Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSU PURBOWANGI KEBUMEN Puspa Dewi Sumiasih; Cahyu Septiwi; Dyah Puji Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.261 KB)

Abstract

Latar Belakang : Gangguan penglihatan dan kebutaan adalahpenyebab utama kesalahan refraksi dan katarak tidak dikoreksi.Pravelensi katarak dunia sebanyak 65,2 juta orang dan di Indonesia0,1% per tahun. Faktor penyebab katarak terdiri dari usia, jeniskelamin, riwayat kesehatan, penggunaan obat kortikosteroid, riwayatmerokok, konsumsi alkohol, trauma mata, penyakit mata, sinar UVdan status gizi.Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinyakatarak di Poliklinik mata RSU Purbowangi Kebumen.Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode korelasionalkuantitatif dan cros sectional. Sampel berjumlah 100 respondendengan tekhnik purposive sample. Teknik analisa data univariat danbivariat melalui uji chi-square dan nilai odds ratio (OR).Hasil : Uji statistic chi-square tingkat kemaknaan 95% menunjukkanada hubungan katarak yang terdiri dari faktor umur (OR=8,145,IK:1,02-64,7), DM (OR=7,188, IK:1,3-39,5), hipertensi (OR=3,8,IK:1,4-9,6), sinar ultraviolet (OR=4,949, IK:1,9-12,5), sedangkanfaktor yang tidak ada hubungan dengan kejadian katarak (pvalue>0,05) terdiri dari faktor jenis kelamin, status pendidikan,pekerjaan, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat kortikosteroid.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara umur, riwayat DM,hipertensi, dan paparan sinar ultraviolet dengan kejadian katarak.Rekomendasi : Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor jeniskelamin dan riwayat merokok perlu dikaji lebih dalam, sehingga darifaktor yang sudah diteliti dapat dijadikan acuan pencegahanterjadinya katarak.
Penerapan Kombinasi Penundaan Penjepitan Tali Pusat Dan Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Dyah Puji Astuti; Siti Mutoharoh; Nuri Zakiyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.572 KB)

Abstract

Latar belakang: Menurut WHO sebanyak 7000 bayi baru lahir meninggal setiap harinya, Indonesia yang merupakan negara berkembang terdapat 185 bayi meninggal per hari, dengan Angka Kematian Neonatal (AKN) 15/ 1000 kelahiran hidup. Tiga perempat kematian neonatal terjadi pada minggu pertama, dan 40% meninggal dalam 24 jam pertama. Penyebab kematian diantaranya adalah premature, asphiyxia dan infeksi. Salah satu infeksi pada bayi adalah infeksi tali pusat oleh sebab itu diperlukan inovasi berupa kombinasi penundaan penjepitan talipusat dan inisiasi menyusu dini untuk mengurangi infeksi pada tali pusat dan mempercepat lama lepas tali pusat pada bayi. Tujuan: Untuk Mengetahui lama lepasnya tali pusat setelah diterapkan kombinasi penundaan penjepitan tali pusat dan inisiasi menyusu dini (IMD). Metode: Merupakan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh dari observasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020. Partisipannya adalah 2 orang ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, alat tulis, kamera, peralatan untuk melakukan pertolongan saat kelahiran dan BBL. Hasil:.Setelah dilakukan penerapan kombinasi penundaan penjepitan tali pusat dan inisiasi menyusu dini sebanyak 1 bayi (50%) mengalami puput tali pusat dengan cepat yaitu (< 5 hari) dan sebanyak 1 bayi (50%) mengalami puput tali pusat yang sedang (6-7 hari). Kesimpulan : penerapan kombinasi penundaan penjepitan tali pusat efektif untuk mempercepat lepasnya tali pusat pada bayi.
Pisang Ambon sebagai Upaya Meningkatkan Kadar Haemoglobin (Hb) Ibu Hamil Trimester Tiga dengan Anemia Siti Mutoharoh; Adinda Putri Sari Dewi; Dyah Puji Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.711 KB)

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan bahwa anemia merupakan masalah kesehatan yang berbahaya. Kejadian anemia pada ibu hamil di seluruh dunia mencapai 41,8 %. Pisang ambon memiliki kandungan zat besi sebesar 0,5 mg dan vitamin c 72 mg yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah mengkonsumsi pisang ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Partisipan yang digunakan adalah ibu hamil trimester tiga yang mengalami anemia ringan dan sedang serta mengkonsumsi tablet Fe berjumlah 5 orang baik primipara maupun multipara, tidak alergi terhadap pisang ambon, dan yang tidak mengalami masalah kelainan atau keadaan patologi lainnya selama hamil. Pisang ambon dikonsumsi 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari, 30 menit setelah makan selama 14 hari. Partisipan juga tetap mengkonsumsi tablet Fe satu tablet sehari menjelang tidur. Pengukuran kadar Hb dilakukan sebanyak 3 kali yaitu sebelum konsumsi pisang ambon, pada hari ke 7, dan pada hari ke 14. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan kadar Hb pada ibu hamil yang telah mengkonsumsi pisang ambon selama 14 hari. Semua partisipan sebelum perlakuan mengalami anemia ringan, dan pada hari ke 14 semua nya tidak anemia dengan kenaikan kadar Hb 1,8 sampai dengan 2,4 gr/dl. Kesimpulan penelitian ini adalah pisang ambon yang dikonsumi teratur sehari dua kali selama 14 hari mampu meningkatkan kadar Hb ibu hamil trimester tiga yang mengalami anemia.
The Effect Hellp Syndrome on Neonatal Asphyxia in Margono Soekarjo Hospital Purwokerto Sumarni; Fitria Prabandari; Dyah Puji Astuti
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology 2021: Proceeding of the 2nd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.898 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.1106

Abstract

Introduction: hellp syndrome is a dangerous condition that occurs in pregnant women with preeclampsia. Hellp syndrome occurs in 10-20% of cases of pre-eclampsia. The characteristics of the HELLP syndrome include; thrombocytopenia, hemolysis (microangiopathic hemolysis anemia) and abnormal liver enzymes. The main causes of perinatal death associated with the incidence of HELLP syndrome include; prematurity, intrauterine growth restriction (IUGR), asphyxia, placental insufficiency, and placental abruption. The objective was to determine the effect of Hellp syndrome on neonatal asphyxia in pregnant women with preeclampsia. The method used was descriptive analytic with approach cross sectional. The number of samples used was 42 people with purposive sample technique Data analysis used thetest chi square. Result shows that there is a relationship between Hellp syndrome and neonatal asphyxia in pregnant women with preeclampsia with a value of p = 0.036, OR: 5.464, which means that babies born to pregnant women with Hellp syndrome are at 5,464 times more likely to experience asphyxia than pregnant women with preeclampsia without hellp syndrome. Conclusion: There is a relationship between Hellp's syndrome with neonatal asphyxia in pregnant women with preeclampsia
Pengaruh Faktor Maternal Dan Faktor Neonatal Terhadap Ruptur Perineum Di Kabupaten Banyumas Sumarni; Fitria Prabandari; Dyah Puji Astuti
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.967 KB)

Abstract

Ruptur perineum merupakan kondisi robeknya perineum pada saat janin lahir dikarenakan berbagai faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya ruptur perineum yaitu faktor Maternal, faktor janin dan faktor penolong. Faktor maternal meliputi umur Ibu, partus presipitatus, mengejan terlalu kuat, perineum yang rapuh dan edema, paritas, kesempitan panggul dan cephalopelvic disproportion, kelenturan vagina varikosa pada pelvis maupun jaringan parut pada perineum dan vagina serta persalinan dengan tindakan. Faktor janin yang menjadi penyebab kejadian ruptur perineum meliputi kepala janin besar, berat bayi lahir, kelainan letak dan kelainan kongenital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor maternal dan neonatal terhadap rupture perineum pada ibu bersalin di kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan penelitian Penelitian Retrospektif jumlah sampel yang didapat 30 responden, dengan tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis statistik chi-square. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan antara umur, status gizi ibu dan berat bayi baru lahir dengan kejadian rupture perineum dengan nilai p<α (0,05). Kesimpulan ada hubungan antara umur, status gizi ibu dan berat bayi baru lahir dengan kejadian rupture perineum.
Efektivitas Massage Terapi Effleurage Guna Mencegah Kejadian Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas K Kusumastuti; Dyah Puji Astuti; Adinda Putri Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i1.129

Abstract

AbstrakDepresi postpartum merupakan gangguan alam perasaan (mood) yang dialami oleh ibu pasca persalinan. Tingkat insiden depresi postpartum di Indonesia bervariasi yaitu Bandung 30%, Medan 48,4%, dan Jakarta 76%. Di RSUD Kebumen di dapatkan kemungkinan depresi rendah 75,8%, baby blues 15,4%, kemungkinan depresi postpartum 2,2%, dan depresi postpartum adalah 6,6%. Depresi postpartum berdampak negatif pada kesehatan ibu karena menurunkan kemampuan mengasuh anak, berespon negatif dan ketertarikan terhadap bayinya kurang, serta malas menyusui. Upaya penanganan depresi postpartum tanpa menggunakan obat salah satunya dengan massage terapi efflurage karena dapat meningkatkan hormone morphin endogen sekaligus menurunkan kadar stress hormon.Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas massage terapi effleurage guna mencegah kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Wilayah Kabupaten Kebumen. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan Non-Equivalent Control GroupDesign menggunakan Pre Test - Post test Only. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 22 ibu post partum pada kelompok intervensi maupun kontrol. Hasil penelitian dengan uji paired t-test didapatkan hasil bahwa pada ibu nifas dengan massage terapi effleurage nilai p-value 0,000 dengan taraf signifikansi p < 0,005 sedangkan nilai t-hitung 2.67080. Dapat disimpulkan bahwa massage terapi dengan tehnik effleurage pada ibu nifas mempunyai efektivitas 2x lebih tinggi untuk pencegahan depresi postpartum pada ibu nifas.Kata kunci; massage effleurage, depresi postpartum Effectiveness of Effleurage Therapy Massage to Prevent Postpartum Depression in Postpartum MothersAbstractPostpartum depression is a disorder of the mood experienced by postpartum mothers. The incidence rate of postpartum depression in Indonesia varies, namely Bandung 30%, Medan 48.4%, and Jakarta 76%. In Kebumen General Hospital there was a possibility of a low depression of 75.8%, baby blues 15.4%, possibility of postpartum depression 2.2%, and postpartum depression was 6.6%. Postpartum depression has a negative impact on maternal health because it reduces the ability to care for children, responds negatively and attracts less children, and is lazy to breastfeed. Efforts to treat postpartum depression without using drugs are one of them by efflurage therapy massage because it can increase endogenous morphine hormones while reducing levels of stress hormones. The purpose of this study is to know the effectiveness of effleurage therapy massage to prevent postpartum depression in postpartum mothers in Kebumen District. The research method used quasi experiment with the design of Non-Equivalent Control Group Design using Pre Test - Post test Only. The sampling technique used consecutive sampling with a sample of 22 post partum mothers in the intervention and control groups. The results of the study with paired t-test showed that in postpartum mothers with effleurage massage therapy the value of p-value 0,000 with a significance level of p <0,005 while the calculated value was 2,67080. It can be concluded that therapeutic massage with effleurage technique in postpartum mothers has a 2x effectiveness higher for prevention of postpartum depression in postpartum mothers. Keywords; massage effleurage, postpartum depression
Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Deteksi Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan Dyah Puji Astuti; Siti Mutoharoh; Eni Indrayani; Endah Setyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v13i1.219

Abstract

Abstrak. Prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia pada upaya peningkatan kesehatan ibu anak, dan percepatan penurunan angka mortalitas ibu. Kematian ibu dapat terjadi akibat komplikasi yang tidak diketahui sehingga pengetahuan mengenai bahaya selama kehamilan dan persalinan sangat penting bagi ibu hamil. Pengetahuan yang baik menjadi syarat utama mengenali tanda bahaya sejak dini sehingga terjadinya komplikasi yang berat akan dapat dicegah secara optimal. Tujuan penelitian ini melihat pengaruh pendidikan kelas ibu dalam meningkatkan pengetahuan deteksi dini bahaya kehamilan dan persalinan. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen post test only control Group. Rancangan ini menggunakan satu kelompok perlakuan. Pertama-tama dilakukan pengukuran kemudian dilakukan treatment berupa pendidikan kesehatan selama 3 kali dan diukur kembali hasil akhirnya. Jumlah subjek penelitian sebanyak 37 ibu hamil di Puskesmas Kuwarasan. Hasil riset menunjukkan bahwa setelah diberikan treatment secara statistic hasilnya signifikan, pengetahuan semakin baik setelah diberikan treatmen antara kelompok pretest dan postes hasilnya semua pengetahuannya semakin baik sebanyak 26 responden 70,3%, sedangkan yang hasilnya tidak ada perubahan setelah diberikan treatmen antara pretes dan postes sejumlah 9 responden 24,3% dengan  hasil nilai pvalue <0.001. Kata kunci; deteksi dini, tanda bahaya, kehamilan, persalinan, pendidikan kesehatan Health Education On The Level Of Knowledge About Detection Of Hazard Marks Of Pregnancy And Labor Abstract. The priority of health development in Indonesia is on efforts to improve maternal child health, and accelerate the reduction in maternal mortality. Maternal deaths can occur due to unknown complications so knowledge of the dangers during pregnancy and childbirth is very important for pregnant women. Good knowledge is the main requirement to recognize danger signs early on so that the occurrence of severe complications will be prevented optimally. The purpose of this study is to look at the effect of maternal classroom education in increasing knowledge of early detection of the dangers of pregnancy and childbirth. The research method uses a quasi experimental test only control group. This design uses one treatment group. First the measurements are taken then treatment is done in the form of health education for 3 times and the final result is measured again. The number of research subjects were 37 pregnant women in the Kuwarasan Community Health Center. The results of the research showed that after being given statistically significant results, the better knowledge after being given treatments between the pretest and posttest groups results in all the better knowledge of 26 respondents 70.3%, while for the results there was no change after being given a treatment between pretest and posttest 9 respondents 24.3% with the pvalue value <0.001. Keywords  : early detection, danger sign, pregnancy, childbirth, health education