Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Film Pendek melalui Peer Educator terhadap Perilaku Remaja SMA terkait Kesehatan Reproduksi di Kota Semarang Wahyu Ratri Sukmaningsih; Sri Achadi Nugraheni; Apoina Kartini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.50-59

Abstract

Permasalahan seksualitas pada remaja terjadi karena rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan umur berpacaran pertama kali pada umur 15-17 tahun, sehingga dikhawatirkan mereka berisiko melakukan perilaku seks pranikah yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, dan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh film pendek melalui peer educator terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik remaja SMA terkait kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, pendekatan kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Semarang berdasarkan kriteria. 100 sampel kelompok perlakuan dan 100 sampel kelompok tanpa perlakuan diambil secara Purposive Sampling. Variabel bebas adalah pemberian film pendek melalui peer educator dan variabel terikat adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik. Uji Mann Whitney digunakan sebagai analisis data. Diperoleh hasil ada perbedaan tingkat pengetahuan (p= 0,001), sikap (p= 0,023), dan praktik (p= 0,001) remaja SMA terkait kesehatan reproduksi setelah diberikan media antara kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan. Ada perbedaan perubahan tingkat pengetahuan (p= 0,004), sikap (p= 0,019), dan praktik (p= 0,001) remaja SMA terkait kesehatan reproduksi antara kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan. Nilai rata-rata pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian film pendek melalui peer educator dan leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik remaja SMA terkait kesehatan reproduksi dibandingkan dengan pemberian leaflet. Perubahan praktik responden dapat dilihat dalam waktu minimal dua bulan. Metode dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah.
ANALISIS FAKTOR KELENGKAPAN LEMBAR MASUK DAN KELUAR PENYAKIT DHF DI RSU ASSALAM GEMOLONG Devia Eka Permatasari, Devia; Sri Wulandari; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.18

Abstract

Pada suatu sarana pelayanan kesehatan, kelengkapan pengisian rekam medis sangatlah penting. Salah satunya formulir lembar masuk dan keluar. Terciptanya rekam medis yang baik akan menghasilkan pelayanan yang baik bagi pasien maupun pihak rumah sakit dalam memelihara informasi pasien. Berdasarkan pengalaman waktu praktik kerja lapangan pada tahun 2019 di RSU Assalam Gemolong peneliti menemukan permasalahan ketidaklengkapan pengisian. Penelitian dilakukan pada dokumen pasien rawat inap penyakit Dengue Hemorage Fever yang masuk dalam peringkat 1 daftar 10 besar penyakit. Tujuan penelitian ini mempersentasekan hasil analisis kelengkapan lembar masuk dan keluar, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian lembar masuk dan keluar di RSU Assalam Gemolong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan subjek penelitian 85 lembar masuk dan keluar. Hasil persentase kelengkapan pengisian lembar masuk dan keluar kasus penyakit Dengue Hemora Fever di RSU Assalam Gemolong masih belum 100% terisi lengkap. Adapun kelengkapan pengisian sebesar 91,75%. Faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan disebabkan oleh faktor Man keterbatasan waktu petugas pendaftaran dan dokter untuk mengisi rekam medis dkarenakan usia dan petugas yang masih double job, faktor Method kurangnya sosialisasi standar prosedur operasional, faktor Machine belum adanya sitem phanisment bagi petugas yang tidak mengisi dokumen rekam medis secara lengkap, faktor Material belum terlaksananya pelaporan triwulan tentang angka kelengkapan catatan medis sehingga belum adanya data untuk evaluasi dan monitoring. Kata Kunci : Lembar Masuk dan Keluar, Kelengkapan , Penyakit DHF, Metode 5M
Analisis Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit dr Oen Solo Baru Tahun 2021 AGUSTI DEKY MAHENDRA PUTRA; Agustyarum Pradiska Budi; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.61

Abstract

Data kelengkapan berkas rekam medis pada Tahun 2021 belum 100% lengkap. Hal tersebut belum memenuhi Standar Minimal Pelayanan Rumah Sakit. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 11 Januari 2022 terhadap 10 dokumen rekam medis pasien rawat inap terdapat dokumen lengkap 4 dan dokumen tidak lengkap 6, dengan persentase kelengkapan 60% tidak lengkap dan 40% lengkap. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru Tahun 2021 dan faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini dokumen rekam medis rawat inap, petugas rekam medis, dan perawat. Pengumpulan data menggunakan tabel cheklist, wawancara, dan observasi. Lalu di analisis menggunakan 4 review yaitu review Identifikasi, Pencatatan, Pelaporan, Autentifikasi kemudian mencari faktor penyebab menggunakan 5 unsur manajemen yaitu Man, Machine, Method, Materials, Money. Persentase kelengkapan review identifikasi pasien sebesar 100%, review pencatatan 92%, review pelaporan 100%, review autentifikasi 57%. Penyebab ketidaklengkapan tersebut dipengaruhi dari beberapa faktor seperti faktor Man dan Method. Kata Kunci: Rekam Medis, Kelengkapan, Faktor Manajemen.
Transformasi Digitalilasi Posyandu: Mobile Apps Posyandu Menggunakan Glide Apps Wahyu Wijaya Widiyanto; Irmawati Mathar; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v3i1.95

Abstract

Posyandu adalah suatu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dimana pelayanannya dilaksanakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Posyandu Mawar I Plombon Mojolaban, tertelak di Desa Plumbon, RT 03 RW 10 Mojolaban, Sukoharjo. Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban memiliki 7 kader yang mengurus jalannya kegiatan posyandu. Posyandu Mawar 1 Plumbon Mojolaban merupakan Posyandu khusus balita, selama ini pencatatan dan pelaporan Posyandu masih dilakukan secara manual dengan menggunakan lembar formulir yang diberikan oleh bidan desa. Proses pencatatan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual menggunakan tulisan tangan sehingga berisiko adanya salah tulis, mudah sobek, dan kurang jelas tulisannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pencatatan dan pelaporan yang digunakan di Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban dan membuat perancangan sistem informasi pencatatan yang dibutuhkan di Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Informan dalam penelitian ini adalah kader Posyandu Mawar I Plumbon, Mojolaban. Hasil penelitian ini berupa aplikasi pencatatan data balita yang dibuat menggunakan Glide Apps dengan uji black box secara fungsional sukses.
DATA MINING K-MEANS: CLUSTERING HEALTH AND COMPLAINTS RESIDENT IN INDONESIA Sri Wulandari; Husna Sarirah Husin; Wahyu Ratri Sukmaningsih
International Journal Of Health Science Vol. 1 No. 3 (2021): November: International Journal of Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v1i3.1423

Abstract

This study aims to utilize the Clustering Algorithm in grouping the population Which have complaint health with algorithm K-means in Indonesia. Source data study This collected based on the information documents. The total population of the province have complaints health produced by the Central Bureau of National Statistics. The data used in this study are data for 2013-2017 which consists of 34 provinces. The method used in this research is K-means algorithm. The data will be processed by clustering in 3 clusters, namely level clusters high health complaints, clusters of moderate and low health complaints. Data center for clusters high population level 37.48, Centroid data for clusters of moderate population level 27.08, and Centroid data for low population level cluster 14.89. So that the acquisition of the assessment is based on the population index owned health complaints with 7 provinces with high levels of health complaints, namely Central Java, in Yogyakarta, Bali, Nusa Southeast West, Nusa Southeast East, Borneo South, Gorontalo, 18 province level complaint moderate health, and 9 other provinces including low levels of health complaints. It can be input to the government to pay more attention to residents in each area that has high health complaints through improving public health services so that the Indonesian population becomes healthier without exists complaint health.
Analisis Prediksi Kebutuhan Tempat Tidur Berdasarkan Standar Depkes Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Rafinda Sinta Sani; Sri Wulandari; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.20

Abstract

Indikator pelayanan rawat inap berdasarkan standar Depkes yaitu BOR, LOS, TOI, dan BTO dapat digunakan untuk mengukur mutu pelayanan dan pengambilan keputusan. Rumah Sakit Muhammadiyah Surakarta memiliki nilai LOS dan BTO yang fluktuatif setiap tahun dari tahun 2017-2021 masih belum sesuai standar ideal yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran prediksi kebutuhan tempat tidur di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2022-2026 dengan menggunakan metode analisis trend linear regression. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Subjek penelitian ini adalah data rekapitulasi sensus harian rawat inap pada tahun 2017-2021. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mencatat data tentang jumlah tempat tidur, hari perawatan, jumlah pasien keluar hidup dan mati, periode waktu tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa prediksi kebutuhan tempat tidur mengalami peningkatan pada tahun 2022-2026. Maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kebutuhan tempat tidur tahun 2022-2026 yang disebabkan oleh peningkatan jumlah hari perawatan, lama dirawat, dan jumlah pasien keluar hidup dan mati. Sehingga perlu dilakukan penambahan tempat tidur untuk meningkatkan mutu pelayanan serta pendapatan rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Kata kunci – Prediksi, Tempat tidur, Indikator rawat inap, Depkes
Analisis Kebutuhan Tenaga Koding Menggunakan Metode WISN di RS Karanggede Sisma Medika Novia; Sinta Novratilova; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.36

Abstract

WISN merupakan ukuran tingkat kebutuhan petugas kesehatan berdasarkan beban kerja yang ada. Beban kerja pada tenaga koding di RS Karanggede Sisma Medika diperkirakan mengalami peningkatan. Jika kuantitas pasien meningkat akan berdampak pada produktivitas petugas koding. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui total petugas koding berdasarkan beban kerja yang ada, pada unit rekam medis RS Karanggede Sisma Medika menggunakan metode WISN. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian terdiri atas populasi dan sampel. Populasi pada penelitian ini seluruh petugas unit rekam medis. Sampel pada penelitian ini petugas koding pada unit rekam medis. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara terhadap petugas koding. Hasil penelitian menunjukan bahwa diketahui jumlah kunjungan pada tahun 2020-2021 mengalami peningkatan dan terdapat 1 petugas koding yang resign. Petugas koding terdiri dari 2 petugas, hasil perhitungan WISN sebanyak 3 petugas. Maka dapat disimpulkan perlu dilakukan penambahan 1 petugas pada bagian koding.
Hubungan Pengetahuan dan Masa Kerja Dokter dengan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pada Lembar Ringkasan Pulang Pasien di RS Dr. Oen Solo Baru Dessy Lucia Irawati; Sri Wulandari; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.69

Abstract

Analisis kelengkapan dokumen rekam medis bertujuan untuk menjamin kelengkapan dokumen rekam medis di mana kelengkapan dokumen rekam medis merupakan salah satu indikator mutu pelayanan di rumah sakit. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan masa kerja dokter. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan masa kerja dokter dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis pada lembar ringkasan pulang pasien di RS Dr. Oen Solo Baru. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 98 dokumen rekam medis rawat inap kasus penyakit dalam. Analisis data dengan menggunakan uji hubungan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 dokumen, tingkat kelengkapan pengisian dokumen rekam medis untuk dokumen lengkap sebanyak 44 (45%) dan dokumen tidak lengkap sebanyak 54 (55%). Ketidaklengkapan dokumen terdapat pada Review Identifikasi dan Review Pelaporan. Dari 7 responden diketahui 86% memiliki pengetahuan baik, dan 14% memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 57% diketahui memiliki masa kerja lama, dan 43% memiliki masa kerja baru. Berdasarkan hasil uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dokter dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis (nilai p = 0, 320). Sebaliknya, terdapat hubungan antara masa kerja dokter dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis (nilai p = 0,001). Kata kunci : Kelengkapan Rekam Medis, Pengetahuan Dokter, Masa Kerja Dokter
Analisis Probabilitas Faktor Determinan Diabetes Mellitus tipe II Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 1 (2023): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.75

Abstract

One of the main causes of death in the world is Diabetes. The prevalence of type II diabetes in Puskesmas Purwodiningratan has increased every year. This study aims to determine the probability of the determinants of the incidence of type II diabetes in Puskesmas Purwodiningratan. This type of research is an observational study with a case control approach. The population in this study was the entire community in Puskesmas Purwodiningratan. The sample selection used Fixed Disease Sampling to ensure a sufficient number of research subjects, which were taken from 3 sub-districts with the highest cases. Then to take 35 samples of cases and 70 samples of control, the Proportionate Stratified Random Sampling technique was used. Multivariate analysis using Logistic Regression. The results show that the probability of the determinants of type II diabetes from the largest to the smallest order are physical activity, diet, family history of DM, and smoking.
Analisis Uji Coba Desain Tracer Terhadap Kejadian Missfile di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri Kota Kurniasari, septiana Vivi; Sinta Novratilova; Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 1 (2024): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.89

Abstract

Abstrak — Tujuan penggunaan Tracer sebagai alat bantu adalah untuk membantu pengelolaan dokumen rekammedis yang salah tempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektifan tracer design dalammencegah kejadian missfile di RSUD PKU Muhammadiyah Kota Wonogiri. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui berbagai teknik,antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kepala rekam medis dan filing merupakan subjek utamapenelitian ini, sedangkan dokumen rekam medis merupakan objek penelitian utama. Analisis data dilakukanmelalui teknik analisis deskriptif. Bedasarkan hasil penelitian desain tracer yang dipilih terbuat dari bahan plastikpolyester/polypropylene bentuk persegi panjang ukuran 35cm x 12cm dengan slip peminjaman dokumen rekammedis dan desain Standar Prosedur Operasional (SPO) pengggunaan tracer, uji coba desain tracer dan SPOpengggunaan tracer dapat memberikan kemudahan dan membantu petugas dalam pengembalian dokumen rekam medis, angka kejadian missfile setelah uji coba penggunaan tracer mengalami penurunan drastis dari 20% menjadi 0%. Sebaiknya mengadakan evaluasi pada unit rekam medis terhadap pengelolaan rekam medis bagian filing, penggunaan tracer dapat diterapkan secara terus menerus untuk menghindari kejadian missfile dan mengadakan sosialisasi SPO pengggunaan tracer bagi petugas rekam medis.