Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH SISTIM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP HASIL PADI (Oryza sativa L) Wartapa, Agus; Budijatmo, Hari; Budiono, Ibnu; Susanto, Susanto
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 21 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The title of this research is Influence of row planting system Legowo on productivity. The research aim is to determine the suitable of row planting system Legowo to get the best yield on paddy production. The research was done in BP3K Kalibawang, region Kalibawang, which has altitude 175 m. The experiment started from May to November 2013. The research used field experimental methods with single factorial design that were arranged in randomized complete block design, It was 3 times repeated. The first factor 5 levels are conventional plant (P0), row planting system Legowo 2:1 (P1), row planting system Legowo 3:1 (P2), row planting system Legowo 4:1 (P3), and row planting system Legowo 5:1 (P4). The result showed the method of row planting system Legowo 2:1 give higher yield product on dry grain process, and the best rice quality.
PENGATURAN JUMLAH CABANG UTAMA DAN PENJARANGAN BUAH TERHADAP HASIL DAN MUTU BENIH TOMAT VARIETAS KALIURANG (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL ) Wartapa, Agus; Effendi, Yoniar; Sukadi, Sukadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2009): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Research purpose was to study the arrangement of primary branch number and crop reduction on the yield and seed quality of Kaliurang tomato variety. A field experiment was conducted on regosol soil located in Agriculture Extension College Yogyakarta at 115 m above sea level (asl). The experiment was carried out following 3X3 factorial design arranged in Completely Randomized Block Design with 3 replications. The first factor was branch with 3 levels i.e. 1 primary branch, 2 primary branches and 3 primary branches. The second factor was reduction of tomato fruit set consisting 3 levels i.e. 0,96 reduction, 15% reduction and 30% reduction. The results show that 3 primary branch and 15 94, or 30 96 crop reduction best crop growth rate, leaf area index on 6 weeks plant growth. The treatment of 3 primary branches and 15% crop reduction gave the highest tomato yield per hectare. And the best weight of 1000 seeds was obtained front the combination of 1 primary branch with 30 % tomato reduction.
MODEL PENGEMBANGAN AGROWISATA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TAWANGREJO ASRI Arifin, Miftakhul; Sulastiyah, Amie; Yekti, Ananti; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 2 (2007): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to understanding the agroecosystem of Tawangrejo subvillage, condition it that is analyzed by SWOT, and to find the development model of the agribusiness tour. It was qualitative in nature. The data were collected through interview and observation methods, and analyzed using the qualitative descriptive. The result of the study is as the followings. The agroecosystem of Tawangrejo subvillage has generally prospect to contributing the agribusiness tour. The result of SWOT analysis is showed that has very aspects to contributing the agribusiness tour. The development of the agribusiness tour can be used through development of physical, institusional, technical, economical, cultural and artistical conditions.
Analisis Kekerabatan Hasil Persilangan Three-Way Terung (Solanum melongena L.) sebagai Strategi Perolehan Galur Harapan Bertipe “Pondoh” Assavero Muhammad Fathoni; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fpdv0q28

Abstract

Hubungan kekerabatan pada persilangan three-way terung dilakukan untuk membantu seleksi pedigree dengan perolehan galur bertipe “pondoh”. Persilangan antar tetua jantan ‘Lokal Gunungkidul’ dan tetua betina ‘Teho F1’ menghasilkan terung bertipe “pondoh” sebagai kajian dalam pengkayaan ragam tipe buah di Indonesia. Pengamatan dilakukan secara single plant dengan mengamati karakter tetua dan hasil persilangan sebanyak 100 populasi. Jarak koefisien antar tetua menunjukkan nilai sebesar 66,88, sedangkan antar tetua dengan hasil persilangan berkisar 9,69-36,69. Analisis clustergram menunjukkan adanya klaster tetua yang terbentuk pada nilai similaritas 0% – 5,96%. Adapun hasil persilangan membentuk klaster pada nilai similaritas 38,21 dengan bentuk buah ellipsoid dan 92,55% - 94,18% dengan bentuk buah obovate dan pear shaped (tipe “pondoh”). Hasil persilangan membentuk 4 klaster dengan nilai similaritas yang berbeda. Klaster AI dan BI menjadi pilihan dalam perolehan galur harapan terung tipe “pondoh” sebagai fokus bahan kajian dalam pemurnian galur generasi berikutnya.
PERENDAMAN MEDIA COCOPEAT DAN PEMBERIAN KALSIUM KARBONAT (CACO₃) TERHADAP KUALITAS MEDIA TANAM DAN PRODUKSI BENIH MELON HIDROPONIK Prio sujarwo; Agus Wartapa; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1812

Abstract

Cocopeat merupakan media tanam yang berasal dari sabut kelapa, dapat menyerap dan menyimpan air dengan baik serta memiliki pH bekisar antara 5.0-6.8, namun cocopeat memiliki kekurangan yakni mengandung zat tanin yang tinggi sehingga bersifat toksik bagi tanaman dan dapat menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kandungan zat tanin dalam cocopeat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu lama perendaman cocopeat (0, 2, 4, dan 6 hari) dan dosis CaCO₃ (0, 0,5, 1, dan 1,5 gram/kg cocopeat). Percobaan terdiri dari 16 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 ulangan, sehingga total terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat tanin perlakuan kombinasi perendaman 6 hari dan CaCO₃ 1,5 g/kg (D3P3) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kandungan tanin (hingga 639,33 ppm), dan Perlakuan meningkatkan pH media tanam (menjadi 5,53). Sementara itu, umur berbunga dan produksi benih per tanaman tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan.
Analisis Faktor Minat Petani Dalam Partisipasi Program Makmur PT. Petrokimia Gresik di Kalurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten karanganyar Irhan Wardana Wahyu Syaputra; Ananti Yekti; Agus Wartapa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2000

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence farmers' interest in participating in the Makmur Program initiated by PT Pupuk Indonesia and implemented by PT Petrokimia Gresik in Kalisoro Village, Tawangmangu District, Karanganyar Regency. This program is an effort to empower farmers through the provision of production facilities, technical assistance, and support for increasing productivity. The research method used is a quantitative approach with binary logistic regression analysis techniques. The number of respondents in this study was 70 farmers, who were taken proportionally from farmer groups that had and had not participated in the program. The results of the analysis show that of the six variables studied age, length of farming, productivity, agronomic role, role of farmer groups, and role of resource providers there are two variables that have a significant effect on farmers' interest in participating in the Makmur Program, namely age and productivity. The age variable has a significant positive relationship, which means that the older the farmer, the greater the tendency to participate in the program. Meanwhile, the productivity variable also shows a positive effect, indicating that farmers with high yields are more open to programs that support their farming efforts. Based on these findings, it can be concluded that the success of participation in the Makmur Program is influenced by internal factors of farmers, especially age and productivity achievement. The results of this study are expected to be the basis for policy makers in designing communication strategies and approaches that are more targeted to farmer groups.
Karakterisasi Morfologi Enam Galur Melon (Cucumis melo L.) di CV Multi Global Agrindo Elvara Risma Sandiana; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/hs66gz92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat morfologi enam galur melon (Cucumis melo L.) berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif di CV Multi Global Agrindo. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Karangpandan (500 mdpl) pada bulan Juli hingga Oktober 2025. Metode penelitian menggunakan standar deskriptor IPGRI dan NAKTuinbouw dengan analisis klaster melalui software OriginPro. Hasil menunjukkan variabilitas genetik substansial pada karakter vegetatif (daun) dan generatif (buah) sebagai penciri utama pembeda antar galur, sementara karakter bunga cenderung stabil. Analisis dendrogram mengidentifikasi galur 5 sebagai outlier tunggal dengan tingkat kemiripan genetik hanya 3,32% didukung oleh kemanisan maksimal 15% Brix dan struktur jaringan (net) buah yang sangat tebal. Galur 3 unggul pada bobot buah, galur 1 memiliki umur panen paling cepat, dan galur 6 potensial sebagai produk premium dengan daging buah jingga kemerahan. Lingkungan mikro dengan suhu 36,3 - 40  dan sistem irigasi tetes mendukung kelangsungan hidup tanaman hingga 100%. Galur 5 sangat potensial dimanfaatkan sebagai tetua donor dalam program pemuliaan hibrida. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi dalam pemanfaatan plasma nutfah lokal untuk perakitan varietas melon hibrida unggul yang mampu mengurangi ketergantungan pada benih impor.
Integrasi Teknologi Penundaan Ekstraksi dan Tingkat Kemasakan Buah pada Produksi Benih Cabai Rawit Varietas JS CR 02 Rukha Heny Pramubinasih; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa; Annisa Khoiriyah
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan ekstraksi dan tingkat kemasakan buah yang terbaik terhadap mutu benih dan pertumbuhan semai benih cabai rawit varietas JS CR 02. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan greenhouse Polbangtan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Kampus Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu penundaan ekstraksi dan faktor kedua adalah warna buah. Analisis data menggunakan uji Analysis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik penundaan ekstraksi dan warna buah cabai rawit varietas JS CR 02 berpengaruh nyata terhadap mutu benih dan tidak berpengaruh nyata terhadap mutu pertumbuhan semai benih. Perlakuan terbaik terhadap mutu benih adalah perlakuan R2H3 (penundaan ekstraksi dua hari, warna buah merah tua) terhadap variabel bobot 1.000 butir, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan daya berkecambah benih. Pertumbuhan semai benih terbaik dihasilkan dari tingkat kemasakan buah H3 (warna merah tua) terhadap variabel berat kering kecambah normal, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar bibit, dan bobot kering bibit.
PEMETAAN POSISI KEUNGGULAN ATRIBUT BENIH SEMANGKA HIBRIDA VARIETAS KOMANG 56 DI WILAYAH PEMASARAN PANTAI SELATAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dahlawi Muda Siregar; Ananti Yekti; Agus Wartapa
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan sentra budidaya semangka produktif di ekosistem lahan marginal berpasir. Tingginya jumlah varietas benih yang tersebar menuntut perusahaan penyedia sarana pertanian untuk merancang strategi pemosisian daya saing yang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisi bersaing benih semangka hibrida Komang 56 terhadap kompetitor utama (Varietas Pembanding X, Y, dan Z) berdasarkan persepsi petani atas 14 atribut kinerja produk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 responden petani pesisir utama. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara komprehensif menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) untuk membentuk peta persepsi spasial berdasarkan jarak Euclidean. Hasil analisis menunjukkan bahwa model peta spasial yang terbentuk memiliki tingkat presisi yang sangat sempurna (Normalized Raw Stress = 0,000; Dispersion Accounted For = 0,999). Peta persepsi mengindikasikan adanya polarisasi pasar yang sangat jelas. Varietas Komang 56 menempati Kuadran II dan bersaing langsung dengan Varietas Pembanding Z. Kedua varietas ini secara agregat dipersepsikan memiliki asosiasi yang sangat kuat dengan atribut ketahanan agronomi, di antaranya Toleransi OPT, Ketahanan Cuaca Ekstrem, dan Karakteristik Bentuk Buah. Sementara itu, Varietas Pembanding X mendominasi Kuadran I yang terasosiasi kuat dengan aspek ketersediaan pasar hilir (distribusi logistik). Implikasi manajerial dari penelitian ini menyarankan agar manajemen fokus pada penciptaan diferensiator mikro guna mengungguli Varietas Pembanding Z di lapangan, sambil melakukan intervensi masif untuk memperkuat penetrasi rantai pasok lokal demi merebut dominasi pasar dari Varietas Pembanding X.
Morphological Superiority of Candidate Upright Bird’s Eye Chili Varieties (Capsicum frutescens L.) in Lowlands Aliana Fajriyah; Annisa Khoiriyah; Agus Wartapa
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 15 No 1 (2026): TECHNO JURNAL PENELITIAN
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bird’s eye chili (Capsicum frutescens L.) is one of the most popular chili types in Indonesia. It contains valuable nutritional components, particularly vitamin C at a concentration of 11 mg per 10 grams of sample. The development of new varieties is undertaken to improve the genetic quality of chili plants, thereby producing cultivars with higher productivity and more stable yields. This study aims to obtain the morphological characteristics and specific distinguishing features of the bird’s eye chili candidate variety RTJHL. The research was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with one factor consisting of four variety treatments. These varieties included RTJHL as the candidate test variety, and three comparison varieties: Abayomi from Halbanero, O’Ertavi from Halbanero, and Brengos-99 from Benih Kelud Nusantara. Morphological traits were analysed descriptively based on the Guidelines for Conducting Tests of Distinctness, Uniformity, and Stability (DUS) in chili. The result revealed that superior traits identified as distinguishing characteristics of the bird’s eye chili candidate variety RTJHL were the number of flower petals and the number of fruit locules.