Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELAKSANAAN P5 DIMENSI BERNALAR KRITIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM KURIKULUM MERDEKA KELAS IV SEKOLAH DASAR Waridah, Waridah; Dari, Intan Wulan; Albar, Joni
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i2.3035

Abstract

Tujuan penelitian mendeskripsikan pelaksanaan P5 dimensi bernalar kritis pada pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan kualititatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian guru dan siswa kelas IV. Objek penelitian pelaksanaan P5 dimensi bernalar kritis pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa memperoleh dan memproses informasi dan gagasan yakni mengajukan pertanyaan yang relevan, melakukan identifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi, serta mampu mengolah informasi dalam pelajaran matematika. Menganalisis penalaran yakni melakukan analisis terhadap soal dan menyampaikan pendapat yang ditemukan serta memberikan kesimpulan saat menyelesaikan soal. Mengevaluasi penalaran yakni guru dan siswa bersama-sama membahas kesalahan siswa dalam mengerjakan soal, kemudian siswa menjelaskan kembali apa yang ditemukan dalam melakukan evaluasi. Merefleksi pemikiran dan proses berfikir di akhir pembelajaran, sehingga guru dapat memahami apa saja kelemahan dan kekurangan dari sebuah pembelajaran yang telah dipresentasikan di kelas.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MBKM DALAM PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR STKIP MELAWI DI YAYASAN CAHAYA KEMULIAAN KABUPATEN SANGGAU Peterianus, Septian; Waridah, Waridah; Septiadi, Wahyu
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3828

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the role of the STKIP Melawi Teaching Assistance Program in supporting the implementation of the MBKM Curriculum at the Cahaya Kemuliaan Sosok Foundation, Sanggau Regency. With a qualitative approach and case study design, data collection is carried out through in-depth interviews, participatory observations, and document studies. The results of the study show that this program has succeeded in overcoming challenges such as limited teacher understanding and infrastructure, as well as improving the quality of learning through collaboration between teaching assistant students, teachers, and students. Research recommendations include intensive training for students, improved coordination, and periodic evaluations. This program can be an effective strategy in supporting curriculum implementation, especially in areas with limited resources. Keywords: Curriculum, MBKM, Teaching Assistance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran Program Asistensi Mengajar STKIP Melawi dalam mendukung implementasi Kurikulum MBKM di Yayasan Cahaya Kemuliaan Sosok Kabupaten Sanggau. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil mengatasi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan sarana prasarana, serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi antara mahasiswa asisten mengajar, guru, dan peserta didik. Rekomendasi penelitian mencakup pelatihan intensif bagi mahasiswa, peningkatan koordinasi, dan evaluasi berkala. Program ini dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung implementasi kurikulum, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya.Kata Kunci: Kurikulum, MBKM, Asistensi Mengajar.
PENGARUH PERMAINAN BALOK HURUF TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PAUD TERPADU AISYAH MADONG RAYA Jamaliyana, Jamaliyana; Waridah, Waridah; Mutaqin, Nur Sulistyo
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v3i2.1906

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan sekelompok anak dengan usia 0-7 tahun yang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemain balok huruf terhadap perkembangan kognitif anak, Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif dengan desain one grup pre test - post test . Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi di Paud Terpadu Aisyah Madong Raya yang berjumlah 27 orang, penelitian ini dilaksanak.an dengan dua tahapan yaitu pre test atau tes awal dan post test yang merupakan tes akhir yang telah diberikan treatment dari kedua nilai rata- rata dari tes tersebut dihitung dengan SPSS21 dengan rumus uji t sampel berpasangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Permainan balok huruf berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak usia dini dengan indikator berikut: Mengurutkan huruf dari az ,Mengelompokkan benda, Membedakan huruf balok dan kafital dan Merangkai kata atau kalimat .Pengaruh permainan balok huruf bagi anak usia dini sebesar -133.000 yang diperoleh melalui hasil rata- rata-rata pre test sebesar 51,26 dan rata-rata post test sebesar 184,26. Maka berdasarkan hasil uji t bahwa < atau 0.001(p<0,005) berarti Ha diterima. Kata Kunci : Permainan Balok Huruf, Perkembangan Kognitifn, Dan Anak Usia Dini
Penerapan Kegiatan Mewarnai, Menggunting Dan Menempel (3M) Pada Kemampuan Motorik Halus Anak Kelas B Di Tk Mutiara Hati Desa Rarai Sari, Ayu Ruksiana; Tirsa, Aprima; Waridah, Waridah
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v4i1.1962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan kegiatan mewarnai, menggunting dan menempel (3M) pada kemampuan motorik halus anak  di TK Mutiara Hati Desa Rarai Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Guru dan peserta didik TK Mutiara Hati 5-6 tahun dan sebagai sumber datanya adalah TK Mutiara Hati. Tahapan dalam pengumpulan data penelitian yaitu : (1) teknik pengumpulan data (2) teknik analisis data (3).  Teknik  Keabsahan Data  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pembelajaran melalui kegiatan mewarnai, menggunting dan menempel di TK Mutiara Hati  dilakukan dengan 3 tahap yaitu (1). Tahap perencanaan mempersiapkan bahan dan alat, membuat jadwal kegiatan pembelajaran,menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk proses pembelajaran, mengadakan pertemuan khusus dengan para wali murid. (2). Tahap pelaksanaan kegiatan mewarnai,menggunting dan menempel di kelas. (3). Tahap evaluasi dengan adanya evaluasi ini, para guru membuat catatan perkembangan anak untuk mengetahui perkembangan anak. Kendala-kendala yaitu guru kesulitan dalam menghadapi karakter anak yang berbeda-beda, sarana prasarana yang dimiliki TK Mutiara Hati  masih sederhana dan alat peraga edukatif yang dimiliki juga belum memadai. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Mewarnai, Menggunting ,menempel, motorik halus
PERAN GURU DALAM MENANAM KARAKTER SOPAN SANTUN PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS III SEKOLAH DASAR Gedion, Oktavianus; Waridah, Waridah; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 1 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v1i1.1006

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan tentang bagaimana peran guru dalam menanamkan  Karakter Sopan Santun pada mata pelajaran PPKN Siswa Kelas  III Sekolah Dasar Negeri 04 Ulak Muid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, serta dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil dari penelitian ini yang melalui observasi, wawancara dengan guru peran guru dalam menanamkan  Karakter Sopan Santun merupakan pada mata pelajaran PPKN Siswa Kelas  III secara menyeluruh, sehingga peserta didik dapat menjadi anak yang sopan santun dalam berpenampilan, sopan santun dalam berkomunikasi serta sopan santun dalam berperilaku, Upaya guru PPKn dalam menanamkan karakter sopan santun pada siswa kelas III SDN 04 Ulak Muid yaitu dengan cara guru memberikan keteladanan, penegakan kedisiplinan, pembiasaan kepada siswa.tua.
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS V SDN 12 ENGKURAI Crishandova, Egi; Waridah, Waridah; Anggorowati, Kurnia Dyah
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i1.1902

Abstract

Abstract: The background of this research is based on the impact of using cellphones on the learning interest of class V students at Engkurai 12 State Elementary School. The purpose of this research is to determine the impact of cellphones on the interest in learning of class V students at 12 Engkurai Elementary School, North Pinoh District. This type of research uses qualitative descriptive research, while the data collection techniques used are interviews, observation and documentation directly with informants in the field to obtain the required data. Data analysis in this research uses the Miles and Huberman flow model data analysis technique, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification to determine the impact of cellphone use on students' interest in learning. The results of the research are the negative impact of using cellphones on the interest in learning of fifth grade students at the Engkurai 12 Elementary School, North Pinoh District, including: students experiencing a decrease in interest in learning, lack of student attention to the lessons given, tantrums, decreased social abilities in students, brain growth in students become disturbed, and students' ability to be independent decreases. This impact is caused by children using cellphones too often at home without being controlled by their parents and children who are addicted to using cellphones feel that cellphones are the most interesting thing more than playing with people around them or their peers. Based on the results of the research conductedy researchers, the conclusion of this study shows that the use of handphone has a significant impact on the learning interest of class V students at the 12 Engkurai state Elementary School. The results of data analysis show that there is a negative correlation between the intensity of handphones use and students’ interest in learning, the higher the use of handphones, the lower the student’s interest in learningKeywords: Use of Gadgets, Interest in Student Learning. Abstrak: Latar belakang penelitian ini didasarkan pada dampak penggunaan handphone terhadap minat belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 12 Engkurai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak handphone terhadap minat belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 12 Engkurai Kecamatan Pinoh Utara. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung dengan informan dilapangan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model alir Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi guna mengetahuai dampak penggunaan handphone terhadap minat belajar siswa. Hasil dari penelitian adalah dampak negatif penggunaan handphone terhadap minat belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 12 Engkurai Kecamatan Pinoh Utara antara lain: siswa mengalami penurunan minat belajar, kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran yang diberikan, tantrum, menurunnya kemampuan sosial pada siswa, pertumbuhan otak pada siswa menjadi terganggu, dan menurunnya kemampuan siswa untuk mandiri. Dampak tersebut disebabkan karena anak terlalu sering menggunakan handphone di rumah tanpa dikontrol oleh orang tua dan anak yang sudah kecanduan menggunakan handphone merasa handphone adalah hal yang paling menarik melebihi bermain dengan orang-orang sekitar atau teman sebayanya. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan handphone memiliki dampak yang signifikan terhadap minat belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 12 Engkurai. Hasil analisis data meunjukkan bahwa adanya korelasi negatif antara intensitas penggunaan handphone dengan minat belajar siswa. Semakin tinggi penggunaan hanphone, semakin rendah minat belajar siswa.Kata Kunci : Handphone, Minat Belajar Siswa, Sekolah Dasar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA MATERI MENGENAL ANGKA DI SDN 04 GELATA Restu, Deswita Tiara; Waridah, Waridah; Mutaqin, Nur Sulistyo
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i1.1903

Abstract

Abstract : This research aims to increase students' understanding of the material about recognizing numbers 1-10 through a problem solving learning model. One of the objectives of mathematics subjects given in schools is so that students are able to face changing conditions in a world that is always developing, through practicing acting on the basis of thinking logically, rationally, critically, carefully and responsibly. This research method is by using classroom action research (CAR). The research procedure generally includes four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The instruments used by researchers in this research were question sheets and observation sheets, while the data analysis technique in this research used descriptive techniques. The results and average score obtained by students in cycle I is 60, but it is not considered complete with a percentage of 25%. In cycle II, the students' average score was 87.5, which was said to be complete with a percentage of 100%. In cycle II, students already understand the material about recognizing numbers from 1 – 10, because they have achieved the specified KKM.Keywords : Problem Solving Learning Model, Understanding Numbers. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi mengenal angka 1-10 melalui model pembelajaran problem solving. Salah satu tujuan mata pelajaran matematika diberikan di sekolah agar peserta didik mampu menghadapi perubahan keadaan didunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran yang secara logis, rasional, kritis, cermat, dan bertanggung jawab. Metode penelitian  ini yaitu dengan menggunakan  penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian secara garis besar meliputi empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar soal dan lembar observasi, sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif. Hasil dan perolehan nilai rata – rata siswa pada siklus I adalah 60 belum dikatakan tuntas dengan persentase 25 %. Pada siklus II hasil perolehan nilai rata – rata siswa adalah 87,5 sudah dikatakan tuntas dengan persentase 100 %. pada siklus II ini siswa sudah memahami materi mengenal angka dari 1 – 10, karena tercapai KKM yang ditentukan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Solving, Pemahaman Mengenal Angka.
Peranan Guru Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri 09 Tanjung Lay Ulandari, Lestari; Waridah, Waridah; Rudiansyah, Eko
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3350

Abstract

Abstract: This research aims to determine the role of teachers in increasing student learning motivation. This research uses qualitative research methods using a descriptive approach.This research was carried out in class V of SD Negeri 09 Tanjung Lay. The instruments used in this research were observation sheets and interviews. Sources of research data were obtained from class teachers, Islamic religious education teachers, and physical education teachers, as well as 26 class V students consisting of 17 male students and 9 female students. The results of this research suggest six teacher roles in increasing student learning motivation, namely making students active in teaching and learning activities, creating a conducive classroom atmosphere, creating varied learning methods, increasing enthusiasm and passion for teaching, giving awards, and creating activities that engage students in class. Teachers play their role in increasing students' learning motivation, such as providing grades, awards and praise. There are quite a lot of obstacles faced by teachers in carrying out their role in increasing student learning motivation, such as student characteristics, limited  classroom situations and conditions and the number of students exceeding the quota.Keywords: The Role Of The Teacher, Learning Motivation, Elementary School Student. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dikelas V SD Negeri 09 Tanjung Lay. Instrumen yang digunakan  dalam penelitian ini yaitu observasi dan lembar wawancara. Sumber data penelitian yang di peroleh dari wali kelas, guru pendidikan agama Islam, dan guru pendidikan jasmani dan olahraga, serta siswa kelas V sebanyak 26 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Hasil penelitian ini mengemukakan enam peranan guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa yaitu menjadikan siswa yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, menciptakan suasana kelas yang kondusif, menciptakan metode pembelajaran yang bervariasi, meningkatkan antusias dan semangat dalam mengajar, memberikan penghargaan, serta menciptakan aktivitas yang melibatkan siswa dalam kelas. Guru melakukan peranannya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa seperti memberikan nilai, penghargaan, dan pujian. Kendala yang dihadapi guru dalam menjalankan peranannya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa seperti karakteristik siswa, situasi dan kondisi kelas yang terbatas serta jumlah siswa yang melebihi kuota.Kata Kunci: Peranan Guru, Motivasi Belajar, Siswa Sekolah Dasar.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MEMAHAMI MATERI BANGUN DATAR Ariansyah, Ariansyah; Waridah, Waridah
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v15i1.8852

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan analitis siswa sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu materi yang dipelajari pada kelas IV sekolah dasar adalah bangun datar. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas IV dalam memahami materi bangun datar di SD Negeri 05 Kotabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa kelas IV dan satu orang guru kelas sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes esai sebanyak 10 soal, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 12 siswa (58,3%) mengalami kesulitan dalam memahami materi bangun datar. Bentuk kesulitan yang dialami siswa meliputi kesulitan memahami konsep, membedakan ciri-ciri bangun datar, menggunakan rumus keliling dan luas, serta menyelesaikan soal cerita. Kesulitan yang paling dominan adalah pada penyelesaian soal cerita. Faktor penyebab kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan membaca siswa, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu menekankan pada pemahaman konsep melalui penggunaan media konkret, pendekatan visual, serta latihan soal kontekstual.