Fadholah, Amal
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SANTRIWATI DENGAN KEJADIAN MUNCULNYA PENYAKIT HERPES SIMPLEKS DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 MANTINGAN, NGAWI, JAWA TIMUR Meylisa, Meylisa; Fadholah, Amal; Fatihah, Nadia Iha; Suciati, Anugerah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.33

Abstract

Penyakit herpes simpleks merupakan suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan serta bersifat kambuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran antara perilaku personal hygiene dan pola penyebaran dengan terjadi munculnya penyakit herpes simplek pada santriwati di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri 1 Di Mantingan, Ngawi Jawa Timur. Rancangan penelitian ini adalah dengan deskriptif observasional menggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yang terdiagnosa mengalami herpes simplex di BKSM Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1, sebanyak 23 santriwati. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup, dengan menggunakan uji validasi secara SPSS yaitu uji Analisis Reliability. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor perilaku personal hygiene pada santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1, sebesar 97,61 % dengan katagori baik. Pada hasil disetiap aspek kebersihan, dari kebersihan kulit diperoleh rata-rata 99,51% dengan katagori baik, kebersihan tangan dan kuku diperoleh rata-rata 96,13% dengan katagori baik, untuk kebersihan gigi dan mulut diperoleh 95,65% dengan katagori baik, kebersihan rambut diperoleh rata-rata 99,27% dengan katagori baik, dan kebersihan pakaian diperoleh rata-rata 97,82%, sedangkan pola penyebaran diperoleh rata-rata 97,68% dengan katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1 memiliki perilaku personal hygiene yang baik serta pola penyebaran mengenai penyakit yang baik. Namun terjadi herpes simplek, dan penyebaran di lingkungan disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit yang terletak diarea tersembunyi, belum menggunakan sabun antiseptik, merawat dan menjaga kebersihan gigi dan mulut dalam berkumur dengan obat kumur, serta aktivitas yang padat dan kegiatan bersama. Dengan dukungan dari lingkungan sekitar dan sumber penyakitnya tersebut, serta imun tubuh yang kurang baik.
Education on the Importance of Healthy Snacks for Elementary School Children Under the Embassy At Kuala Lumpur, Malaysia Kurniawan, K; Fadholah, Amal; Fatihah, Nadia Iha
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Kesehatan
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jakes.v2i2.79

Abstract

Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara agar masyarakat dapat menjaga kesehatan yang bermutu. Program PHBS memiliki beberapa indikator yang menjadi pedoman dalam penerapan PHBS, salah satunya adalah pemilihan makanan sehat. Kegiatan pengabdian ini merupakan bakti sosial yang melibatkan seluruh warga negara, dengan melibatkan siswa-siswi SD binaan KBRI Kuala Lumpur dan para siswa sangat antusias dalam memberikan dukungannya, terbukti sebagian besar peserta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang manfaat pemilihan makanan sehat, cara memilih jajanan yang baik dan benar, serta apa saja ciri-ciri makanan sehat. Pentingnya penyuluhan makanan sehat bagi anak sekolah sebagai langkah awal pencegahan gangguan kesehatan pada anak sekolah. Kata Kunci : Edukasi, Jajanan Sehat, Anak Sekolah
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) DENGAN METODE STABILITAS MEMBRAN SEL SECARA IN VITRO Budi Sawitri, Satwika; Fitrian, Ahyana; Fadholah, Amal; Kurniawan, Kurniawan; Rahma, Nidya
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.76

Abstract

Inflamasi merupakan respon suatu jaringan terhadap munculnya rangsangan fisik maupun kimia sehingga akan dilepaskan mediator inflamasi seperti histamin, serotonin, bradikinin dan prostaglandin. Kerusakan sel akibat inflamasi mempengaruhi leukosit untuk mengeluarkan enzim lisosomal dan asam arachidonat. Penangan kejadian inflamasi dengan penggunaan obat antiinflamasi non steroid (AINS) dan antinflamasi steroid. Penggunaan jangka panjang obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan kandungan metabolit sekunder seperti senyawa flavonoid dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan karena efektivitasnya sebagai antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba meniran sehingga dapat menghambat terjadinya reaksi inflamasi. Penelitian ini menggunakan metode stabilitas membran sel secara in vitro berdasarkan perhitungan nilai IC50. Kemampuan ekstrak dalam menghambat inflamasi dapat dilihat berdasarkan pengaruhnya terhadap stabilitas membrane sel. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba meniran terhadap stabilitas membran sel yang dilakukan dengan menghitung presentase stabilitas membrane sel menunjukkan bahwa pada konsentrasi 800 ppm ekstrak herba meniran mempunyai aktivitas antiinflamasi tertinggi sebesar 99,26%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka potensi dalam menstabilkan membran sel yang induksi larutan hipotonik akan semakin meningkat. Nilai IC50 yang diperoleh menunjukkan dalam penelitian ini menunjukkan pada angka 44,236 ppm yang berarti bahwa ekstrak herba meniran memiliki aktivitas antiinflamasi dalam kategori sangat akif karena < 50 ppm.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN ALLOPURINOL DAN COLCHICINE PADA PASIEN ASAM URAT RAWAT JALAN DI RSUD SRAGEN Daffa, Atorva; Kurniawan, Kurniawan; Fadholah, Amal; Dewi, Mahmud Carica; Nasywa, Tabriza
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.87

Abstract

Asam urat merupakan salah satu penyakit degeneratif tidak menular yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Dilihat dari waktu pemberian terapi pada pasien asam urat yang termasuk dalam jangka waktu panjang, sehingga perlu dilakukan analisis efektivitas biaya untuk memutuskan pemilihan obat yang tepat dan efektif dengan harga terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya pengobatan menggunakan allopurinol dan colchicine pada pasien asam urat rawat jalan di RSUD Sragen pada periode Januari 2020-Agustus 2024. Metode penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan melihat data dari rekam medis pasien dan administrasi pasien. Analisis dilakukan terhadap efektivitas pengobatan dalam menurunkan kadar asam urat serta biaya yang dikeluarkan oleh pasien selama pengobatan. Efektivitas terapi dinilai dari kadar asam urat pasien yang mencapai target, pada pasien pria yaitu 3,6-8,5 mg/dL, sedangkan untuk pasien wanita target terapinya yaitu 2,3-6,6 mg/dL. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui obat yang lebih cost-effective antara allopurinol dengan colchicine. Hasil penelitian menunjukkan persentase efektivitas obat asam urat allopurinol sebesar 70% sedangkan obat asam urat colchicine sebesar 68%. Rata-rata total biaya obat asam urat kelompok allopurinol sebanyak Rp 297.059 dan kelompok colchicine Rp 387.379. obat asam urat allopurinol lebih cost-effective dengan nilai ACER sebesar Rp 424.370 dibandingkan dengan colchicine sebesar Rp 569.675. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa terapi allopurinol lebih cost-effective dari colchicine dengan nilai ACER Rp 424.370 dan ICER -Rp 45.160.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN TERAPI ASPIRIN TUNGGAL DAN KOMBINASI ASPIRIN-CLOPIDOGREL PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD DR. MOEWARDI Nurkhalica, Salma; Fadholah, Amal; Kurniawan, Kurniawan; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.88

Abstract

Sindrom Koroner Akut merupakan bagian dari penyakit jantung koroner yang dicirikan dengan berkurangnya secara mendadak aliran darah ke otot jantung (miokard) yang disebabkan oleh gangguan di pembuluh darah koroner. Penyakit tidak menular salah satunya yaitu jantung koroner merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya penggunaan terapi aspirin tunggal dan kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien sindrom koroner akut di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental deskriptif dengan pengambilan data secara desain retrospektif. Data yang diambil adalah data rekam medis pasien rawat inap sindrom koroner akut periode Januari 2023 hingga Oktober 2024. Jumlah sampel penelitian yaitu 74 pasien dengan rincian 34 pasien menggunakan aspirin tunggal dan 40 pasien menggunakan aspirin-clopidogrel. Metode analisis data yang digunakan adalah ACER dan ICER. Hasil penelitian ini untuk rata-rata total biaya langsung pasien sindrom koroner akut yang menggunakan aspirin tunggal dengan nilai ACER yaitu Rp. 6.601.050, sedangkan untuk penggunaan aspirin-clopidogrel dengan nilai ACER yaitu Rp. 10.887.826. Analisis ACER menunjukkan bahwa aspirin tunggal lebih cost-effective dibandingkan kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien sindrom koroner akut rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Berdasarkan nilai ACER aspirin tunggal menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Hasil analisis ICER menunjukkan bahwa terapi aspirin-clopidogrel membutuhkan biaya tambahan yaitu Rp. -267.923. Berdasarkan hasil analisis ACER dan ICER, terapi aspirin tunggal lebih cost-effective dibandingkan dengan terapi kombinasi aspirin-clopidogrel untuk pasien sindrom koroner akut rawat inap di RSUD Dr. Moewardi periode Januari 2023-Oktober 2024.
EFFECTIVENESS OF EDUCATIONAL MEDIA INSTAGRAM REELS AND TIKTOK ON KNOWLEDGE TO PREVENT IRON DEFICIENCY ANEMIA Pibriyanti, Kartika; Sukowati, Dewi; Rooiqoh, Qothrunnadaa Fajr; Pinasti, Ladyamayu; Luthfiya, Lulu’; Mufidah, Indahtul; Fathimah; Fadholah, Amal
Media Gizi Indonesia Vol. 20 No. 2 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v20i2.144-152

Abstract

The lack of knowledge about iron deficiency anemia is caused by a lack of media that can open up public knowledge about the importance of this. As the industrial era 4.0 progresses, many digital media have emerged as a means to educate the public about preventing iron deficiency anemia, one of which is health promotion media in the form of video media Instagram Reels and TikTok. This study aims to determine the effectiveness of Instagram Reels and TikTok educational media on knowledge about preventing iron deficiency anemia in adolescent girls. The research used quasi experiment method with a pre-posttest group design. The sample amounted to 105 respondents (Instagram Reels n:35, TikTok n:35, and leaflet n:35. Knowledge data were obtained by filling out pre and posttest questionnaires, processed using the Wilcoxon test. The mean difference between the three groups used Kruskal-Wallis and Post Hoc Mann Whitney tests. The effectiveness of the three media was tested using the N-Gain Score. The results of the pre and post-test research on the three media had p-value 0.000 which shows an increase in knowledge. The frequency distribution of knowledge in the TikTok group was 100%, Instagram Reels 94.3% and leaflets 51.4%. The effectiveness test of the N-Gain score of TikTok media is 81% including it in the effective category, Instagram Reels is 60% including in the moderately effective category and leaflets are 28% including in the ineffective category. The conclusion is that TikTok media is most effective compared to Instagram Reels media and leaflets.
EDUKASI PENCEGAHAN INFLUENZA PADA ANAK-ANAK MADRASAH IBTIDAIYAH NURUSSALAM Suciati, Anugerah; Fadholah, Amal; Dewi, Mahmud Carica; Islamanda, Cania Sofyan
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes)
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jakes.v3i2.116

Abstract

Influenza, yang sering disebut sebagai flu, adalah salah satu penyakit paling umum yang menyerang anak-anak. Meskipun prevalensinya tinggi, influenza dapat menjadi serius dan memerlukan perhatian khusus, terutama pada anak-anak. Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai upaya edukasi bagi anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat sebagai bentuk pencegahan flu, batuk, dan pilek, dan akan memahami cara mengobatinya jika terjadi gejala seperti batuk dan masuk angin. Dalam penelitian ini, kami menyajikan materi tentang pengertian, gejala, penyebaran dan dampak influenza pada anak-anak. Kami juga menyampaikan beberapa cara untuk mencegah flu sebelum flu terjadi, salah satunya adalah kebersihan tangan dengan memberikan contoh mencuci tangan dengan sabun dengan baik dan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam dapat menjadi lebih sadar dan peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan influenza yang tepat dan benar. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam dan lembaga pendidikan lainnya dalam menghadapi musim influenza. Dengan memahami strategi pencegahan dan pengobatan yang efektif, kita dapat melindungi anak-anak dari dampak buruk penyakit ini.