Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Investigasi Awal Karakteristik Perpindahan Panas Rotary Dryer dengan Sistem Ruang Vakum Bersirip: Initial Investigation of Heat Transfer Characteristics of Rotary Dryer with Finned Vacuum Chamber System Hadi Prayitno; Angga Darma Prabowo; Angelia Eka Salsabillah; Rizal Khairudin
Open Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2021): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.vol1no1.2021.14

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi biaya penyediaan energi panas adalah menggunakan energi matahari. Namun, energi matahari sangat bergantung pada cuaca yang sulit dikontrol oleh manusia. Oven menjadi solusi utama dalam industri yang beroperasi secara kontinu.Salah satu perkembangan teknologi oven adalah sistem rotary dryer yang memiliki pengeringan lebih merata. Namun, sistem tersebut masih mengkonsumsi energi panas yang besar. Konsumsi energi yang besar dapat direduksi dengan mengurangi tekanan ruang pengering hingga lebih kecil dari tekanan atmosfer (tekanan vakum) yang berakibat pada penurunan titik didih air. Dengan demikian, kandungan air dalam produk dapat menguap pada temperatur yang lebih rendah. Densitas udara pada kondisi vakum lebih kecil dibanding kondisi atmosfer. Menurunnya densitas udara menyebabkan jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur udara lebih sedikit. Investigasi awal karakteristik laju perpindahan panas transien pada rotary dryer bersirip dilakukan dengan studi numerik. Hasil yang diperoleh menunjukkan waktu yang dibutuhkan sebesar 30.33 detik untuk menaikkan temperatur produk dari temperatur lingkungan hingga mendekati temperatur dinding ruang pengering pada tekanan 10 KPa, dan 47,67 detik pada tekanan 50 KPa, selanjutnya 81 detik pada tekanan 1 atmosfer. Dengan demikian, ruang vakum berputar dapat mempercepat waktu pemanasan dan layak dilanjutkan dengan studi eksperimental. One of the efforts to reduce the cost of providing heat energy is to use solar energy. However, solar energy is highly dependent on the weather, which is difficult for humans to control. Ovens are the leading solution in industries that operate continuously. One of the developments in oven technology is the rotary dryer system which has more even drying. However, the system still consumes a large amount of heat energy. Large energy consumption can be reduced by reducing the drying chamber pressure to less than atmospheric pressure (vacuum pressure), resulting in a decrease in the boiling point of water. Thus, the water content in the product can evaporate at lower temperatures. The density of air under vacuum conditions is smaller than atmospheric conditions. The decrease in air density causes the amount of heat energy needed to raise the air temperature less. Numerical studies carried out initial investigations of the transient heat transfer rate characteristics in fin rotary dryers. The results obtained show that the time needed is 30.33 seconds to raise the product temperature from ambient temperature to close to the drying room wall temperature at a pressure of 10 KPa, 47.67 seconds at a pressure of 50 KPa, and 81 seconds at a pressure of 1 atmosphere. Thus, a rotating vacuum chamber can speed up drying time and is worth continuing with experimental studies.
Initial analysis of temperature distribution in V-shaped Thermal Collector Prayitno, Hadi; Prabowo, Angga Darma; Khairudin, Rizal
JURNAL MECHANICAL Vol 15, No 1 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2030 Indonesia menargetkanĀ  pengurangan emisi hingga 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan internasional. Optimalisasi penggunaan energi termal dapat menekan laju emisi karbon. Kolektor termal juga dapat dioptimalkan sebagai teknologi pengeringan paska panen dalam menunjang pertanian berkelanjutan. Kolektor termal memiliki bergbagai macam jenis. Sebagai analisis awal karakteriristik perpindahan panas pada kolekor dimodelkan dengan mengunakan kolektor berbentuk V (V Groove). Distribusi Temperatur diamati dengan menggunakan komputasi dinamika fluida. Simulasi dilakukan diawali proses pemodelan, yaitu menentukan desain geometri dan material, melakukan meshing dan menentukan kondisi batas. Reynold number yang digunakan dalam penelitian ini 1500, 3000, dan 4500 yang masing-masing mewakili laminar, transisi, dan turbulen. Iradiasi matahari disimulasikan pada 1000, 800, dan 600 W/m2. Penelitian pendahuluan ini menunjukkan semakin tinggi bilangan Reynold semakin rendah temperatur udara keluar dan temperatur permukaan kolektor. Semakin besar iradiasi, semakin besar temperatur udara keluar kolektor dan temperatur permukaan kolektor yang dihasilkan.
Analisa Numerik Pengaruh Sirip Pembagi Aliran pada Unjuk Kerja Termal Kolektor Panas Plat Datar Bersirip Prabowo, Angga Darma; Kurniawan, Dondi; Nazarrudin, Rizal; Saputra, Eko Wahyu
JURNAL CRANKSHAFT Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Crankshaft Vol.8 No.1 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i1.13953

Abstract

Kebutuhan energi terbarukan dalam beberapa dekade terakhir semakin meningkat akibat dari keterbatasan sumber daya energi fosil dan isu lingkungan. Salah satu teknologi yang berpotensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan adalah kolektor panas surya. Penambahan sirip pada kolektor panas merupakan salah satu cara untuk meningkatkan unjuk kerja termal kolektor panas plat datar. Secara praktik dibutuhkan sirip pembagi aliran udara agar dapat menjangkau dan mengambil panas dari setiap sisi sirip kolektor panas. Hasil penelitian menunjukan sirip pembagi aliran dapat meningkatkan unjuk kerja termal kolektor panas plat datar bersirip. Sudut yang paling optimal dalam meningkatkan unjuk kerja termal kolektor panas plat datar bersirip pada penelitian ini adalah 30o.
The Sosialisasi Peminatan Akademik Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Lampung 2024 ADI SAPUTRA, RIZAL; prayitno, hadi; Saputra, Eko Wahyu; Nugraha, Nurcahya; Prabowo, Angga Darma
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi peminatan kegiatan akademik mahasiswa merupakan salah satu upaya penting dalam memberikan pemahaman dan bimbingan kepada mahasiswa untuk menentukan jalur dan fokus akademik yang sesuai dengan minat dan kemampuan mahasiswa. Kegiatan ini sangat relevan, terutama bagi mahasiswa baru, yang masih dalam proses penyesuaian dan eksplorasi terhadap berbagai bidang yang ada di program studi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan komprehensif mengenai peminatan kegiatan akademik di Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Sosialisasi ini dilakukan melalui berbagai metode, seperti seminar, diskusi kelompok, dan pembagian materi yang menjelaskan peminatan di bidang-bidang teknik mesin, prospek karier, serta pentingnya pemilihan peminatan yang tepat bagi pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mahasiswa tentang pentingnya peminatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mahasiswa, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa.
Comparison of Airflow Velocity Distribution at the Inlet in Single and Dual Inlet Cabinet Dryer: A CFD Study Angga Darma Prabowo
Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : INSTEP Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47355/jaset.v5i1.78

Abstract

This study explores how airflow velocity is distributed in cabinet dryers with single and dual inlet systems, using Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations. The goal was to compare how different inlet configurations affect airflow uniformity and drying performance across various rack levels. We tested four dual inlet setups with varying mass flow ratios (50%/50%, 40%/60%, 30%/70%, and 20%/80%) and compared them to a single inlet system. The results show that the single inlet configuration creates uneven airflow, with higher velocities at the top racks and lower velocities at the bottom, leading to inconsistent drying. On the other hand, dual inlet systems provide more even airflow, with the 50%/50% configuration being the most balanced. Even the more uneven dual inlet setups (such as the 20%/80% ratio) still performed better than the single inlet in terms of airflow consistency and drying efficiency. Overall, dual inlet systems, especially those with balanced airflow, enhance drying efficiency by ensuring more uniform airflow throughout the dryer. Further research could focus on optimizing these dual inlet systems for even better performance.
Numerical Simulation of Droplet Behavior under Varying Density Ratios Using Finite Volume-Front Tracking Method Kurniawan, Dondi; Yoanita, Yulia Venti; Pinindriya , Sinung Tirtha; Eli Kumolosari; Angga Darma Prabowo; M. Rangga Saputra
International Journal of Aviation Science and Engineering - AVIA Vol. 6 No. 2: (December, 2024)
Publisher : FTMD Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47355/avia.v6i2.137

Abstract

The study of droplet dynamics is very important to understand the mechanism of heat, mass, and momentum transfer in two phases. One approach to studying this phenomenon is through numerical simulation. The front tracking method is one of the techniques often used in numerical simulation of droplets to handle phase interactions in multiphase flows. This study aims to study the characteristics of droplets when they collide with surfaces with varying density values. The modeling used in this study is an interface diffusion approach using 2 types of fluids that have different properties. The domain used is Square Box-Staggered Grid. The software used is MATLAB R2024a. The results of the study indicate that the density ratio has a significant effect on the spreading factor, apex height, spreading velocity and pressure.
Effect of Gurney Flap on The Flow Separation Phenomenon on The Rear Wing Airfoil of Racing Car Kurniawan, Dondi; Yoanita, Yulia Venti; Pinindriya , Sinung Tirtha; Kumolosari, Eli; Prabowo, Angga Darma
Open Science and Technology Vol. 5 No. 1 (2025): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.v5i1.150

Abstract

Background: A racing car must be able to run at high speeds. To achieve this goal, vehicle aerodynamic modifications are often carried out, one of which is adding a gurney flap (GF). The GF on a racing car function to delay the flow separation, increase the downforce value, and reduce the drag force.Aims & Methods: In this study, observations of the influence of GF were carried out by numerical simulation using Solidworks 2025 by varying the speed of 250, 320, and 400 km/h at an angle of attack of 0°, with and without GF. The aim is to obtain information on the influence of these variations on the flow separation phenomenon on the rear wing airfoil.Result: The results showed that the addition of GF caused a delay in flow separation and a decrease in wake/vortex behind the airfoil. The impact was that the drag force increased at low speeds (39.97% at 250 km/h) but showed a decrease at medium and high speeds, namely -7.91% at 320 km/h and -2.31% at 400 km/h.
PENGARUH TINGGI SALURAN UDARA TERHADAP UNJUK KERJA TERMAL KOLEKTOR PANAS BERSIRIP Angga Darma Prabowo; Dondi Kurniawan
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi kolektor panas dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan desain geometrisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketinggian saluran udara terhadap unjuk kerja termal kolektor panas bersirip. Variasi ketinggian saluran udara, yaitu 50 mm, 100 mm, dan 150 mm, diuji menggunakan simulasi numerik dengan perangkat lunak ANSYS. Parameter yang diamati meliputi rata-rata suhu udara keluar, distribusi suhu pada permukaan kolektor, serta efek variasi ketinggian saluran terhadap karakteristik aliran. Hasil menunjukkan bahwa perubahan ketinggian saluran udara tidak secara signifikan memengaruhi rata-rata suhu udara keluar. Namun, semakin rendah ketinggian saluran udara, semakin tinggi kecepatan aliran udara, yang berdampak pada penurunan rata-rata suhu permukaan kolektor karena efek peningkatan perpindahan panas konveksi paksa. Selain itu, laju aliran massa udara yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan efisiensi perpindahan panas, tetapi juga menyebabkan perubahan pola aliran dan distribusi suhu. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara parameter geometris kolektor dengan efisiensi termalnya. Temuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan desain kolektor panas yang lebih optimal untuk aplikasi energi terbarukan, khususnya dalam memanfaatkan energi matahari secara efisien dan ramah lingkungan. Kata Kunci : kolektor panas, sirip, tinggi saluran udara
Initial analysis of temperature distribution in V-shaped Thermal Collector Prayitno, Hadi; Prabowo, Angga Darma; Khairudin, Rizal
JURNAL MECHANICAL Vol 15 No 1 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v15i1.4551

Abstract

Pada tahun 2030 Indonesia menargetkanĀ  pengurangan emisi hingga 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan internasional. Optimalisasi penggunaan energi termal dapat menekan laju emisi karbon. Kolektor termal juga dapat dioptimalkan sebagai teknologi pengeringan paska panen dalam menunjang pertanian berkelanjutan. Kolektor termal memiliki bergbagai macam jenis. Sebagai analisis awal karakteriristik perpindahan panas pada kolekor dimodelkan dengan mengunakan kolektor berbentuk V (V Groove). Distribusi Temperatur diamati dengan menggunakan komputasi dinamika fluida. Simulasi dilakukan diawali proses pemodelan, yaitu menentukan desain geometri dan material, melakukan meshing dan menentukan kondisi batas. Reynold number yang digunakan dalam penelitian ini 1500, 3000, dan 4500 yang masing-masing mewakili laminar, transisi, dan turbulen. Iradiasi matahari disimulasikan pada 1000, 800, dan 600 W/m2. Penelitian pendahuluan ini menunjukkan semakin tinggi bilangan Reynold semakin rendah temperatur udara keluar dan temperatur permukaan kolektor. Semakin besar iradiasi, semakin besar temperatur udara keluar kolektor dan temperatur permukaan kolektor yang dihasilkan.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Power BI dalam Analisis Produksi di Pabrik Karton Box XYZ di Provinsi Lampung, untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pengambilan Keputusan Angga Darma Prabowo; Dondi Kurniawan; Sabiqunassabiqun; Rizal Nazarrudin; Nurcahya Nugraha; Eko Wahyu Saputra; Mochammad Resha; Saputra, Rizal Adi
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i1.164

Abstract

This study aims to analyze the impact of using Power BI in improving efficiency and decision-making at Karton Box XYZ Factory in Lampung Province. Using action research methodology, production data, machine efficiency, product quality, raw material usage, and response time data were collected and analyzed before and after the implementation of Power BI. The results show that the implementation of Power BI successfully increased daily production, machine efficiency, product quality, as well as reduced raw material waste and response time. With its ability to visualize data in real-time, Power BI assisted the factory in optimizing production processes and enhancing operational efficiency. This study concludes that the use of Power BI has a positive impact on the factory's operational performance, boosting competitiveness, and supporting faster and more accurate data-driven decision-making.