Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INTEGRASI INTERKONEKSI NILAI ETIS BUDAYA KEAGAMAAN DAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM PENANGANGAN ANAK YATIM (Studi Tradisi Pekande Ana-ana Maelu) Hasyim Abdillah; Subaidi Subaidi; Muhammad Rusli
Jurnal Neo Societal Vol 7, No 3 (2022): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.461 KB) | DOI: 10.52423/jns.v7i3.25531

Abstract

Artikel ini memberikan Gambaran kepada pembaca khususnya para Pekerja Sosial dalam memberikan pertolongan di kasus anak yatim dalam penangangannya dibutuhkan nilai-nilai yag terintegrasi dengan kehidupan anak tersebut seperti budaya ataupun agama  untuk itu artikel ini dapat menjadi salah satu bahan rujukan dalam nilai etika pekerjaan sosial untuk dilihat kedalam nilai-nilai etis budaya keagamaan salah satunya tradisi pekande ana-ana maelu yang memiliki arti memberi makan anak yatim. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah menggunakan Pendekatan Penelitian Kualitatif dengan metodenya analisis deskriptif fokus kajian dalam artikel ini adalah Nilai dan Etika tradisi Pekande Ana-ana Mealu yang coba dihubungankan dengan praktek pekerjaan sosial. Hasil dari artikel ini ialah terdapat hubungaan dalam sebuah budaya keagamaan masyarakat khususnya masyarakat Buton dalam praktek Nilai dan Etika Pekerjaaan Sosial diantaranya dalam tradisi pekande ana-ana maelu ini didalamnya ada 4 nilai utama yang anut diantaranya Pomaemaeka, yang sangat erat dengan unsur nilai Penerimaannya, Poangka-angkataka dengan Unsur nilai kesadaran diri petugas atau pekerja sosial, Popia-Piara dengan unsur nilainya Individualisasinya dan Pomasi masiaka dengan unsur nilainya partisipasi atau keaktifan yang sangat dibutuhkan dalam proses pertolongan pekerjaan sosial.
EDUKASI PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 SECARA ONLINE PADA MASYARAKAT KOTA BAUBAU Sabarudin Sabarudin; Rifa’atul Mahmuddah; Ruslin Ruslin; La Aba; Nanik Hindaryatiningsih; La Ode Nggawu; Syahbudin Syahbudin; Fifi Nirmala G.; Sari Sukmawati Kapota; Hasyim Abdillah
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 1, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.302 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v1i1.17440

Abstract

This community service aims to help the Baubau City Government improve public knowledge in preventing and fighting the Covid-19 virus. This service is done in the form of online education through social media platforms namely Facebook, WhatsApp, and Instagram. Besides, to support online socialization as a tangible form of concern for the people of the city of Baubau, the distribution of masks and hand sanitizers was carried out. The method used in this community service activity is through education using leaflets and video media about the prevention of COVID-19 transmission and the distribution of masks and hand sanitizers. Community service activities in the city of Baubau have been completed and have been socialized in the city of Baubau by conducting online socialization using leaflets and videos and providing education related to Covid-19 with the socialization activities of the Healthy Living Movement (Germas), socialization activities of the Community Movement Using Masks (Masks) Anxious), Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) socialization activities, immunomodulatory socialization activities, socialization activities on the use of antiseptics and disinfectants, as well as activities on the distribution of fabric masks and hand sanitizers.
ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL INDEKS TUNGGAL SAHAM INDEKS ENERGY PERIODE 2016 – 2021 Hasyim Mulya Abdillah; Renea Shinta Aminda; Immas Nurhayati
Economicus Vol. 17 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dewantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47860/economicus.v17i2.367

Abstract

Ilnvestment ils the actilvilty olf ilnvestilng capiltal iln the present wilth the ailm olf gettilng prolfilts iln the fultulre. A realilstilc ilnvestolr will ilnvest hils fulnds iln stolcks that have hilgh retulrns bult wilth lolw rilsk. Tol milnilmilze arilsk, an olptilmal polrtfolilol ils folrmed. The olptilmal polrtfolilol ils a colmbilnatiloln olf expected retulrn wilth milnilmal rilsk. The silngle ilndex moldel ulnderliles that the market prilce ilndex ils iln lilne wilth the prilce olf seculriltiles. Thils stuldy ailms tol determilne the retulrn and rilsk. As well as tol chololse the olptilmal polrtfolilol and the prolpolrtiloln olf fulnds iln the Energy Sectolr Ilndex stolcks oln the Ilndolnesila Stolck Exchange. The results sholwed that there were 5 stolcks ilnclulded iln the olptilmal polrtfolilol wilth the prolpolrtiloln olf fulnds folr each stolck, namely HRUlM by 2%, MEDC by 10%, IlNDY by 7%, DOlIlD by 80% and PTROl by 1%. Wilth an expected retulrn olf 3.4% and a rilsk olf 8.1%. Careful ilnvestolrs can dilversilfy polrtfolilols rather than ilnvestilng entilrely iln ilndilvildulal stolcks, tol milnilmilze rilsk.
ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL INDEKS TUNGGAL SAHAM INDEKS ENERGY PERIODE 2016 – 2021 Hasyim Mulya Abdillah; Renea Shinta Aminda; Immas Nurhayati
Economicus : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2023): Desember: Economicus : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47860/economicus.v14i1.16

Abstract

Investment is the activity of investing capital in the present with the aim of getting profits in the future. A realistic investor will invest his funds in stocks that have high returns but with low risk. To minimize a risk, an optimal portfolio is formed. The optimal portfolio is a combination of expected return with minimal risk. The single index model underlies that the market price index is in line with the price of securities. This study aims to determine the return and risk, as well as to choose the optimal portfolio and the proportion of funds in the Energy Sector Index stocks on the Indonesia Stock Exchange. The results showed that there were 5 stocks included in the optimal portfolio with the proportion of funds for each stock, namely HRUM by 2%, MEDC by 10%, INDY by 7%, DOID by 80% and PTRO by 1%. With an expected return of 3.4% and a risk of 8.1%. Careful investors can diversify portfolios rather than investing entirely in individual stocks, to minimize risk.
Pelatihan Public Speaking: Strategi Mengatasi Demam Panggung bagi Mahasiswa Generasi Z Harnia, Sitti; Rosdiana, Rosdiana; Juanda, La Ode Muhammad; Ashary, Aini; Abdillah, Hasyim; Al Qhuraissy, Muammar Akbar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7951

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era digital, terutama bagi generasi Z yang kerap menghadapi tantangan berupa rasa gugup dan kecemasan saat tampil di depan publik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, melalui pelatihan intensif yang memadukan pendekatan teknis dan psikologis. Metode pelaksanaan menggunakan kombinasi experiential learning, peer coaching, dan role play. Materi pelatihan meliputi teknik vokal dan artikulasi, struktur penyampaian pesan, gestur, intonasi, serta manajemen emosi untuk mengatasi demam panggung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek utama: pemahaman teknik dasar (40% menjadi 82%), penyusunan pesan (45% menjadi 80%), pengelolaan kecemasan (35% menjadi 78%), kepercayaan diri (38% menjadi 85%), dan penguasaan gestur serta suara (30% menjadi 76%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan reflektif efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara serta kepercayaan diri mahasiswa. Kegiatan ini penting sebagai model pelatihan berkelanjutan yang dapat diterapkan di perguruan tinggi lain untuk memperkuat kompetensi komunikasi mahasiswa di era digital.
Partisipasi Masyarakat Melalui Metode 4A Dalam Pengembangan Sektor Wisata Dusun Serut Ryan Aldi Nugraha; Hasyim Abdillah; Sofyan Tri Untoro; Anas Makruf
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 13 No. 1 (2022): Dakwah and Religion
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v13i1.2290

Abstract

Destinasi wisata sering kali menemui permasalahan pengembangan potensi lokal. Hal ini membuat pengelola dan masyarakat turut serta dalam menciptakan reformulasi baru, salah satunya melalui metode 4A. Tentu metode ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak disertai dengan partisipasi aktif yang memposisikan masyarakat lokal sebagai subjek pengembangan wisata. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana partisipasi masyarakat Dusun Serut, Palbapang, Bantul dengan metode 4A dalam pengembangan wisata yang dimiliki. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Pendekatan kualitatif yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam. Hasil temuan di lapangan adalah partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangakan metode 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, Anciliarry Service) sebagai indikator pengembangan wisata di Dusun Serut, semuanya terpenuhi. Attraction sebagai daya tarik di Serut cukup unik dengan konsep edutourism. Menginap di rumah warga menjadi tawaran baru dalam menjawab amenitas. Untuk menjawab aksesibilitas, jalanan Dukuh Serut tidak memiliki polisi tidur dengan dalih menikmati perjalanan asri. Kemudian anciliarry service terpenuhi ditandai dengan hadirnya kelompok sadar wisata sebagai social capital masyarakat lokal.