Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas umpan balik ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 terhadap jawaban kontekstual siswa pada konsep optik fisika. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain explanatory sequential. Data diperoleh dari 20 siswa yang mengerjakan enam soal kontekstual optik fisika. Setiap jawaban siswa diberi umpan balik oleh ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 sehingga diperoleh 240 unit umpan balik AI. Kualitas umpan balik dinilai berdasarkan empat indikator, yaitu akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan kejelasan bahasa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan Wilcoxon Signed-Rank Test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui telaah isi umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 memperoleh mean total 15,31 atau 95,68%, sedangkan DeepSeek V4 memperoleh mean total 14,68 atau 91,77%. Keduanya berada pada kategori sangat baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan total skor, sedangkan kejelasan bahasa tidak berbeda signifikan. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 lebih stabil dalam memberikan koreksi konseptual yang akurat, mendalam, dan relevan, sedangkan DeepSeek V4 tetap kuat pada kejelasan bahasa tetapi lebih bervariasi pada substansi isi. Dengan demikian, perbedaan utama kedua model terletak pada kualitas isi umpan balik, bukan pada aspek kebahasaan. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa ChatGPT 5.5 lebih unggul dalam menghasilkan umpan balik yang akurat, mendalam, dan sesuai dengan konteks jawaban siswa, sedangkan DeepSeek V4 menunjukkan performa yang kompetitif terutama pada aspek kejelasan bahasa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pendidik dalam memilih dan memanfaatkan AI generatif sebagai pendukung asesmen formatif pada pembelajaran fisika.