Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Peningkatan Daya Saing Kerajinan Gerabah melalui Pembinaan Manajerial dan Inovasi Peralatan Produk Art Shop Creative Carving di Banyumulek: Strategy for Enhancing the Competitiveness of Pottery Crafts through Managerial Capacity Building and Production Equipment Innovation at Art Shop Creative Carving in Banyumulek Baiq Dinda Puspita Ayu; Qatrunnada Qatrunnada; Ayu Ambang Lestari; Ni Putu Karinina Febriyanty; Dwi Isma Handayani
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.9799

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing pengrajin gerabah di desa Banyumulek melalui pembinaan manajerial dan inovasi peralatan produksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh permasalahan keterbatasan pengetahuan perajin terkait pencatatan keuangan usaha serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi modern. Metode yang digunakan meliputi pelatihan manajerial, pendampingan penggunaan alat pemutar otomatis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman peserta masih rendah dalam aspek manajemen dan produksi. Setelah pelaksanaan pelatihan dan penerapan teknologi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada kedua aspek tersebut. Produk teknologi yang dihasilkan mencakup inovasi keras (hard innovation) berupa alat pemutar gerabah otomatis, serta inovasi lunak (soft innovation) berupa modul pembukuan sederhana. Penerapan inovasi ini relevan dengan kebutuhan masyarakat karena langsung menjawab hambatan utama produksi dan manajemen usaha. Partisipasi masyarakat sangat tinggi, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif dalam pelatihan, diskusi, dan praktik penggunaan alat. Dampak kegiatan ini antara lain peningkatan produktivitas, efisiensi waktu, dan kualitas produk gerabah yang lebih konsisten. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pemahaman baru dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib. Harapannya, program pengabdian ini dapat berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan produktivitas pengrajin gerabah di desa Banyumulek sehingga mampu memperkuat daya saing usaha secara mandiri dan berkesinambungan.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita tentang Pencegahan Stunting melalui Pijat Melongas Widani Darma Isasih; Baiq Dinda Puspita Ayu; Muhammad Nasir; Lalu Abdul Aziz
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.176

Abstract

Stunting remains a significant public health problem with long-term impacts on child growth and development. This community service aimed to improve mothers’ knowledge on stunting prevention through the integration of local practice, namely melongas infant massage. The activity was conducted at a primary health center in Lombok Utara involving 20 mothers with toddlers using an educative-participatory approach. The program consisted of preparation, socialization with focus group discussion, practical demonstration, and evaluation stages. Initial assessment showed that 70% of participants had low knowledge regarding stunting. After the intervention, there was a notable improvement, with 75% of participants achieving good knowledge levels. The implementation stage also demonstrated that 85% of participants were able to correctly perform melongas massage techniques. Furthermore, about 80% of participants understood the relationship between nutrition, parenting practices, and child stimulation in preventing stunting. Reflective discussions indicated that most participants felt confident to apply the massage techniques at home. The findings suggest that integrating local wisdom into health education enhances understanding and acceptance among participants. This approach not only improves knowledge but also encourages practical behavior change in stunting prevention. Therefore, melongas infant massage can be considered a contextual and sustainable strategy to support community-based stunting prevention programs.
Analisis Dampak Isu Kenaikan PPN, Persepsi Keamanan Dan Sistem Pembiayaan Terhadap Minat Pengguna Qris Di Kota Mataram Ildha Ayu Putri Vebiana; Ni Ketut Sriwinarti; Baiq Dinda Puspita Ayu
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i2.1372

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan negara selain sektor migas dan non-migas, termasuk dari transaksi melalui QRIS. QRIS merupakan standarisasi sistem pembayaran berbasis QR yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia bagi seluruh penyelenggara fintech. Penelitian ini merupakan penelitian mix method. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji terkait dampak dari isu kenaikan PPN bagi penguna QRIS khususnya pelaku UMKM yang berada di Kota Mataram. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis linier berganda, statistic deskriptif, uji asumsi klasik, uji T, uji F, dan uji koefisien determinasi dari jawaban kuesioner serta analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak berdampak terhadap minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menggunakan QRIS. Temuan kuantitatif ini diperkuat oleh data kualitatif, yang menunjukkan bahwa pengenaan PPN pada sistem QRIS tidak memengaruhi minat pelaku UMKM untuk mengadopsi QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai dalam kegiatan usahanya. Sebaliknya, persepsi terhadap keamanan berdampak terhadap minat pengguna dalam menggunakan QRIS. Hasil ini didukung oleh data kualitatif, di mana responden menyatakan bahwa sistem keamanan QRIS memberikan rasa aman dan kepuasan selama penggunaan.
Kontribusi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan dalam Penerimaan Pendapatan Asli Daerah di Kota Mataram, Provinsi NTB Teti Kurniawati; R. Ayu Ida Aryani; Baiq Dinda Puspita Ayu; Defel Septian; Khairunnisa Khairunnisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5802

Abstract

PBB adalah Pajak yang bersifat kebendaan dalam artian besarnya pajak terutang akan ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu penerimaan pemerintah pusat yang sebagian besar hasilnya (90%) diserahkan kembali kepada daerah yang telah memungutnya. PBB dikenakan pada lima sektor yaitu pedesaan, perkotaan, perkebunan, kehutanan dan pertambangan (Mufliha, 2021). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Dalam Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram tahun 2018 sampai dengan 2022. Subjek dalam dalam penelitian ini adalah bidang Akuntansi, Bidang P2, Bidang P3, Bidang P4 yang ada di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram NTB. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu, Triangulasi Sumber dan Triangulasi Metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, Reduksi Data (data reduction), Penyajian Data (data display) dan Penarikan Kesimpulan (drawing/verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besar kontribusi PBB tahun 2018-2022 dengan presentasenya yang hanya mencapai rentan 0-10% dan nilai rata-rata sebesar 6,5% sehingga termasuk dalam kriteria yang sangat kurang berkontribusi terhadap Pendapatan asli daerah di Kota Mataram.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pajak Konten Kreator dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital Baiq Dinda Puspita Ayu; Rizka Luluh Prasmawati
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jepi.v4i3.2604

Abstract

The growth of the digital creative economy has created new income opportunities for content creators through various digital platforms, while also presenting challenges in fulfilling tax obligations, particularly in terms of tax understanding, the use of digital tax services, and perceptions of tax sanctions. This study aims to examine the effects of digital tax literacy, digital tax service quality, and perceived tax sanctions on the tax compliance of content creators in the digital creative economy. A quantitative approach with an explanatory research design was employed. The sample consisted of 200 content creators who earned income from digital activities and were selected using purposive sampling. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS. The results show that digital tax literacy has a positive and significant effect on tax compliance, with a path coefficient of 0.342 and a p-value of 0.015. Digital tax service quality also has a positive and significant effect, with a coefficient of 0.287 and a p-value of 0.002, while perceived tax sanctions have a positive and significant effect, with a coefficient of 0.251 and a p-value of 0.008. Digital tax literacy has the strongest effect among the three predictors. The findings imply that improving digital tax education, strengthening technology-based tax services, and applying clear and consistent tax sanctions are important strategies for enhancing tax compliance among content creators.