Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Bantuan Sosial Keagamaan Pada Sekretariat Daerah Kota Baubau Ansar, Ansar; H, La Ode Syaiful Islamy; Abidin, Zainul
Bahasa Indonesia Vol 6 No 1 (2025): JAPS April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v6i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Efektivitas Pemberian Bantuan Sosial Keagamaan Pada Sekretariat Daerah Kota Baubau. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik data dianalisis dengan menyiapkan data dan mengorganisir data, mereduksi data dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukan pemberian hibah sosial keagamaan pada Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Kota Baubau belum efektif sepenuhnya. Masalah ditemukan terutama pada sosialisasi program, pemantauan dan ketepatan waktu. Sosialisasi program dan kegiatan belum dilakukan kepada para penerima bantuan sosial keagamaan. Ketepatan sasaran pada prinsipnya sudah tepat, namun untuk peningkatan ketepatan perlu dilakukan seleksi dan verifikasi lebih kuat dan melakukan kunjungan langsung kepada penerima. Dari sisi waktu, masih terdapat kendala kelengkapan administrasi, penerima bantuan sering terlambat memasukan dokumen kelengkapan sebagai bagian dari pertanggungjawabannya. Pemantauan program tidak dilakukan dengan alasan keterbatasan sumberdaya manusia. Tujuan dari program bantuan sosial keagamaan ini telah tercapai yakni mendukung pengembangan kegiatan keagamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis agama.
Collaborative Process in Efforts to Reduce Stunting Prevalence in Central Buton Regency Islamy, La Ode Syaiful; Andriani, Rininta
Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 52 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bpk.v52i1.3958

Abstract

Introduction: The government has implemented various efforts to address nutritional issues, one of which is the issuance of Presidential Regulation No. 42 of 2013. This regulation governs the National Movement for the Acceleration of Nutrition Improvement, involving collective efforts by the government and stakeholders. To achieve substantial results, stunting reduction efforts must be integrated and converge across multiple sectors. This study aims to describe the collaboration process in stunting reduction, which presents significant challenges in implementation. Methods: A qualitative method with an interactive data-analysis approach was used in this study. The analysis involved three key stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Results: The study revealed that the collaboration process begins with face-to-face dialogue, fostering trust and leading to a commitment to the process. This is achieved through mutual understanding and shared benefits. While face-to-face dialogue is progressing, the involvement of diverse stakeholders remains limited. Nevertheless, the actors involved demonstrate mutual trust, a shared vision, and commitment to a joint agenda. In Central Buton Regency, collaboration is essential to address stunting effectively. Conclusion: The study concludes that while face-to-face meetings involve key parties, broader stakeholder participation, such as community leaders, is still lacking. However, mutual trust and a shared vision among existing participants highlight the importance of multisectoral involvement in reducing stunting prevalence
Transforming Public Procurement: The Organizational Change Model of UKPBJ Central Buton Abidin, Zainul; Parasit, La; Asmiddin, Asmiddin; Islamy , La Ode Syaiful; Syarif , LM
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v15i1.14217

Abstract

This article aims to analyze the organizational transformation of the goods and services procurement unit in Central Buton Regency using Kurt Lewin’s change theory and change management perspectives. This research employed a qualitative descriptive approach, collecting data through interviews, observation, and document analysis. Data were analyzed qualitatively through preparation, organization, reduction, and presentation. The transformation occurred in three stages: unfreezing through the socialization of changes in structure, human resources, risk, technology, and budget, change with the formation of a centralized, performance-driven structure, and refreezing through capacity building, functional staffing, technology enhancement, and budget adjustment. The resulting model integrates Lewin's framework with transformational leadership, competent teams, human resources development, and technological innovation.
Efektivitas Pemberian Bantuan Sosial Keagamaan Pada Sekretariat Daerah Kota Baubau Ansar, Ansar; H, La Ode Syaiful Islamy; Abidin, Zainul
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 6 No 1 (2025): JAPS April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v6i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Efektivitas Pemberian Bantuan Sosial Keagamaan Pada Sekretariat Daerah Kota Baubau. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik data dianalisis dengan menyiapkan data dan mengorganisir data, mereduksi data dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukan pemberian hibah sosial keagamaan pada Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Kota Baubau belum efektif sepenuhnya. Masalah ditemukan terutama pada sosialisasi program, pemantauan dan ketepatan waktu. Sosialisasi program dan kegiatan belum dilakukan kepada para penerima bantuan sosial keagamaan. Ketepatan sasaran pada prinsipnya sudah tepat, namun untuk peningkatan ketepatan perlu dilakukan seleksi dan verifikasi lebih kuat dan melakukan kunjungan langsung kepada penerima. Dari sisi waktu, masih terdapat kendala kelengkapan administrasi, penerima bantuan sering terlambat memasukan dokumen kelengkapan sebagai bagian dari pertanggungjawabannya. Pemantauan program tidak dilakukan dengan alasan keterbatasan sumberdaya manusia. Tujuan dari program bantuan sosial keagamaan ini telah tercapai yakni mendukung pengembangan kegiatan keagamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis agama.