Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Determinant Factors of the Unemployment Rate in Banten Province Feny Robingatun Khasanah; Grace Natalia Marpaung
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 4 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i4.7587

Abstract

Every country strives to minimize the unemployment rate as much as possible. The Open Unemployment Rate in Banten Province, which has consistently been higher than the national average, has become a serious concern. This study aims to examine the influence of the labor force participation rate, economic growth, average years of schooling, and city minimum wage on the open unemployment rate in Banten Province during the 2017-2023 period. This research utilizes Eviews 12 software with a panel data approach, combining cross-sectional and time-series data over seven years, from 2017 to 2023. The method applied in this study is the Fixed Effect Model (FEM). The data analyzed in this study are secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Banten Province. The research findings indicate that the labor force participation rate, economic growth, and average years of schooling have a negative and significant effect on the open unemployment rate in eight districts/cities in Banten Province from 2017 to 2023. Conversely, the city minimum wage variable has a positive but insignificant effect. Additionally, the independent variables, namely the labor force participation rate, economic growth, average years of schooling, and city minimum wage, simultaneously have a significant effect on the dependent variable, which is the open unemployment rate in Banten Province during the 2017-2023 period, contributing 76.48% to the variation in the open unemployment rate in Banten Province.
Inisiasi Fun Sport Tourism Guna Menambah Ragam Kegiatan Kepariwisataan di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Setiawan, Avi Budi; Fafurida; Bowo, Prasetyo Ari; Marpaung, Grace Natalia; Yusfi, Reikha Habibah; Widyawati, Retno Febriyastuti; Kusuma, Putri Patria
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2021

Abstract

Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, merupakan wilayah dengan potensi wisata alam yang besar, terutama melalui keberadaan Rawa Pening dan lanskap perbukitan yang indah. Namun, potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena kegiatan wisata masih didominasi oleh wisata alam pasif sehingga wisatawan cenderung hanya singgah dalam waktu singkat. Kondisi ini berdampak pada rendahnya lama tinggal wisatawan dan terbatasnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian masyarakat dengan menginisiasi konsep Fun Sport Tourism sebagai strategi diversifikasi atraksi wisata. Metode pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat melalui tahapan inisiasi, sosialisasi, focus group discussion (FGD), pendampingan penyusunan rencana, pelatihan dan praktek, serta pendampingan implementasi program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya diversifikasi wisata, terbentuk kesepakatan kegiatan prioritas seperti fun bike, trail run, festival permainan tradisional di Rawa Pening. Selain itu, tersusun rencana jangka pendek dan menengah untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Uji coba kegiatan fun bike juga berhasil menarik wisatawan dari luar daerah serta meningkatkan penjualan produk UMKM lokal. Dengan demikian, inisiasi Fun Sport Tourism terbukti efektif dalam menambah ragam kegiatan wisata, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di Desa Banyubiru. Ke depan, keberhasilan program ini memerlukan kesinambungan pendampingan, penguatan promosi digital, dan kolaborasi lintas pihak agar dapat berkembang menjadi ikon pariwisata berbasis olahraga di Kabupaten Semarang.
PENGUATAN KAPASITAS EKONOMI PETANI KOPI MELALUI AGRO-ROASTING OPTIMAL Rahmayani, Dwi; Nihayah, Annis Nurfitriana; Munahefi, Detalia Noriza; Sundoro, Fredericho Mego; Rasendriyo, Bhanu; Marpaung, Grace Natalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26769

Abstract

Abstrak: Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dengan potensi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani. Namun, sebagian besar nilai keuntungan kopi hanya dirasakan di tingkat distributor dan produsen besar, sementara petani kopi di daerah cenderung menerima hasil yang minim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill petani kopi di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang melalui program Agro-Roasting Optimal (AROMA). Melalui program ini, petani diberikan pelatihan teknis dalam pengolahan pasca panen kopi, seperti pemanggangan (roasting), penyeduhan (brewing), serta pengujian cita rasa (cupping), disertai dengan inovasi produk hilir berupa sabun kopi dan pelatihan digitalisasi pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, praktik langsung, dan Focus Group Discussion (FGD). Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari petani kopi, pelaku UMKM, serta masyarakat umum di Kecamatan Jambu turut serta dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi langsung untuk mengukur pemahaman dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis peserta sebesar rata-rata 28,4%. Peningkatan ini terlihat pada kemampuan penggunaan metode cupping (36,1%), pengelolaan limbah kopi (34,9%), dan standar pengolahan kopi yang baik (34,4%).Abstract: Coffee is one of Indonesia's leading commodities with high potential to enhance the economic well-being of farming communities. However, most of the coffee's profit value is enjoyed only at the distributor and large-scale producer levels, while local coffee farmers often receive minimal benefits. This community service activity aims to improve the hardskills and softskills of coffee farmers in Jambu District, Semarang Regency, through the Agro-Roasting Optimal (AROMA) program. Through this program, farmers received technical training in post-harvest coffee processing, including roasting, brewing, and cupping, along with product innovation training on coffee-based products like coffee soap and digital marketing. The methods used in this activity included lectures, hands-on practice, and Focus Group Discussions (FGD). A total of 30 participants, consisting of coffee farmers, MSME actors, and the general community in Jambu District, participated in the program. Evaluation was conducted using questionnaires and direct observation to assess participants' knowledge and skills before and after the activity. The evaluation results showed an average improvement in participants' knowledge and technical skills by 28.4%. This increase was observed in areas such as the use of cupping methods (36.1%), coffee waste management (34.9%), and compliance with good coffee processing standards (34.4%).