Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Muatan IPA Menggunakan Model PMN di Sekolah Dasar Azizah, Mir’atul; Amberansyah, Amberansyah
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8679

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang kurang menarik dan juga penggunaan metode kebiasaan lama yang kurang melibatkan partisipasi siswa sehingga rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar yang ditemui dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuuk menjelaskan bagaimana aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi Perubahan Wujud Benda menggunakan model Problem Based Learning, Mind Mapping, Number Heaad Together (PMN) Pada Siswa kelas V SDN Mawar 8 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan di kelas V SDN Mawar 8 Banjarmasin siswanya berjumlah 12 orang 6 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. Hasil penelitian aktivitas guru disetiap pertemuannya meningkat dari skor 28 menjadi 34 dengan kriteria yang awalnya “baik” menjadi “sangat baik”. Aktivitas Siswa pertemuan awal dari kriteria kurang aktif persentase 33% dan pada pertemuan keempat sudah mengalami peningkatan dengan persentase 83% kriteria ‘“sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis siswa pada pertemuan pertama 25% kriteria”kurang kritis” meningkat pertemuan 4 menjadi 92%  kriteria “sangat kritis”. Begitupun hasil belajar siswa dari pertemuan 1 ketuntasan klasikal 58% dan meningkat sampai pada pertemuan keempat menjadi 92% siswa yang tuntas dalam hasil belajar.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Muatan IPA Menggunakan Model Bantu di Sekolah Dasar Mahmudah, Nadia; Amberansyah, Amberansyah
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8642

Abstract

Permasalahn dalam temuan adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis aktivitas, kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Metode penelitian menggunakan PTK. Subjek penelitian siswa kelas V SDN Kelayan Timur 6 Banjarmasin sebanyak 4 kali pertemuan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis ditampilkan dengan tabel, grafik, dan interprestasi dengan presentase. Hasil ini memperlihatkan kalau aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat skor 25, hingga meningkat pada pertemuan 4 memperoleh skor 32. Aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 persentase 43%, sampai pertemuan 4 memperoleh persentase 100%. Adapun keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar meningkat pada pertemuan 4 memperoleh persentase 100%. Sehingga aktivitas guru, aktivitas peserta didik, keteramilan berpikir kritis, dan hasil belajar dalam melaksanakan pembelajaran IPA menggunakan model BANTU dapat terlaksana dengan baik dan meningkat pada setiap pertemuannya
Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Muatan IPA Menggunakan Model PMN di Sekolah Dasar Azizah, Mir’atul; Amberansyah, Amberansyah
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8679

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang kurang menarik dan juga penggunaan metode kebiasaan lama yang kurang melibatkan partisipasi siswa sehingga rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar yang ditemui dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuuk menjelaskan bagaimana aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi Perubahan Wujud Benda menggunakan model Problem Based Learning, Mind Mapping, Number Heaad Together (PMN) Pada Siswa kelas V SDN Mawar 8 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan di kelas V SDN Mawar 8 Banjarmasin siswanya berjumlah 12 orang 6 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. Hasil penelitian aktivitas guru disetiap pertemuannya meningkat dari skor 28 menjadi 34 dengan kriteria yang awalnya “baik” menjadi “sangat baik”. Aktivitas Siswa pertemuan awal dari kriteria kurang aktif persentase 33% dan pada pertemuan keempat sudah mengalami peningkatan dengan persentase 83% kriteria ‘“sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis siswa pada pertemuan pertama 25% kriteria”kurang kritis” meningkat pertemuan 4 menjadi 92%  kriteria “sangat kritis”. Begitupun hasil belajar siswa dari pertemuan 1 ketuntasan klasikal 58% dan meningkat sampai pada pertemuan keempat menjadi 92% siswa yang tuntas dalam hasil belajar.
MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA, BERPIKIR KRITIS, HASIL BELAJAR MATERI IPA PENDEKATAN SAINTIFIK (PBL), SNOWBALL THROWING, PICTURE AND PICTURE SDN PANGERAN 2 BANJARMASIN Sari, Yunita; Amberansyah, Amberansyah; Fauzi, Zain Ahmad; Sari, Dessy Dwitalia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.32919

Abstract

Rendahnya aktivitas, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam riset ini menjadi permasalahan. Ini disebabkan pembelajaran yang terkesan membosankan, pembelajaran satu arah, kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, serta terbatasnya penggunaan berbagai model dan media pembelajaran. Model Problem Based Learning Snowball Throwing dan Picture and Picture dapat digunakan sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Riset ini bertujuan guna mengkarakterisasi tindakan guru, mengkaji peningkatan aktivitas siswa, menilai kemampuan berpikir kritis siswa, dan mengevaluasi tujuan pembelajaran siswa. PTK digunakan dalam riset ini dan diterapkan dalam 4 kali pertemuan. 9 anak kelas 4 SDN 2 Pangeran 2 perempuan dan 7 laki-laki, berpartisipasi dalam riset ini selama semester kedua tahun ajaran 2023–2024. Metodologi riset ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui penilaian tertulis yang diberi pada siswa baik secara individu dan kelompok, serta melalui pengamatan terhadap aktivitas instruktur dan siswa serta kemampuan berpikir kritis.
Classroom Teachers as Learning Leaders in Fostering Higher Order Thinking Skills through Civics Education in Elementary Schools Amberansyah, Amberansyah; Harsono, Arta Mulya Budi; Nafisah, Ainun
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 17, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v17i2.37584

Abstract

This study aims to describe the role of a classroom teacher as a leader in the learning process who is able to develop higher-order thinking skills (HOTS) through civic education subjects in elementary schools located in wetland environments. This study uses a qualitative method with a single case study approach, conducted at SDN Sungai Telan Besar 2, Barito Kuala Regency, focusing on a fifth-grade teacher. Data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions, and a study of various documents. The data were then analyzed using an interactive model developed by Miles & Huberman. The results showed that the teacher was able to design HOTS-based learning, integrate local phenomena such as tidal flooding and the cultural value of Kayuh Baimbai, and lead class discussions democratically by applying Socratic questioning and Problem-Based Learning strategies. In addition, the teacher also encouraged students to think critically through reflection and a culture of questioning. The teacher also played a transformative role by influencing colleagues and involving parents and the community. These findings indicate that contextual, innovative, and adaptive teacher leadership is crucial in developing higher-order thinking skills and shaping student character in areas with special geographical conditions, such as wetlands.
Model BAIMBAI untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kolaborasi pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Putri Bulkis; Amberansyah Amberansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.821

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika materi pecahan menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar melalui model BAIMBAI yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian Tindakan Kelas ini melibatkan 22 siswa kelas IV SDN Podok I Kabupaten Banjar dalam tiga pertemuan. Data diperoleh melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat dari 80% menjadi 98%, aktivitas siswa dari 36% menjadi 86%, berpikir kritis dari 5% menjadi 77%, pemecahan masalah dari 9% menjadi 77%, dan kolaborasi dari 23% menjadi 82%, serta ketuntasan hasil belajar mencapai 82% kognitif, 91% afektif, dan 86% psikomotorik. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep integrasi PBL, RME, dan NHT sebagai pendekatan sinergis dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi siswa sekolah dasar. Secara praktis, model BAIMBAI dapat menjadi rujukan guru dalam merancang pembelajaran Matematika yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif guna meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa.
Mengenalkan Worksheet Coding Muatan Kearifan Lokal Melalui Aplikasi Canva Bagi Guru PAUD Banjarmasin Dessy Sari; Sakerani Sakerani; Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Firdha Hayati; Zain Ahmad Fauzi; Amberansyah Amberansyah
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.513

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Kota Banjarmasin dalam merancang media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Canva. Adapun media pembelajaran yang dibuat adalah worksheet coding berbasis muatan lokal. Sebagian besar guru belum banyak memanfaatkan aplikasi Canva gratis dari pemerintah untuk menyusun media pembelajaran. Sementara itu, guru juga kurang paham terkait materi coding tanpa komputer untuk anak PAUD. Melalui pelatihan ini, guru didampingi untuk mengenal coding unplugged dan cara menuangkannya dalam bentuk worksheet menggunakan aplikasi Canva. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Mawaddah dan TK Qathrun Nada Banjarmasin. Jumlah peserta 50 guru PAUD. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mendesain worksheet coding yang menarik, interaktif, serta mengandung muatan lokal. Data pre-test menunjukan banyak peserta yang masih dalam kategori kurang dan sangat kurang. Setelah dilakukan pelatihan, perubahan terjadi secara signifikan pada hasil post test peserta yang meningkat pada kategori sangat baik hingga mencapai 81%. Tidak ada lagi peserta yang memperoleh kategori kurang. Berdasarkan hasil tersebut, maka kegiatan ini berhasil dengan baik. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan keterampilan digital dan memperluas pengetahuan guru PAUD.