Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strengthening Green Nationalism as a Form of Disaster Mitigation Effort for the Tantan Village Community, Muaro Jambi Regency Candra, Alif Aditya; Utami, Sundari; Ichsan, Muhammad; Maulia, Siti Tiara; Melisa, Melisa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6919

Abstract

This study aims to strengthen green nationalism as a form of disaster mitigation effort in Tantan Village, Muaro Jambi Regency. Through a participatory and educational approach, the program integrates patriotic values with ecological awareness rooted in local wisdom. The methods employed include public outreach, environmental training, and community mentoring in the sustainable management of natural resources. The results of the activities indicate an increased public understanding of the importance of environmental conservation as part of national responsibility. Furthermore, a shared commitment has been established to face disaster risks through reforestation initiatives, the management of critical lands, and the strengthening of disaster-resilient village institutions. In conclusion, green nationalism can serve as a strategic approach that merges nationalistic spirit with environmental concern to foster more resilient and sustainable rural communities.
Analisis Kesadaran Hukum Berlalu Lintas Siswa ditinjau dari Perspektif Civic Competence Siswa di SMA Negeri 3 Bungo Fitriani, Aida Nur; Candra, Alif Aditya; Sariani, Dona
AHKAM Vol 4 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v4i2.5963

Abstract

Legal awareness in traffic reflects the extent to which individuals understand, accept, and comply with legal regulations in daily life. Among students, deviant behavior still occurs, indicating the need to strengthen legal understanding. This study aims to analyze students' traffic law awareness from the perspective of civic competence at SMA Negeri 3 Bungo, which includes the dimensions of civic knowledge, civic skills, and civic disposition. The study uses a descriptive qualitative approach with purposive sampling in selecting informants, consisting of seven Grade X and XI students as primary informants, one Pancasila Education teacher as a key informant, and one vice principal for curriculum as an additional informant. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that students’ civic knowledge is relatively good in understanding basic rules, but they lack deep comprehension of formal legal provisions such as traffic laws. In terms of civic skills, students actively participate in awareness activities but remain passive in responding to violations in their surroundings. Meanwhile, their civic disposition still relies on external supervision and has not developed into intrinsic awareness. In conclusion, students' underdeveloped civic competence contributes to their low traffic law awareness. The theoretical implication reinforces the concept that legal awareness is not solely dependent on knowledge but also on citizenship skills and attitudes. The practical implication encourages schools to strengthen the comprehensive teaching of Pancasila Education to foster more effective and sustainable legal awareness. Keywords: civic competence; legal awareness; traffic; students; Pancasila Education
Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Kota Jambi Jannah, Izzatul; Anderson, Irzal; Candra, Alif Aditya
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 8 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v8i2.7103

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di MTs Muhammadiyah Kota Jambi terdapat sebuah permasalahan yaitu kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa. Dikarenakan guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovasi, dan guru belum pernah menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jurisprudential inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Digunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian quasi experimental design dengan rancangan nonequivalent control group design. Objek penelitian MTs Muhammadiyah Kota Jambi, populasi siswa kelas VIII dengan 32 siswa. Diperoleh data menggunakan soal tes, hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry memiliki pengaruh yang signifikan, dimana diperoleh sig.(2-tailed) 0,034>0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran jurisprudential inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Maka, sebaiknya dalam proses pembelajaran pendidik menyampaikan materi pelajaran menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry, dilakukan agar kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran mengalami perubahan yang positif.
Membangun Jiwa Nasionalisme dan Toleransi Melalui Kelas Kewarganegaraan di Pesantren Saadatul Muttaqien Seberang Muaro Jambi Maulia, Siti Tiara; Candra, Alif Aditya; Melisa, Melisa; Ichsan, Muhammad; Utami, Sundari; Hajri, Priazki; Santoso, Ridwan; Abiyuna, Thaufan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.685

Abstract

Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di beberapa sekolah terutama pada pesantren masih belum secara optimal memasukan materi yang berkaitan dengan keberagaman dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang berkaitan dengan keberagaman dan toleransi dalam kehidupan disampaikan cenderung bersifat normatif tanpa membahas permasalah aktual yang sering terjadi dalam masyarakat. Akibatnya, banyak siswa yang memahami konsep toleransi secara teoritis, tetapi tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Kurangnya pendekatan berbasis pengalaman juga membuat siswa sulit memahami dampak dari sikap intoleran hingga rasisme yang masih banyak terjadi disekitar. Faktor di sekitar lingkungan juga turut menjadi tantangan dalam pembentukan sikap toleransi melalui pendidikan. Tidak semua sekolah memiliki budaya inklusif yangn mendorong interaksi positif antara siwa dari berbagai latar belakang. Di beberapa daerah, degrasi sosial masih terjadi di lingkungan sekolah, dimana siswa cenderung berkelompok berdasarkan kesamaan etnis atau agama. Hal ini menghambat mereka untuk berinteraksi dengan kelompok lain dan memahami keberagaman secara langsung, dan membuat munculnya sifat intoleran. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi dalam pendidikan kewarganegaraan pada para santri di Pesantren Sa’datul Muttaqien Seberang Muaro Jambi, meningkatkan pemahaman dan penghagraan mereka terhadap adanya keberagaman, dan mendorong pembentukan karakter santri yang nasionalis dan toleran. Tahapan dalam pengabdian ini melalui sosialisasi, pelatihan, kemudian penerapan teknologi berupa media digital, pendampingan terakhir evaluasi dari keberlanjutan program. Pengabdian ini menghasilkan pemahaman mengenai keberagaman budaya dan sosial, kepedulian terhadap isu kewarganeagraan, penguatan sosial dalam ruang lingkut pesantrean khususnya santri dan juga guru asemakin meningkat.
Strategi Penguatan Nilai Kebangsaan melalui Pelajaran PPKn di Era Post-Truth: Studi Kualitatif Pada Siswa SMA Negeri 10 Kota Jambi Adriani, Selvia; Candra, Alif Aditya; Sasih, Agustin Wela
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4301

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan era post-truth yang ditandai dengan dominannya emosi dan opini pribadi dibandingkan fakta objektif. Fenomena ini berdampak pada melemahnya nilai-nilai kebangsaan siswa, seperti rendahnya kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai kebangsaan siswa di SMA Negeri 10 Kota Jambi serta strategi guru PPKn dalam menguatkannya di era post-truth. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai kebangsaan belum optimal, terutama pada aspek berpikir kritis dan tanggung jawab yang masih rendah karena pengaruh informasi digital yang tidak terverifikasi. Strategi yang dilakukan guru meliputi pengintegrasian isu aktual, diskusi kritis, pembiasaan disiplin, dan penanaman literasi digital. Kesimpulannya, penguatan nilai kebangsaan memerlukan strategi pembelajaran yang kontekstual dan dialogis berbasis literasi digital.
Analisis Penguatan Civic Skill untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 11 Merangin dalam Menghadapi Fenomena Fomo di Media Sosial Maulana, Parid; Candra, Alif Aditya; Khotimah, Khusnul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4306

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi arus informasi di media sosial yang memicu munculnya fenomena Fear of missing out (fomo). Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan civic skill untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya penguatan civic skill dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengendalikan perilaku fomo di kehidupan sehari-hari serta mengindentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses penguatan civic skill di kalangan siswa SMA Negeri 11 Merangin. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 11 Merangin dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari guru PPKn, siswa, dan wakil kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penguatan civic skill untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam mengendalikan perilaku fomo di kehidupan sehari-hari belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari kurangnya aspek kemampuan berpikir kritis, pengendalian diri, tanggung jawab, partisipasi, dan pengambilan keputusan. Meskipun upaya penguatan telah dilakukan melalui pembelajaran PPKn seperti diskusi, tanya jawab, dan penugasan analisis, kemampuan berpikir kritis siswa mulai terbentuk namun masih perlu ditingkatkan. Adapun faktor pendukung meliputi peran guru, dukungan kurikulum, dan dukungan kebijakan sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi tingginya penggunaan media sosial, rendahnya kepercayaan diri siswa, dan pengaruh teman sebaya.