Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERAN MEDIASI IPM DALAM HUBUNGAN EMISI KARBON, PDB, DAN HARAPAN LAMA SEKOLAH TERHADAP HARAPAN HIDUP DI INDONESIA Naufal Andre Setiawan; Grace Natalia Marpaung
Jesya Vol 9 No 2 (2026): ARTICLES : RESEARCH JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2735

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam hubungan antara emisi karbon (CO₂), Produk Domestik Bruto (PDB), dan Harapan Lama Sekolah (HLS) terhadap harapan hidup di Indonesia periode 2004–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series tahunan sebanyak 21 observasi yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan World Bank. Metode analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear, Structural Equation Modeling (SEM), dan bootstrap mediation sebanyak 1.000 replikasi menggunakan Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi karbon, PDB, dan HLS berpengaruh positif signifikan terhadap IPM. Sementara itu, emisi karbon, PDB, dan HLS berpengaruh negatif signifikan terhadap harapan hidup secara langsung, sedangkan IPM berpengaruh positif signifikan terhadap harapan hidup. Hasil bootstrap menunjukkan bahwa IPM memediasi secara signifikan hubungan antara CO₂, PDB, dan HLS terhadap harapan hidup dengan kategori partial mediation. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia berperan sebagai mekanisme penting dalam menjelaskan hubungan faktor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan terhadap kualitas hidup masyarakat di Indonesia.
PENGARUH DANA PERIMBANGAN DAN BELANJA MODAL TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH Yanuar Zerina Nur Istiqomah; Grace Natalia Marpaung
Jesya Vol 9 No 2 (2026): ARTICLES : RESEARCH JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2755

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus, Dana Alokasi Umum, serta Belanja Modal terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah pada 114 kabupaten/kota di Pulau Jawa selama tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data panel dianalisis melalui metode regresi data panel menggunakan aplikasi EViews 12. Penentuan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model merupakan model yang paling tepat digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dana Bagi Hasil dan Belanja Modal memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Sementara itu, Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah.
Pengaruh Defisit Anggaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Peran Interaksi Stabilitas Politik di ASEAN-5 Riski Amalia Yusuf; Grace Natalia Marpaung
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8907

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN-5 menunjukkan respons yang berbeda terhadap kebijakan defisit anggaran, sehingga mengindikasikan adanya faktor institusional yang memengaruhi efektivitas kebijakan fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh defisit anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi serta menguji peran interaksi stabilitas politik dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan data panel lima negara ASEAN-5 selama periode 2011–2024 dengan metode Feasible Generalized Least Squares (FGLS) untuk mengatasi heteroskedastisitas. Model penelitian juga memasukkan inflasi, keterbukaan perdagangan, dan pembentukan modal tetap bruto sebagai variabel kontrol. Untuk memperkuat validitas hasil, penelitian melengkapi analisis menggunakan marginal effect, interaction plot, robustness check melalui Driscoll–Kraay, Panel Corrected Standard Errors (PCSE), estimasi tanpa periode COVID-19, serta analisis sensitivitas menggunakan variabel lag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defisit anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan interaksi antara defisit anggaran dan stabilitas politik berpengaruh negatif sehingga stabilitas politik memperlemah pengaruh positif defisit anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi. Analisis marginal effect memperlihatkan bahwa pengaruh positif defisit anggaran semakin menurun seiring meningkatnya stabilitas politik. Hasil robustness menunjukkan arah koefisien yang relatif konsisten meskipun tingkat signifikansinya berubah pada beberapa spesifikasi model. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas defisit anggaran di ASEAN-5 tidak hanya ditentukan oleh besarnya defisit anggaran, melainkan dipengaruhi oleh kondisi politik domestik.
Inisiasi Fun Sport Tourism Guna Menambah Ragam Kegiatan Kepariwisataan di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Avi Budi Setiawan; Fafurida; Prasetyo Ari Bowo; Grace Natalia Marpaung; Reikha Habibah Yusfi; Retno Febriyastuti Widyawati; Putri Patria Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2021

Abstract

Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, merupakan wilayah dengan potensi wisata alam yang besar, terutama melalui keberadaan Rawa Pening dan lanskap perbukitan yang indah. Namun, potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena kegiatan wisata masih didominasi oleh wisata alam pasif sehingga wisatawan cenderung hanya singgah dalam waktu singkat. Kondisi ini berdampak pada rendahnya lama tinggal wisatawan dan terbatasnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian masyarakat dengan menginisiasi konsep Fun Sport Tourism sebagai strategi diversifikasi atraksi wisata. Metode pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat melalui tahapan inisiasi, sosialisasi, focus group discussion (FGD), pendampingan penyusunan rencana, pelatihan dan praktek, serta pendampingan implementasi program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya diversifikasi wisata, terbentuk kesepakatan kegiatan prioritas seperti fun bike, trail run, festival permainan tradisional di Rawa Pening. Selain itu, tersusun rencana jangka pendek dan menengah untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Uji coba kegiatan fun bike juga berhasil menarik wisatawan dari luar daerah serta meningkatkan penjualan produk UMKM lokal. Dengan demikian, inisiasi Fun Sport Tourism terbukti efektif dalam menambah ragam kegiatan wisata, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di Desa Banyubiru. Ke depan, keberhasilan program ini memerlukan kesinambungan pendampingan, penguatan promosi digital, dan kolaborasi lintas pihak agar dapat berkembang menjadi ikon pariwisata berbasis olahraga di Kabupaten Semarang.
Smart Village: Digital Transformation of Public Services Based on Multilingual Website and Community Literacy in Bawang Village, Blado District, Batang Regency. Sheyra Silvia Siregar; Grace Natalia Marpaung; Ria Riski Marsuki
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 33 (2026) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jmi.v33i1.226

Abstract

Smart Village is a rural development approach that utilizes digital technology to improve public services and community empowerment. Bawang Village, Blado District, Batang Regency, with a population of 1,864 residents, faces challenges related to conventional administrative services, limited digital capacity among village officials, low community digital literacy, and suboptimal use of digital media for public information. This community engagement program aims to improve village governance and public services through the development of a multilingual website integrated with village administrative services, while strengthening digital literacy and community participation. The program employed a participatory and asset-based community empowerment approach through direct instruction, hands-on training, Asset-Based Community Development (ABCD), and continuous mentoring. Activities consisted of needs and potential mapping, participatory planning through Focus Group Discussions (FGDs), multilingual website development, training and mentoring for village officials and community members, and program evaluation. The evaluation involved satisfaction surveys, user interviews, and recommendations for service improvement and sustainability. The targeted outputs include a scientific article in a national journal, popular and news articles in mass media, and a video highlighting the community engagement activities. The program is expected to enhance the efficiency, transparency, and accessibility of village public services while strengthening digital capacity and supporting the sustainable implementation of Smart Village.