Rona Romadhianti
Universitas Muhammadiyah Lampung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Nilai-Nilai Moral Pada Film Unbaedah Sebagai Alternatif Bahan Ajar Di Sekolah Laela Wulandari; Dalman Dalman; Idawati Idawati; Rona Romadhianti
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol. 13 No. 2 (2023): Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v13i2.12837

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang sebuah karya sastra film berjudul Unbaedah yang disutradarai oleh Iqbal Ariefurrahman. Film ini menceritakan tentang kebiasaan tamak seorang ibu bernama Baedah yang suka mengambil jatah lebih dari satu sehingga membuat ibu-ibu lainnya geram dengan perbuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pesan moral yang ada dalam film Unbaedah dan keterkaitannya sebagai alternatif bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Peneliti menonton tayangan film, menganalisis, dan mencatat segala hal yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan berasal dari tayangan youtube film Unbaedah. Bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai moral yang terkandung dalam film Unbaedah dan kelayakannya sebagai alternatif bahan ajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah film Unbaedah mengandung nilai-nilai moral yang terdiri dari tiga bagian, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial. Wujud nilai moral yang menghubungkan antara manusia dengan Tuhan pada film Unbaedah meliputi: Ikhlas, Iman, Takwa, dan Berdoa. Wujud nilai moral yang berhubungan dengan diri sendiri meliputi: Jujur, Tanggung Jawab, dan Mengakui Kesalahan. Wujud nilai moral yang berhubungan dengan manusia lain dalam lingkungan sosial meliputi: Sopan Santun, Peduli, Tolong Menolong dan Ramah. Adapun kelayakannya sebagai alternatif bahan ajar di SMP sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.12 menelaah struktur dan kebahasaan teks ulasan (film, cerpen, puisi, novel dan karya seni daerah) yang diperdengarkan dan dibaca. Kompetensi dasar ini bertujuan setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat menjelaskan struktur, menentukan keunggulan dan kelemahan teks ulasan berdasarkan isinya, serta mampu bekerjasama dengan menyajikan dan menampilkan teks ulasan berdasarkan video yang ditayangkan dengan tepat dan penuh percaya diri. Kandungan pesan ditunjukkan oleh karakter-karakter dalam film Unbaedah dengan menampilkan pesan moral yang dapat diambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar. Kata Kunci: Nilai moral, film Unbaedah, alternatif bahan ajar.
Implementasi Pendidikan Berkarakter yang Berorientasi Nilai – Nilai Moral Yang Gusti Feriyanti; Trisna Rukhmana; Rona Romadhianti; Athiyah Salwa; Durrotun Nafisah; Gamar Al Haddar
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5231

Abstract

This journal discusses the implementation of character education oriented towards moral values ​​as an integral strategy in shaping the character of students. Involving an analysis of the concept of character education and moral values, this research explores the methods, strategies and impacts of this implementation. The research results show that this approach makes a positive contribution to character development, increases moral awareness, and produces students who are more ethically resilient. Despite facing a number of challenges, such as limited resources and resistance to change, this journal presents recommendations to increase the effectiveness of implementation, including improving the curriculum and teacher training. In conclusion, the implementation of character education oriented towards moral values ​​has great potential in forming individuals who are committed to moral integrity.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP DITINJAU DARI PERSPEKTIF GURU Winda Stiawan; Yosi Fahrezi; Rona Romadhianti
LINGUISTIK MIKRO, MAKRO DAN SASTRA Vol. 1 No. 2 (2025): LINGUISTIK MIKRO, MAKRO DAN SASTRA
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP dari aspek siswa dan merumuskan solusi yang aplikatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima guru Bahasa Indonesia mengenai permasalahan siswa, seperti kejenuhan, rendahnya fokus dan motivasi belajar, perilaku ribut, serta kecenderungan hiperaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dominan berasal dari perilaku dan motivasi siswa, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran. Solusi yang dirumuskan meliputi metode pembelajaran variatif dan interaktif, pendekatan problem based learning dan cooperative learning, pengelolaan kelas yang efektif, strategi penguatan perilaku positif, pendekatan personal guru, pembelajaran aktif dengan media variatif, serta dukungan konseling dan kolaborasi dengan orang tua. Kesimpulannya, penerapan strategi-strategi tersebut secara konsisten dapat meningkatkan motivasi dan fokus belajar siswa, mengurangi perilaku mengganggu, serta menciptakan suasana kelas yang kondusifPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP dari aspek siswa dan merumuskan solusi yang aplikatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima guru Bahasa Indonesia mengenai permasalahan siswa, seperti kejenuhan, rendahnya fokus dan motivasi belajar, perilaku ribut, serta kecenderungan hiperaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dominan berasal dari perilaku dan motivasi siswa, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran. Solusi yang dirumuskan meliputi metode pembelajaran variatif dan interaktif, pendekatan problem based learning dan cooperative learning, pengelolaan kelas yang efektif, strategi penguatan perilaku positif, pendekatan personal guru, pembelajaran aktif dengan media variatif, serta dukungan konseling dan kolaborasi dengan orang tua. Kesimpulannya, penerapan strategi-strategi tersebut secara konsisten dapat meningkatkan motivasi dan fokus belajar siswa, mengurangi perilaku mengganggu, serta menciptakan suasana kelas yang kondusifPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP dari aspek siswa dan merumuskan solusi yang aplikatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima guru Bahasa Indonesia mengenai permasalahan siswa, seperti kejenuhan, rendahnya fokus dan motivasi belajar, perilaku ribut, serta kecenderungan hiperaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dominan berasal dari perilaku dan motivasi siswa, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran. Solusi yang dirumuskan meliputi metode pembelajaran variatif dan interaktif, pendekatan problem based learning dan cooperative learning, pengelolaan kelas yang efektif, strategi penguatan perilaku positif, pendekatan personal guru, pembelajaran aktif dengan media variatif, serta dukungan konseling dan kolaborasi dengan orang tua. Kesimpulannya, penerapan strategi-strategi tersebut secara konsisten dapat meningkatkan motivasi dan fokus belajar siswa, mengurangi perilaku mengganggu, serta menciptakan suasana kelas yang kondusifPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP dari aspek siswa dan merumuskan solusi yang aplikatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima guru Bahasa Indonesia mengenai permasalahan siswa, seperti kejenuhan, rendahnya fokus dan motivasi belajar, perilaku ribut, serta kecenderungan hiperaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dominan berasal dari perilaku dan motivasi siswa, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran. Solusi yang dirumuskan meliputi metode pembelajaran variatif dan interaktif, pendekatan problem based learning dan cooperative learning, pengelolaan kelas yang efektif, strategi penguatan perilaku positif, pendekatan personal guru, pembelajaran aktif dengan media variatif, serta dukungan konseling dan kolaborasi dengan orang tua. Kesimpulannya, penerapan strategi-strategi tersebut secara konsisten dapat meningkatkan motivasi dan fokus belajar siswa, mengurangi perilaku mengganggu, serta menciptakan suasana kelas yang kondusif
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PADA SISWA indira Anastasya; Dalman Dalman; Rona Romadhianti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran diferensiasi pada aspek proses dan produk serta menganalisis peningkatan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas VII MTsN 1 Kotabumi. Penelitian dilatarbelakangi oleh pembelajaran menulis yang masih menggunakan pendekatan seragam tanpa pemetaan modalitas belajar siswa, sehingga belum mampu mengakomodasi keragaman karakteristik belajar dan mengurangi kecemasan menulis. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi writing frame berbasis media audio-visual dengan diferensiasi produk berupa infografis digital, skrip podcast, dan video demonstrasi yang diadaptasi dari model pembelajaran diferensiasi Tomlinson. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 30 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks prosedur, observasi aktivitas siswa, APKG 1 dan APKG 2, serta catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan menulis yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 60,91 pada prasiklus menjadi 74,16 pada Siklus I dan 85,78 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 46,67% pada Siklus I dan mencapai 100% pada Siklus II. Peningkatan tersebut didukung oleh aktivitas belajar siswa sebesar 88,67% (kategori sangat baik) dan kompetensi pedagogis guru dengan skor APKG 2 sebesar 94,50. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi asesmen diagnostik nonkognitif dan diferensiasi produk multimodal efektif meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur sekaligus mewujudkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIDATO SISWA KELAS VIII linda shovia; Salamah Salamah; Rona Romadhianti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

ABSTRAKKeterampilan berpidato siswa kelas VIII SMPN 8 Satap Pesawaran belum berkembang secara optimal karena pembelajaran masih didominasi penjelasan guru dan kesempatan berbicara belum merataPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Jigsaw serta peningkatan keterampilan berpidato siswa. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Keterampilan berpidato dinilai berdasarkan enam aspek, yaitu pelafalan, intonasi, kelancaran, diksi, penguasaan isi, dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 72,8 pada siklus I menjadi 82,6 pada siklus II. Persentase ketuntasan juga meningkat dari 65% menjadi 85%. Perbaikan terlihat pada kelancaran, penguasaan isi, dan kepercayaan diri. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, menjelaskan materi, bertanya, dan menanggapi pendapat teman selama kegiatan kelompok asal dan kelompok ahli. Penerapan Jigsaw juga membantu pemerataan partisipasi karena setiap anggota memiliki tanggung jawab memahami materi dan menyampaikannya kembali kepada kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa model Jigsaw efektif memperluas kesempatan berbicara, membangun keterlibatan belajar, dan meningkatkan keterampilan berpidato siswa secara bertahap.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS NARASI MELALUI TEKA-TEKI SILANG Devi Alfiliaeni; Dalman Dalman; Rona Romadhianti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Keterampilan membaca pemahaman di Indonesia menghadapi krisis yang amat krusial sebagaimana ditunjukkan oleh rendahnya capaian PISA dan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menguji, menganalisis, serta mendeskripsikan secara komprehensif peningkatan proses dan hasil belajar membaca pemahaman teks narasi melalui penerapan pembelajaran berbasis Teka-Teki Silang (TTS) terstruktur. Penelitian ini melibatkan 28 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebagai subjek penelitian. Desain tindakan dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada model Kemmis McTaggart (Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi). Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan melalui serangkaian instrumen yang teruji validitas dan reliabilitasnya, meliputi Alat Penilaian Kinerja Guru (APKG 1 dan APKG 2), tes membaca pemahaman (pre-test dan post-test), lembar observasi aktivitas belajar siswa, wawancara mendalam, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas proses dan hasil belajar. Nilai rata-rata tes membaca pemahaman siswa meningkat secara gradual dari 68,50 pada prasiklus menjadi 76,20 pada Siklus I, dan mencapai 85,40 pada Siklus II. Capaian Normalized Gain (N-gain) klasikal berada pada angka 0,54 (kategori sedang/efektif), sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal melonjak dari 50,00% (prasiklus) menjadi 71,43% (Siklus I) dan 89,29% (Siklus II). Analisis besaran dampak menggunakan rumus Cohen’s d menghasilkan nilai E?ect Size sebesar 1,82 (kategori sangat tinggi). Keterlaksanaan kinerja pedagogis guru mencapai 92,64% pada Siklus II. Secara kognitif, media TTS terbukti berfungsi sebagai instrumen sca?olding visual konstruktif yang mampu memecah kompleksitas teks narasi, mereduksi beban kognitif berlebih, serta menstimulasi ekstraksi makna tersirat secara kritis. Dengan demikian, gamifikasi berbasis TTS terstruktur sangat efektif direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran literasi membaca di jenjang sekolah menengah.
Pembelajaran Berbasis Gim Baamboozle untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Surat Resmi Eka Liana Rahmawati; Rona Romadhianti; Edo Frandika
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Penelitian ini memaparkan pelaksanaan pembelajaran berbasis gim Baamboozle serta perkembangan keterampilan menulis surat resmi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Natar. Rancangan yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas mengikuti model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 28 siswa. Data diperoleh melalui tes, observasi, dan dokumentasi, lalu diolah secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa berubah dari 63,20 pada pratindakan menjadi 74,00 pada siklus I dan 83,20 pada siklus II. Persentase ketuntasan bergerak dari 28,57% menjadi 64,29%, kemudian mencapai 85,71% pada siklus II. Perubahan tersebut disertai peningkatan keaktifan, partisipasi dalam diskusi, kemampuan mengenali struktur dan kesalahan penulisan, serta keterlibatan dalam kegiatan menulis. Baamboozle berfungsi efektif sebagai media pendukung ketika digunakan bersama analisis contoh, diskusi kelompok, umpan balik guru, dan latihan menulis mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis gim Baamboozle mendukung peningkatan keterampilan menulis surat resmi sekaligus keterlibatan siswa.
Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Pembelajaran Bahasa Indonesia linda muslimawati; Rona Romadhianti; Salamah Salamah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Kemampuan para siswa bekerja sama dalam proses belajar mengajar Bahasa Indonesia masih kurang baik dan memerlukan peningkatan lebih lanjut. Berdasarkan pengamatan awal di kelas VII B SMPN 1 Jati Agung, terlihat bahwa siswa kurang aktif dalam berdiskusi kelompok, komunikasi antar siswa masih tergolong kurang efektif, serta masih rendahnya tanggung jawab dalam penyelesaian tugas kelompok. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Melibatkan 28 siswa kelas VII B di SMPN 1 Jati Agung sebagai subjek penelitian, pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan penyebaran angket. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan model inkuiri mampu mendorong peningkatan kerja sama siswa. Hal ini terlihat dari lonjakan persentase siswa pada kriteria baik dan sangat baik, yakni dari 35,71% di siklus I menjadi 75% di siklus II. Kesimpulannya, model pembelajaran inkuiri terbukti efektif dalam membangun dan meningkatkan kemampuan kerja sama antar siswa selama proses belajar Bahasa Indonesia.