ABSTRAK Peningkatan keterampilan kader kesehatan merupakan komponen penting dalam memastikan efektivitas pelayanan kesehatan berbasis komunitas, terutama dalam deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai kemampuan kader dalam melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar, khususnya penggunaan tensimeter, glukometer, serta keterampilan memberikan edukasi kesehatan. Sebanyak 30 kader kesehatan di RW 1 Kelurahan Bulak Surabaya mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi edukasi, praktik pemeriksaan, serta observasi keterampilan menggunakan instrumen standar melalui lembar penilaian. Penilaian meliputi tiga aspek: kemampuan menggunakan tensimeter digital, kemampuan menggunakan glukometer, dan keterampilan memberikan edukasi kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterampilan kader berada pada kategori baik pada dua aspek dan cukup mendekati baik pada satu aspek. Rerata nilai keterampilan penggunaan tensimeter sebesar 80,47, menunjukkan kemampuan teknis kader dalam melakukan prosedur pengukuran tekanan darah sudah memadai. Pada aspek penggunaan glukometer, rerata nilai sebesar 75,53, berada pada batas kategori cukup menuju baik, mencerminkan adanya kebutuhan penguatan pelatihan dalam langkah-langkah pemeriksaan gula darah. Sementara itu, kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan memperoleh rerata 76,53, menunjukkan bahwa kader telah mampu menyampaikan materi kesehatan secara komunikatif dan sesuai standar. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam keterampilan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi, serta mengidentifikasi area yang memerlukan pendampingan lanjutan, khususnya pada penggunaan glukometer. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan praktik berulang untuk mencapai kompetensi yang lebih merata dan optimal dalam mendukung pelayanan kesehatan komunitas. Kata Kunci: Pengetahuan, Keterampilan, Kader, Hipertensi, Diabetes Mellitus. ABSTRACT Enhancing the skills of community health cadres is essential to ensuring the effectiveness of community-based health services, particularly in the early detection of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus. This community engagement program aimed to assess cadres’ competencies in performing basic health examinations, specifically the use of digital sphygmomanometers, glucometers, and the delivery of health education. A total of 30 health cadres in RW 1, Bulak Subdistrict, Surabaya, participated in educational sessions, hands-on practice, and skill assessment using standardized observational checklists. The evaluation focused on three key components: blood pressure measurement skills, blood glucose measurement skills, and health education performance. The findings showed that cadres’ skills were categorized as good in two aspects and moderately good in one aspect. The average score for the use of digital sphygmomanometers was 80.47, indicating adequate technical proficiency in performing blood pressure measurements. For glucometer use, the average score of 75.53 fell within the upper range of the moderate category, highlighting the need for further reinforcement in blood glucose testing procedures. Meanwhile, the average score for health education delivery was 76.53, demonstrating that cadres were generally capable of communicating health information effectively and appropriately. Overall, this program successfully strengthened cadres’ competencies in basic health examination and education, while also identifying areas requiring additional training, particularly in glucometer use. These results emphasize the importance of continuous training and repeated practice to ensure more consistent and optimal skill mastery among community health cadres in supporting local health services. Keywords: Knowledge, Skills, Cadres, Hypertension, Diabetes Mellitus.