Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Media Daring Kompas.com dalam Membentuk Identitas Sepak Bola Nasional: Analisis Wacana Model Theo van Leeuwen Efaphras Cinta Tyas Gusti; Eti Setiawati; Warsiman Warsiman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi eksklusi dan inklusi pemberitaan Timnas Indonesia pada surat kabar Kompas.com serta untuk menganalisis implikasi strategi pemberitaan Timnas Indonesia di Kompas.com terhadap konstruksi identitas sepak bola nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa berita yang memuat informasi mengenai timnas Indonesia pada ajang Piala AFC 2024. Sumber datanya merupakan artikel-artikel yang dipublikasikan oleh surat kabar daring Kompas.com terkait peristiwa tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian dikumpulkan dengan cara simak catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi dengan menggunakan panduan analisis wacana kritis model Theo van Leeuwen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan ciri strategi eksklusi meliputi (1) pasivasi, (2) nominalisasi. Adapun ciri strategi inklusi yang ditemukan meliputi: (1) diferensiasi-indeferensiasi, (2) objektivasi-abstraksi, (3) kategorisasi, (4) identifikasi, (5) individualisasi, (6) asosiasi. Dalam implikasinya, pemberitaan Timnas Indonesia di Kompas.com dapat memengaruhi persepsi publik tentang sepak bola nasional dalam beberapa cara yaitu melalui pengaruh terhadap citra timnas Indonesia, pengaruh terhadap harapan, perbedaan antara citra media dan realitas lapangan, respons dan persepsi pembaca, pengaruh terhadap dukungan dan keterlibatan.
Pemerolehan Bahasa Anak Usia Dini di PAUD Mentari : Tinjauan Sintaksis dan Psikolinguistik Salamah Salamah; Pratista Widya Satwika; Wakhidatus Salma; Eti Setiawati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4895

Abstract

Anak usia dini menunjukkan perkembangan bahasa yang signifikan. Penelitian ini membahas pemerolehan bahasa anak usia dini di PAUD Mentari berpendekatan Psikolinguistik dan analisis fungsi sintaksis. Tujuan penelitian mendeskripsikan kondisi pemerolehan bahasa, memetakan tuturan melalui analisis sintaksis, serta mengaitkan kemampuan berbahasa anak usia dini dengan kondisi psikologisnya melalui perspektif Psikolinguistik. Penelitian berjenis kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data simak-libat-cakap dan observasi partisipatif. Data berupa teks tuturan anak usia dini dalam bentuk kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Hasil penelitian yaitu kemampuan fonologi, sintaksis, dan semantik masih pada tahap awal, kemampuan multibahasa, auditori, dan motorik berkembang dengan baik dan cepat, tuturan yang digunakan dalam tiga ragam kalimat didominasi dengan jenis deklaratif berbentuk simpleks, baik dalam menuturkan kata sesuai gender, posisi seseorang, hingga penggunaan morfem posesif, kondisi psikologis dan kemampuan komprehensi yang masih belum matang berpengaruh pada ujaran, produksi kata, tata kalimat, dan jenis kalimat. Dapat disimpulkan subjek penelitian memiliki perkembangan bahasa yang baik.
MENYELAMI MAKNA RITUAL ADUS NGGAWAN TERHADAP POTENSI MITIGASI BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL Ricky Rifanda; Eti Setiawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/32w33c06

Abstract

Ritual Adus Nggawan masih dipertahankan dan dilaksanakan sampai saat ini secara turun temurun oleh masyarakat Desa Kebomlati. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ritual Adus Nggawan bagi bayi yang berusia tujuh bulan sampai dua tahun di sungai Bengawan Solo dari leksikon simbolis yang ditemukan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan teori antropolinguistik. Data penelitian diperoleh dari informan masyarakat desa Kebomlati, Tuban yang melaksanakan ritual Adus Nggawan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara terstruktur, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dengan tahapan mencatat data, memilah data, mengklasifikasikan kemudian menganalisis data dan melakukan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan temuan penelitian digunakan teknik triangulasi sumber yaitu mencari informasi data menggunakan lebih dari satu sumber informasi. Hasil penelitian ini menemukan 1) adanya makna kebudayaan yang muncul dari tiga belas leksikon sebagai identitas budaya ritual Adus Nggawan 2) adanya mitos dan kepercayaan apabila tidak melaksanakan ritual Adus Nggawan ada hal buruk menimpa. 3) ritual Adus Nggawan memuat nilai-nilai lokal dan simbolisme dan berpotensi menjadi salah satu bentuk mitigasi bencana berbasis budaya yang tergambar dalam pengetahuan lokal (local knowledge) berupa pemahaman nilai sosial masyarakat dan pemahaman nilai Spiritualitas dan perlindungan. Kebijakan lokal (local wisdom) berupa pemahaman akan pentingnya melaksanakan ritual yang timbul dari kesadaran kolektif masyarakat dan kecerdasan lokal (local genius) sebagai bentuk mitigasi berbasis budaya adanya himbauan agar tidak mendekati sungai serta pengenalan ritual sejak dini yang berguna untuk keselamatan sehingga ritual Adus Nggawan mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sang pencipta
Empowering Women through Non-Formal Creative Handicraft Education in Atauro Island Valentina Tutu Paok; Harsuko Riniwati; Eti Setiawati
Smart Society Vol. 5 No. 1 (2025): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v5i1.750

Abstract

Atauro Island has been highlighted in various studies that emphasize its ecotourism potential and natural beauty. However, very few studies specifically discuss women’s contributions to local development, especially through non-formal education that encourages creativity and economic empowerment through handicrafts. This study aims to analyze how the role of non-formal education in empowering women through the production of Boneca de Atauro handicrafts on Atauro Island, Timor-Leste. Using a qualitative approach and descriptive methods. There were 52 women who involved in this study. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that amidst limited formal support from the government, women craftspeople are able to build economic and social capacity through community-based learning, intergenerational mentoring, and the use of local wisdom. This process not only strengthens cultural identity but also creates sustainable economic opportunities. This initiative also supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially in the fields of education, gender equality, and local economic growth. This study confirms that non-formal education is a strategic pathway for grassroots-based development in remote areas.