Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mendukung Upaya Penanganan Perdagangan Manusia di Perbatasan Indonesia dan Malaysia Elfitriani, Yori; Legionosuko, Tri; Waluyo, Surryanto Djoko
Jurnal Diplomasi Pertahanan Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Prodi Diplomasi Pertahanan
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak -- Perdagangan manusia telah menjadi salah satu isu utama dalam hubungan internasional saat ini. Isu ini menjadi ancaman serius bagi keamanan global, termasuk Indonesia, karena tidak hanya menyangkut persoalan kriminalitas saja, namun juga terkait dengan masalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia.  Selain menjadi negara sumber, saat ini Indonesia juga menjadi negara transit dan tujuan dalam tindak kejahatan ini. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menangani masalah ini, baik di dalam negeri, maupun kerjasama dengan negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diplomasi pertahanan Indonesia dalam mendukung upaya penanganan perdagangan manusia di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini disusun dengan menggunakan teori kerjasama internasional, konsep diplomasi pertahanan, konsep perdagangan manusia, konsep transnational organized crime, dan konsep human security. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi pertahanan Indonesia dalam mendukung upaya penanganan perdagangan manusia di perbatasan Indonesia dan Malaysia dilakukan melalui kerjasama pertahanan secara bilateral, yaitu melalui forum General Border Committee (GBC) Malindo yang diketuai oleh Menteri Pertahanan kedua negara. Melalui forum GBC ini Menteri Pertahanan kedua negara sepakat untuk mengedepankan peran kepolisian dalam menangani berbagai bentuk tindak pelanggaran hukum di perbatasan kedua negara, termasuk dalam hal penanganan perdagangan manusia dengan membentuk Joint Police Cooperation Committee (JPCC).Kata Kunci: Diplomasi Pertahanan, Perdagangan Manusia, Perbatasan Indonesia-Malaysia, GBC Malindo, JPCC Abstract -- Human trafficking has become one of the main issues in international relations today. This issue becomes a serious threat to global security, including Indonesia, because it is not only a matter of criminality, but also related to the problem of violations of human rights. In addition to being a source country, Indonesia is also a transit country and destination for this crime. Indonesian government with its various efforts to prevent and eliminate this issue not only domestically but also making cooperation with other countries. The purpose of this research is to analyze Indonesian defense diplomacy in supporting to eliminate human trafficking in Indonesia and Malaysia border. This research was compiled using international cooperation theory, and several concepts; defense diplomacy, human trafficking, transnational organized crime, and human security. This research was conducted using a qualitative-descriptive method. Data collection techniques used were interviews and literature studies. The results of this research shows that Indonesia defense diplomacy in supporting to eliminate human trafficking in Indonesia and Malaysia border by making bilateral cooperation, through General Border Committee (GBC) Malindo forum chaired by Indonesia and Malaysia Defense Ministers. Indonesia and Malaysia Defense Ministers agreed to put forward the role of the police in dealing with the problem in Indonesia and Malaysia border, including human trafficking by forming Joint Police Cooperation Committee (JPCC).Keywords: Defense Diplomacy, Human Trafficking, Indonesia-Malaysia Border, GBC Malindo, JPCC
STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENANGANI WABAH COVID-19 DARI PERSPEKTIF EKONOMI Saleha Mufida; F.G. Cempaka Timur; Surryanto Djoko Waluyo
Independen Vol 1, No 2 (2020): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Independen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.227 KB) | DOI: 10.24853/independen.1.2.121-130

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak covid-19 bahkan menyumbang 7,8 persen angka kematian dan termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Di tengah angka kasus yang terus meningkat, Indonesia justru menerima 49 tenaga kerja asing dari China. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak dapat mengabaikan aspek ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Penulis menganggap penting untuk mengkaji strategi pemerintah Indonesia dalam menangani wabah Covid-19 dari perspektif ekonomi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi Pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan penannganan Covid-19 dari perspektif ekonomi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara induktif yaitu dari umum ke khusus. Data penelitian diperoleh dari studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Miles Hubermann, yaitu koleksi data, kondensasi, penyajian data, dan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan dari aspek ekonomi yang dapat menyelamatkan kehidupan masyarakat selama pandemi Covid-19, diantaranya mengeluarkan paket ekonomi yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat seperti bantuan langsung tunai (BLT), menurunkan biaya listrik dan BBM, memberikan pemeriksaan gratis, ketimbang membesarkan nilai manfaat kartu prakerja dan kartu penerima sembako bagi program keluarga harapan, serta memberikan insentif bagi tenaga medis.
PEMBERDAYAAN LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU (LAMR) SEBAGAI UPAYA BELA NEGARA DALAM MITIGASI ANCAMAN PEPERANGAN ASIMETRIS Abdul Rahman; Saleha Mufida; Admiral Musa Julius; Surryanto Djoko Waluyo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 1 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.396 KB) | DOI: 10.31604/jips.v7i1.2020.229-237

Abstract

Provinsi Riau memiliki Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) guna mempertahankan dan melestarikan adat Melayu Riau dan menjadi bagian dari lembaga yang mendukung dan membantu mewujudkan cita-cita Provinsi Riau. Penulis akan membahas optimalisasi pemberdayaan LAMR sebagai upaya bela negara dalam mitigasi ancaman peperangan asimetris menggunakan teori pemberdayaan, teori peperangan asimetris, konsep pertahanan non militer dan konsep bela negara. Pada sistem pertahanan negara, LAMR berposisi sebagai komponen cadangan dalam mencegah potensi peperangan asimetris.
Creative Economy Development of Yogyakarta Government Bambang Wahyudi; I Wayan Midhio; Surryanto Djoko Waluyo
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.724 KB) | DOI: 10.33172/jp.v2i1.78

Abstract

In facing ASEAN Economic Community (AEC), Yogyakarta dealt with low-educated employees; quite high regional development imbalances; problems in industrial estate and airports infrastructure development caused by land acquisition; climate change which disturbs land productivity and sustainability of agriculture; the fact of being not a large industrial base; and DIY communities who are relatively creative. The research using qualitative methods. Data was collected through surveys and interviews to analyze the development of work systems and the structural dimension of batik and pottery sociotechnical creative industries covered aspects of human resources, technology, organization and policy settings. The results showed: (1) Yogyakarta has all kinds of creative industries but only batik and pottery become the mainstay; (2) the central government should provide ease of licensing and protection of trademarks, patents, or copyrights, while local governments should improve the quality of creative industries by conducting training and company coaching.
PENATAAN WILAYAH PERTAHANAN DARAT ASPEK DINAMIS DALAM MEWUJUDKAN STRATEGI PERTAHANAN BERLAPIS DI WILAYAH PROPINSI KALIMANTAN BARAT Bambang Sulistyo; TSL Toruan; Surryanto Djoko Waluyo
Strategi Perang Semesta Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.078 KB)

Abstract

Lingkungan strategis saat ini semakin dinamis dan membawa perubahan terhadap spektrum ancaman yang kompleks, dimana ancaman merupakan faktor utama yang menjadi dasar dalam penyusunan desain strategi pertahanan negara, baik yang bersifat aktual maupun potensial. Ancaman potensial perang konvensional sebagai dampak agresi militer negara lain diantisipasi dengan mewujudkan strategi pertahanan berlapis dengan lapis penangkalan, lapis pertahnan militer dan lapis perang berlarut. Penyiapan lapis perang berlarut di masa damai dilakukan dengan penataan wilayah pertahanan darat utamanya aspek dinamis yang terintegrasi dengan tata ruang wilayah pemerintah termasuk di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Penataan wilayah pertahanan darat aspek dinamis di wilayah Provinsi Kalimantan Barat belum terlaksana secara efektif sehingga diperlukan adanya analisis tentang implementasi dan upaya penataan wilayah pertahanan darat aspek dinamis sehingga dapat mewujudkan strategi pertahanan berlapis di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan pendekatan kualitatif phenomenologi, didapatkan data bahwa faktor yang menyebabkan belum efektifnya implementasi penataan wilayah pertahanan darat aspek dinamis di wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah pencapaian sasaran kebijakan terkendala perbedaan sudut pandang secara substansi dan adanya keterbatasan dalam keterbukaan informasi publik, keterbatasan SDM tentang pengetahuan tata ruang, perbedaan forum yang digunakan dalam komunikasi, dan belum adanya pedoman penyusunan RRWP Darat. Kendala tersebut dapat dieleminir dengan upaya-upaya antara melalui penyusunan kebijakan penataan wilayah pertahanan darat aspek dinamis, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya, peningkatan komunikasi dan koordinasi.  Kata kunci:  Implementasi,  Lingkungan strategis, Penataan Wilayah Pertahanan Darat, Aspek dinamis.
PENINGKATAN KEMAMPUAN TIM ASISTENSI PENGAWAS LATIHAN KOMANDO DOKTRIN, PENDIDIKAN, LATIHAN DAN PENGKAJIAN ANGKATAN DARAT DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA Jujun Juhansah; Surryanto Djoko Waluyo; Agus Mansyah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i6.2022.2272-2278

Abstract

Kodiklat AD merupakan Komando Utama Pembinaan yang berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat yang memiliki tugas pokok menyelenggarakan Pembinaan Doktrin/sistem operasi matra darat, pendidikan dan latihan TNI AD. Namun kondisi tim Aswaslat Kodiklat AD ini masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya kemampuan inovasi dan kreasi tim Aswaslat Kodiklat AD. Permasalahan yang diteliti yaitu tentang Strategi Kodiklat AD meningkatkan kemampuan tim Aswaslat dalam rangka pembinaan latihan guna mendukung tercapainya tugas pokok TNI AD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi Kodiklat AD dalam meningkatkan kemampuan tim Aswaslat Kodiklat AD dalam melaksanakan pembinaan latihan satuan-satuan jajaran TNI AD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif analitis. Pendekatan ini digunakan dengan meminta para informan untuk menceritakan pengalamannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) diperlukan kegiatan asistensi dan pengawasan latihan secara melekat di satuan, (2) Semua proses dan atau kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam setiap latihan hendaknya selalu dipertanggungjawabkan, (3) mengoptimalkan sarpras suatu pembinaan latihan guna mendukung kesiapan operasional satuan, hal ini membuktikan bahwa faktor-faktor pendukung berperan penting dalam meningkatkan pembinaan latihan guna mendukung kesiapan operasional satuan. 
STRATEGI PENGEMBANGAN KAPABILITAS SIBER PERTAHANAN UNTUK MENGHADAPI PEPERANGAN SIBER (STUDI KASUS PADA PUSHANSIBER KEMHAN RI 2020-2021) Rachmanu Krisnata; Agus H.S. Reksoprodjo; Surryanto Djoko Waluyo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i6.2022.2094-2103

Abstract

teknologi komunikasi dan informasi serta perkembangan kemajuan telah membawa dampak perubahan di dunia yang mendorong banyak negara tidak lagi menggunakan cara perang tradisional dan konvensional. Peningkatan terhadap ancaman perang siber berdampak terhadap terjadinya perang siberyang mencakup berbagai aspek seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan nasional. Kemhan memiliki kewajiban untuk mengambil langkah-langkah penting terkait dengan pertahanan siber, baik di lingkungan sendiri maupun dalam rangka mendukung pertahanan siber nasional. Masalah penelitian adalah tentang penanganan peperangan dan strategi pengembangan kapabilitas siber pertahanan di Pushansiber. Tujuan penelitian untuk menganalisis penanganan perang siber dan strategi pengembangan kapasitas siber pertahanan di Pushansiber Kemhan guna mendukung sistem pertahanan siber nasional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Data didapatkan dari narasumber secara purposive samplingberdasarkan kepakarannya, terdiri dari pakar di bidang teknologi informatika, pejabat, dan para Analis, serta Operator Siberhan di lingkungan Pushansiber Bainstrahan Kemhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas siber dan pertahanan siber berpengaruh terhadap penanganan perang siber. Dimana kapabilitas siber meliputi aset, kemampuan dan proses persiapan. Sedangkan pertahanan siber meliputi kecepatan operasional, inisiatif dan kolaborasi. Pengembangan kapabilitas siber sangat diperlukan untuk mendukung pertahanan siber nasional, untuk itu diperlukan pengembangan strategi kapabilitas siber pertahanan. Kesimpulan bahwa penanganan perang siber di Pushansiber belum dapat dijalankan secara maksimal sehingga Pushansiber melakukan strategi pengembangan kapabilitas siber pertahanan dengan pengembangan pada sisi manusia , proses dan teknologi. 
STRENGTHENING THE CYBER DEFENSE CENTER OF THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA (PUSDATIN KEMHAN) TO SUPPORT THE INDONESIAN DEFENSE DIPLOMACY IN CYBER DEFENSE SECURITY COOPERATION IN ASEAN Rifani Agnes Eka Wahyuni; Surryanto Djoko Waluyo; Haposan Simatupang
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v7i3.747

Abstract

The development of information technology in the international world impacts cyberspace, covering all aspects of national life. So, the government must understand the condition of cyber security in Indonesia and build a national defense system to overcome various threats that come through cyberspace. ASEAN has become one of the platforms for Indonesia to fight for its national interests to support national security in the cyber field. The purpose of this research is to analyze the efforts to strengthen the national defense system based on five aspects of cybersecurity capacity building to realize Indonesia's defense development in cyber defense security through the role of Cyber Defense Center as an actor in Indonesia's defense diplomacy in enhancing cyber defense security cooperation in ASEAN. These strategies and efforts were analyzed through a qualitative approach, and primary data were collected through interviews with informants from various government agencies. In addition, literature, journals, and related documents are also used as supporting data. These efforts resulted in an agreement in the form of making a cyber-portal between countries and equality of view to continue to conduct cybersecurity training in the form of seminars and workshops to build the capacity of the national defense system.
TRILATERAL COOPERATION ARRANGEMENT AS THE INDONESIAN DEFENSE STRATEGY TO COUNTER ASYMMETRIC THREATS IN SOUTHEAST ASIA Luh Putu Ika Primayanti; Tri Legionosuko; Surryanto Djoko Waluyo
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.213 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i1.832

Abstract

The development of the strategic environment has an impact on the rapid development of asymmetrical threats. The Southeast Asian region is one that faces this threat. Indonesia, as one of the countries in the Southeast Asian Region, has conducted a Trilateral Cooperation Arrangement to prevent the asymmetrical threat, especially in the Sulu Sea. This study aims to analyze the Trilateral Cooperation Arrangement strategy as Indonesia's defense strategy in overcoming asymmetrical threats in the Southeast Asian Region. The research method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. This study uses the theory of defense science, the concept of strategy, counter terrorism, asymmetric warfare, defense cooperation, cooperative security, and deterrence theory. The results of this study can be divided into three namely, first, the asymmetrical threat that occurs in Southeast Asia, especially the Sulu Sea continues to grow and specifically divided into terrorism; transnational crime namely armed piracy and kidnapping for ransom; and illegal migration. Second, in its implementation, the Trilateral Cooperation Arrangement (TCA) in the Sulu Sea consists of Coordinated Sea Patrol, Air Patrol, Information and Intelligent Sharing and Land Exercise. The four patrols are strategic cooperation which constitutes a unity so that they cannot be separated in parts or functions. However, in its implementation, there are opportunities and challenges that need to be a concern of both policy makers or operational parties. Third, the Trilateral Cooperation Arrangement is a strategy that can overcome the asymmetrical threats that have occurred in Southeast Asia, especially in the Sulu Sea since 2016-2018, but in 2019 the asymmetrical threats in the Sulu Sea have increased. The strategy used is to use defense cooperation as well as using soft power and hard power which provide deterrence effects for asymmetric threat actors. In addition, it strengthens the collaboration of Ministries and Institutions as policy makers, as well as the military army and local governments as operational implementers and supporting rules such as operational procedure rules.Keywords: Asymmetric threats, strategy, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA)
TRILATERAL COOPERATION ARRANGEMANT SEBAGAI STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN ANCAMAN ASIMETRIS DI KAWASAN ASIA TENGGARA Luh Putu Ika Primayanti; Tri Legionosuko; Surryanto Djoko Waluyo
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.625 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i1.825

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis berdampak pada pesatnya perkembangan ancaman asimetris. Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu yang menghadapi ancaman ini. Indonesia sebagai salah satu negara di Kawasan Asia Tenggara melakukan kerja sama Trilateral Cooperation Arrangement untuk menangkal ancaman asimetris khususnya di Laut Sulu. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis strategi Trilateral Cooperation Arrangement sebagai strategi pertahanan Indonesia dalam penanggulangan ancaman asimetris di Kawasan Asia Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori ilmu pertahanan, konsep strategi, counter terrorism, asymmetric warfare,kerja sama pertahanan, cooperative security, dan deterrence theory. Hasil dari penelitian ini dapat dibagi menjadi tiga yaitu pertama, ancaman asimetris yang terjadi di Asia Tenggara khususnya Laut Sulu terus berkembang dan secara khusus dibagi menjadi terorisme; kejahatan transnasional yaitu perompakan bersenjata dan penculikan untuk tebusan; serta migrasi ilegal. Kedua, dalampelaksanaannya, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA) di Laut Sulu terdiri dari Patroli Laut Terkoordinasi (Coordinated Sea Patrol), Patroli Udara (Air Patrol), Pertukaran Informasi dan Intelijen (Information and Intelligent Sharing) dan Latihan Darat Bersama (Land Exercise). Keempat patroli tersebut merupakan kerja sama strategis yang merupakan suatu kesatuan sehingga tidakdapat dipisahkan perbagian atau fungsinya. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat peluang dan tantangan yang perlu menjadi perhatian baik pengampu kebijakan atau pihak operasional. Ketiga, Trilateral Cooperation Arrangement merupakan strategi yang dapat menanggulangi ancaman asimetris yang terjadi di Kawasan Asia Tenggara khususnya di Laut Sulu sejak tahun 2016-2018,namun di tahun 2019 ancaman asimetris di Laut Sulu mengalami peningkatan. Adapun strategi yang digunakan adalah menggunakan kerja sama pertahanan serta menggunakan soft power maupun hardpower yang memberikan efek deterrence kepada pelaku ancaman asimetris. Selain itu, memperkuat kerja sama Kementerian dan Lembaga sebagai pembuat kebijakan, serta TNI danpemerintah daerah sebagai pelaksana operasional serta aturan pendukung seperti aturan prosedur operasional.Kata Kunci : ancaman asimetris, strategi, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA)