Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PENYANDANG ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) DI SD MUHAMMADIYAH 1 BANGKALAN Siti Nur Fauziyah; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.179

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah jenis anak berkebutuhsn khusus yang mengalami gangguan pada perkembangan saraf yang menyebabkan perilaku hyperaktif, dan masalah perhatian. Pendidikan inklusi merupakan sistem pendidikan yang diciptakan untuk mewujudkan pendidikan kepada semua anak anak dengan cara menggabungkan anak anak berkebutuhan khusus dalam lingkungan belajar bersama dengan anak anak normal. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitiatif yang bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran pendidikan inklusi yang diterapkan pada anak berkebutuhan khusus penyandang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) di SD Muhmadiyah 1 Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian dengan wawancara dan observasi, Pendidikan inklusi yang di terapkan di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan sudah berjalan dengan baik, namun belum adanya pelatihan guru shadow (pendamping) yang menunjang penerapannya. Pendampingan guru dalam proses pembelajaran maupun diluar pembelajaran juga sangat berperan penting, terutama pada anak berkebutuhan khusus penyandang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yang memiliki perbedaan dengan sisiwa lainnya seperti kurangnya fokus saat pembelajaran yang berakibat lambatnya menangkap materi yang disampaikan. Penilaian formatif yang dilakukan pada Pendidikan inklusi sama seperti umunya, hanya saja penilaian sumatif dan rapot anak berkebutuhan khsusus dibedakan dengan anak anak lainnya.
ANALISIS PERMASALAHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA DI SLB KARYA BHAKTI SURABAYA Qurrotul Aini; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.182

Abstract

Penelitian ini menganalisis permasalahan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran serta mencari solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam memahami materi pelajaran, kurangnya alat bantu pembelajaran yang memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih khusus. Selain itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam proses pembelajaran anak tunagrahita. Studi ini menemukan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus, penyediaan fasilitas belajar yang sesuai, serta keterlibatan aktif orang tua dan komunitas dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.jadi dapat disimpulkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka.
PERAN GURU SHADOW DALAM MENDAMPINGI PEMBELAJARAN ANAK SLOW LEARNER DI SD MUHAMMADIYAH 1 BANGKALAN Ihda Amalia; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.183

Abstract

Slow learner merupakan Kondisi dimana siswa memiliki keterlambatan pada setiap mata pelajaran, pasif, pencapainan yang terbatas dibandingkan dengan siswa lainnya karena sulit untuk menerima dan mempelajari materi. Pendidikan Inklusi merupakan pendidikan dimana siswa berkebutuhan khusus dapat diterima dan belajar bersama anak normal di sekolah reguler dan mendapatkan pelayanan pendukung dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru shadow untuk mendampingi siswa slow learner dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan satu sampel anak slow learner di kelas 2A SDN Muhammdiyah 1 Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi guru shadow memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi anak slow learner agar tujuan pembelajaran dapat mereka capai dengan baik. Salah satu peran guru shadow yakni sebagai pembimbing yang dapat mengarahkan anak slow learner lebih displin dan membantu siswa slow learner untuk mengingkatkan kemampuan kognitifnya. Hasil wawancara dengan guru shadow, anak slow learner di kelas 2A mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi kognitif maupun psikomotorik dibuktikan dengan mampu menulis dan mengerjakan tugasnya secara mandiri
PEDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TERUTAMA TUNARUNGU DI SLB NEGERI KELEYAN Ajeng Kartika Valentina; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anak ABK terutama anak tunarungu lebih lanjut dan melihat sekolah SLB yang merupakan tempat anak ABK untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif di sebuah sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian berupa sekolah SLB Negeri Keleyan yang ada di Bangkalan.. Hasil menunjukkan bahwa sekolah SLB adalah sekolah yang cukup baik dalam mendapatkan ilmu dan pelayanan.
PENDIDIKAN INKLUSIF TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DI SLB NEGERI KELEYAN BANGKALAN Olivia Ayu Wulandary; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.191

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Pendidikan inklusif di Sekolah Luar Biasa Negeri Keleyan Bangkalan yang mencakup analisis terhadap upaya yang telah dilakukan dan tantangan yang masih dihadapi untuk mengintegrasikan siswa penyandang disabilitas sepenuhnya dalam sistem pendidikan. Ini melibatkan evaluasi terhadap strategi pendidikan, fasilitas yang tersedia, serta kesadaran dan penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan inklusif di SLB Negeri Keleyan Bangkalan ini telah membuat langkah signifikan dalam menyediakan akses pendidikan yang lebih adil dan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas, termasuk tunanetra dan tunarungu. Melalui penyediaan fasilitas dan sumber daya khusus yang memenuhi kebutuhan belajar siswa penyandang disabilitas, sekolah telah berupaya memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.
KESADARAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA GRAHITA DI SEKOLAH DASAR REGULER Saniyatul Mafarrikhah Rahmah Maulidi; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki gangguan tersebut. Pada pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.
PROBLEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (AUTIS) DI KELAS III SD MUHAMMADIYAH SOCAH BANGKALAN Shelia Pramesti; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.194

Abstract

Penelitian ini mengkaji problematika proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK)dengan kondisi autism di kelas 3 SD Muhammadiyah Socah.Fokus utama Penelitian anak yangbernama ilham,seorang siswa kelas 3 yang mengalami autisme.Selama proses pembelajaran,ilham menghadapi berbagai tantangan ,seperti kesulitan berbicara yangmengharuskannya ditatap terlebih dahulu sama guru,serta kesulitan dalam menulis,ketidakmampuannya dalam memahami dan mengikuti perintah dasar guru.Pada masa penelitian ini,SDmuhammmadiyah Socah tidak memiliki guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhankhusus setelah sebelumnya pernah ada tetapi kemudian mengundurkan diri.Disini untuk walikelas 3 bernama ustadzah Dian,berperan penting dalam mendampingi dan membantu prosespembelajarannya,meskipun tanpa bantuan khusus dari pendamping Anak BerkebutuhanKhusus (ABK).Ilham disini sering duduk di lantai atau dipangku oleh guru selama kegiatanbelajar mengajar berlangsung.Meskipun demikian,perawatan sehari-hari ilham berlangsungnormal,dan ia mampu berjalan dan berinteraksi dengan teman-temannya di kelas.Untuk Kepalasekolah SD ini bernama Bapak Ali Imron,menyadari tantangan ini dan terus berupaya mencarisolusi terbaik untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran ilham di lingkungansekolah.Penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendamping Anak Berkebutuhan Khusus(ABK) dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusis dan optimal bagi anak-anakdengan autisme.
LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI SEKOLAH DASAR BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS HIDROSEFALUS Jasmine Assayyidah; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.195

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan salah satu wujud perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, dengan tujuan agar semua anak dapat memperoleh pendidikan tanpa adanya perbedaan baik fisik maupun psikis. Pendidikan sekolah dasar merupakan pendidikan pada tingkat paling dasar bagi anak-anak rentan berusia 7 hingga 12 tahun. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan. Pendidikan inklusif di Indonesia belum bisa dikatakan terlaksana dengan baik karena pada kenyataannya banyak anak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan anak lainnya. Fasilitas merupakan salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas terhadap keberhasilan pendidikan inklusif pada anak hidrosefalus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan hasil penelitian dengan lebih jelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kurangnya pelatihan bagi guru pendidikan inklusif dapat menjadi penghambat keberhasilan program pendidikan inklusif, dan kurangnya subsidi dana dan fasilitas dapat memperlambat bimbingan yang diberikan kepada anak penderita hidrosefalus. Disimpulkan bahwa pendanaan, fasilitas yang memadai dan pelatihan bagi guru penting untuk mendukung keberhasilan program pendidikan inklusif di Indonesia. Kata Kunci: Sekolah Dasar, Pendidikan Inklusif, Hidrosefalus
PROSES PEMBELAJARAN ADA SISWA TUNA RUNGU DI SD MUHAMMADIYAH 2 SOCAH BANGKALAN Tiara Firdaus; Nova Estu Harsiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.196

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang sama tanpa adanya pembedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses belajar dan kendala yang dialami anak tunarungu. Artikel ini membahas tentang proses pembelajaran siswa tuna rungu di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan. Metode penelitian meliputi observasi kelas, wawancara dengan beberapa guru, dan analisis dokumen kurikulum dan materi pembelajaran. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa proses pembelajaran siswa tuna rungu di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan memerlukan pendekatan yang komprehensif dan beragam. Guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam pendidikan inklusif terbukti lebih efektif dalam merancang pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa tunarungu. Temuan penelitian dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut dalam pembelajaran siswa tuna rungu di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan dan sebagai referensi bagi sekolah lain yang populasi siswanya berkebutuhan khusus.