Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS TREND DAN FLUKTASI HARGA GULA PASIR DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Aldi Gunawan; Sri Mardiyati; Nadir Nadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.7633

Abstract

Pertanian sebagai pusatnya, agroindustri merupakan sebuah sektor ekonomi yang meliputi semua perusahaan, agen dan institusi yang menyediakan segala kebutuhan pertanian dan mengambil komoditas dari pertanian untuk diolah dan didistribusikan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis fluktuasi harga komoditas gula pasir di Sulawesi Selatan. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data-data melalui instansi yang diperoleh dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). (2) Menganalisis trend harga komoditas gula pasir di Sulawesi Selatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Harga gula pasir di Provinsi Sulawesi Selatan kurun waktu Juli 2017 sampai dengan Desember 2021 menunjukkan cenderung stabil. Rata-rata harga gula pasir sebesar Rp 14.196,00 per kilogram dan harga maksimum gula pasir sebesar Rp 17.900,00 per kilogram, sedangkan harga minimum gula pasir sebesar Rp 12.800,00 per kilogram (2) Trend harga gula pasir di Provinsi Sulawesi Selatan kurun waktu 5 tahun terakhir dari Juli 2017 sampai dengan Desember 2021 mengalami kenaikan di setiap bulannya yaitu sebesar Rp 13.854,00 per kilogram.
Penerapan Teknologi Sistem Kandang Ayam Broiler Berbasis IoT WSN Pada Protokol Lora dalam Meningkatkan Pendapatan dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Takalar Lukman Anas; Andi Abd Halik Lateko; Nadir Nadir; Nur Fadillah Sari; Rezki Nurdin; Rahman Rahman
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.936

Abstract

Ayam broiler termasuk hewan yang mudah stres selain itu bau kotoran ayam broiler lebih tajam daripada unggas lainnya sehingga penempatankandang ayam broiler biasanya berada pada daerah jauh dari pemukiman. Namun dengan penempatan kandang yang jauh dari pemukiman tersebut muncul masalah pada segi monitoring, pemilik kandang perlu bolak-balik untuk mengecek keadaan kandang selain itu dengan jauhnya kandangdari pemukiman muncul potensi akan pencurian ternak. Oleh karena itu, hal tersebut mendasari pengabdian ini untuk menerapkan sistem Monitoring dengan konsep Wireless Sensor Network menggunakan protokol LoRa. Sistem dirancang dengan menggunakan LoRa karena memiliki jangkauan jauh dengan konsumsi daya yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah terciptanya sistem monitoring yang dapat memonitor air minum, suhu dan kelembaban, dan keamanan kandang ayam broiler secara jarak jauh memanfaatkan Wireless Sensor Network dengan memakai protokolLoRa dibantu dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan beberapa sensor seperti sensor ultrasonik, reed switch, PIR, dan sensor suhu dan kelembaban yang dapat berjalan tanpa adanya kendala. Kesimpulan pengabdian ini adalah; a) untuk mengetahui apakah fungsionalitas node sensor PIR dan reed switch, node sensor suhu dan kelembaban, node sensor ultrasonik dan node klien dapat berjalan seperti yang diharapkan. b) untuk mengetahui apakah pengiriman data dari node sensor sampai dengan broker dapat berjalan seperti yang diharapkan. c) untuk mengetahui apakahkinerja LoRa dapat berjalan dengan baik atau buruk.
Pemberdayaan Kelompok Mitra Tani dan Kelompok Sadar Wisata Desa Erelembang melalui Pengembangan Kawasan Agroedu-Wisata Unggulan Berwawasan Lingkungan Berbasis Masyarakat Lokal Yang Berkelanjutan Dian Pramana Putra; Nenny Nenny; Nadir Nadir; Muh.Hasby Assiddiq
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.600

Abstract

P rogram pengabdian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya produktivitas pertanian serta terbatasnya kapasitas pemasaran digital pada sektor wisata Desa Erelembang. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan hardskill petani dan pengelola wisata melalui penerapan teknologi irigasi, pembuatan pupuk organik, serta pengelolaan destinasi wisata berbasis digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, serta praktikum lapangan yang melibatkan 40 anggota Kelompok Tani Sumber Jaya dan 15 anggota Kelompok Sadar Wisata Tana Turi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hardskill petani sebesar 70%, tercermin dari kemampuan mengoperasikan irigasi silinder pori dan memproduksi pupuk organik. Produktivitas padi meningkat 50–75%, sedangkan pemasaran digital meningkatkan jumlah pengunjung wisata sebesar 30%. Softskill pengelola wisata meningkat 65% pada aspek pelayanan dan manajemen destinasi. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pelatihan terstruktur mampu memperkuat kapasitas ekonomi serta keberlanjutan usaha masyarakat desa.
EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU TANI DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Ahri Ani; Saleh Molla; Nadir Nadir
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i2.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program kartu tani di Desa Balassuka Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Metode pengambilan sampel ini dilakukan adalah simple random sampling, dikatakan sederhana karena anggota dipilih secara acak dari populasi tanpa mempertimbangkan strata populasi. Jumlah sampel yang diambil adalah 10% dari populasi dengan jumlah petani sebanyak 425 orang, sehingga jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 42 orang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program kartu tani di Desa Balassuka belum berjalan dengan baik sehingga termasuk dalam kategori kurang efektif. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi yaitu tingkat pengetahuan petani yang masih awam dengan teknologi baru serta keterlambatan pengumpulan data petani.
PROFITABILITAS DAN KELAYAKAN USAHA CABAI KERITING DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA Alfira Nurafni Kaharuddin; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir; Muh Ikmal Saleh; Jumiati Jumiati
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1862

Abstract

Produksi cabai keriting di Desa Balassuka belum optimal akibat berbagai faktor seperti metode budidaya yang kurang tepat, pemilihan benih yang tidak sesuai, penggunaan pupuk yang belum maksimal, serta pengelolaan tanaman yang belum efisien. Selain itu, sebagian besar petani belum mampu menghitung biaya operasional usahatani secara rinci.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi dan keuntungan usahatani cabai keriting serta menilai kelayakannya untuk dikembangkan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih 35 petani berdasarkan strata luas lahan (0,24–1 hektar). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup perhitungan penerimaan, profitabilitas, dan rasio kelayakan (R/C).Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi rata-rata sebesar Rp 8.774.954 dan pendapatan sebesar Rp 52.075.714 per musim, dengan keuntungan 4,98% dan R/C ratio 5,98. Ini menunjukkan bahwa usahatani cabai keriting sangat layak untuk dikembangkan.Disarankan adanya penguatan akses permodalan melalui kredit usaha tani dari pemerintah daerah maupun lembaga keuangan guna memperluas skala usaha. Selain itu, penyuluhan yang rutin dan berkualitas sangat dibutuhkan, karena sebagian petani masih belum memahami teknik pengendalian hama, prediksi cuaca, dan fluktuasi harga secara optimal.
NAFKAH RUMAH TANGGA USAHATANI CENGKEH DI KELURAHAN BONTOLERUNG KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA Dzulfitri Ramadhani Kadir; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir; Jumiati Jumiati
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.1866

Abstract

Petani cengkeh yang tinggal di daerah dataran rendah dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menjaga kelangsungan usahataninya. Salah satu kendala utama dalam pengembangan usaha pertanian adalah keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola mata pencaharian rumah tangga petani cengkeh di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 10 kepala keluarga petani, penelitian ini menemukan bahwa sebagian petani memanfaatkan peluang dari sektor pertanian lain untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya. Terdapat 10 petani yang melakukan diversifikasi ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis sumber penghasilan, seperti cengkeh, yang rentan terhadap fluktuasi harga dan risiko lainnya, memanfaatkan lahan yang tersedia, beberapa petani mengelola tanaman holtikultura. Selain itu, diversifikasi sumber pendapatan juga dilakukan melalui aktivitas berdagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi usaha menjadi strategi utama rumah tangga petani cengkeh untuk meningkatkan ketahanan ekonomi mereka, dalam penelitian ini menunjukkan adanya dukungan kebijakan pertanian untuk membantu petani dalam mengembangkan usaha non-cengkeh sebagai sumber pendapatan tambahan.
NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN PENCARI IKAN DI PULAU PAJENEKANG DESA MATTIRO DECENG KECAMATAN LIUKANG TUPABBIRING KABUPATEN PANGKEP Sahara Sahara; Nadir Nadir; Amruddin Amruddin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.1871

Abstract

Masyarakat yang tinggal didaerah pesisir ataupun pulau-pulau kecil yang hanya bermata pencaharian sebagai nelayan menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Risiko-risiko yang kerap kali mereka hadapi adalah ketergantungan pada cuaca, menurunnya volume ikan tangkap, fluktuasi harga, serta akses terhadap infastruktur dan dukungan kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aset nafkah dan strategi nafkah keluarga nelayan pencari ikan di Pulau Pajenekang. Jenis penelitian ini yakni kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Pulau Pajenekang memanfaatkan aset nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan memanfaatkan modal-modal nafkah seperti lautan dan ekosistem laut yang ada didalamnya, tenaga kerja, teknologi, mesin, jaringan sosial, dan modal uang. Selain itu, strategi nafkah rumah tangga yang dilakukan nelayan di Pulau Pajenekang adalah memaksimalkan dan memanfaatkan sektor perikanan, mendiverifikasi pekerjaan dengan melibatkan anggota keluarga dan migrasi ke suatu desa atau kota untuk membantu rumah tangga dalam meningkatkan taraf hidupnya.
Livelihood Strategies of Porang Farming Households in Bontolempangan Village, Bontolempangan Sub-district, Gowa Regency, Indonesia Nurwahidah Nurwahidah; Jumiati Jumiati; Nadir Nadir; Amruddin Amruddin; Firmansyah Firmansyah
Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijaea.v5i2.16244

Abstract

Porang cultivation is characterized by delayed economic returns and high exposure to market and climate uncertainties, requiring farming households to adopt adaptive livelihood strategies. Understanding how households manage income volatility and welfare stability in such conditions is critical for rural development policy. This study examines how porang-farming households in Bontolempangang Village construct and organize their livelihood strategies to manage risk, stabilize income, and reduce vulnerability. Using a qualitative case-study approach, the study analyzes household livelihood structures, income sources, and adaptive strategies across on-farm, off-farm, and non-farm sectors. Data were examined through a sustainable livelihoods framework to identify patterns of diversification and risk management. The findings reveal that livelihood patterns are multi-stranded and risk-oriented. Households adopt adaptive strategies grounded in a combination of multiple income sources, including: (i) agricultural livelihood engineering (intensification and extensification), (ii) occupational and institutional diversification, and (iii) spatial strategies such as temporary/circular migration and remittances. Agriculture remains the primary livelihood base, with maize functioning as a short-cycle cash-flow bridge, rice as a subsistence anchor with marketable surplus, and cattle raising as a precautionary liquid asset. These strategies are reinforced by off-farm bamboo crafts and non-farm income (e.g., construction work and village institutional honoraria), which improve cash-flow stability and facilitate consumption smoothing. Porang-farming households construct resilient livelihood systems through strategic diversification and cross-sectoral income buffering. The integration of agricultural and non-agricultural activities serves as an adaptive mechanism to manage delayed returns and mitigate economic vulnerability under uncertain market and environmental conditions.
Analysis Value-Added of Red Ginger in Sarabba Syrup Product at Balla Ratea Home Industry Gowa Regency Andi Faizal Mubarak; Nadir Nadir; Muh. Ikmal Saleh; Dewi Sartika; Sitti Arwati
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1087

Abstract

This study aims to know the production process and analyze value-added red gingger on sarabba syrup products in Balla Ratea Home Industry, Taeng Village, Palangga District, Gowa Regency. The method of determining informants in this study was purposive sampling with the provision that the owner of the SMEs (Small and Medium Enterprises) Balla Ratea Home Industry in Gowa Regency along with its treasurer and members were the main informants in this study. This study used the Hayami method data analysis technique to determine the added value of red ginger in sarabba syrup products. Research results showed that the process of producing ginger into sarabba syrup product in Balla Ratea Home Industry starting from the washing and peeling process, boiling and extraction, filtering, mixing and cooking, sterilization, cooling, packaging and storage. The amount of value-added in the sarabba syrup product in Balla Ratea Home Industry is Rp. 378,400/kg and the value-added ratio is 77.99%. The value-added of processed ginger products is in the high category.