Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penguatan kesehatan keluarga melalui apocil kenal toga di SDN 1 Medana Widani Darma Isasih; Baiq Dinda Puspita Ayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28937

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kurangnya sarana dan prasarana kesehatan di SD Negeri 1 Medana, Kabupaten Lombok Utara, serta rendahnya pemahaman siswa mengenai profesi apoteker melalui Apoteker Cilik (APOCIL) dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan profesi apoteker, tanaman obat keluarga, serta pemanfaatan TOGA melalui praktik langsung seperti penanaman tanaman obat dan pembuatan produk jamu kunyit asam dan serbat. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya penggunaan obat yang aman dan alami serta membentuk kader sadar obat sejak dini. Metode pengabdian ini dengan pendekatan edukasi, pelatihan dan pemberdayaan, dimulai dengan sosialisasi kepada guru dan siswa, kemudian dilakukan pelatihan untuk lebih mengenal berbagai manfaat jenis tanaman obat yang dapat ditanam di lingkungan sekolah. Melibatkan 50 siswa kelas 5 SD Negeri 1 Medana, yang dianggap sudah mampu memahami materi dan menjadi agen perubahan dalam keluarga dan lingkungan terkait kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan menujukkan peningkatan yang signifikan dalan pemahaman dan keterampilan siswa mengenai tanaman obat keluarga (TOGA) dan profesi apoteker. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemanfaatan obat alami dan aman, siswa tidak hanya mampu mengidentifikasi berbagai jenis obat, tetapi memahamu cara budidaya tanaman obat yang benar. Selain itu, melalui pelatihan praktis dalam pembuatan jamu, kunyit asam, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui penggunaan obat alami dan aman. Pendampingan rutin yang dilakukan oleh tim juga terbukti efektif dalam memastikan bahwa siswa tetap termotivasi dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Kata Kunci : penguatan kesehatan keluarga; APOCIL; kenal TOGA. Abstract This study aims to overcome the problem of lack of health facilities and infrastructure in Medana 1 Elementary School, North Lombok Regency, as well as low student understanding of the pharmacist profession through Junior Pharmacists (APOCIL) and the use of Family Medicinal Plants (TOGA). This community service activity focuses on introducing the pharmacist profession, family medicinal plants, and the use of TOGA through direct practice such as planting medicinal plants and making turmeric, tamarind and sherbet herbal products. In addition, this program aims to increase student awareness of the importance of using safe and natural medicines and to form drug-aware cadres from an early age. This community service method uses an educational, training and empowerment approach, starting with socialization to teachers and students, then training is carried out to better understand the various benefits of types of medicinal plants that can be planted in the school environment. Involving 50 5th grade students of Medana 1 Elementary School, who are considered to be able to understand the material and become agents of change in their families and environments related to health. The results of the community service activities carried out showed a significant increase in students' understanding and skills regarding family medicinal plants (TOGA) and the pharmacist profession. This activity successfully increased students' awareness of the importance of utilizing natural and safe medicines, students were not only able to identify various types of medicines, but also understood how to properly cultivate medicinal plants. In addition, through practical training in making herbal medicine, turmeric and tamarind, students showed high enthusiasm. Overall, this activity not only succeeded in increasing students' knowledge, but also equipped students with skills that could be directly applied, while raising awareness of the importance of health through the use of natural and safe medicines. Routine mentoring carried out by the team also proved effective in ensuring that students remained motivated and received the support needed to continue developing their knowledge and skills. Keywords: strengthening family health; pharmacist through junior pharmacist; get to know the use of TOGA.
Revitalisasi Gerabah Banyumulek: Sinergi Produksi, Desain, dan Pasar Global : Revitalization Program of Banyumulek Pottery: Synergy of Production, Design, and the Global Market Apriani, Apriani; Putrajip, Mohamad Yudisa; Ayu, Baiq Dinda Puspita
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.9212

Abstract

Fenomena menurunnya daya saing gerabah Banyumulek terjadi akibat stagnasi desain, keterbatasan teknologi produksi, serta pemasaran yang masih bergantung pada kunjungan wisatawan. Padahal, perubahan tren global menuntut produk kerajinan yang memiliki kualitas tinggi, inovasi bentuk, dan daya tarik estetika yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern. Kondisi ini mengancam keberlanjutan industri gerabah tradisional dan memerlukan intervensi sistematis untuk meningkatkan kapasitas pengrajin agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar global. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pengrajin tentang revitalisasi gerabah Banyumulek dalam hal sinergi produksi, desain, dan pasar global. Program ini diharapkan mampu membangun sinergi antara produksi, desain, dan pasar global sehingga gerabah Banyumulek dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi terstruktur. Kegiatan ini berfokus pada penyusunan katalog digital dan digitalisasi pemasaran, peningkatan kapasitas produksi melalui penggunaan alat putar modern dan teknik finishing kontemporer, dan pelatihan desain serta pengembangan motif gerabah sesuai tren global. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta penilaian kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan produksi. Skor pengetahuan pengrajin meningkat sebesar 40%-46%, kapasitas produksi naik 20%, dan efisiensi waktu pembuatan mencapai 30%. Pengrajin juga mampu memproduksi desain baru, menyusun katalog digital, dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Implikasi program ini adalah meningkatnya daya saing gerabah Banyumulek di pasar modern, terbentuknya ekosistem produksi yang lebih profesional, serta terbukanya peluang pemasaran yang lebih luas pada tingkat nasional dan global.
Strategi Peningkatan Daya Saing Kerajinan Gerabah melalui Pembinaan Manajerial dan Inovasi Peralatan Produk Art Shop Creative Carving di Banyumulek: Strategy for Enhancing the Competitiveness of Pottery Crafts through Managerial Capacity Building and Production Equipment Innovation at Art Shop Creative Carving in Banyumulek Puspita Ayu, Baiq Dinda; Qatrunnada, Qatrunnada; Lestari, Ayu Ambang; Febriyanty, Ni Putu Karinina; Handayani, Dwi Isma
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.9799

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing pengrajin gerabah di desa Banyumulek melalui pembinaan manajerial dan inovasi peralatan produksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh permasalahan keterbatasan pengetahuan perajin terkait pencatatan keuangan usaha serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi modern. Metode yang digunakan meliputi pelatihan manajerial, pendampingan penggunaan alat pemutar otomatis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman peserta masih rendah dalam aspek manajemen dan produksi. Setelah pelaksanaan pelatihan dan penerapan teknologi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada kedua aspek tersebut. Produk teknologi yang dihasilkan mencakup inovasi keras (hard innovation) berupa alat pemutar gerabah otomatis, serta inovasi lunak (soft innovation) berupa modul pembukuan sederhana. Penerapan inovasi ini relevan dengan kebutuhan masyarakat karena langsung menjawab hambatan utama produksi dan manajemen usaha. Partisipasi masyarakat sangat tinggi, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif dalam pelatihan, diskusi, dan praktik penggunaan alat. Dampak kegiatan ini antara lain peningkatan produktivitas, efisiensi waktu, dan kualitas produk gerabah yang lebih konsisten. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pemahaman baru dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib. Harapannya, program pengabdian ini dapat berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan produktivitas pengrajin gerabah di desa Banyumulek sehingga mampu memperkuat daya saing usaha secara mandiri dan berkesinambungan.