1 Bonepantai Moch Rio Pambudi; Masruroh Masruroh; Ninasafitri Ninasafitri; Ayub Pratama Aris; Sunarty Suly Eraku; Ramla Hartini Melo Hartini Melo; Erga Kurniawati
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 2 (2023): Journal of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i2.6443

Abstract

Literasi spasial merujuk pada kemampuan individu untuk memahami, menginterpretasikan, menganalisis, dan menggunakan informasi yang berkaitan dengan ruang dan lokasi. Permasalahan literasi spasial yang dihadapi siswa adalah masih minimnya kesadaran tentang pentingnya pemahaman geografi dan kemampuan memanfaatkan informasi spasial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey. Subyek pada penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Bonepantai yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 45 siswa. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrument untuk mengumpulkan data. Angket berisi lima belas pertanyaan dengan indikator a) pengimajinasian, b) pengkonsepan, c) penyelesaian masalah, dan d) pencarian pola. Hasil literasi spasial siswa terhadap bencana alam mendapatkan nilai rata-rata sebesar 70 dengan kualifikasi cukup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapatkan tiga temuan diantaranya keterbatasan aksesibilitas informasi spasial, keterbatasan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, serta perubahan perilaku yang dapat dilakukan.
Peran Literasi dan Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Siswa SMA Negeri 1 Bone Pantai Menghadapi Ancaman Bencana Masruroh Masruroh; Sunarty Suly Eraku; Moch Rio Pambudi; Ninasafitri Ninasafitri; Ayub Pratama Aris; Ramla Hartini Melo
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 December 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v2i2.51112

Abstract

Gorontalo is one of the areas in Indonesia that has the potential for natural disasters, so efforts are needed to minimize the impact of disasters. One effort to deal with the threat of disaster is to increase the role of literacy and local wisdom to provide an understanding of the hazards and impacts of disasters in disaster-prone areas. The purpose of this community service is to strengthen the role of literacy and local wisdom in increasing the preparedness of SMA Negeri 1 Bone Pantai students in facing the threat of disaster. The target of this activity is high school students. The method used in this community service activity is a quantitative approach with student participation, namely by involving students directly through mentoring during school service activities. The results of the pre-test, namely 50% of students understand the role of literacy and local wisdom and the results of the post-test show that 83% of students understand the role of literacy and local wisdom in increasing disaster preparedness. All students took part in strengthening the role of literacy and local wisdom enthusiastically through outreach and discussion. Thus strengthening the role of literacy and local wisdom in increasing disaster preparedness can be said to be good by providing socialization and concrete actions that will be remembered by students in disaster preparedness. This activity is expected to have a positive impact as an effort to increase the preparedness of SMA N 1 Bone Pantai District students. Gorontalo. 
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Geografi Kebencanaan Berbasis Flip Book M. Iqbal Liayong Pratama; Daud Yusuf; Rusiyah Rusiyah; Wiwin Kobi; Moch Rio Pambudi; Hendra Hendra
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2024): Volume 8, Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i4.1104

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan suplemen bahan ajar berbasis berpikir spasial dalam mitigasi bencana, mengingat kekurangan bahan ajar kontekstual yang ada saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan suplemen bahan ajar yang efektif menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) model 4D, yang meliputi tahapan Define, Design, Development, dan Disseminate. Metode ini dimulai dengan analisis kebutuhan dan desain bahan ajar, diikuti dengan pengembangan, validasi, dan revisi, serta diakhiri dengan penyebaran bahan ajar dalam format flip book. Hasil dari proses ini menunjukkan bahwa suplemen bahan ajar yang dikembangkan memenuhi standar kualitas yang diharapkan, dengan penilaian validasi yang menunjukkan hasil yang sangat layak. Suplemen ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menawarkan materi yang lebih relevan dan aplikatif dalam konteks mitigasi bencana di wilayah lokal.