Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Android-Based Learning Media Development of the Condong Legong Keraton Dance and Baris Tunggal Dance Ni Made Liza Anggara Dewi; A.A. Trisna Ardanari Adipurwa; I Putu Arya Janottama
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v5i2.2128

Abstract

This article discusses the process of developing learning media for Condong dance and Baris Tunggal dance based on Android. Currently, dance learning can be done by using alternative media indirectly. However, existing media tend to be less communicative and require complex tools to use. The data is presented in the form of a description of the basic techniques of women's dance, namely the Condong Legong Keraton dance, and the men's dance, the Baris Tunggal dance which is then analyzed to produce material that is ready to be applied in media that gives users space to access the desired information. The development of learning media for the Condong Legong Keraton dance and the Baris Tunggal dance based on Android consists of three stages. First, identify problems related to the basic material in learning Balinese dance. Second, the process of making this learning media application has several main things, namely the stage of making flowcharts and storyboards. Third, a development that contains activities to make a design into a product and test the validity of the product repeatedly until the product is produced per the specified specifications. Based on the description in this article, it can be concluded that the development of learning media for the Condong Legong Keraton dance and the Baris Tunggal dance based on Android, it presents an alternative to basic learning media for Balinese dance that is flexible and accommodates a variety of materials used in the interactive learning process.
Ketercapaian Penguatan Nilai-Nilai Pancasila pada Pelaksanaan Pengabdian Program Pengajaran Tari Nusantara di SMAN 1 Ubud Wati, Ni Wayan Meira Candra; Dewantara, I Komang Tri Ray; Vionasari, Ni Putu Kirana; Dylon, I Made Andreas; Adnyaswari, Kadek Mira; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3729

Abstract

Artikel ini membahas tentang penguatan nilai-nilai Pancasila melalui program pengajaran tari Nusantara di SMA Negeri 1 Ubud. Program ini merupakan bagian dari kurikulum Merdeka Belajar yang memberikan keleluasaan dalam pembelajaran seni budaya untuk menanamkan pendidikan Pancasila. Meskipun pembelajaran tari sebelumnya terbatas pada tari tradisi Bali, program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) berhasil mengatasi keterbatasan ini dengan mengajarkan lima jenis tarian Nusantara yang beragam, mengaktifkan kembali ekstrakurikuler, dan mengubah sikap peserta didik.Tujuan program ini adalah menguatkan profil pelajar Pancasila yang mencakup enam elemen: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Manfaat yang diperoleh adalah penguatan karakter Pancasila dan nasionalisme pada peserta didik. Metode pelaksanaan meliputi teknik pemberdayaan pelatihan tari Nusantara, model pelatihan, dan pendampingan IPTEK. Hasil program menunjukkan terciptanya pertunjukan kolaborasi Tari Nusantara dan peserta didik yang mampu menghayati profil pelajar Pancasila. Keberlanjutan program dijamin dengan menjadikan materi tari Nusantara sebagai program wajib tahunan bagi ekstrakurikuler tari di kelas X. Program ini tidak hanya melestarikan budaya tari Nusantara tetapi juga memperkaya pengalaman budaya siswa dan memperkuat identitas budaya bangsa. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan dan disiplin yang bermanfaat bagi kehidupan peserta didik dan pelestarian nilai-nilai luhur tari Nusantara bagi generasi penerus bangsa.
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI SEKAR JEPUN MENGGUNAKAN METODE CATUR MEGURU DI SANGGAR EKA BHAKTI BUDAYA DESA UNGASAN KABUPATEN BADUNG Putra, I Gede Wiratama Adi; Haryati, Ni Made; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1708

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Iringan Tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Tujuan dari pene-litian ini untuk mendeskripsikan tentang karakteristik dari pembelajaran iringan tari Sekar Jepun, proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun menggunakan metode Catur Meguru, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran iringan tari Sekar Jepun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang pembelajaran iringan tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori estetika, teori pembelajaran. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data di lapangan berupa data primer dan data sekunder dari buku-buku atau studi kepustakaan dengan mempergunakan analisis deskriptif berdasarkan fakta yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan (1) karakteristik iringan tari Sekar Jepun dibagi menjadi empat aspek antara lain, instrumen iringan tari Sekar Jepun, wujud iringan tari Sekar Jepun, bobot iringan tari Sekar Jepun dan penampilan iringan tari Sekar Jepun. (2) Proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun menggunakan empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (performance). (3) Faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun antara lain faktor internal yaitu minat peserta didik, bakat peserta didik, motivasi peserta didik, dan rasa percaya diri. Faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor guru, dan sarana dan prasarana. Faktor penghambatada dua yaitu faktor internal dari dalam diri peserta didik dan faktor eksternal yaitu adanya faktor cuaca.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI SMP NEGERI 3 BANGLI Dewi, Ni Kadek Sri Yulia; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3110

Abstract

Kegiatan asistensi mengajar yang dilaksanakan tentang pembelajaran tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli. Tari Puspawresti dirasa tepat dipergunakan sebagai materi ajar seni budaya karena tarian ini termasuk tari tradisi Bali yang memiliki pola gerak sederhana yang tercipta dari pola gerak tari pependetan. Pemberian pembelajaran ini sebagai usaha dalam memperkenalkan budaya tradisional daerah terkhusus tari Puspawresti sebagai salah satu tari tradisi Bali yang patut dibangkitkan kembali eksistensinya. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan secara utuh dan detail tari Puspawresti, selain itu peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan gerak tari Puspawresi perbagian serta komposisi tariannya, dan mampu merubah tingkah laku dan menumbuhkan sikap sopan santun serta kedisiplinan peserta didik, baik dalam disiplin waktu, disiplin dalam berkegiatan, serta disiplin dalam kehadiran. Disamping itu, menumbuhkan rasa dan sikap toleransi serta kooperatif antar siswa dalam kelompok. Dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together akan memacu keaktifan siswa dalam pembelajaran dan belajar saling kooperatif antar anggota kelompok, karena dalam model pembelajaran ini siswa diberikan kebebas untuk mengutarakan pendapat dan saling bertukar pengetahuan serta kemampuannya khususnya yang berkaitan dengan pratik tari Puspawresti. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini melalui tiga sistem penilaian yaitu penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Capaian pembelajaran yang diraih oleh siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapatkan nilai dengan skala baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli telah berjalan baik dan sesuai dengan harapan.
SINERGI KECERDASAN MANUSIA DAN PELESTARIAN BUDAYA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL BALI Sustiawati, Ni Luh; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari; Paramartha, Wayan
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional Bali adalah salah satu aset budaya nasional yang harus dilestarikan karena permainan tradisional Bali merupakan bagian integral dari budaya masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan kearifan lokal. Sementara itu, konsep kecerdasan manusia, baik kecerdasan intelektual, emosional, maupun spiritual, semakin dipandang penting dalam membentuk kepribadian individu yang holistik. Pengintegrasian kecerdasan manusia dalam pelestarian budaya permainan tradisional Bali dapat menjadi salah satu solusi dalam menjaga kelestarian budaya ini serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran permainan tradisional Bali dalam pengembangan kecerdasan manusia dan pelestarian budaya; mendeskripsikan sistem pewarisan permainan tradisional Bali; dan mendeskripsikan sinergi antara kecerdasan manusia dan pelestarian budaya melalui permainan tradisional Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara kecerdasan manusia dan pelestarian budaya dalam permainan tradisional Bali dapat membentuk ekosistem budaya yang adaptif. Tradisi dapat dipelajari dan diwariskan dengan cara yang relevan di era modern. Melalui pendekatan ini, permainan tradisional dapat dipahami bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media untuk pengembangan kecerdasan multidimensional generasi muda Bali.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN GARAP TARI DI SMKN 5 DENPASAR Jayastha, I Nyoman Bagus Kawiantara; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari; Pramanasari, Kadek Diah
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5721

Abstract

Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) merupakan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk merancang, merealisasikan, dan merefleksikan proyek nyata—dalam konteks ini adalah karya tari. Di SMK Negeri 5 Denpasar, khususnya pada pembelajaran garap tari kelas XI Seni Tari, model PJBL telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan akan lulusan yang profesional, kreatif, serta adaptif terhadap dinamika dunia seni pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi model PJBL dalam pembelajaran garap tari guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih terstruktur dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PJBL efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa pada setiap tahap pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi proyek tari. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, PJBL juga melatih kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi siswa. Dampak positif dari implementasi ini menunjukkan bahwa PJBL layak dijadikan model alternatif dalam pembelajaran seni di SMK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang kontekstual dan relevan dengan tuntutan dunia kerja di bidang seni pertunjukan.
Silenced Sovereignty: Reclaiming Dedes’ Agency in a Patriarchal Narrative Udiyana Wasista, I Putu; Surja Triwibowo, Adi; Ari Darmastuti, Putu; Kadek Resi Kerdiati, Ni Luh; Ardanari Adipurwa, A.A. Trisna
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.628

Abstract

This study examines the representation of patriarchy in 13th-century Javanese feudal society through an analysis of Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer. The research centers on the character of Dedes, symbolizing gender oppression. Although Dedes holds the high position of queen, she remains constrained by the patriarchal system, positioning her as a tool of male authority. This dynamic is evident in her forced marriage to Tunggul Ametung and her political involvement with Arok. Utilizing both sociological and historical perspectives, the research reveals the ways in which the patriarchal structure, understood within its historical context, shapes the social and political positioning of women. Additionally, the study incorporates hypergamy theory, demonstrating that Dedes' marriage was not merely a personal decision but a strategic political maneuver reinforcing male dominance. The findings offer valuable insights into the continued influence of patriarchy in modern society, encouraging discussions on women's empowerment and the pursuit of gender equality. Ultimately, this study contributes significantly to feminist theory and power studies, offering a fresh perspective on the portrayal of women in Indonesian history and literature.
Visual Mentoring dalam Tari Bali untuk Memberdayakan Anak Tunarungu melalui Pendidikan Seni Inklusif Pertiwi, Ni Nyoman Tantri; Savitri, Ni Ketut Angelyka; Jayasta, I Nyoman Bagus Kawiantara; Armana, I Kadek Diana Yoga; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v4i2.5440

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan anak-anak penyandang disabilitas tunarungu di Sanggar Seni Budaya Dharma Shanti melalui pelatihan tari Bali. Meningkatkan pemahaman teknik dasar tari Bali dan memperkenalkan ragam gerak tari sesuai pakem kepada peserta didik. Memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter anak-anak disabilitas dan membuka peluang partisipasi mereka dalam kegiatan sosial dan budaya. Program ini menggunakan metode Visual Mentoring, di mana gerakan tari Bali ditransformasikan menjadi kode visual yang dapat dipahami oleh peserta tunarungu. Metode ini juga menggabungkan penggunaan cermin dan alat bantu lainnya seperti sabuk lilit untuk membantu peserta menguasai gerakan. Analisis kebutuhan peserta didik untuk merancang pendekatan pelatihan yang tepat. ahap pelatihan melibatkan pemanasan, demonstrasi gerakan, pengenalan kode visual, dan integrasi kode dengan gerakan tari. Dilakukan untuk menilai pemahaman teknik gerakan dan kemampuan menafsirkan kode visual. Melibatkan penggunaan bahasa isyarat, konten edukasi di media sosial, dan penyediaan buku panduan digital. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan tari peserta dan memperkuat karakter mereka untuk tampil di hadapan masyarakat. Keberlanjutan program mencakup potensi partisipasi dalam kegiatan seni, serta membuka peluang pekerjaan dalam bidang pariwisata dan seni pertunjukan di Bali. Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas seni lainnya untuk mendukung pembelajaran bagi penyandang disabilitas tunarungu.
Ketercapaian Penguatan Nilai-Nilai Pancasila pada Pelaksanaan Pengabdian Program Pengajaran Tari Nusantara di SMAN 1 Ubud Wati, Ni Wayan Meira Candra; Dewantara, I Komang Tri Ray; Vionasari, Ni Putu Kirana; Dylon, I Made Andreas; Adnyaswari, Kadek Mira; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3729

Abstract

Artikel ini membahas tentang penguatan nilai-nilai Pancasila melalui program pengajaran tari Nusantara di SMA Negeri 1 Ubud. Program ini merupakan bagian dari kurikulum Merdeka Belajar yang memberikan keleluasaan dalam pembelajaran seni budaya untuk menanamkan pendidikan Pancasila. Meskipun pembelajaran tari sebelumnya terbatas pada tari tradisi Bali, program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) berhasil mengatasi keterbatasan ini dengan mengajarkan lima jenis tarian Nusantara yang beragam, mengaktifkan kembali ekstrakurikuler, dan mengubah sikap peserta didik.Tujuan program ini adalah menguatkan profil pelajar Pancasila yang mencakup enam elemen: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Manfaat yang diperoleh adalah penguatan karakter Pancasila dan nasionalisme pada peserta didik. Metode pelaksanaan meliputi teknik pemberdayaan pelatihan tari Nusantara, model pelatihan, dan pendampingan IPTEK. Hasil program menunjukkan terciptanya pertunjukan kolaborasi Tari Nusantara dan peserta didik yang mampu menghayati profil pelajar Pancasila. Keberlanjutan program dijamin dengan menjadikan materi tari Nusantara sebagai program wajib tahunan bagi ekstrakurikuler tari di kelas X. Program ini tidak hanya melestarikan budaya tari Nusantara tetapi juga memperkaya pengalaman budaya siswa dan memperkuat identitas budaya bangsa. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan dan disiplin yang bermanfaat bagi kehidupan peserta didik dan pelestarian nilai-nilai luhur tari Nusantara bagi generasi penerus bangsa.
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI SEKAR JEPUN MENGGUNAKAN METODE CATUR MEGURU DI SANGGAR EKA BHAKTI BUDAYA DESA UNGASAN KABUPATEN BADUNG Putra, I Gede Wiratama Adi; Haryati, Ni Made; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1708

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Iringan Tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Tujuan dari pene-litian ini untuk mendeskripsikan tentang karakteristik dari pembelajaran iringan tari Sekar Jepun, proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun menggunakan metode Catur Meguru, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran iringan tari Sekar Jepun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang pembelajaran iringan tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori estetika, teori pembelajaran. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data di lapangan berupa data primer dan data sekunder dari buku-buku atau studi kepustakaan dengan mempergunakan analisis deskriptif berdasarkan fakta yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan (1) karakteristik iringan tari Sekar Jepun dibagi menjadi empat aspek antara lain, instrumen iringan tari Sekar Jepun, wujud iringan tari Sekar Jepun, bobot iringan tari Sekar Jepun dan penampilan iringan tari Sekar Jepun. (2) Proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun menggunakan empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (performance). (3) Faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun antara lain faktor internal yaitu minat peserta didik, bakat peserta didik, motivasi peserta didik, dan rasa percaya diri. Faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor guru, dan sarana dan prasarana. Faktor penghambatada dua yaitu faktor internal dari dalam diri peserta didik dan faktor eksternal yaitu adanya faktor cuaca.