Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Al Jazeera: Between Islamic Journalism and Islamic Da'wah Rahmat, Efendi; Suryana, Cecep
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on Al Jazeera's role as a global media outlet at the intersection of modern journalistic practices and Islamic da'wah values. As a pioneer of press freedom in the Arab world, Al Jazeera serves not only as a conveyor of information but also as a normative actor, framing Islamic, political, and humanitarian issues from a perspective considered more inclusive and just. This raises critical questions about the extent to which its journalistic practices truly represent Islamic da'wah values or merely follow international journalistic norms. The purpose of this research is to identify Al Jazeera's journalistic characteristics rooted in Islamic principles, explore the role of da'wah in its reporting, and examine the tension between the media's demands for objectivity and its moral mission. The method employed is a qualitative approach, utilising case studies, which involve analysing news content and discussion programs on Al Jazeera. The research also utilizes secondary data from relevant academic literature. Discourse analysis techniques are applied to explore how this media outlet frames important issues and how global audiences respond to the narratives it constructs. The research results demonstrate that Al Jazeera effectively integrates the idealism of da'wah (Islamic preaching) with journalistic professionalism. Nevertheless, the media outlet continues to face significant challenges, including geopolitical pressure and accusations of bias. This synergy between moral mission and professional standards makes Al Jazeera not only a source of information but also a global educational instrument that plays a vital role in shaping international public opinion.
Literasi Tangguh di Era Digital: Pendekatan Inklusif PKBM untuk Cegah Putus Sekolah Affandi, Muhamad; Suryana, Cecep
Jendela PLS Vol 10, No 2 (2025): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v10i2.17158

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendekatan inklusif dan kontekstual yang dikembangkan oleh PKBM Luthfillah Kota Palangka Raya dalam membangun “literasi Tangguh” sebagai benteng pencegahan putus sekolah di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, penelitian ini menggali praktik pembelajaran dan sistem pendukung yang efektif dalam menangani peserta didik dari latar belakang rentan secara sosial, ekonomi, dan psikologis. Temuan menunjukkan bahwa PKBM Luthfillah berhasil menurunkan potensi putus sekolah dari 15% menjadi hanya 3% dalam satu tahun ajaran melalui integrasi pembelajaran kontekstual, pendampingan holistik, dan penguatan literasi fungsional. Program seperti ELLSA (English Learning through Life Skill Activity), pengolahan sampah terintegrasi, kelas kompetensi berbasis teman sebaya, serta penerapan SOP pencegahan putus sekolah menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif dan inklusif. Pendekatan SMART (Senang, Motivasi, Aplikatif, Reflektif, Terpadu) dan penggunaan life mapping serta Program Pembelajaran Individual (PPI) memperkuat personalisasi pembelajaran. Meskipun terbatas dalam akses teknologi, lembaga tetap mampu mengembangkan literasi digital melalui pembelajaran hibrida dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan pendidikan tidak semata ditentukan oleh infrastruktur digital, tetapi lebih pada komitmen pedagogis, empati, dan kolaborasi multi-pihak. Model PKBM Luthfillah layak direkomendasikan untuk menjadi rujukan nasional dalam pengembangan pendidikan kesetaraan yang berkeadilan.
Politik sebagai Dakwah: Komunikasi Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suryana, Cecep
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 5 No. 1. June (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i1.12646

Abstract

This paper describes the dynamics of political communication run by the Partai Keadilan Sejahtera (PKS), which has been identified as a da’wa party. By using the phenomenological method, this paper describes the knowledge and experience of political communication which is framed as an Islamic da’wa movement which is the character of the PKS struggle which is focused on the concept of PKS da’wa and how political communication activities are carried out. This study shows that the PKS da’wa concept is inspired by Hasan Al-Banna’s universalist thought and da’wa movement because da’wa must be a practical answer to all social problems for all mankind, not only for Muslims. Therefore, politics is nothing but a medium of da’wa. Meanwhile, the pattern of political communication carried out by PKS is categorized into two categories, namely; communication to cadres, generally through Islamic and political studies; and communication in the context of succession or facing regional elections which are usually carried out through social service activities, public recitations and door to door socialization. Tulisan ini menguraikan tentang dinamika komunikasi politik yang dijalankan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diidentifikasi sebagai partai yang berorientasi dakwah. Menggunakan metode fenomenologi, tulisan ini menguraikan tentang pengetahuan dan pengalaman komunikasi politik yang dikerangka sebagai gerakan dakwah Islam yang menjadi karakter perjuangan PKS yang difokuskan pada konsep dakwah PKS dan bagaimana aktivitas komunikasi politik yang dijalankan. Kajian ini menunjukkan bahwa konsep dakwah PKS banyak mendapat inspirasi dari gerakan dan pemikiran dakwah Hasan Al-Banna yang bersifat universalis dalam arti bahwa dakwah harus mampu menjadi jawaban praktis atas semua persoalan sosial-kemanusiaan, tidak hanya bagi umat Islam. Oleh karena itu, politik tidak lain merupakan salah satu medium dakwah. Sementara itu, pola komunikasi politik yang dijalankan oleh PKS dikategorikan pada dua kategori besar yakni; komunikasi terhadap kader yang pada umumnya melalui kajian-kajian Islam dan politik; dan komunikasi dalam konteks suksesi atau menghadapi perhelatan pilkada yang biasanya dilakukan melalui kegiatan bakti sosial, pengajian umum dan sosialisasi secara door to door.