Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Peran Perawat Sebagai Edukator Dengan Pencegahan Covid-19 Di Puskesmas Rawasari Kota Jambi Mita Angriani; Susi Widiawati; Rian Maylina Sari
Indonesian Journal of Health Community Vol 3 No 1 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v3i1.1856

Abstract

Wabah coronavirus mencapai angka 147 juta kasus, sehingga diperlukan secara dini terkait pencegahan Covid-19. Tenaga kesehatan khususnya perawat memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan secara langsung. Perawat sebagai petugas kesehatan memiliki peran sebagai edukator atau pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara peran caregiver sebagai pendidik dengan pencegahan Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 33.452 pengunjung, dengan teknik random sampling sebanyak 61 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juni sampai dengan 3 Juli 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan hasil penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. nilai p 0,002. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perawat sebagai pelatih terkait dengan pencegahan Covid19
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PAKUAN BARU DAN BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) di JAMBI Susi Widiawati; Ezalica Puji Utami
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.66 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i1.2353

Abstract

Introduction: Postpartum mothers will experience two things, namely uterine involution and lactation. Uterine invalution is influenced by several factors, one of which is the hormone oxytocin. Good validation can prevent postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage is one factor of postpartum maternal mortality.Purpose: To determine the effect of oxytocin massage on uterine involution in postpartum mothersMethod: This study was a quasy experiment with a two group pre posttest design. The study was conducted at the Pakuan New Care Health Center and BPM Jambi. Sampling with a purposive sampling method, the sample used (12 intervention groups and 12 control groups). The instruments in the study used observation sheets. Data were analyzed using the Wilcoxon Test.Results: The height of the fundus of the intervention group was 6 hours postpartum with a median value of 11.5750 cm with a standard deviation of 0.30521. Whereas for 6 days postpartum with a median value of 5.5650 cm with a standard deviation of 0.04338. The height of the uterine fundus of the control group at 6 hours postpartum with a median value of 12.0000 cm with a standard deviation of 0.28789. Whereas for 6 days postpartum with a median value of 6.2250 cm with a standard deviation of 0.22191, the bivariate analysis was p-value 0.002.Conclusion: There is an effect of oxytocin massage on uterine involution in postpartum mothers at the Pakuan New Care Health Center and BPM Jambi in 2018. It is recommended that the leaders of the Pakuan New Care Health Center and PBM be able to make a policy on Oxytocin massage carried out by health workers (nurses and midwives) to postpartum mothers. Keywords: Oxytocin Massage, Uterine Involution
PELATIHAN KADER POSYANDU DI SUKU ANAK DALAM LUBUK KAYU ARO KAB. MUARO JAMBI Susi Widiawati; Lili Andriani; Yuliawati Yuliawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2067

Abstract

ABSTRAKSuku Anak Dalam (SAD) merupakan masyarakat yang tinggal jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang rutin maka perlu dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).  Posyandu merupakan wadah utama bagi SAD untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang sudah mendapatkan pelatihan atau materi sebelumnya. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk meningkatkan kualitas kesehatan SAD dan menghasilkan kader kesehatan yang mampu melaksanakan kegiatan posyandu. Metode yang dilakukan adalah: seleksi kader untuk dilatih dengan pembelajaran yang diberikan adalah learning by doing,  belajar atas pengalaman (learning by experience) dan melibatkan peran serta aktif peserta (active learner participatory). Setelah itu, dilakukan pengayaan pengalaman praktik kerja lapangan di Posyandu untuk membiasakan peserta melaksanakan tugasnya, selama  enam belas kali pertemuan. Hasil PKM sebagai berikut: 10 orang kader yag dilatih, memahami materi yang diberikan, dapat melaksanakan simulasi praktik posyandu 5 (lima) meja, dapat melaksanakan cek kesehatan didampinggi oleh tim kesehatan serta dapat memahami penggunaan obat bebas terbatas. Diharapan peran aktif kader posyandu dalam memberikan pelayan kesehatan pada SAD dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan pukesmas induk saat pelaksanaan posyandu. diharapakn kader-kader yang terdidik dan terlatih mampu menyelesaikan permasalahana kesehatan pada SAD. Kata Kunci: Kader Posyandu,  Kesehatan SAD ABSTRACTSuku Anak Dalam (SAD) is a community that lives far from the reach of health services, to get routine health services it is necessary to establish an Integrated Service Post (Posyandu). Posyandu is the main place for SAD to get health services carried out by health cadres who have received training or previous material. The purpose of the Community Partnership Program (PKM) is to improve the quality of SAD health and produce health cadres capable of carrying out posyandu activities. The method used is: selection of cadres to be trained with the learning given is learning by doing, learning from experience (learning by experience) and involving the active participation of participants (active learner participatory). After that, an enrichment of practical work experience in Posyandu was carried out to familiarize participants with their duties, for sixteen meetings. The PKM results are as follows: 10 cadres trained, understand the material provided, can carry out a 5 (five) table posyandu practice simulation, can carry out a health check up by the health team and can understand the use of limited free drugs. It is hoped that the active role of posyandu cadres in providing health services to SAD and coordinating with the main health center health workers during the implementation of posyandu. It is hoped that educated and trained cadres are able to solve health problems in SAD. Keywords: Posyandu cadre, SAD health
Hubungan Faktor Lingkungan, Kebijakan Pemerintah Dan Pengetahuan Orang Tua Dengan Pencegahan Penyakit TBC Pada Anak Susi Widiawati; Mefrie Puspita; Meinarisa Meinarisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 16, No 2 (2021): October
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.09 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v16i2.140

Abstract

Introduction: The prevalence of TB cases was recorded to increase in 2019 in Jambi City reaching 3,423 cases, while the incidence of TB in children was 84 (confirmed).Objectives:  The purpose of this study was to determine the relationship between environmental factors, government policies, and parental knowledge with the prevention of TB in children in Jambi City. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design, the sample is the parents who have children aged 0 years to 18 years in Jambi City with a purposive sampling technique, the number of samples is 82 people. Data collection using online questionnaires, namely environmental factors, government policies, knowledge, and prevention of tuberculosis in children, the data were analyzed univariately and bivariate with the Spearman Correlation test Results: The univariate results of environmental factors met the requirements of 56.1% of respondents, getting information on government policies was 53.7%, moderate knowledge was 43.9%, good TB prevention was 65.9%. The results of the bivariate analysis, there is a relationship and correlation between environmental factors P-value 0.007 and r = 0.296, government policy 0.019 and r = 0.259, and knowledge of p-value 0.043 and r-0.224 with the prevention of TP in children. Conclusions:  in this study is the prevention of pulmonary TB in children is supported by environmental factors, government policies, and parental knowledge.
DESIMINASI ILMU PERAWATAN ANAK AUTIS DI SLBN KOTA JAMBI Susi Widiawati; Maulani Maulani; Widya Dwi Juniaty
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3361-3366

Abstract

Anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa autis merupakan masalah yang komplek, yang perlu menjadi perhatian orang tua, perawat, masyarakat dan negara. Pemantauan pertumbuhan, perkembangan dan kebutuhan perawatan pada anak autis harus dilakukan dengan baik, berdasarkan hal tersebut maka perlu meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawatan anak autis. Pengabdian) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawata anak autis. Sasaran pengabdian ini adalah orang yang mempunyai anak autis yang bersekolah di SLB N Kota Jambi dengan jumlah 30 orang, kegiatan pengabdian dilakasanakan pada bulan September 2022, dengan metode pretest, menyampaikan materi, tanya jawab dan berbagi pengalaman serta posttest. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian adalah sebagai berikut: Sebagian besar orang tua 25 (83,3%) mengetahui gelaja spektrum autis, 27 (90%) mengetahui prilaku anak gangguan spektrum autis, 26 (86,6%) mengetahui terapi anak autis, 30 (100%) mengetahui nutrisi dihindari untuk anak autis dan 27 (90%) mengetahui sumber bahan makan untuk anak autis. Dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dalam perawatan anak autis.
Hubungan sepsis neonatorum, BBLR dan asfiksia dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir Susi Widiawati
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.422 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Neonatal Jaundice can be both physiological and pathological, several factors could be due to neonatal sepsis, low birth weight and asphyxia. The purpose of this study was to look at the relationship neonatal sepsis, low birth weight and asphyxia with the incidence of neonatal jaundice in newborns aged 0-7 days in hospitals RadenMattaher Jambi 2016. Methods: This study is a quantitative research, case-control approach. The population of cases in this study were 102 babies diagnosed with jaundice and population control as many as 167 babies who are undiagnosed jaundice. Sample cases as much as 65 babies diagnosed with jaundice and a control sample of 65 infants not diagnosed jaundice, sampling technique purposive sampling technique using matching sex. The instrument used was a checklist sheet. Data was analyzed by univariate and bivariate using chi-squere. Results: The results of the univariate analysis of 65 known infant jaundice (50.0%). Babies who neonatal sepsis in 69 (53.1%). Infant low birth weight by 70 (53.8%) and neonatal asphyxia by 74 (56.9%). There is a relationship between neonatal sepsis with an OR of 3.352 p-value (0.002), there is a relationship LBW with OR of 8.820 p-value (0.000) and there is a relationship asphyxia with OR of 4.900 p-value (0.000) in the incidence of neonatal jaundice in newborn birth age 0-7 days. Conclusion: Mothers need to get health education about the importance of prenatal care, to obtain information from health professionals about the development of the fetus, newborn care to prevent the occurrence of neonatal jaundice. Keywords: asphyxia, low birth weight, jaundice and neonatal sepsis
Relationship Supervision and Motivation with Nurse Performance in Meeting Patient's Personal Hygiene Needs Susi Widiawati; Rian Maylina Sari; Winda Kalpataria
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.033 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i2.155

Abstract

Abstract Background: personal hygiene is one of the role of nurse in educating health service. It intends to keep patient’s hygiene during treatment. It is supported by supervision and motivation as stated in nurses’ job description. In fact, personal hygiene has not been run properly according standard operating procedure. The purpose of this study was to know the correlation between supervision and motivation with nurses’ performance in giving health service of personal hygiene in inpatient room. Method: This study was a quantitative using cross sectional method. The samples consisted of nurses in surgical inpatient ward. Total sampling was employed; that is, there were 38 nurses taking part in this research. Data were collected through administering questionnaire. Then, univariate and bivariate analysis were used by using statistic chi-square test. Result: univariate statistic test revealed that 22 (57,9%) of respondents had good performance, 26 (68.4%) of respondents confirmed that supervision run well, 24 (63.2%) of respondents stated that they had high motivation in instructing personal hygiene. Bivariate analysis showed that there was a significant correlation between supervision and nurses’ performance (p-value 0.002<0.05) and there was a significant correlation between motivation and nurses’ performance (p-value 0,002 < 0,05). Conclusion: there was a significant correlation between supervision and motivation with nurses’ performance in instructing personal hygiene to patients at surgical inpatient ward of Raden Matther hospital.
Edukasi kesehatan reproduksi pada remaja Susi Widiawati; Selvi Selvi
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.898 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v4i1.631

Abstract

Adolescent reproductive health must be a special concern, as a tool that serves to prepare offspring. The problems that occur in young women are vaginal discharge, itching and unpleasant odor from the outer reproductive area and in young men they do not maintain cleanliness around their genitals. This activity aims to provide reproductive health education to adolescents and prevent complaints on adolescent reproductive organs. The activity was carried out using the method of providing reproductive health materials to adolescents at SMKN Jambi City in November 2019 with 39 students and grade 1 students as the subject. Activities are carried out with the pre-test stage, the implementation stage of education and discussion as well as the evaluation stage with the post-test. PkM activities with 34.8% pre-test results and 76.91% post-test results. It can be concluded that there is an increase in the knowledge of students and students after education about reproductive health in adolescents is carried out.
Implementasi Senam Kaki Diabetes Pada Penderita Diabetes Melitus di RSUD Raden Mattaher Jambi Susi Widiawati; Maulani Maulani; Winda Kalpataria
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.692 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v2i1.199

Abstract

Gaya hidup modern, bervariasinya makanan siapa saji dengan pilihan menu makanan dan cara hidup yang kurang sehat semakin menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penyakit degeneratif. Salah satu penyakit degenaratif tersebut adalah Diabetes Melitus (DM. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ulkus pada kaki, dikarenakan kurang lancarnya sirkulasi darah kedaerah distal (kaki). Untuk mencegah hal tersebut bisa dilakukan senan kaki diabetes. Metode pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah dengan melakukan demonstrasi, serta membantu klien untuk mengerakan kaki sesuai dengan senam kaki diabetes. Senam kaki diabetes ini dilakukan oleh klien (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit), dengan jumlah klien sebanyak 5 orang yang dirawat di Ruangan Interne RSUD Raden Matthaer Jambi. Hasil PkM ini didapatkan penderita Diabetes Melitus yang di Ruangan Interne RSUD Raden Mataher Jambi, dapat melakukan senam kaki diabetes dan tidak ditemukan tanda-tanda komplikasi pada penderita terutama pada kali seperti bengkak, kemerahan, nyeri. Senam kaki diabetes merupakan salah satu cara untuk mencegah ulkus diabet terutama pada daerah kaki, diharapakan dengan senam kaki diabetes ini meningkatkan sirkulasi darah kedaerah kaki, untuk tindak lanjut dari PkM ini bisa dilakukan oleh perawat atau mahasiswa yang melaksanakan praktik klinik. Kata kunci: DM, Senam Kaki Diabetes
Peningkatan Pelaksanaan Supervisi Keperawatan di Ruang Pinang Masak RSUD Raden Mattaher Jambi Rian Maylina Sari; Susi Widiawati; Basok Buhari
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.471 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v2i2.446

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan sub sistem dalam system pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sudah pasti punya kepentingan untuk menjaga mutu pelayanan. Kontribusi yang optimal dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas akan terwujud apabila sistem pemberian asuhan keperawatan yang digunakan mendukung terjadinya praktik keperawatan profesional dan berpedoman pada standar yang telah ditetapkan serta dikelola oleh manajer dengan kemampuan dan ketrampilan yang memadai. Salah satu praktik tersebut melalui penerapan supervisi keeprawatan yang optimal. Metode pengabdian yang dilakukan menggunakan tahap pengkajian, identifikasi masalah dan analisa masalah. Hasil pengabdian masyarakat terhadap 21 perawat pelaksana yaitu sebagian besar (91%) perawat telah memahami makna supervisi keperawatan setelah diberikan diseminasi ilmu dan seluruhnya (100%) perawat mampu melakukan suoervisi keperawatn melalui role play yang dilaksanakan. Setelah dilakuan pengabmas disarankan agar dapat memfasilitasi dan memotivasi perawat pelaksana untuk melanjutkan pendidikan/pelatihan dan pembaruan keterampilan dan pengetahuan yang mendukung dalam meningkatkan mutu kegiatan pelayanan diruang rawat inap terkait pelaksanaan model-model supervisi keperawatan sesuai evidance base.