Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOLOM PASIR TERHADAP KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG LUNAK Anto Budi Listyawan; Qunik Wiqoyah; Rena Ningsih; Marten Widhi Satriyana Ramadlan Widhi Satriyana
Eco Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11. No.1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  road weaving near Sragen city Central Java has been daily problem  in  last decade. The  existing of high expansive  clay soil in subgrade below the road foundation has been identified as the major cause of this problem. Sand Column become one solution to improve the subgrade since it can ab-sorb the water  from the void of clay soil and drain into the channel. The re-search develops a model of Sand column in laboratorium. The box of 1.0 m x 0.4 m x 0.4 m has been created. 15 cm diameter of sand column then installed at the toe and samples for consolidation test are taken from various distances from the centre of column (i.e. 16.67 cm; 33.33 cm; and 50 cm). The result shows that the Sand Column can improve the soft clay soil in terms of consolidation. The coefficient of consolidation increases as the compression index drops. Consequently, the consolidation settlement can be re-duced significantly.
EDUKASI KESELAMATAN LALU LINTAS DI KALANGAN EMAK-EMAK RW 02 DESA SOGO KABUPATEN BLORA Magfirona, Alfia; Fitrianingrum, Wahyu Ria; Rahmawati, Febriria; Hidayati, Nurul; Sunarjono, Sri; Listyawan, Anto Budi; Handayani, Nur Khotimah
Abdi Masya Vol 5 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i1.311

Abstract

The public's lack of awareness of traffic laws can be seen in behavior such as the increasing number of traffic violations. Apart from that, minimal knowledge of traffic rules and poor driving practices are also causes that exacerbate the high rate of traffic accidents. The rate of traffic accidents 2021 in Blora Regency throughout 2021 has increased compared to 2020. One effort to overcome this problem can be made by educating traffic ethics among the mothers of Sogo Village, Blora Regency. Service activities were carried out on Thursday, April 27 2023 at 15.00 – 17.00 WIB using the face-to-face method. The education carried out has been able to improve mothers' abilities to understand traffic and driving etiquette. Evaluation of service activities is carried out through pre-and post-tests. Based on the indicators per question item, the average pre-test results show a figure of 69.35%, while the post-test results have increased by 30.65%. Overall the results of the post-test percentage achieved per question item reached 100%. It can be concluded that the education carried out has succeeded in improving mothers' abilities to understand traffic and driving etiquette. In this way, these mothers are considered capable of sharing information and understanding related to traffic etiquette with their children and neighbors and can apply it in their behavior during traffic on the road as a follow-up to this activity.
Pemanfaatan Limbah Batu Paras untuk Memperbaiki Kuat Geser Tanah Lempung Bayat Klaten Wiqoyah, Qunik; Aji, Alvian Bagus Putra; Listyawan, Anto Budi; Susanto, Agus
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2023: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan, tanah dari Desa Talang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, merupakan tanah lempung dengan plastisitas tinggi dikarenakan nilai PI >17 % yaitu sebesar 31,507%, sehingga perlu adanya perbaikan sifat-sifat fisis dan mekanis tanah agar tanah tersebut mampu menahan beban struktur yang ada di atasnya. Perbaikan tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah stabilisasi kimia menggunakan bahan stabilisasi limbah batu paras. Penambahan campuran limbah batu paras dengan persentase 0%,5%,10%, dan 15%, bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah. Pencampuran tanah dengan limbah batu paras dapat memperbaiki tanah lempung, ditandai semakin baiknya sifat fisis tanah yaitu menurunnya nilai kadar air tanah, menurunnya nilai batas cair, menurunnya butiran yang lolos no 200, menurunnya nilai plastisitas indeks, naiknya nilai batas plastis dan naiknya nilai batas susut. Selain itu pencampuran limbah batu paras juga dapat memperbaiki sifat mekanis tanah yaitu meningkatnya nilai kepadatan tanah, menurunnya nilai kohesi tanah dan meningkatnya nilai sudut gesek dalam tanah. Nilai kohesi tanah asli 0,271(kg/cm2) turun menjadi 0,224(kg/cm2) pada pencampuran limbah batu paras 15%, sedangkan nilai sudut gesek dalam tanah mengalami peningkatan yaitu 13,801° pada tanah asli menjadi 30,818° pada campuran 15% limbah batu paras. Meningkatnya nilai sudut gesek dalam tanah berakibat pada naiknya nilai kuat geser tanah.
Design of site plan of Kampung Edukasi Duren Sari to enhance educational potential and environment sustainability Listyawan, Anto Budi; Pratama, Veri Mahendra; Subardi, Dewangga Saifullah Putra; Nafsah, Fauzan Luthfia; Triyono, Agus
Community Empowerment Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12484

Abstract

Kampung Edukasi Duren Sari, located in Kembangkuning Village, Cepogo District, Boyolali Regency, has very diverse educational tourism potential. Visitors are invited to enjoy tourism while refreshing their memories of ancient culture through Griya Kawruh and traditional children's games in Plataran Srawung. Tourists can also see firsthand the installation of renewable alternative energy at the Biogas House. However, the facilities and infrastructure in these locations are very limited and less attractive to tourists. The purpose of this activity is to revitalize the Kampung Edukasi through a site plan design to increase tourist attractiveness. Griya Kawruh is designed with a new landscape through the addition of a replica of a traditional well and tidying up the yard by installing paving blocks. The Plataran Srawung is equipped with replicas of stilt games and flower gardens, as well as a spectator stand. Meanwhile, the Biogas House is designed starting from arranging access to the location to comfortable seating for learning about biogas. The new site plan design is expected to transform traditional educational tourist spots into more elegant and attractive to visit.
Kuat Geser Tanah Lempung Desa Beluk Kecamatan Bayat yang Distabilisasi dengan Serbuk Limbah Marmer Listyawan, Anto Budi; Oktaviani, Novia Cindi; Fitriani, Desi; Wiqoyah, Qunik; Susanto, Agus
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tanah Bayat merupakan tanah lempung dengan LL = 68,95%, PL = 30,27%, SL = 12,93%, dan PI = 38,69%. Dari hasil data tersebut menunjukan keadaan tanah yang kurang baik sehingga mudah terjadi rusak misalnya jalan bergelombang, retak, amblas, dan berlubang pada bangunan. Maka, butuh dilaksanakan perbaikan sifat fisik dan mekanik tanah dengan metode stabilisasi supaya tanah lebih bisa diandalkan untuk pondasi bangunan. Pada riset penulis dipakai serbuk marmer sebagai bahan stabilitas dengan persentase 2,5%, 5%, 7,5%, serta 10%. Perubahan sifat fisis tanah campuran diperoleh kadar air, berat jenis, batas cair, batas plastis menurun sedangkan batas susut serta plastis indeks terjadi peningkatan. Berdasarkan metode USCS tanah asli tergolong pada kelompok CH begitu pula dengan tanah campuran 2,5% sedangkan tanah campuran 5%, 7,5%, serta 10% tergolong dalam kelompok MH. Berdasar AASHTO tanah asli tergolong kelompok A-7-5 begitupun dengan tanah campuran. Pada uji kepadatan berat volume tanah kering makin naik sementara nilai kadar air optimum turun. Uji triaxial Unconsolidated-Undrained (UU) menunjukan penurunan nilai kohesi serta kenaikan nilai sudut gesek pada. Nilai kohesi paling besar yakni 0,667 kg/cm2 pada tanah asli serta nilai sudut gesek dalam terbesarnya yakni 31,6° pada tanah campuran 10%.
Pengaruh Variasi Penambahan Lempung pada Tanah Pasir terhadap Sudut Tenang Listyawan, Anto Budi; Wiqoyah, Qunik; Setyorini, Shely Eka
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Butiran pasir dapat ditemukan di daerah pesisir pantai, sungai, dan lereng gunung berapi. Salah satu material yang berada di lereng yaitu campuran pasir-lempung. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di lereng dibutuhkan dinding penahan, untuk mendesain strukturnya membutuhkan data sudut tenang. Berdasarkan hasil uji pendahuluan tesebut maka perlu adanya penelitian ini dengan mengetahui nilai sudut tenang campuran pasir-lempung, menggunakan dua jenis pasir yaitu pasir merapi dan pasir pantai. Penelitian yang dilakukan dengan mencampur pasir tersebut dengan lempung dengan persentase 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, variasi tinggi jatuh penuangan 15 cm, 25 cm, 35 cm, dan perbedaan kekasaran dasar permukaan. Sudah dilakukan pengujian untuk mengetahui jenis pasir menurut klasifikasi USCS dengan hasil untuk kandungan lempung 0%, 5%, 10%, 15% termasuk pasir bergradasi buruk (SP) sedangkan untuk kandungan lempung 20%, 25%, 30% termasuk pasir berlempung (SC). Berdasarkan pengujian modulus halus butir menunjukkan pasir pantai memiliki butiran lebih halus daripada pasir merapi. Hasil uji sudut tenang menunjukkan bahwa semakin besar kandungan lempung didapatkan nilai sudut tenang yang semakin besar, dikarenakan ketika kadar lempung semakin banyak menimbulkan gesekan yang tidak terlalu besar karena sifat lempung sudah mulai dominan terhadap benda uji sehingga terbentuk timbunan yang semakin curam. Berbanding terbalik dengan tinggi jatuh penuangan yang semakin besar membuat nilai sudut tenang semakin kecil dikarenakan dengan tingginya penuangan benda uji maka ketika benda uji jatuh menyentuh dasar permukaan menimbulkan kejutan yang besar yang membuat diameter benda uji melebar dan menghasilkan timbunan yang lebih landai. Hasil terakhir dengan semakin kasarnya dasar permukaan membuat nilai sudut tenang semakin besar dikarenakan semakin kasar permukaan yang digunakan maka koefisien gesek yang ditimbulkan akan semakin besar sehingga gesekan antara permukaan dengan material timbunan hanya berlangsung sebentar kemudian membentuk timbunan dengan diameter yang kecil dan tinggi timbunan yang curam.
Perbaikan Sifat Fisis dan Kuat Geser Tanah Lempung Menggunakan Campuran Kapur Dan Difa Ss Susanto, Agus; Renaningsih, R; Listyawan, Anto Budi; Hidayati, Umi Nur
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2022: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung Desa Beluk, Bayat, Klaten ketika musim kemarau retak-retak karena penyusutan dan ketika musim penghujan lengket serta kuat dukungnya rendah. Hal ini menyebabkan kerusakan jalan yang dibangun di atasnya menjadi cepat rusak. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya perbaikan dengan stabilisasi tanah. Penelitian ini berupa stabilisasi tanah tersebut menggunakan kapur dan Difa SS dengan variasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% kapur dan 2,5% Difa SS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dan kuat geser tanah sebelum dan sesudah di stabilisasi dengan kapur dan Difa SS. Hasil uji fisis tanah asli didapat ω 7,26%, Gs 2,61 gr/cm3, LL 62,41%, PL 34,01%, SL 17,69%, PI 28,40%. Klasifikasi tanah asli menurut AASHTO termasuk kelompok A-7-5 dan menurut USCS termasuk kelompok OH. Setelah distabilisasi nilai kadar air, berat jenis, LL, PL, PI, dan persentase lolos saringan No.200 mengalami penurunan seiring bertambahnya persentase kapur. Klasifikasi tanah setelah distabilisasi 0–5% kapur + 2,5% Difa SS menurut AASHTO termasuk kelompok A-7-5 dan menurut USCS termasuk termasuk OH sedangkan pada 7,5-10% kapur + 2,5% Difa SS menurut AASHTO termasuk A-5 dan menurut USCS termasuk OL. Hasil uji pemadatan tanah asli didapat γdmaks 1,373 gr/cm3, ωopt 28,2% seiring bertambahnya persentase kapur γdmaks mengalami peningkatan dengan nilai terbesar 1,623 gr/cm3 dan ωopt mengalami penurunan dengan nilai terkecil 16%. Hasil Direct Shear Test menunjukkan penambahan kapur dan Difa SS menyebabkan nilai kohesi, sudut gesek dan kuat geser mengalami peningkatan. Nilai kohesi terbesar adalah 1,891 kg/m2, sudut gesek terbesar adalah 37,965º dan kuat geser terbesar adalah 4,897 kg/m2.
Perbandingan Kuat Geser Tanah Lempung Yang Dicampur Pasir Putih Pantai Utara Dan Pantai Selatan Jawa Listyawan, Anto Budi; Wiqoyah, Qunik; Sugiyatno, S; Renaningsih, R; Susanto, Agus; Parku, Ayu Kaputri
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2022: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung Beluk di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten termasuk tanah lempung plastisitas tinggi, sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan cara menstabilisasi menggunakan pasir putih Pantai Utara dan pasir putih Pantai Selatan untuk memperbaiki struktur tanahnya. Persentase penambahan pasir putih Pantai Utara dan pasir putih Pantai Selatan pada tanah lempung yaitu sebesar 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Tanah asli dan tanah campuran diuji di laboratorium untuk mendapatkan sifat fisis dan sifat mekanisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air (w) mengalami penurunan, sedangkan berat jenis (Gs) mengalami kenaikan, serta indeks plastisitas (PI) mengalami penurunan. Sesuai AASHTO, tanah terklasifikasi sebagai A-7-5 dan sesuai standar USCS termasuk dalam klasifikasi CH. Pengujian sifat mekanis menunjukkan bahwa kadar air optimum (wopt) tanah asli sebesar 25% dan nilai berat volume kering tanah asli (ɣdmaks) sebesar 1,37 gr/cm3. Dari uji Direct Shear Test (DST), kuat geser tanah 0,991 kg/cm2, nilai kohesi tanah asli (c) sebesar 0,507 kg/cm2, dan sudut gesek dalam tanah asli (φ) sebesar 19,09ᵒ. Nilai kohesi mengalami penurunan seiring bertambahnya prosentase pasir pantai, sebaliknya sudut gesek dalam naik ketika prosentase pasir pantai naik. Penggunaan pasir putih Pantai Utara dan pasir putih Pantai Selatan sebagai behan stabilisasi tanah lempung cenderung memiliki efektifitas yang sama dalam memperbaiki sifat fisis dan sifat mekanis tanah lempung
Nilai Parameter Kuat Geser Tanah Lempung dengan Campuran Serbuk Batu Kumbung Wiqoyah, Qunik; Sasongko, Haidar Fatah Honggo; Listyawan, Anto Budi; Sugiyatno, S; Susanto, Agus; Harjanto, Furqaan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah di Desa Karang Tengah Prandeon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, merupakan tanah lempung dengan tingkat plastisitas yang tinggi, ditandai dengan nilai indeks plastisitas (PI) sebesar 31,08%, sudut gesek dalam tanah sebesar 12,02°, dan kohesi sebesar 0,427 kg/m². Tingginya nilai PI dan rendahnya sudut gesek dalam mengindikasikan bahwa tanah ini memiliki kekuatan geser yang rendah, sehingga kurang stabil dan rentan menyebabkan kerusakan struktur di daerah tersebut, seperti kerusakan pada talut atau dinding penahan tanah. Dalam rangka meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan gaya geser, perlu dilakukan perbaikan tanah dengan penambahan bahan stabilisasi. Pada penelitian ini, digunakan serbuk batu kumbung sebagai bahan stabilisasi, yang ditambahkan dengan variasi persentase 0%, 4%, 8%, 12%, dan 16% dari berat tanah kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk batu kumbung pada tanah lempung di Desa Karang Tengah Prandeon memperbaiki beberapa karakteristik fisis dan mekanis tanah. Dari segi karakteristik fisis, terdapat penurunan kadar air, batas cair, serta persentase butiran yang lolos saringan No. 200, sementara indeks plastisitas tanah berkurang, dan batas susut mengalami peningkatan. Di sisi karakteristik mekanis, penambahan serbuk batu kumbung mengakibatkan peningkatan kepadatan tanah, penurunan kohesi, serta peningkatan sudut gesek dalam. Penambahan serbuk batu kumbung sebesar 16% menghasilkan penurunan nilai kohesi menjadi 0,413 kg/m² dan peningkatan sudut gesek dalam hingga mencapai 25,03°, yang secara signifikan menunjukkan peningkatan kekuatan geser tanah. Dengan demikian, penambahan serbuk batu kumbung dapat disimpulkan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah lempung di daerah tersebut, serta menjadi solusi potensial untuk mencegah kerusakan struktur pada bangunan penahan tanah di sekitar lokasi.
Nilai Parameter Kuat Geser Tanah Lempung dengan Campuran Serbuk Batu Kumbung Wiqoyah, Qunik; Sasongko, Haidar Fatah Honggo; Listyawan, Anto Budi; Sugiyatno, S; Susanto, Agus; Harjanto, Furqaan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah di Desa Karang Tengah Prandeon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, merupakan tanah lempung dengan tingkat plastisitas yang tinggi, ditandai dengan nilai indeks plastisitas (PI) sebesar 31,08%, sudut gesek dalam tanah sebesar 12,02°, dan kohesi sebesar 0,427 kg/m². Tingginya nilai PI dan rendahnya sudut gesek dalam mengindikasikan bahwa tanah ini memiliki kekuatan geser yang rendah, sehingga kurang stabil dan rentan menyebabkan kerusakan struktur di daerah tersebut, seperti kerusakan pada talut atau dinding penahan tanah. Dalam rangka meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan gaya geser, perlu dilakukan perbaikan tanah dengan penambahan bahan stabilisasi. Pada penelitian ini, digunakan serbuk batu kumbung sebagai bahan stabilisasi, yang ditambahkan dengan variasi persentase 0%, 4%, 8%, 12%, dan 16% dari berat tanah kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk batu kumbung pada tanah lempung di Desa Karang Tengah Prandeon memperbaiki beberapa karakteristik fisis dan mekanis tanah. Dari segi karakteristik fisis, terdapat penurunan kadar air, batas cair, serta persentase butiran yang lolos saringan No. 200, sementara indeks plastisitas tanah berkurang, dan batas susut mengalami peningkatan. Di sisi karakteristik mekanis, penambahan serbuk batu kumbung mengakibatkan peningkatan kepadatan tanah, penurunan kohesi, serta peningkatan sudut gesek dalam. Penambahan serbuk batu kumbung sebesar 16% menghasilkan penurunan nilai kohesi menjadi 0,413 kg/m² dan peningkatan sudut gesek dalam hingga mencapai 25,03°, yang secara signifikan menunjukkan peningkatan kekuatan geser tanah. Dengan demikian, penambahan serbuk batu kumbung dapat disimpulkan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah lempung di daerah tersebut, serta menjadi solusi potensial untuk mencegah kerusakan struktur pada bangunan penahan tanah di sekitar lokasi.
Co-Authors Abdul Rochman Aditya Galih Pradana Agrina, Dwi Agung Kurniawan Agus Susanto Agus Susanto Agus Triyono Ahmad, Hilfi Harisan Aji, Alvian Bagus Putra Al-Amoudi, Omar Saeed Baghabra Alawiyah, Rosy Elvry Alfia Magfirona Andrean, Bagas Anggraen, Novitasari Anisa, Dilia Nur Ardheva, Auriel Arifin, Muhammad Anwar Azzahrah, Rahma Putri Bagaskara, Ferdatama Gama Bilqis, Rifka Fauzia Brillian, Afif Daffa Desi Fitriani Dewi Puspitasari Dewi Puspitasari Efendy, Fardhan Ruslan Faradzilla, Aulia Rastra Fauzaan, Daffa Nuur Feliatra Fitrianingrum, Wahyu Ria Furqaan Harjanto Gotot Slamet Mulyono Hanry Khairurizal Fadhlullah Hidayat, Wakhid Nur Hidayati, Umi Nur Ida Ayu Putu Sri Widnyani Katsir, Muhammad Hamdan M. Alaydrus Guntur Pamungkas4 Makruf, Ahmad Farid Marten Widhi Satriyana Ramadlan Widhi Satriyana Marten Widhi Satriyana Ramadlan Widhi Satriyana, Marten Widhi Satriyana Ramadlan Mochamad Solikhin Muhammad Afandi Muhammad Nur Sahid Muhammad Nur Sahid Muhammad Nur Sahid Nafsah, Fauzan Luthfia Nugraha, Satia Dwi Nugroho, Alvin Prasetya Nur Khotimah Handayani Nurul Hidayati Oktaviani, Novia Cindi Parku, Ayu Kaputri Pramesti, Hilda Rahsa Pramesty, Gustriyani Rolannita Pratama, Veri Mahendra Qunik Wiqoyah Rabbani, Arvin Rahmawan, Rizqi Aziza Rahmawati, Febriria Rama Rizana Rena Ningsih Rena Ningsih, Rena Renaningsih Renaningsih Renaningsih, R Rim Dzaky Haidar Rim Rizky, Zahwa Khairani Sadhewa, Lingga Bagus Sasongko, Haidar Fatah Honggo Setyorini, Shely Eka Sri Sunarjono Subardi, Dewangga Saifullah Putra Sugiyatno Sugiyatno, S Syahputra, Alva Rizki Tama, Riau Rohmad Wibowo, Pandhu Wibowo, Teguh Satrio Widhi Satriyana, Marten Widhi Satriyana Ramadlan Wiwik Handayani Yudhatama, Ilham