Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sistem Manajemen Sanggar Tari Gema Serunai di Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Puspita Dewi, Anggita; Mayang Sari, Ayuthia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem manajemen yang diterapakan di Sanggar Tari Gema Serunai di Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrument pendukung seperti alat tulis, kamera, dan perekam suara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen Sanggar Tari Gema Serunai meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pergerakkan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan program latihan dan pertunjukan secara terjadwal. Pengorganisasian diwujudkan melalui struktur kepengurusan sanggar yang jelas. Pergerakkan dilakukan melalui pembinaan penari dan pengelolaan produksi pertunjukan seni tari. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin terhadap kegiatan sanggar dan pengelolan keuangan. Teknik pemasaran yang diterapkan Sanggar Tari Gema Serunai dilakukan melalui promosi dari mulut ke mulut, pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan. Penerapan teknik pemasaran tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kesempatan tampil, dikenal luas oleh masyarakat, serta keberlangsungan Sanggar Tari Gema Serunai.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Dasar Tari Melalui Metode Tutor Sebaya di Kelas VIII.2 SMP Muhammadiyah 6 Padang Apriyati, Melisa; Mayang Sari, Ayuthia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar gerak dasar tari serta kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran seni tari masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar tari melalui penerapan metode tutor sebaya pada siswa Kelas VIII.2 SMP Muhammadiyah 6 Padang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi, melibatkan 32 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar dan tes praktik gerak dasar tari, serta dianalisis menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar siswa, ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 59% pada siklus I menjadi 91% pada siklus II. Selain itu, metode tutor sebaya juga meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran seni tari yang lebih efektif dan berpusat pada siswa. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan metode tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar gerak dasar tari serta mendorong guru untuk mengimplementasikan pembelajaran yang lebih partisipatif. Implikasi penelitian ini mencakup kontribusi praktis bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni tari serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait penerapan metode tutor sebaya pada konteks pembelajaran lainnya.
PEMBELAJARAN SENI TARI DI SMA NEGERI 1 LENGAYANG KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Putri, Noriza; Ayuthia Mayang Sari
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 4 No. 2 (2026): June (in press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/86xg5q15

Abstract

Abstract This study aims to understand and describe the process of implementing dance art learning at SMA Negeri 1 Lengayang, Lengayang District, Pesisir Selatan Regency. This type of research is qualitative research with a descriptive method. The research instrument is the researcher themselves, assisted with writing tools and a camera. Data is collected through literature review, observation, interviews and documentation. The steps in analysing the data are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the implementation of dance art learning at SMA Negeri 1 Lengayang, Lengayang District, Pesisir Selatan Regency has three stages, namely planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the teacher structures learning by referring to the Merdeka Curriculum teaching module which contains learning outcomes, learning objectives, learning objectives, learning objective sequences, methods, media, and assessments. At the implementation stage, learning was conducted over four meetings held gradually, with the first meeting discussing the meaning and symbols of dance, the second meeting discussing the function of the meaning and symbols of dance, the third meeting discussing the meaning and symbols in dance makeup and costumes, and the fourth meeting discussing the meaning and symbols in levels and floor patterns. In its implementation, the learning activities went through the preliminary, main, and closing stages, but the teacher still tended to use a lecture method combined with question-and-answer sessions and utilising simple media such as textbooks and blackboards, resulting in low student involvement and activity and a teacher-centred approach to learning. At the evaluation stage, assessment emphasises more on formative assessment carried out continuously through observations of student participation, discussions, and presentations, as well as providing direct feedback to understand their grasp of the material, whereas summative assessment is not specifically conducted in the form of final tests.
The Maapam Tradition in West Pasaman Community Life: A Study of Local Wisdom Values Ayuthia Mayang Sari; Dina Rahma Dani
PANGGUNG Vol 36 No 1 (2026): Echoes of Archipelago Mythos: Interweaving Tradition, Symbolism, and Narrative i
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v36i1.2410

Abstract

Maapam is a tradition of cooking apam carried out by the people of West Pasaman during certain religious moments, such as the month of Rajab coinciding with the Isra Mi'raj event, and the period leading to Ramadan. The tradition contains local wisdom values that are inherited across generations. This research aims to examine the cultural significance and educational value of the Maapam tradition using a qualitative method with an ethnographic approach. The results of the study show that Maapam functions as a cultural practice that combines social and spiritual dimensions. Horizontally, this tradition strengthens togetherness, mutual cooperation, solidarity, and intergenerational communication. Vertically, Maapam reflects on the strengthening of religious values through its relationship with religious momentum that is full of the meaning of worship and self-reflection. The values of piety, responsibility, and social concern contained in the Maapam traditions are relevant to the goals of national character education. Therefore, the Maapam tradition can be positioned as a contextual learning resource based on local wisdom that supports the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) and the preservation of community cultural identity.