Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Influence of Health Education on Female Knowledge about Vulva Hygiene Susi Widiawati; Diah Merdekawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1804

Abstract

Introduction: Girls in Junior High Schools had not received health education about vulvar hygiene, so it had an impact on reproduction health, including vaginal discharge. The results of the preliminary survey of 6 students, there had been complaints of itching, and smelling in the vulva organ and did not know how to clean it. Purpose: To find out the effect of health education on young women in junior high schools on the knowledge about vulval hygiene. Methods: The study used a quasi-experimental design and applied a one group pretest posttest design. The research was conducted from June to November 2018. The number of samples was 34 students of grades VII and VIII of Junior High School in East Tanjab Regency, Jambi, Indonesia. This study used proportional random sampling technique. Results: The average knowledge of students in the first measurement was 22.18 with an SD of 2,959, and the average knowledge of students in the second measurement was 29.71 with an SD of 2,612. Bivariate analysis showed that there was a significant effect between health education on knowledge of young girls about Vulva hygiene with p-value = 0.000. Conclusion: From the analysis mentioned above, it can be concluded that there was a significant influence between health education on female students’ knowledge about vulva hygiene.Abstrak: Pendahuluan: Anak perempuan di SMP belum mendapatkan pendidikan kesehatan tentang vulva hygiene sehingga berdampak pada kesehatan reproduksi termasuk keputihan. Hasil survey pendahuluan 6 orang siswi pernah mengalami keluhan gatal, dan berbau pada organ vulva dan tidak mengetahui cara membersihkannya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pada remaja putri SMP terhadap pengetahuan tentang vulva hygiene. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dan menerapkan one group pretest posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga November 2018. Jumlah sampel adalah 34 siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri di Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil: Rata-rata pengetahuan siswa pada pengukuran pertama sebesar 22,18 dengan SD sebesar 2.959, dan rata-rata pengetahuan siswa pada pengukuran kedua sebesar 29,71 dengan SD sebesar 2.612. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene dengan p-value = 0,000. Kesimpulan: Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswi tentang vulva hygiene.
HUBUNGAN TERAPI BERMAIN DAN PERAN PERAWAT DENGAN KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK DI RUMAH SAKIT Widiawati, Susi; Riskiana, Rika; Maylina Sari, Rian
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.241

Abstract

Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terapi bermain dan peran perawat dengan kecemasan orang tua  terhadap hospitalisasi pada anak Rumah Sakit Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian kuantitaif dengan desain cross sectional. Sampel adalah orang tua sebanyak 96 orang.  Sampel  diambil secara Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan 06 Mei – 10 Juni Tahun 2023. Instrument yang digunakan adalah kuesioner peran perawat, terapi bermain dan kecemasan orang tua, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi Square. Hasil: Hasil penelitian 68 (44,6%) responden mengalami kecemasan sedang, 52 (54,2%)  responden menyatakan terapi bermain kurang baik, 49 (51,0%) responden menyatakan peran perawat kurang baik. terdapat hubungan antara terapi bermain dan peran perawat dengan kecemasan orang tua dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara terapi bermain dan peran perawat dengan kecemasan orang tua yang anaknya dihospitalisasi. Diperlukan peningkatan terapi bermain dengan menyediakan fasilitan terapi bermain dan meningkatan peran perawat untuk lebih caring kepada orang tua yang anaknya dirawat.
PERAN KADER DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK BALITA DI POSYANDU POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU JAMBI TAHUN 2022 Firdaushy, Nabillah; Puspita, Mefrie; Widiawati, Susi
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v11i1.197

Abstract

Kader yang merupakan bagian dari pelaksana yang sangat mempengaruhi kegiatan posyandu dilakukan dengan “pola lima meja”. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader dalam pemantauan pertumbuhan anak balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 140 kader di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Jambi Tahun 2022. Cara pengambilan sampel dengan Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Jambi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan dari 140 kader mempunyai peran yang baik dalam pemantauan pertumbuhan anak balita sebanyak 83 (59,3 %) cukup baik sebanyak 57 (40,7 %) dengan hasil penilaian observasi sesuai sebanyak 76 (54,3 %) dan tidak sesuai 64 (45,7 %). Penelitian ini menunjukkan bahwa secara subjektif terdapat peran kader yang baik namun pada hasil objektif terdapat kesenjangan pada meja 2 dan meja 5 dalam pemantauan pertumbuhan anak balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Jambi Tahun 2022.
Hubungan Faktor Lingkungan, Kebijakan Pemerintah Dan Pengetahuan Orang Tua Dengan Pencegahan Penyakit TBC Pada Anak Widiawati, Susi; Puspita, Mefrie; Meinarisa, Meinarisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 16 No 2 (2021): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v16i2.140

Abstract

Introduction: The prevalence of TB cases was recorded to increase in 2019 in Jambi City reaching 3,423 cases, while the incidence of TB in children was 84 (confirmed).Objectives:  The purpose of this study was to determine the relationship between environmental factors, government policies, and parental knowledge with the prevention of TB in children in Jambi City. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design, the sample is the parents who have children aged 0 years to 18 years in Jambi City with a purposive sampling technique, the number of samples is 82 people. Data collection using online questionnaires, namely environmental factors, government policies, knowledge, and prevention of tuberculosis in children, the data were analyzed univariately and bivariate with the Spearman Correlation test Results: The univariate results of environmental factors met the requirements of 56.1% of respondents, getting information on government policies was 53.7%, moderate knowledge was 43.9%, good TB prevention was 65.9%. The results of the bivariate analysis, there is a relationship and correlation between environmental factors P-value 0.007 and r = 0.296, government policy 0.019 and r = 0.259, and knowledge of p-value 0.043 and r-0.224 with the prevention of TP in children. Conclusions:  in this study is the prevention of pulmonary TB in children is supported by environmental factors, government policies, and parental knowledge.
Kombinasi Hipnotis Lima Jari dan Terapi Kognitif Terhadap Kecemasan Klien Luka Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Kota Jambi Saswati, Nofrida; Widiawati, Susi; Yuliana, Desi; Herawati, Linda; Muslim, Muslim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13548

Abstract

ABSTRAK Klien post Sectio caesarea (SC) sebagian besar akan mengalami perasaan cemas. Klien yang mengalami cemas akan menghambat penyembuhan luka. Tanda gejala cemas seperti  perasaan cemas, firasat buruk, gelisah, lesu, mudah terganggu, gangguan tidur, kurangnya minat, nyeri otot. Cemas bisa diatasi dengan penanganan farmakologi dan nonfarmakologi salah satu terapi nonfarmakologi yaitu dengan cara pemberian terapi hipnosis lima jari dan terapi kognitif. Tujuan dilakukan terapi hipnotis lima jari kombinasi dengan terapi kognitif untuk menurunkan kecemasan klien dan merubah fikiran negatif menjadi positif. Mitra dalam kegiatan ini adalah RS Bhayangkara Polda Jambi. Sasarannya Ibu post SC hari 1-3 dengan jumlah 25 peserta. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan pendekatan personal untuk memberikan edukasi kepada masing-masing peserta, menerapkan terapi hipnotis lima jari, dan mengukur tingkat kecemasan terhadap klien. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan perbandingan antara tingkat kecemasan sebelum menerapkan terapi hipnotis lima jari kombinasi terapi kognitif dan setelah menerapkan terapi hipnosis lima jari kombinasi terapi kognitif menggunakan HARS, instrumen kepuasan dan instrumen observasi tanda gejala luka SC. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan terapi hipnotis 5 jari yaitu selama 15 menit. Hasil dari adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukan distribusi frekuensi kecemasan pada klien post SC sebelum diberikan terapi yang tidak cemas sebnayak 14 orang (56%) setelah dilakukan terapi menjadi 16 orang (64%). Hipnotis lima jari kombinasi dengan terapi kognitif mampu menurunkan kecemasan pada klien post SC diharapkan pihak RS menerapkan Hipnotis lima jari kombinasi dengan terapi kognitif dalam menurunkan kecemasan kepada klien post SC.  Kata Kunci: Hipnotis Lima Jari, Terapi Kognitif, SC  ABSTRACT Post Sectio caesarea (SC) clients will mostly experience feelings of anxiety. Clients who experience anxiety will inhibit wound healing. Signs of anxiety include feelings of anxiety, bad feelings, restlessness, lethargy, easily distracted, sleep disturbances, lack of interest, muscle aches. Anxiety can be overcome with pharmacological and non-pharmacological treatment, one of which is non-pharmacological therapy, namely by administering five finger hypnosis therapy and cognitive therapy. The aim of five finger hypnosis therapy in combination with cognitive therapy is to reduce the client's anxiety and change negative thoughts into positive ones. Research Method: The partner in this activity is Bhayangkara Hospital, Jambi Regional Police. The target is post SC days 1-3 with a total of 25 participants. This Community Service Method involves a personal approach to providing education to each participant, applying five finger hypnosis therapy, and measuring the client's anxiety level. Evaluation of activities was carried out by comparing anxiety levels before applying five-finger hypnosis therapy combined with cognitive therapy and after applying five-finger hypnosis therapy combined with cognitive therapy using HARS, a satisfaction instrument and an instrument for observing signs of SC wound symptoms. The time required to carry out 5 finger hypnosis therapy is 15 minutes. The results of the Community Service activities showed that the frequency distribution of anxiety in post-SC clients before being given therapy was 14 people (56%) who were not anxious after therapy became 16 people (64%). Conclusion: Five finger hypnosis combined with cognitive therapy can reduce anxiety in post SC clients. It is hoped that the hospital will apply five finger hypnosis combined with cognitive therapy to reduce anxiety in post SC clients. Keywords: Five Finger Hypnosis, Cognitive Therapy, SC
Pendampingan Duta Bulying Terhadap Pencegahan Bulying Pada Siswa/i di SMKN Kesehatan Sarolangun Widiawati, Susi; Saswati, Nofrida; Marisdayana, Rara
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75dj4t90

Abstract

Remaja usia 12-18 tahun mengalami perkembangan secara fisik dan karakteristik. Perkembangan secara karakteristik berkaitan dengan prilaku anak yang berisiko kearah positif maupun kearah negatif. Perlunya pendekatan pada anak remaja dengan kesejahteraan psikologis dalam menghadapi masa yang penuh gejolak pada usia remaja. Banyak masalah yang dihadapi remaja salah satunya adalah masalah bulliying. Tahun 2023 kejadian bulliying di tingkat Sekolah Menengah Atas/sederajat 10%. Hal ini diharapkan tidak terjadi lagi bulliying, mengingat mereka berada pada umur 16-18 tahun. Salah satu upaya pencegahan bulliying pada anak remaja dengan dibetuknya duta bulliying di Sekolah. Duta Bulliying ini sudah terbentuk di SMKS Kesehatan Sarolangun. Untuk terlaksananya kegiatan Duta Bulliying maka perlunya pendampingan terhadap duta tersebut. Kegiatan pendamping yang dilakukan pada duta bulliying adalah memberikan materi peran dan fungsi duta bulliying, program kerja yang dilakukan, materi bulliying, form pelaporan bullying dan rencana tindak lanjut bulliying. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu dengan menguji pengetahuan duta bulliying dengan pretest, memberikan materi dengan metode ceramah dan postest. Kegiatan ini dilakukan selama 14-16 Oktober 2022. Duta bulliying yang ikut serta sebanyak 20 siswa.  Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan duta bulliying sebesar 85% setelah dilakukan pendampingan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan duta bulliying terhadap pencegahan Bulliying di SMKN Kesehatan Sarolangun. Diharapakan pihak pimpinan sekolah untuk selalu memberdayakan duta bulliying dalam pencegahan bulliying di SMKN Kesehtan Sarolangun.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu untuk Eliminasi Stunting di Kelurahan Muara Bulian Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bulian Widiawati, Susi; Sugiarto, Sugiarto; Mariska, Ruri Putri; Anggraini, Deshi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17678

Abstract

ABSTRAK Stunting di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Batang Hari dengan angka prevalensi stunting sebesar 26,3%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting adalah dengan memberdayakan masyarakat khususnya kader posyandu. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberdayakan kader posyandu untuk mengeliminasi stunting di Desa Muara Bulian, Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan pelatihan dan Focus Group Discussion bagi kader sehingga meningkatkan keterampilan kader dalam menurunkan angka kejadian stunting dan mencegah stunting, melaksanakan edukasi setiap kegiatan posyandu terkait stunting, melakukan pencatatan data anak stunting dan risiko stunting berbasis Teknologi Informasi (TI) yang memudahkan kader kesehatan dalam memonitoring data anak stunting. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 20 September 2024 di Aula Desa Muara Bulian dan pendampingan di 4 posyandu yaitu Posyandu Melati, Flanboyan, Kamboja dan Mawar Merah. Berdasarkan kegiatan pelatihan kader posyandu dan pendampingan secara umum kader dapat memahami dan melakukan deteksi dini pertumbunhan pekembangan anak, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan kader adalah 90% terutama untuk mengatasi stunting. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Muara Bulian menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam pelatihan kader Posyandu. Kata Kunci: Stunting, Peran Kader Posyandu  ABSTRACT Stunting in Jambi Province, especially Batang Hari district with a stunting prevalence rate of 26.3%. Efforts that can be made to accelerate stunting reduction are by empowering the community, especially posyandu cadres. The aim of this Community Service Activity is to empower posyandu cadres to eliminate stunting in Muara Bulian Village, Muara Bulian Health Center Working Area, Batang Hari Regency. Service activities are carried out by providing training and Focus Group Discussions for cadres so as to improve cadre skills in reducing the incidence of stunting and preventing stunting, carrying out education for every posyandu activity related to stunting, recording data on stunting children and the risk of stunting based on Information Technology (IT) which makes it easier for health cadres to monitor data on stunting children. Training and mentoring activities for posyandu cadres were carried out on September 10 to 20, 2024 at Muara Bulian Village Hall and assistance in 4 posyandu namely Posyandu Melati, Flanboyan, Cambodia and Mawar Merah. Based on posyandu cadre training activities and general mentoring, cadres can understand and carry out early detection of child development and growth, with an average increase in cadre knowledge of 90%, especially for overcoming stunting. From the results of community service carried out in Muara Bulian Village, it shows significant success in training Posyandu cadres. Keywords: Stunting, The Role of Posyandu Cadres
Gambaran Glukosa Darah pada Anak Remaja di MAN Kota Jambi Agustina, Rina; Puspita, Mefrie; Widiawati, Susi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.13

Abstract

Penyakit keturunan diabaetes (DM) dapat menyerang semua usia. Prevalensi faktor risiko diabetes tipe 2 pada anak usia 5-18 tahun pada tahun 2013 sebanyak 10,8%, mengalami peningkatan menjadi 18,8% pada tahun 2018. Mengatasi dampak DM perlu dilakukan tindakan pemeriksan glukosa darah pada anak remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui glukosa darah pada remaja di MAN Kota Jambi tahun 2023. Disain penelitian ini deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di MAN Kota Jambi pada tanggal 1 s.d 30 Juni 2023. Subyek penelitian adalah remaja kelas XI MAN Kota Jambi yang berjumlah 204 orang. Jumlah sampel 67 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian karakteristik dan pemeriksaan gula darah dianalisis secara univariat. Hasil penelitian sebagian (50,7%) responden dengan usia 16 tahun, sebagian besar (58,2%) responden memiliki IMT yang normal, sebanyak (53,7%) responden memiliki kadar gula darah belum pasti DM. Penelitian ini sebagai informasi bagi sekolah mengenai gambaran glukosa darah dan deteksi dini diabetes pada remaja
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Andika, Rendra; Maulani, Maulani; Widiawati, Susi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.22

Abstract

Kecemasan sebagai bentuk kekhawatiran pasien terhadap tindakan medis. Kecemasan ini dapat diatasi dengan sikap Caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi.  Penelitian ini merupakan penelitan kuantitatif dengan metode cross sectional. Data dikumpulkan mengunakan kuesioner dan dianalisis secara univariate dan bivariate menggunakan uji chi-Square. Populasi dalam sampel adalah seluruh pasien operasi selama 1 tahun terakhir, sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 36 responden. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 12 Juni 2023 s.d 15 Juli 2023. Hasil penelitian univariate didapatkan perilaku caring perawat dominan kurang baik 52,8% dan kecemasan pasien sebagian besar adalah cemas sedang 69,4%, hasil bivariate  terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan p-value 0.017 (< 0.05). Saran kepada pihak manajemen RSUD Kab. Tanjungjabung Timur, agar dapat meningkatkan sikap dan kompetensi yang dimiliki oleh perawat, sehingga perawat dapat menunjukkan perilaku caring bagi pasien yang menghadapi operasi.
Sosialisasi dan Demontrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP KepadaMahasiswa Perawat Kota Jambi Maulani, Maulani; Widiawati, Susi; Herdiani, Nadila Ratna; Hidtriana, Imelda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hhssxb03

Abstract

Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin dan placenta melalui jalan lahir atau vagina. Proses ini dapat mengakibatkan terjadinya robekan atau luka perineum, baik secara spontan (rupture) ataupun irisan (episiotomy). Robekan atau luka ini dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, disfungsi organ reproduksi wanita dan sepsis. Kondisi ini akan menyebabkan komplikasi lanjut seperti infeksi saluran kemih, maupun jalan lahir. Untuk mencegah hal ini, maka luka perineum harus dirawat dengan baik. Sebelum melakukan perawatan perineum harus mengetahui kondisi perineum berdasarkan Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, dan Approximation/penyatuan depth, pain (REEDA-DP) dalam menilai luka perineum. Penulis sudah melakukan penelitian Research and Development (R&D) yaitu membuat aplikasi instrument REEDA-DP untuk penilaian luka perineum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan demonstrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP dalam penilaian luka perineum oleh mahasiswa perawat.  Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu memberikan materi tentang luka perineum dengan metode ceramah, pretest dan posttest, sosialisasi dan demontrasi pengisian aplikasi REEDA-DP. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 dan 21 Mei 2025. Peserta pengabdian adalah mahasiswa keperawatan STIKES Harapan Ibu Jambi 20 orang dan mahasiswa D3 keperawatan STIKES Garuda Putih 25 orang. Hasil dan kesimpulan didapatkan peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 86% dan mampu menggunakan aplikasi REEDA-DP 100%. Diharapakan pimpinan kampus dapat mengunakan aplikasi REEDA-DP pada proses keperawatan bidang ilmu keperawatan maternitas atau keperawatan kesehatan reproduksi supaya mempermudah mahasiswa menilai luka perineum.