Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Pupuk NPK 16-16-16 untuk Meningkatkan Produksi Benih Tiga Varietas Alpukat dengan Teknik Sambung Pucuk: Strategy of Optimization of NPK Fertilizer 16-16-16 to Improve Seed Production of Three Avocado Varieties Using the Grafting Technique Yasinta Rohmawati; Nicky Oktav Fauziah; Agus Wartapa
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.5910

Abstract

Pemupukan pada benih alpukat di Kabupaten Kulon Progo belum memperhatikan kebutuhan dari setiap varietas yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk yang sesuai kebutuhan pada beberapa varietas alpukat yakni varietas Miki, Kendil dan Mega Gagauan sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi benih alpukat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu varietas alpukat yang terdiri dari 3 taraf (VA1=Miki, VA2=Kendil dan VA3=Mega gaguan) dan dosis pupuk NPK 16:16:16 yang terdiri dari 5 taraf (DP0=0 g/tanaman, DP1= 1 g/tanaman, DP2= 2 g/tanaman, DP3= 3 g/tanaman, DP4=4 g/tanaman)  yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga total terdapat 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk NPK secara optimal dapat meningkatkan pertumbuhan diameter batang pada kombinasi perlakuan VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/tanaman), VA2DP0 (Kendil+NPK 0 g/tanaman), dan VA3DP2 (Mega Gaguan+NPK 2 g/tanaman). Kemudian, tinggi batang atas dan jumlah daun pada kombinasi perlakuan V1DP2 (Miki+NPK 2 g/tanaman), V3DP3 (Mega Gaguan+NPK 3 g/tanaman), dan V2DP0 (Kendil+ NPK 0 g/tanaman). Selanjutnya, volume akar dan panjang akar pada kombinasi perlakuan VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/tanaman), VA2DP3 (Kendil+NPK 3 g/tanaman), dan VA3DP3 (Mega Gaguan+NPK 3 g/tanaman). The fertilization of avocado seedlings in Kulon Progo has not yet taken into account the specific needs of each variety used. This study aims to determine the optimal fertilizer dosage for several avocado varieties, namely Miki, Kendil, and Mega Gagauan, with the expectation of enhancing avocado seedling production. The research method employed a Factorial Randomized Block Design (FRBD) with two factors: avocado varieties consisting of three levels (VA1 = Miki, VA2 = Kendil, and VA3 = Mega Gagauan) and NPK fertilizer doses of 16:16:16 consisting of five levels (DP0 = 0 g/plant, DP1 = 1 g/plant, DP2 = 2 g/plant, DP3 = 3 g/ plant, DP4 = 4 g/plant), repeated three times, resulting in a total of 45 experimental units. The results indicate that the optimal use of NPK fertilizer can enhance the growth of stem diameter in the combinations of treatments VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/plant), VA2DP0 (Kendil+NPK 0 g/plant), and VA3DP2 (Mega Gagauan+NPK 2 g/plant). Furthermore, the height of the upper stem and the number of leaves were improved in the combinations of treatments V1DP2 (Miki+NPK 2 g/plant), V3DP3 (Mega Gagauan+NPK 3 g/plant), and V2DP0 (Kendil+NPK 0 g/ plant). Additionally, root volume and root length were positively affected by the combinations of treatments VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/plant), VA2DP3 (Kendil+NPK 3 g/plant), and VA3DP3 (Mega Gagauan+NPK 3 g/plant).
PENGARUH WAKTU DAN TINGGI PENUTUP TERPAL PENGERINGAN MODEL SIPERKASA TERHADAP MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays L.) Mufaidillah, Zurwan; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5061

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan dan berapa tinggi penutup terpal yang terbaik menggunakan model penjemuran SIPERKASA terhadap mutu benih jagung (Zea mays L). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2024 di UPTD BBP Barongan, Bantul, Yogyakarta kemudian dilanjutkan pengujian di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang pertama adalah lama waktu pengeringan dan faktor kedua adalah tinggi penutup terpal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan 1%, apabila hasil penelitian menunjukkan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap variabel kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh benih, dan indeks vigor benih dan berpengaruh nyata terhadap variabel susut bobot dan laju pengeringan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlakuan W2 (32 jam) yaitu dengan kadar air 11,82%, daya berkecambah 91,11%, kecepatan tumbuh benih 43,64%/etml, indeks vigor 90,11%, susut bobot pengeringan 9,19%, dan laju pengeringan 0,29%. Tinggi penutup terpal pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlauan T2 ( 110 cm) yaitu dengan kadar air 11,74%, daya berkecambah 92,67%, kecepatan tumbuh benih 44,46%/etml, indeks vigor 91,56%, susut bobot pengeringan 9,54%, dan laju pengeringan 0,31%.
Potensi Hasil Tiga Galur Semangka (Citrullus vulgaris) Generasi Pertama (F1) dengan Tipe Warna Kulit Gelap Indri Mulyani; Agus Wartapa; Rajiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil tiga galur semangka (Citrullus vulgaris) generasi pertama dengan tipe warna kulit gelap. Penelitian ini dilaksanakan di kebun RnD PT Tunas Agro Persada Boyolali pada bulan September hingga Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode single plant, yaitu setiap individu tanaman ditanam dan diamati secara terpisah di lingkungan pertanaman yang seragam tanpa ulangan, dalam penelitian ini terdapat 3 ulangan dengan jumlah 40 tanaman setiap ulangan sehingga terdapat 120 tanaman. Parameter yang diamati meliputi bentuk daun, bentuk penampang batang, warna batang, warna tulang daun, warna buah, warna kulit buah, keberadaan lirik/strip, waktu polinasi, posisi buah, jumlah benih, bobot buah, panjang buah, tebal kulit, lebar buah, dan tingkat kemanisan, data yang diperoleh di analisis menggunkan ANOVA di lanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur S061 memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan dua galur lainnya (galur S072, dan S083). Galur S061 menunjukkan posisi buah berada di rata-rata ketiak daun ke-10,4, bobot buah rata-rata 5,1 kg, panjang buah rata-rata 37,36 cm, dan lebar buah rata-rata 15,6 cm. Galur S061 berpotensi menjadi kandidat unggul untuk pengembangan semangka berkulit gelap dengan hasil optimal.
Aplikasi Pupuk NPK pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) terhadap Mutu Benih Hamid, Krisna; Wartapa, Agus; Wijayanto, Budi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 29 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v29i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis pupuk NPK terhadap mutu benih tanaman tomat dan dosis pupuk NPK yang memberikan pengaruh yang paling baik terhadap mutu benih tomat yang dilakukan di Desa Kepurun, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial yang terdiri dari satu perlakuan dan empat taraf P0: Tanpa menggunakan pupuk NPK, P1: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 250 kg/Ha, P2: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 500 kg/Ha, P3: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 750 kg/Ha. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan uji BNJ dengan taraf 5% apabila terdapat berbeda nyata. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan dosis pupuk NPK pada mutu benih. Pengaruh tersebut berada pada perlakuan P1: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 250 kg/Ha pada parameter berat 1000 butir benih tomat. Sehingga didapatkan dosis yang berpengaruh pada mutu benih tanaman tomat berada pada perlakuan P1: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 250 kg/Ha.
Optimasi Penggunaan Ekstrak Bawang Merah sebagai Agen invigorasi untuk Meningkatkan Kualitas Benih Buncis (Phaseolus vulgaris) Ivena, Krisentia Ika; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 29 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v29i2.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan umur panen bawang merah beserta interaksi keduanya pada proses invigorasi terhadap mutu benih buncis. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Politeknik Pembangunan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Yogyakarta pada bulan Maret hingga Mei 2022. Unit-unit penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap 2 faktor dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada hasil uji F yang berpengaruh nyata. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah dengan 2 taraf (25% dan 50%). Faktor kedua adalah umur panen bawang merah dengan 3 taraf (40 hst, 47 hst, dan 54 hst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi ekstrak bawang merah tidak berpengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter penelitian. Faktor umur panen bawang merah memberikan pengaruh yang nyata untuk parameter berat kering kecambah normal. Tidak ada interaksi antara konsentrasi dan umur panen bawang merah terhadap seluruh parameter penelitian
Pengambilan Keputusan Konsumen pada Pembelian Produk Jamu Godhog Asam Urat di P4S Menoreh Herbal Magelang Noviani, Erni; Yekti, Ananti; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i1.17

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen produk jamu godhog asam urat Menoreh Herbal. Dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2022, penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling dan penentuan responden secara judgment sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan panduan kuesioner. Proses pengambilan keputusan yaitu melalui pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Konsumen membeli produk berdasarkan motivasi pengobatan penyakit dan memelihara kesehatan, konsumen mengenal sejak beberapa tahun lalu melalui teman/saudara. Konsumen memutuskan membeli secara terencana, didominasi oleh pengkonsumsi dan membeli langsung di kedai Menoreh Herbal. Konsumen mengkonsumsi jamu godhog asam urat rata-rata seminggu sekali, konsumen merasakan kepuasan setelah melakukan pembelian produk dan akan menyarankan produk tersebut kepada orang lain.
Pengaruh Pemangkasan Daun Terhadap Kualitas Produksi Benih Tanaman Kacang Panjang (Vigna unguiculata Ssp.) Setiabudi, Pandu Faiz; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan daun terhadap kualitas produksi benih tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata Ssp.). Cara budidaya kacang panjang biasanya hanya dalam skala lingkup kecil seperti di tegalan yang belum sesuai dengan standar operasional prosedur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 taraf perlakuan. Dalam rancangan ini, petakan percobaan dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi beberapa petak yang banyaknya sama dengan jumlah perlakuan. Pada penelitian ini data yang diperoleh meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, berat basah polong, berat kering polong, rendemen benih, uji berat 1000 butir, uji kadar air, dan uji daya berkecambah. Pemangkasan daun pada parameter panjang polong dengan perlakuan pemangkasan daun 4 MST memiliki pengaruh nyata setelah dilakukan pengujian terhadap fase generatif tanaman kacang panjang. Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah bunga dan jumlah polong karena disebabkan tingginya curah hujan saat penelitian dilakukan. Pemangkasan daun berpengaruh nyata terhadap kualitas produksi benih kacang panjang pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang polong, rendemen benih, berat basah dan berat kering.
FUNGSI KELOMPOK WANITA TANI BERSEMI DALAM PENGEMBANGAN RUMAH BIBIT UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KRPL DI DESA JOHO KECAMATAN PRAMBANAN Nuryulihana, Vegatama Putri; Sukadi, Sukadi; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i1.57

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersemi dalam pengembangan rumah bibit untuk mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Kajian dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai dengan bulan Juni 2021 dengan penentuan desa dan kelompok wanita tani dilakukan secara purposive, adapun penentuan responden menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert, dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi Kelompok Wanita Tani Bersemi dalam pengembangan rumah bibit ditinjau dari fungsi kelas belajar mendapatkan skor 218 (72,67 %) termasuk dalam kategori Sedang, fungsi wahana kerja sama mendapatkan skor 272 (75,56 %) termasuk dalam kategori Sedang, dan fungsi unit produksi mendapatkan skor 222 (61,67 %) termasuk dalam kategori Sedang. Sedangkan rata-rata tingkat capaian fungsi Kelompok Wanita Tani Bersemi di Desa Joho mendapatkan skor 712 (69,97 %) yang termasuk dalam kategori Sedang. Sehingga fungsi Kelompok Wanita Tani Bersemi dalam pengembangan rumah bibit di Desa Joho termasuk pada kategori Sedang dengan capaian skor 712 (69,97 %) dalam pengembangan rumah bibit.
TINGKAT ADOPSI PETANI DALAM PENANGKARAN BENIH PADI (Oryza sativa L) BERSERTIFIKAT PROGRAM DESA MANDIRI BENIH DI KALURAHAN TIMBULHARJO KAPANEWON SEWON BANTUL Ruslan, Ruslan; Wartapa, Agus; Sukadi , Sukadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i2.69

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, dan tingkat adopsi petani terhadap penangkaran benih padi bersertifikat serta hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sosial ekonomi rumah tangga petani dengan tingkat adopsi petani terhadap penangkaran benih padi bersertifikat. Kajian dilaksanakan pada November 2020 sampai Juni 2021. Metode penentuan sampel yang digunakan yaitu Proportional Random Sampling. Data diperoleh dari 30 petani padi yang mengikuti program Desa Mandiri Benih (DMB) di Kalurahan Timbulharjo. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder, diambil dengan kuesioner dan wawancara. Data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif dan uji statistik korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil kajian diperoleh hasil yakni aspek pengetahuan termasuk ke dalam kategori tinggi yaitu sebesar 73,54%, aspek sikap termasuk ke dalam kategori sedang, yaitu sebesar 65,10%, dan Tingkat adopsi termasuk ke dalam kategori rendah yaitu sebesar 55,65%. Hasil analisis statistik menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan umur dengan tingkat adopsi petani terhadap penangkaran benih padi bersertifikat.
STRATEGI PENUMBUHAN PENANGKAR BENIH PADI (Oryza sativa L.) BERSERTIFIKAT DI DESA MULYODADI KECAMATAN BAMBANGLIPURO KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sukadi, Sukadi; Wartapa, Agus; Asih, Pitri Ratna; Febriani, Dian Putri
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i1.76

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang dihadapi petani dalam menumbuhkan penangkar benih padi bersertifikat, serta merumuskan alternatif strategi dan prioritas strategi yang dapat direkomendasikan untuk petani di Desa Mulyodadi. Kajian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2020 di Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu metode kombinasi. Penentuan sampel petani dilakukan dengan proportional random sampling. Hasil dari kajian yaitu analisis faktor internal dan eksternal yang kemudian diidentifikasi dengan matriks IFE dan EFE. Data dari matriks IFE dan EFE digunakan untuk dasar penyusunan alternatif strategi dengan analisis matriks IE dan SWOT, sehingga didapatkan 8 alternatif strategi. Tahapan untuk menentukan prioritas strategi yang dapat direkomendasikan menggunakan analisis QSPM. Hasil dari prioritas strategi yaitu menumbuhkan penangkar benih padi bersertifikat secara berkelompok dengan melakukan penyuluhan SOP perbenihan. Selanjutnya dilakukan penyuluhan tentang penumbuhan penangkar benih padi bersertifikat secara berkelompok. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa aspek pengetahuan dan sikap mengalami peningkatan sebesar 45,5% dan 31,2%