Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELAYANAN INFORMASI OBAT PEGAL LINU TIDAK TERSTANDAR DAN EDUKASI PENYAKIT ASAM URAT MASYARAKAT DESA SAMBIREJO, MANTINGAN, NGAWI Kurniawan, Kurniawan; Marfu’ah, Nurul; Fatihah, Nadia Iha; Damayanti, Widya; Luthfiya, Lulu’
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26934

Abstract

Gout Arthritis atau asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Berdasarkan survei World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan negara terbesar ke 4 di dunia yang penduduknya menderita asam urat dan sumber dari Buletin Natural,di Indonesia penyakit asam urat 35% terjadi pada pria dibawah usia 34 tahun. Insiden asam urat di Indonesia menduduki urutan kedua setelah osteoartritis. Wilayah Desa Sambirejo Mantingan Ngawi khususnya laki-laki yang umumnya bekerja ditempat yang memerlukan tenaga fisik lebih besar misalnya petani, nelayan atau pekerja bangunan, mereka sering mengonsumsi obat racikan yang terkenal dengan nama “obat setelan” untuk meredakan rasa pegal dan linu setelah mereka bekerja. Penggunaan obat yang tidak standar dan tidak sesuai ketentuan ini dapat membahayakan masyarakat. Kurangnya tingkat pengetahuan tentang penyakit asam urat dan kurangnya pengetahuan pola hidup sehat dan aktifitas fisik pada penderita asam urat di wilayah tersebut sehingga perlu ada kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi obat yang benar dan edukasi penyakit gout arthritis sehingga masyarakat tercerahkan untuk penggunaan obat yang benar dan juga memberikan alternatif penggunaan herbal yang dapat mencegah dan membantu mengatasi asam urat tersebut. Kegiatan ini berlokasi di Kelurahan Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi dengan waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung dari awal bulan oktober sampai akhir oktober tahun  2023 Program yang ditawarkan dan diimplementasikan, antara lain penyusunan buku saku yang dibagikan, pengukuran kondisi kesehatan masyarakat pada 20 orang yang terdiri atas kelompok pengajian dan posyandu serta pelatihan pembuatan herbal. Pelatihan menggunaan alat cek kesehatan dan penyerahan alat cek kesehatan tersebut kepada kelompok masyarakat. Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan kesehatan terutama asam urat berdasarkan hasil cek kesehatan sebelum dan sesudah dilakukan  kegiatan pengabdian masyarakat ini.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET DENGAN METODE GYSSENS Sawitri, Satwika Budi; Hidayah, Firda Himayatul; Azzahro, Azzar; Fatihah, Nadia Iha
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 3 (2025): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia is an infectious lung disease that is a worldwide problem and causes high mortality and morbidity rates. Pneumonia is an acute infectious disease that hits the lung tissue (alveoli), a cold cough disease accompanied by shortness of breath or rapid breathing. The disease can be found in toddlers, adults, and old age. This study aims to determine the pattern of antibiotic prescribing and evaluation of antibiotic use in pneumonia patients in the inpatient installation of Universitas Sebelas Maret Hospital for the 2021 period. Qualitative descriptive research method by retrospectively taking medical record data of Pneumonia patients at Universitas Sebelas Maret Hospital. The results showed a pattern of pneumonia patients based on male as many as 17 (53%) patients and female patients as many as 15 (47%). Patients were hospitalized for less than 7 days as much as 91% and most were given injection routes as much as (91%). The pattern of antibiotic use was 54 antibiotics, with the highest percentage of ceftriaxone antibiotics as much as 35%. The results of the qualitative evaluation of antibiotic use with a sample of 32 medical records showed that antibiotic prescribing was by the guidelines with the details of category 0 as many as 43 prescriptions (80%), category IIB as many as 1 (2%), category III B as many as 5 prescriptions (9%), and category IVC as many as 5 (9%).