Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Makna Kidung Menurut Ulama Ahli Hikmah Cahyadi, Dedi; Ayatullah; El Zastrow, Ngatawi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/ppl.v10i2.4014

Abstract

Kidung merupakan karya sastra berbentuk nyanyian yang memiliki fungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana spiritual, doa maupun pemujaan. Kidung merupakan bagian dari kebudayaan Jawa dan memiliki pengaruh besar pada masa awal penyebaran agama Islam di Jawa. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan kidung yang di dalam baitnya dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kidung merupakan sarana dalam berdoa yang secara filosofi berarti iki dungo (ini doa). Para ulama ahli hikmah berpendapat bahwa kidung yang diciptakan para ulama terdahulu dalam pelaksanaan penyebaran agama Islam memiliki nuansa mistik yang sangat kuat karena setiap ciptaannya dibarengi dengan tirakat atau mujahadah yang bertujuan siapapun yang mendengarkan kidung ciptaannya menjadi lembut dan luluh hatinya sehingga mudah menerima ajaran-ajaran Islam yang dibawanya. Abstract Kidung is a literary work in the form of a song that serves not only as entertainment but also as a means for spiritual practice, prayer, or worship. Kidung is part of Javanese culture and played a significant influence during the early spread of Islam in Java. This research was conducted to explain the kidung, whose verses are believed to possess spiritual power. The study employs a qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and literature review. The results show that kidung serves as a medium for prayer, which philosophically means iki dungo (this is a prayer). Scholars of esoteric wisdom argue that the kidung created by earlier Islamic scholars during the propagation of Islam carry a very strong mystical nuance. This is because each creation was accompanied by tirakat (ascetic discipline) or mujahadah (spiritual struggle), intended so that anyone listening to their kidung would have their heart softened and melted, making it easier for them to accept the Islamic teachings being conveyed.
Evaluasi Dampak Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Kesehatan Dan Gizi Anak: Scoping Review Endah Tri Wahyuni; Siti Mardiyah WD; Baiq Mira Novyanti; Ayatullah
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i2.348

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi berbasis sekolah yang bertujuan meningkatkan akses anak terhadap makanan bergizi untuk memperbaiki status gizi, kesehatan, dan kesiapan belajar. Penelitian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai dampak program makan sekolah terhadap status gizi dan kesehatan anak, hasil pendidikan siswa, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan scoping review dengan kerangka Population–Concept–Context (PCC) yang mencakup anak usia sekolah 5–18 tahun, program makan sekolah/free school meals, dan pelaksanaan di lingkungan sekolah. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed dan Scopus untuk publikasi periode 2016–2025. Proses seleksi dilakukan melalui penyaringan judul, abstrak, dan teks lengkap oleh dua penelaah independen. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan narrative synthesis. Hasil menunjukkan bahwa program makan sekolah berkontribusi terhadap peningkatan akses pangan, kualitas konsumsi, serta beberapa indikator kesehatan seperti BMI dan anemia, serta meningkatkan partisipasi makan sekolah dan kehadiran siswa. Namun, bukti mengenai dampak langsung terhadap prestasi akademik masih bervariasi. Secara keseluruhan, program MBG berpotensi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesehatan anak dan mengurangi ketimpangan gizi apabila diimplementasikan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Darul Aitam Jerowaru: Implementation of School-Based Management in Improving the Quality of Education at MTs Darul Aitam Jerowaru Lalu Moh Fahri; Ayatullah; Hadiami Hilmi; Diah Ayu Puspita Sari; Hilmiati
Al-Gafari : Manajemen dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : CV. Pendidikan Al-Gafari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and describe the implementation of School-Based Management carried out by madrasahs in improving the quality of education at MTs Darul Aitam Jerowau. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that MTs Darul Aitam Jerowaru has implemented School-Based Management systematically. School-Based Management is carried out in the form of granting authority to school organizations to carry out their duties and functions properly. So that it can improve the quality of education. The implementation of School-Based Management has contributed positively to improving the quality of education. Although there are several obstacles such as facilities and infrastructure, the madrasah continues to strive to overcome these obstacles through good management. Thus, school-based management carried out in madrasahs has proven effective in supporting the quality of education at MTs Darul Aitam Jerowau.